Sopir Cantik Pemikat Hati Ceo

Sopir Cantik Pemikat Hati Ceo
Bertemu Melani lagi


__ADS_3

Satu bulan lebih Melani bekerja ditempat Kevin dan tinggal di rumah kontrakannya, sudah tidak terhitung berapa kali mereka melakukan hubungan layaknya suami istri.


Seminggu ini pikiran Melani terganggu karena ucapan kedua orang tuanya yang menginginkan Melani untuk cepat menikah dan memberikan mereka cucu. orang tua Melani sudah mempersiapkan calon suami untuk Melani.


"Aku masih ingin di kota ini, tapi jika aku tidak segera pulang mereka pasti khawatir dan mereka akan menjemput ku ke kota ini. jika mereka tahu apa yang aku lakukan, mereka pasti marah dan kecewa. Zaid, perjuanganku tidak maksimal untuk mendapatkan mu, apakah aku harus melepaskan mu? aku masih sangat menginginkan mu. aku ingin kita kembali bersama. aku rindu perhatian mu. rindu semua kebaikan mu." batin Melani saat dirinya duduk diruang kerjanya.


"Melani? Hey.." ucap Kevin menyapa Melani tapi tidak mendapat respon.


Kevin menyentuh pipi Melani membuat Melani terkejut.


"Apa kau sedang memikirkan malam panas kita?" tanya Kevin sambil tersenyum menatap Melani.


"Kau mengagetkan ku." ucap Melani terbangun dari pikiran nya.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Kevin


"Ucapan kedua orang tua ku." jawab Melani.


"Apa yang mereka katakan?"


"Mereka ingin aku segera menikah, mereka juga sudah menyiapkan calon suami untuk ku."


"Bagaimana dengan Zaid?"


"Kau masih mengingat nama itu? kenapa kau tidak pernah mempertemukan aku dengannya? kau selalu membuatku bekerja sampai sore sehingga aku tidak ada waktu untuk menemuinya." jawab Melani kesal.


"Lupakan Zaid, aku tahu dia sudah punya istri. istrinya cantik dan masih muda. kau tidak sebanding dengannya."


"Kau menyebut aku jelek? kenapa masih menginginkan ku?"


"Maksud ku, bagi Zaid kau bukan tandingan istrinya."


"Bagaimana aku dimata mu?"


"Kau cantik, seksi dan menggairahkan."


"Bisa kah kau menikahi ku?"


"Hahaha,. jangan gila Melani. orang tua ku tidak akan merestui kita. kau lebih tua dari ku, hubungan kita hanya sebatas kepuasan."


"Baiklah, aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan."


"Apa keputusan mu?"


"Aku akan memenuhi permintaan orang tua ku, aku akan menikah." jawab Melani sambil menatap wajah Kevin.


"Aku izinkan kau menikah, tapi kau harus tetap melayani ku."


"Aku tidak akan tinggal di kota ini, aku akan ikut suamiku."


"Kalau begitu jangan menikah, aku akan terus membiayai hidup mu. kau sudah memiliki banyak uang, kau bisa beli mobil, rumah, aku rasa kau lebih butuh itu dari pada suami."


"Usia ku sudah mendekati 29 tahun, aku seorang janda. aku lebih tahu apa yang aku butuhkan."


"Apa kau tidak ingin bersama ku lagi?"


"Aku butuh hubungan yang jelas."


"Aku bisa memberi mu materi dan kepuasan batin tapi tidak dengan status."


"Aku tahu, aku akan mengundurkan diri dan pulang ke kota ku."


"Bisakah kau tetap melayani ku setelah kau menikah?"

__ADS_1


"Aku tidak seburuk itu."


Hati Melani sakit mendengar ucapan Kevin. Kevin hanya mementingkan keperluannya tidak seperti Zaid.


Zaid lebih kaya dari Kevin tidak pernah memperlakukan Melani seperti wanita murahan. Selama kuliah Zaid terus membantu biaya hidup Melani tanpa berniat mengambil keuntungan dari Melani.


Melani menyesal telah menyia-nyiakan laki-laki sebaik dan sekaya Zaid. Melani teringat semua kebaikan Zaid. Melani juga ingin mengakhiri perbuatan dosanya bersama Kevin.


"Kapan kau akan pergi?" tanya Kevin


"Secepatnya."


"Seminggu. beri aku waktu seminggu."


"Untuk apa?"


"Temani aku seminggu lagi. berapa uang yang kau mau, akan aku berikan."


"Orang tua ku sudah seminggu lalu memintaku kembali. maaf aku tidak bisa."


"Aku paling benci penolakan." ucap Kevin sambil memegang tangan Melani dengan kuat.


"Lepaskan, kenapa kau jadi kasar?"


"Sudah aku katakan temani aku seminggu lagi."


"Aku harus pulang ke kota ku. aku tidak butuh uang mu. kau masih bisa mencari wanita lain untuk memuaskan mu." jawab Melani sambil berusaha melepaskan tangannya yang dipegang Kevin.


Kevin semakin marah, Kevin menutup mulut Melani dan menyeret Melani kebelakang meja kerjanya, mengikat kaki dan tangan Melani. Mulut Melani ia beri lakban agar Melani tidak bersuara. Kevin membeli obat bius yang membuat Melani tidak sadarkan diri. Setelah Melani pingsan Kevin membawa Melani keluar dari kantor dengan membuka semua pengikat ditangan dan Kaki Melani. Melani digendong menuju mobil agar karyawan yang melihat mengira Melani sedang sakit dan Kevin membawanya pergi berobat.


