Sopir Cantik Pemikat Hati Ceo

Sopir Cantik Pemikat Hati Ceo
Siasat Melani


__ADS_3

Pagi ini hari pertama Zia bekerja, kemaren sore Zia ditelpon Om Suryo mengingatkan Zia agar hadir tepat waktu. Om Suryo juga menyampaikan alasan perusahaan tidak memanggil Zia untuk bekerja selama dua minggu lalu. Om Suryo berkata perusahaan sedang mengurus SIM B untuk Zia, setelah urusan SIM selesai baru Zia dipanggil untuk bekerja. Zia bukan lagi supir cadangan melainkan supir utama yang dikontrak selama enam bulan.


Bodi Guard yang dicarikan Harun sudah stand bay untuk mengikuti Zia bekerja, mengawasi dan membantu Zia jika Zia mengalami kesulitan saat melakukan pekerjaan.


"Jangan lupa telpon abang." ucap Zaid saat mereka didalam mobil diparkiran perusahaan.


"Iya bang, abang sudah mengingatkan Zia tiga kali. hanya abang yang Zia miliki di kota ini tentu Zia akan menelpon abang. nanti abang harus angkat telpon dari Zia."


"Tentu saja, nomor yang Zia simpan adalah nomor privat abang. hanya keluarga dekat yang tahu nomor itu. Melani juga tahu. nomor abang dia dapatkan dari Harun."


"Dia sering menghubungi abang?"


"Ya, tapi tidak abang layani. lihatlah." ucap Zaid sambil menyerahkan Hp miliknya.


Zia mengambil Hp yang diberikan Zaid, memeriksa pesan masuk dari Melani. hampir setiap hari Melani mengirim pesan kepada Zaid.


"Kenapa abang tidak pernah membalas pesannya?"


"Karena hubungan kami sudah berakhir dan abang tidak ingin memberinya harapan."


"Bukankah semakin diabaikan dia akan semakin mengejar?"


"Dia sudah tahu abang punya istri, kita sudah bertemu dengannya kemaren. abang rasa dia akan paham sendiri."


"Baiklah, Zia turun dulu. tidak enak jika ada yang tahu Zia turun dari mobil Bos."


"Jangan berkata begitu, Abang tidak berniat menyembunyikan status kita. biarkan mereka melihat kita, dengan begitu mereka akan tahu sendiri jika kita suami istri."


Zia mengangguk.


"Zia turun duluan." ucap Zia pamit.


"Apa seperti itu cara pamit seorang istri untuk pergi bekerja?"


"Zia harus bilang apa?"


Zaid mengangkat tangan kanannya menjulurkan nya ke Zia. Zia tersenyum dan menyambut tangan Zaid. Zia mencium tangan Zaid.


"Abang, Zia izin mau pergi kerja, lepaskan tangan Zia."


"Masih ada waktu 10 menit lagi. sini duduk di pangkuan abang."


"Gak mau, nanti abang nyosor lagi, bibir Zia masih terasa tebal."


Pagi tadi di dalam mobil saat mereka akan berangkat kerja, Zaid melahap bibir Zia dengan rakus membuat Zia kesulitan bernapas dan mendorong tubuh Zaid agar terlepas dari terkaman suaminya.


"Janji abang gak cium, abang cuma mau peluk Zia. ayok sini."


Zia patuh dan duduk di atas paha Zaid, Zaid memeluk Zia menyandarkan kepalanya di lengan Zia.


"Tinggal 5 menit lagi bang, udah ya. Zia harus mengisi kehadiran dilantai dua."


"Baiklah." ucap Zaid mulai melepaskan tangannya yang dari tadi menahan tubuh Zia.


Zia mencium pipi Zaid dan keluar dari mobil. Zia melambaikan tangan kerah Zaid, Zaid membuka kaca mobil dan membalas lambai-yan Zia.


"Kamu dimana?" tanya Zaid menelpon orang yang ditugaskan mengawasi Zia.


"Sudah diparkiran perusahaan Bos."


"Masuk saja kelantai satu, pastikan mobil yang dibawa Zia."


"Baik Bos."


Zaid melihat laki-laki itu keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk perusahaan. Zaid sedikit khawatir dengan profesi yang dijalani Zia, Zaid tidak bisa menghentikan keinginan Zia untuk bekerja. pagi ini melihat Zia yang begitu semangat berangkat kerja, membuat rasa khawatir Zaid berkurang.


