
Setelah bertemu Harun, Kepala bagian perencanaan mengumpulkan semua bawahannya. menyampaikan peraturan yang sudah lama dibuat perusahaan dan kembali mengingatkan mereka untuk tidak naik dan membuat keributan dilantai 26, hanya Kepala Bagian yang diizinkan berkunjung kelantai 26.
Kepala bagian juga menyampaikan hukuman jika karyawan nekat naik kelantai 26. yaitu diberikan surat peringatan sekaligus pemotongan gaji dan jika karyawan masih melanggar aturan maka karyawan siap untuk diberhentikan tanpa mendapat pesangon.
Setelah menyampaikan informasi itu. semua karyawan dibubarkan, kepala bagian menahan Melani untuk tetap berada di ruangan nya. hal itu membuat teman satu ruangan Melani menjadi penasaran apa yang kepala bagian dan Melani bicarakan.
Pintu ruangan kepala bagian perencanaan ditutup, dua orang karyawati nekat menguping. Mereka jongkok didepan pintu dan menguping pembicaraan Atasan mereka dengan Melani.
"Melani, aku baru saja mendapat informasi dari Asisten CEO perusahaan ini. kau sudah tiga kali naik kelantai 26 tanpa urusan pekerjaan. ucapan mu juga menyinggung Asisten dan Sekretaris CEO. karena perbuatan mu ini, aku terpaksa mengistirahatkan mu selama tiga hari. aku sarankan kau untuk instrospeksi diri dan memikirkan tujuan awal mu datang dan melamar pekerjaan di perusahaan ini." ucap kepala bagian.
"Aku memang sudah tiga kali kelantai 26. itu karena aku memiliki kepentingan pribadi dan aku ingin mendapatkan hak ku. Bapak tahu, aku sedang mengandung anak Zaid, CEO dari perusahaan ini. jika aku diberi sanksi dan di hukuman seperti ini, bagaimana lagi aku memperjuangkan nasib ku?" ucap Melani yang tidak kehabisan akal menyebar fitnah.
"Apa kau serius dengan ucapan mu? setahu ku pak Zaid orang yang taat dan tahu batasan." ucap kepala bagian.
"Aku serius, aku pernah menjadi kekasih Zaid saat kami sama-sama kuliah diluar negeri. saat diluar negeri dia sangat baik dan tidak menyentuh ku. aku melamar pekerjaan disini dan tidak tahu ini perusahaannya. Pagi itu aku baru pertama bertemu dengannya dilantai bawah, aku dibawa masuk dalam lift khusus yang langsung membawa kami kelantai 26, saat itu tidak ada siapa pun dilantai 26, karena masih sangat pagi. Zaid membawa ku ke ruangan nya. Ruangan Zaid hanya bisa dibuka oleh dirinya sendiri. saat itulah dia memintaku melayaninya. Aku merindukannya dan aku pikir itu awal yang baik untuk pertemuan dan kelanjutan hubungan kami. kami tidak memakai pengaman, semenjak kejadian itu Zaid tidak lagi mau menemui ku. dia tidak mau mengangkat telpon dan membalas pesan ku. aku baru tahu jika aku hamil dan tadi pagi aku menemui Keke dan berpesan kepadanya agar Zaid mengangkat telpon dan membalas pesan ku dan aku juga ingin Zaid menikahi ku." ucap Melani menceritakan alasan dirinya naik kelantai 26. Melani juga meneteskan air mata untuk mendukung drama nya.
"Kenapa tidak memberitahu ku dari awal?" tanya kepala bagian sedikit percaya dengan cerita Melani dan merasa kasihan dengan nasib karyawan barunya.
"Aku malu pak, aku ingin berusaha dan berurusan sendiri. aku tidak memiliki keluarga di kota ini. aku juga malu jika teman sekantor tahu masalah ku." jawab Melani mengiba
"Apa ucapan mu bisa aku percaya?"
"Tentu saja. aku tidak berbohong."
"Aku akan bicarakan masalah ini dengan bagian personalia. aku akan mencarikan keadilan untuk mu."
"Terimakasih pak, saya harap berita ini tidak tersebar di perusahaan karena itu akan membuat saya malu."
"Kau masih ingat tanggal kejadian, waktu dan dimana posisi kalian melakukannya?"
"Ingat pak, itu terjadi pada hari kedua aku datang kekantor sebagai karyawan, aku sampai di kantor jam 7.20. kami melakukannya di kursi kerja Zaid."
"Baiklah, tapi aku tetap harus mengistirahatkan mu. pulang lah. aku akan mencari keadilan untuk mu dan ucapan mu sudah terekam disini." ucap Kepala bagian sambil memegang benda berbentuk kura-kura yang ada di atas meja didepan mereka.
