
Melani diterima bekerja di pusat penjualan grosir terbesar di kota itu. Melani bekerja sebagai sekretaris. Melani tampil dengan gaya baru, makeup natural dan rambut dibuat pendek seleher, membuat penampilannya lebih segar dan tampak lebih muda dari umurnya.
Seminggu sudah Melani bekerja dan menjalani hidup sebagai seorang sekretaris yang berpenampilan menggoda.
Melani tahu Bos nya selalu curi-curi pandang saat ia bekerja. mereka satu ruang kerja, berada dilantai dua.
"Melani, bisa temani saya makan siang?" ucap Kevin yang merupakan Bos Melani.
"Baiklah, saya juga ingin makan diluar." jawab Melani.
Ini pertama kalinya Melani mendapat ajakan makan siang dari Kevin, Kevin lebih muda lima tahun dari Melani, berkulit putih dan memiliki tinggi badan yang sama dengan Melani.
Mereka berangkat dan sampai di restoran.
"Silahkan pesan makan siang mu." ucap Kevin.
Kevin dan Melani memesan makan siang mereka dengan menu berbeda.
"Dimana orang tua mu?" tanya Kevin
"Mereka berada di kota X." jawab Melani.
"Kau tinggal di rumah sendiri?"
"Tidak, aku tinggal di rumah kontrakan, lumayan jauh dari kantor. aku berencana mencari rumah yang dekat dengan kantor. agar tidak boros waktu untuk kekantor ."
"Aku punya rumah kontrakan. tidak jauh dari kantor kita. jika mau, kau bisa tinggal di sana."
"Berapa sewa bulanan nya?"
"Lihat saja dulu. jika kau tertarik, baru kita bahas harganya."
"Baiklah. berikan alamatnya, sepulang kerja aku akan melihat kontrakan itu."
"Aku bisa mengantar mu ke sana. selesai makan siang kita lihat rumah kontrakan itu."
"Baiklah."
Melani tersenyum, merasa bahagia dengan tawaran yang diberikan Kevin. makan siang mereka datang, mereka makan dan melanjutkan obrolannya.
Melani mengakui dirinya seorang janda dan mantan suaminya berada diluar negeri. Kevin tidak mempermasalahkan status Melani.
Selesai makan siang Melani dan Kevin melanjutkan perjalanan menuju rumah kontrakan Kevin.
Rumah dengan dua kamar, dilengkapi dengan perabotnya. rumah kontrakan Kevin tampak terawat.
"Bapak sering kesini?" tanya Melani.
"Ya, Kau bisa menggunakan kamar depan, aku bisa gunakan kamar belakang." jawab Kevin.
__ADS_1
"Kita tinggal bersama?"
"Aku akan datang sesekali, aku mungkin membawa teman, jika kau tinggal disini. kau tidak perlu melayani ku. anggap saja aku juga penyewa yang menempati kamar belakang. kau juga tidak boleh melarang kegiatan ku karena aku hanya memakai kamar ku."
"Baiklah, aku akan tinggal disini. berapa sewanya?" tanya Melani.
"Aku tidak butuh uang, aku butuh.."
Kevin tidak melanjutkan ucapannya, Kevin menyentuh lengan Melani dan berakhir memegang tangan Melani, menatap Melani dengan tatapan ingin memangsanya.
Melani tersenyum.
"Aku lebih tua lima tahun dari mu. apa kau yakin menginginkan ku?" tanya Melani
"Tentu saja, kau tampak segar dan menantang. bisakah kita melakukan itu sekarang? tenang saja, kau akan mendapat bayaran dan aku tidak akan membuat mu hamil." ucap Kevin semakin mendekatkan dirinya dengan Melani.
"Aku ahli dalam hal itu, aku juga sudah lama tidak merasakannya. baiklah, kau bisa merasakannya sekarang. suasana rumah ini juga sangat mendukung." ucap Melani menantang Kevin.
"Tentu saja, aku suka wanita yang berterus terang." ucap Kevin langsung mengangkat tubuh melani, menggendongnya kekamar depan.
Mereka melakukan pemanasan yang membuat Kevin benar-benar bergairah. Kevin baru memakai alat pengaman saat dirinya akan pelepasan. Kevin tidak menyangka Melani sangat lihai dan kuat.