Zaid melepas Zia dengan doa. setelah Zia tidak terlihat, Zaid turun dari mobil dan segera ke ruang kerjanya.


"Pagi pak," sapa Keke melihat Zaid datang.


"Pagi juga, Harun sudah datang?"


"Sudah, dia tidur di kantor mungkin masih tidur."


"Kenapa kamu bisa tahu dia tidur di kantor?"

__ADS_1


"Kemaren pak Harun membawa saya lembur. setelah mengantar saya pulang pak Harun berkata jika dia tidur di kantor."


"Kemaren hari minggu, kalian bekerja saat semua orang libur?"


"Ya.."


"Apa yang kalian kerjakan?"


"Membuat rekap laporan keuangan dari semua departemen pak. kata pak Harun hari ini akan diserahkan pada bapak."


"Biasanya Harun mampu menghandle laporan seperti ini. kenapa sekarang dia melibatkan sekretaris?" batin Zaid.


"Apa agenda ku hari ini?"


"Hanya bertemu investor, jam 10 pagi ini tempatnya di Hotel Dirgantara."


"Baiklah, sampaikan pada Harun aku akan pergi bersamanya."


"Baik pak."


Zaid meninggalkan Keke dan masuk ke ruang kerjanya. Zaid pergi ke kamar nya membayangkan Zia tidur dikamar itu. Zaid tersenyum.


"Jika saja kamu tidak bekerja, aku pasti akan mengurung mu disini. memeluk mu dan menikmati bibir tipis mu setiap saat. Zia kau membuat ku tidak konsentrasi melakukan apa pun." ucap Zaid sambil memeluk bantal guling yang ada di kamar nya.


Keke memasuki ruang kerja Harun. melihat Harun yang masih tidur dikamar nya. Keke masuk kekamar Harun, tanpa sengaja keke menginjak plastik yang tercecer di lantai.Keke tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya karena menggunakan sepatu hak tinggi Keke juga memakai rok sempit yang hanya selutut.


"Aaah,."


Bruk


Bokong Keke singgah di atas tempat tidur dan bukit kembar Keke mengenai wajah Harun. Harun terbangun dan merasakan kelembutan bukit Keke yang padat.


Keke segera memperbaiki posisinya dan berdiri.


"Maaf pak, saya tidak sengaja terjatuh dan mengenai Bapak."


"Ada hal penting apa membuat mu masuk ke kamar ku?"


"Pak Zaid berpesan, Dia akan membawa bapak ikut menemui investor jam 10 pagi ini."


Keke merasa bersalah dan bersedia memijat kepala Harun. Keke duduk dipinggir tempat tidur. Harun meletakkan kepalanya di atas paha Keke. Keke merasa gugup karena Harun tidur di atas pangkuannya. Harun merasa nyaman tidur di paha empuk Keke, apalagi Keke menggunakan parfum yang lembut dan harum. Keke memijit kepala Harun. Keke melihat wajah Harun, wajah yang enak untuk dilihat, terlihat ramah dan penyayang.


15 menit Keke memijit kepala Harun, membuat Harun kembali tidur dengan nyenyak.


"Pak.."


"Pak."


Keke memanggil Harun agar bangun, tapi sepertinya tidur Harun sangat dalam.


Keke mengusap pipi Harun, Keke tersenyum karena berhasil menyentuh pipi Harun, laki-laki baik yang selama ini dikagumi nya.


"Pak." ucap Keke sambil menepuk bahu Harun.


"Mm." jawab Harun


"Bangun, Paha saya terasa kebas."


"Oh, maaf saya ketiduran." Harun mengangkat kepalanya dan duduk.


"Saya keluar dulu." ucap Keke pamit.


"Ya."


Keke keluar dari ruang kerja Harun dan segera kemeja kerjanya. Keke melihat Melani baru keluar dari Lift.


"Ada keperluan apa mbak?" tanya Keke saat Melani sudah dekat


Melani tidak menjawab, Melani mencoba masuk ke ruang kerja Zaid. pintu ruang kerja Zaid tidak bisa dibuka.


"Mbak, pintu pak Zaid hanya bisa dibuka oleh pak Zaid dan pak Harun."


"Sial, Kenapa Zaid membuat keamanan ruang kerja seperti ini." ucap Melani dengan suara kecil.


"Jadi kamu juga tidak bisa masuk ruangan ini?"

