Sopir Cantik Pemikat Hati Ceo

Sopir Cantik Pemikat Hati Ceo
Keke mendapatkan Harun


__ADS_3

Masalah Melani cepat di usut pihak personalia SDM karena ini masalah interen perusahaan yang harus ditangani dengan baik dan benar.


Mereka segera membentuk tim, tim pemantau kamera pengawas yang fokus pada dua titik yaitu lift khusus dan ruang kerja Zaid. Mereka fokus dari tanggal semenjak Melani masuk bekerja dengan waktu mulai jam 7.00 pagi sampai jam 8.00 atas petunjuk waktu pengakuan Melani.


Mereka mulai bekerja sore itu dan lembur, agar secepatnya menemukan titik terang dari masalah yang menyeret nama Zaid.


Tim kedua fokus pada perjalanan dan aktifitas sang CEO. semenjak Melani diterima bekerja sebagai karyawan di perusahaan itu.


Mereka Meminta Keke dan Harun untuk menjawab serangkaian pertanyaan dan bukti kegiatan sang CEO. Mereka mulai menanyai Keke dan Harun sore itu, membuat Keke dan Harun harus rela bertahan di kantor sampai Tim investigasi puas dengan apa yang mereka tanyakan.


"Bagaimana ini, aku menghawatirkan Zia. aku takut Zia tahu masalah yang sedang menjerat pak Zaid." ucap Keke saat keduanya sudah selesai ditanya untuk sesi satu sore itu.


"Aku yakin Zaid hanya difitnah. jangan menghawatirkan Zia, khawatirkan saja dirimu. bisa jadi Kita ditahan disini sampai dini hari." jawab Harun.


"Aku tidak ingin tidur di kantor. tubuh ku terasa lengket karena belum mandi."


"Apa kau mau memakai baju Zia?"


"Baju Zia Pasti sempit, aku lebih berisi darinya."


"Setidaknya kau bisa mandi dan mengganti pakaian mu."


"Dimana aku mandi?" tanya Keke saat mereka kembali kelantai 26 dan berada didepan meja kerja Keke.


"Dikamar mandi kantor ku, biar aku carikan baju Zia yang sesuai dengan ukuran mu."


"Baiklah. pinjamkan aku handuk."


"Baiklah."


Harun dan Keke memasuki ruang kerja Harun, Harun mencarikan handuk bersih yang tersedia di lemari nya. memberikannya kepada Keke.


"Mandilah, aku mengambil pakaian Zia dulu." ucap Harun dan meninggalkan Keke di kamar tidurnya.


Keke menutup pintu dan segera melepas semua pakaiannya. Keke mandi.


Harun memasuki kamar Zaid dan membuka lemari pakaian. Harun melihat pakaian tidur Zia yang seksi ditempat pakaian di hanger.


Melihat pakaian Zia yang transparan dan berwarna pink membuat naluri Harun menerawang.


"Pantas saja, Zaid tidak bisa jauh dari Zia dan mengurung Zia dikamar ini seharian." batin Harun.


Harun segera menutup pintu lemari pakaian yang di hanger dan membuka pintu yang lain, hanya ada baju kerja Zaid. Harun kembali membuka pintu lemari yang lain, terlihat tumpukan seprai dan handuk bersih. Harun membuka pintu yang lain dan menemukan pakaian Zia yang masih terlipat dan di hanger. Harun mengambil satu pakaian yang menurutnya bisa digunakan Keke.


Harun masuk ke kamar nya dan melihat pakaian kotor Keke di atas tempat tidur. Harun mengambil pakaian Keke tanpa sengaja memegang bra Keke, ukuran yang cukup besar bagi Harun.


"Apa pakaian ku sudah ada pak?" tanya Keke dari dalam kamar mandi.


"Sudah. keluarlah." ucap Harun tidak jadi memindahkan baju kotor Keke dari tempat tidurnya. Harun segera keluar kamar, duduk di kursi kerjanya menunggu Keke selesai berpakaian.


Keke kembali menggunakan pakaian dalam miliknya, karena Harun hanya membawa baju tidur Zia, berbahan kaos lengan pendek, sempit diarea bukit kembar Keke dan panjang baju itu satu jengkal di atas lutut Keke.

__ADS_1


Keke keluar dari kamar Harun.


"Silahkan mandi pak." ucap Keke


Harun terpana melihat Keke, terlihat seksi dan menggoda dengan memakai pakaian Zia.


"Aku sudah pesan makan malam, tolong diambil dan silahkan makan duluan." ucap Harun sambil melangkah masuk kedalam kamarnya.


Harun selesai mandi, makanan malam yang ia pesan belum datang. waktu sholat magrib juga sudah masuk. Harun dan Keke sholat berjamaah.


"Keke sebaiknya rok sholat mu jangan dibuka, pakai saja. sebentar lagi makan malam kita akan datang." ucap Harun takut tidak kuat menahan diri melihat paha mulus Keke.


"Baik." ucap Keke


Makan malam mereka tiba, mereka makan berhadapan dimeja kerja Zaid. selesai makan Harun mendapat kabar jika mereka sudah diperbolehkan pulang.


"Kita sudah boleh pulang." ucap Harun.


"Syukurlah, aku pikir kita akan tidur di kantor." jawab Keke.


"Kau ingin mencoba tidur dikamar ku?"


Keke terkejut dengan tawaran Harun. hati Keke tersenyum dan ini kesempatan baginya untuk mendekati Harun.