Hasrat Melani semakin menjadi-jadi saat Melani membayangkan Zaid sedang bersamanya. tinggi dan warna kulit Kevin hampir sama dengan Zaid. membuat Melani semakin liar dan menumpahkan rasa rindunya selama ini.
"Zaid, andai ini kau. aku yakin kau akan memilihku dan meninggalkan wanita pendek itu." batin Melani.
Keduanya sama-sama berkeringat dan merasakan kepuasan batin.
"Jika kau datang tiap malam untuk melakukan ini, aku tidak bisa. aku harus bekerja, aku tidak ingin kelelahan." jawab Melani
"Baiklah, aku hanya akan datang sekali seminggu dan aku tidak akan membawa wanita lain ke rumah ini selama kau mau berbagi ranjang dengan ku."
ucap Kevin.
"Kenapa kau tidak menikah?" tanya Melani.
"Aku belum menemukan wanita yang membuatku nyaman. lagi pula aku masih muda. aku ingin menikmati masa muda ku."
"Jika aku tinggal disini, apa pacar mu tidak akan melabrak ku?"
"Aku tidak punya pacar." jawab Kevin
"Kau tidak pernah pacaran?"
"Pernah, aku laki-laki idola dimasa sekolah SMA. aku dengan mudah mendapatkan wanita, selalu berganti pacar hingga aku tidak memiliki perasaan khusus lagi terhadap wanita yang menjadi pacar ku."
"Sudah berapa wanita yang kau tiduri?"
"Aku tidak pernah menghitung, yang jelas siapa yang mau saja."
__ADS_1
"Kau selalu memakai pengaman?"
"Ya."
"Apa orang tua mu tidak mendesak mu untuk menikah?"
"Tidak, mereka sibuk. kami jarang bertemu. seperti dirimu, mereka tidak tinggal di kota ini. mereka memiliki usaha sendiri."
"Oh. bisakah kau membantu ku pindah rumah?"
"Baiklah, kabari aku jika kau akan pindah."
Lelah karena olahraga siang, Kevin dan Melani tertidur di kontrakan hingga jam kantor berakhir. mereka tidak kekantor dan memilih pulang ke rumah masing-masing.
Sebelum meninggalkan rumahnya, Kevin memberikan Melani uang yang ia masukkan kedalam amplop.
"Terimakasih atas pelayanan mu." ucap Kevin sambil menyerahkan amplop yang ia pegang ke tangan Melani.
"Kau orang pertama yang menyentuh ku setelah aku bercerai." jawab Melani.
"Apa karena kau sudah lama tidak melakukannya membuat mu sangat bergairah?" ucap Kevin
Melani tersenyum.
"Setelah bercerai aku ingin kembali pada mantan ku. sebelum bekerja ditempat mu, aku bekerja di perusahaan nya, dia jual mahal, dia tidak ingin menemui dan menyentuh ku. padahal aku sangat ingin bersamanya."
"Kau ingin aku membantu mu untuk bersamanya?"
"Jika kau bisa, aku akan sangat berterimakasih."
"Baiklah suatu hari nanti aku akan membawanya untuk mu, berikan profilnya. aku yakin bisa mengabulkan keinginan mu."
"Baiklah, aku senang kau mau membantuku."
"Sebelum aku berhasil membawanya kau tidak boleh memaksa ku dan menolak melayani ku."
"Aku akan sabar dan tetap memberikan mu layanan. kau juga membuat ku puas."
Kevin dan Melani sama-sama tersenyum. keduanya bersiap untuk pulang.
"Apa daerah ini aman untuk hubungan terlarang kita?" tanya Melani saat mereka sudah duduk di mobil dan keluar dari area rumah.
"Selama ini aman, mereka tidak begitu peduli dengan keberadaan ku. asalkan kita tidak menimbulkan keributan, aku rasa kita akan aman." jawab Kevin.
"Baguslah, mungkin minggu ini aku akan pindah. masa kontrakan ku ditempat lama juga habis minggu ini."
"Baiklah, telpon aku. aku akan membantu mu membawa barang."
"Terimakasih." ucap Melani.
__ADS_1
Kevin mengantar Melani sampai didepan rumah kontrakannya dan segera pulang kerumahnya.
...----------------...