Melani sedikit kaget dengan ucapan kepala bagian itu. Melani tidak menyangka ruangan Kepala bagian memiliki alat perekam yang tidak ia sadari dari awal masuk.
__ADS_1
Kedua karyawati yang menguping mendengar pembicaraan Kepala Bagian dan Melani dengan jelas, mereka segera duduk ditempat kerja masing-masing.
Kedua karyawati yang menguping itu membagikan berita yang mereka dengar melalui grup kerja bagian perencanaan yang anggotanya tidak ada Melani dan kepala Bagian perencanaan didalam grup itu.
Gosip menyebar di karyawan perencanaan siang itu. mayoritas dari mereka tidak mempercayai ucapan Melani, mereka mengenal Zaid dan sering lembur bersama Zaid. hanya Melani yang baru bergabung bersama mereka.
"Seingat ku, semenjak Melani bekerja pak Zaid tidak pernah lagi mengajak kita lembur." komentar karyawan 1.
"Abang ku bilang, pak Zaid hanya pernah membawa perempuan muda, pendek ke ruangan kerjanya." komentar 2
"Abang (kekasih) mu yang satpam disini?" balas karyawan 1
"Iya." balas komentar 2
"Bagaimana pun aku tidak percaya ucapan Melani. Melani itu jelek, mana mungkin pak Zaid tertarik padanya." komentar 3
"Ini mencurigakan." komentar 4
"Aku yakin Melani berbohong." komentar 5
"Aku mengenal Keke, aku akan menanyakan bagaimana pak Zaid memperlakukannya. jika pak Zaid pernah mengganggu Keke, bisa jadi ucapan Melani benar." komentar 7.
"Jika Melani berbohong, aku yang akan membalasnya." komentar 8.
"Aku ikut, mari kita buat dia hamil sungguhan." komentar 9.
"Hey, kalian berdua. dasar buaya darat. jangan berbuat begitu, kalian mau Melani menjadi istri kalian?" balas komentar 2.
"Iya juga, aku akan pakai pengaman, terimakasih sudah mengingatkan." balas komentar 9
"Dasar mesum, begini jadinya kalau usia menikah tapi tidak juga menikah. pikirannya kotor." balas komentar 3
Mereka saling tersenyum dan mengakhiri pembicaraan digrup.
Melani keluar dari ruang kepala bagian perencanaan. Melani mengambil tas nya dan segera meninggalkan ruang perencanaan.
__ADS_1
Kepala bagian keluar dari ruangannya.
melihat semua karyawan duduk di kursi masing-masing dan terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka.
"Pak, kemana Melani? dia tidak bicara dan membawa tasnya." karyawan 1 bertanya.
"Dia istirahat untuk 3 hari ke depan." jawab Kepala bagian.
"Wah, enak sekali dia mendapatkan liburan. kita libur juga dong pak,. kita sudah lama tidak liburan kantor." ucap karyawan 3
"Ditempat kita sedang ada masalah, aku harus menyelesaikan masalah ini dulu. jika masalah kita tuntas aku akan bawa kalian semua wisata kantor." jawab kepala bagian.
"Masalah apa pak, bisa kami ikut membantu?" tanya karyawan 9.
"Ini ada hubungannya dengan CEO kita. besok saja aku beritahu kalian, aku ingin menemui kepala personalia dulu." jawab kepala bagian.
"Semoga masalah pak Zaid cepat selesai dan kita bisa mengajak pak Zaid wisata kantor." ucap karyawan 5.
"Aamiin." ucap semuanya serentak.
Kepala bagian tersenyum mendengar bawahannya.
"Kalian kira aku tidak tahu jika kalian menguping bahkan sudah tahu masalah pak Zaid dan Melani?" batin kepala bagian, tersenyum dan segera meninggalkan ruangan mereka.
Zaid dan Zia segera pulang setelah tidur siang mereka. Zaid melihat Melani diparkiran membawa tas. Melani melihat mereka memasuki mobil. Melani menghapal merek mobil dan plat nomor mobil yang dibawa Zaid.
Melani tersenyum melihat kepergian Zaid dan Zia.
"Drama kucing-kucingan mu akan segera berakhir Zaid. aku yakin reputasi mu akan rusak dan bisa jadi kau bukan lagi seorang CEO. tidak hanya itu, aku akan memberikan istri mu pelajaran berharga. kau membuat ku libur kerja selama tiga hari, itu cukup bagiku untuk mencari tahu tempat tinggal kalian dan aku akan berkunjung." ucap Melani didalam hatinya sambil tersenyum puas.
...----------------...
klik tombol suka per episode ya,. ππΌππΌ
dan terus dukung karya ini, beri vote mingguannya juga,.π€
__ADS_1
terimakasih,. β₯οΈ