__ADS_1


"Tentu saja tidak, hanya pak Harun dan keluarga pak Zaid yang bebas masuk. untuk tamu biasanya pak Zaid akan bertemu mereka dilantai 25. ada pesan yang mau disampaikan?"


"Tolong katakan pada Zaid aku ingin bertemu dilantai 25, ada hal penting yang ingin aku sampaikan."


"Baiklah. silahkan mbak duluan ke lantai 25."


"Tidak, aku mau mendengar jawaban Zaid. sekarang kamu telpon dia."


"Baiklah." ucap Keke sambil menekan nomor kantor Zaid.


"Halo pak, mbak Melani ingin bertemu bapak katanya ada hal penting yang ingin ia sampaikan."


"Baiklah, suruh dia menunggu dilantai 25."


"Baik pak."


Melani mendengar jawaban Zaid dan tersenyum.


"Terimakasih." ucap Melani tersenyum dan mengibaskan rambutnya yang dibuat ikal. Melani segera turun dan menunggu Zaid dilantai 25.


Lantai 25 dijadikan ruang pertemuan yang sudah diberi pembatas kaca, ada ruang pertemuan besar dan kecil. dilantai 25 terdapat markas bagi para OB untuk istirahat kepala OB juga berkantor diruang 25.


Melani memasuki ke ruang pertemuan kecil, duduk manis menunggu Zaid.


tidak menunggu lama, Zaid datang bersama Keke menemui Melani.


"Pagi Melani." sapa Zaid dan duduk


"Pagi, kenapa membawa Keke?" tanya Melani


"Aku rasa pertemuan ini berhubungan dengan perusahaan. bisa katakan hal penting apa yang ingin kamu bicarakan?"


Melani merasa kesal karena Zaid tidak menganggapnya sebagai teman dekat dan menemuinya seorang diri.


"Aku masih mencintai mu." ucap Melani tanpa mempedulikan Keke dan ini kesempatan yang tidak boleh ia sia-siakan.


Zaid tersenyum.


"Bagi ku kau hanya masa lalu dan di hati ku tidak ada tempat untuk mu."


"Kau hanya mengelak, aku tahu kau menyewa perempuan kecil itu untuk menipu ku. kau masih menutup diri dari perempuan dan itu karena aku, jadi izinkan aku menebus kesalahan ku. aku bersedia menjadi istri mu."


"Menurut ku pikiran mu terganggu, silahkan berobat dan aku tidak ingin menemui mu lagi."


Zaid berdiri dan meninggalkan Melani yang masih duduk di kursi nya. Keke mengikuti Zaid. mereka meninggalkan Melani seorang diri.


"Ha..ha.. pikiran ku terganggu, aku disuruh berobat? ucapan apa itu. Zaid kau mau bermain kucing-kucing ngan dengan ku? dulu kau yang berusaha mendekati ku. apa sekarang kau ingin aku juga melakukan itu? baiklah. aku tidak akan menyerah, aku pasti bisa mendapatkan mu kembali." ucap Melani seorang diri.


Melani meninggalkan lantai 25 dan kembali ke ruang kerjanya. Melani sebagai karyawan baru, tapi kecerdasannya sangat dikagumi rekan kerjanya. Melani juga pandai menghias diri, berpakaian modis dan selalu tampil enerjik.


"Dari mana mbak?" tanya rekan kerja Melani


"Bertemu pak Zaid."


"Wah, keren sekali bisa menemui pak Zaid. membicarakan apa?"


"Masalah pribadi, kami dulunya adalah sepasang kekasih. kami sama-sama kuliah diluar negeri."


"Kenapa tidak menikah? dan baru kembali?"


"Aku memilih bekerja diluar negeri dan Zaid harus menjalankan perusahaan keluarganya."


"Jadi, Kalian akan kembali bersama dan menikah?"


"Tentu saja."


"Waah,. pantas saja pak Zaid tidak pernah mendekati wanita. ternyata pak Zaid sangat setia dan menunggu kehadiran mu. aku ucapkan selamat, jangan lupa undangannya."


"Tentu saja. terimakasih." ucap Melani tersenyum berhasil menjalankan rencananya.


Melani yakin dalam waktu dekat berita hubungannya bersama Zaid akan diketahui oleh semua karyawan yang ada di perusahaan, dengan begitu Zaid akan menemuinya dan datang melamarnya.


...----------------...


jangan lupa jempol setiap episode ya,.. klik sekali aja 👍🏼

__ADS_1


__ADS_2