"Boleh aku berbaring sebentar? setelah itu aku akan pulang." ucap Keke


"Silahkan." jawab Harun.


Keke tersenyum dan meninggalkan meja kerja Harun, masuk kekamar dan langsung berbaring menghilangkan rasa lelah dan pegal tubuhnya yang seharian duduk tegak. Keke tertidur membuat Harun tidak tega membangunkannya. Harun pergi ke ruang kerja Zaid, berbaring di kursi panjang ruang santai Zaid. Harun juga tertidur.


"Keke, bangun. kau harus pulang." ucap harun.


Keke tidak menyahut dan merespon. Harun memegang pipi Keke bermaksud membangunkan Keke. pipi Keke yang lembut dan dingin membuat Harun betah menyentuhnya memberikan kehangatan untuk Keke.


Jam 02 dini hari, Keke terbangun dan melihat Harun tidur disampingnya. Keke tersenyum dan mengambil kesempatan untuk lebih dekat dangan Harun. Keke sengaja menggeser tubuhnya membuat jarak mereka hanya tinggal beberapa senti. Keke tersenyum dan merasakan hawa panas tubuh Harun.


Jam 4 subuh, Harun terbangun dan tangannya memeluk pinggang Keke. keduanya tidur miring menghadap ke kiri. Harun tersenyum dan memindahkan tangannya menyentuh lengan Keke. Keke yang juga bangun tersenyum.


"Pak, bagaimana cara ku untuk pulang?" tanya Keke membuat Harun tahu jika dirinya juga bangun.


"Apa kau tidak memberi tahu kedua orang tua mu?" tanya Harun.


"Aku lupa, aku tertidur. mungkin baterai Hp ku juga habis."


"Kau ingin pulang sekarang?"


"Tidak, aku ingin seperti ini dulu."


"Kau tidak takut?"


"Tidak, aku menyukai bapak."

__ADS_1


Harun tersenyum, Harun tidak menyangka Keke berani mengungkapkan isi hatinya.


"Kenapa tidak memberiku jawaban." ucap Keke.


"Kenapa menyukai ku? aku hanya seorang asisten, tidak memiliki kekuasaan dan tidak memiliki harta yang banyak."


"Aku tidak boros, asalkan bapak mau bertanggung jawab, aku yakin kita bahagia dan aku tidak menuntut untuk hidup bergelimang harta."


"Jika itu jawaban mu. aku akan bertanggung jawab untuk kehidupan mu. aku akan datang ke rumah mu, melamar mu."


"Bapak serius?" tanya Keke yang masih membelakangi Harun.


"Tentu saja."


Keke segera memutar badannya dan menindas tubuh Harun. membuat Harun merasakan berat tubuh Keke.


"Keke, jangan begini. turun la. tahan diri mu."


"Aku sangat bahagia, tidak bisakah aku mendapatkan ciuman pertama ku?" tanya Keke.


"Besok aku berikan, setelah halal." ucap Harun.


jawaban Harun membuat Keke kecewa dan turun dari tubuh harun.


Keke duduk dan pergi kekamar mandi. membasuh wajah dan menyikat gigi. Keke keluar dari kamar mandi dan mengambil pakaian kotornya. memakai kembali bajunya dikamar mandi.


"Kau ingin pulang?" tanya Harun melihat keke keluar dari kamar mandi memakai pakaiannya kembali.


"Ya, Aku juga izin kerja untuk hari ini." jawab Keke.


Harun segera duduk dan berjalan mendekati Keke.


"Aku tidak bisa menahan diri, tapi jika kau bisa mengontrol diri aku akan mengabulkan keinginan mu.."


Harun belum menyelesaikan ucapannya, Keke langsung menyambar bibir Harun. membuat Harun tidak bisa menahan diri lagi. Keke bahkan membawa Harun ketempat tidur agar mereka lebih leluasa dan saling memuaskan. keduanya hampir saja lepas kendali. hanya satu tempat vital yang belum disentuh Harun.


Harun membuat tanda ditubuh Keke dan Keke sangat menikmati itu. tanda itu disembunyikan Keke dibalik bajunya.


"Secepatnya aku akan membawa kedua orang tua ku bertemu keluarga mu." ucap Harun saat keduanya sudah rapi dan selesai mandi bergantian.


"Aku tunggu." jawab Keke


Mereka tersenyum, Harun segera mengantar keke pulang mengiringi mobil Keke sampai kerumahnya.


****


Keke menceritakan masalah yang terjadi di kantor yang membuatnya harus pulang saat subuh kepada kedua orang tuanya.


Kedua orang tua Keke merasa prihatin dengan masalah yang dihadapi Zaid. Mereka yakin Zaid hanya korban fitnah.


Seperti yang di ucapkan Keke, Keke memilih libur kerja hari ini. mengurung diri dikamar dan mengenang kembali aksi panasnya bersama Harun. laki-laki kaku yang tidak mau menyentuh nya, Keke tahu Harun juga memiliki rasa terhadapnya. satu minggu lebih Keke menunggu, Harun tidak kunjung mengungkapkan isi hatinya. membuat Keke mengambil jalan pintas dan mendapatkan apa yang ia inginkan.

__ADS_1


Harun tahu kenapa Zaid bisa begitu betah bersama Zia dikamar kerjanya. Harun berencana membawa orang tuanya ke rumah Keke malam ini. Harun tidak bisa menunda lagi ingin secepatnya mengakhiri masa lajang nya yang sudah hampir satu bulan tertinggal dari Zaid.


...----------------...


__ADS_2