Tidak ada yang curiga dengan perbuatan Kevin yang menggendong Melani karena selama ini Kevin dan Melani memang selalu bersama.


"Kau kira bisa mengakhiri hubungan dengan ku begitu saja? aku sudah membayar mu banyak. seharusnya kau bersamaku sampai aku puas." ucap Kevin saat mereka sudah berada didalam mobil Kevin.


Kevin membawa Melani kerumahnya yang belum pernah didatangi Melani. Kevin membawa Melani kekamar nya, mengikat Melani di atas tempat tidur.


"Kevin, kenapa kau mengikat ku?" tanya Melani.


"Aku benci ditolak."


"Baiklah, aku akan menemanimu selama seminggu. lepaskan aku."


"Bagaimana jika kau kabur?"


"Tidak, aku tidak akan kabur."


"Baiklah. aku akan melepaskan mu. tapi ingat, jika kau berani kabur, kau akan aku kurung lebih lama. tidak hanya itu, aku juga akan membuat mu hamil."


"Ya, aku tidak akan kabur." jawab Melani.


Kevin membuka ikatan tangan Melani dan tersenyum.


"Aku sudah memesan makan malam untuk kita, kau mandi lah dan pakai pakaian ku."


"Dalaman? bagaimana dengan pakaian dalam ku?"


"Tidak usah dipakai, karena seminggu ini aku akan terus bersama mu."


"Kau tidak bekerja?"


"Tidak, aku ingin menikmati mu sampai puas. setelah itu aku akan merelakan mu untuk calon suami mu."


"Aku tidak menyangka kau memiliki hati seperti iblis." batin Melani.

__ADS_1


Bel rumah Kevin berbunyi, Kevin keluar dari kamar dan mengunci pintunya. pengantar pesanan datang membawakan pesanan Kevin. setelah membayar pesanan itu Kevin kembali kekamar.


"Kenapa harus mengunci pintu?" tanya Melani.


"Agar kau tidak kabur dan berteriak minta tolong kepada orang yang datang." jawab Kevin


"Aku sudah janji tidak akan kabur, kenapa kau tidak percaya?"


"Ayo makan, kau pasti lapar. kau hanya perlu berada dikamar ini, aku akan selalu memesankan makanan untuk mu."


"Bagaimana dengan mencuci pakaian dan pekerjaan rumah lainnya?"


"Aku yang akan melakukannya. kau hanya perlu membersihkan diri dan memuaskan ku."


"Dimana tas kerja ku?"


"Aku tinggalkan di kantor."


"Bagaimana jika orang tua ku menelpon?"


"Jangan dipikirkan, kita hanya perlu waktu satu minggu." ucap Kevin membujuk Melani.


***


Setiap hari Kevin memberikan Melani minuman memabukkan, membuat Melani tidak sadar apa yang Kevin lakukan terhadap dirinya. Melani tidak tahu sudah berapa hari ia dikurung dikamar itu. Melani yakin sudah lebih dari seminggu ia dikurung karena Kevin sudah pergi kerja dan meninggalkannya sendirian dikamar.


Setiap kali bangun pagi kepala Melani terasa berat dan tubuhnya lemas. Melani juga kesulitan berjalan karena kehabisan tenaga Melayani Kevin yang semakin menggila setiap kali berhubungan.


Siang ini Melani mencoba membuka pintu kamarnya, ternyata pintu itu tidak dikunci.


"Dasar bodoh, kenapa baru sekarang aku mencoba membuka pintu ini. jika tahu pintu ini tidak dikunci sudah dari dulu aku pergi." ucap Melani menyesali kebodohannya.


Melani melihat jam dinding saat ini jam tiga sore, Melani tahu Kevin selalu meninggalkan kantor jam empat sore. Melani mencari uang di setiap laci rumah Kevin. Melani menemukan uang dua ratus ribu di laci meja ruang tamu. Melani mengambil uang itu dan bergegas mencari jendela yang tidak terpasang terali. Melani menemukan jendela yang tidak dipasang terali berada di bagian dapur. Melani keluar dari jendela. Halaman rumah Kevin sangat luas dan sedikit jauh dari keramaian. Melani terus berjalan hingga menemukan warung harian.


Melani menanyakan alamat saat ini ia berada dan menanyakan pemilik warung apakah bersedia mengantarnya ke terminal karena Melani ingin pulang ke rumah orang tuanya.


Pemilik warung tidak mau mengantar Melani sampai ke terminal. ia hanya mau mengantar sampai Melani mendapatkan angkutan untuk pergi ke terminal.


Melani setuju dan mereka segera berangkat. dalam perjalanan Melani melihat seperti mobil Kevin. Melani berharap Kevin tidak mengenalinya, Melani memakai helm dan menutup kaca helm nya.


Hari ini bertepatan dengan pesta pernikahan. Harun dan Keke. Zia berada di rumah Keke seharian, sibuk melayani tamu yang datang. Zaid hanya hadir sebentar kemudian kembali kekantor.


Motor yang membawa Melani menyenggol mobil Zaid. Membuat Melani dan supirnya terjatuh dari motor. Zaid menepikan mobilnya dan melihat kondisi pengendara motor yang menyenggolnya.


"Maaf mas, saya yang salah." ucap supir Melani.


"Kau terluka?" tanya Zaid.


"Tidak." ucap supir itu.


Mereka melihat Melani, terlihat lutut Melani berdarah karena Melani hanya memakai celana selutut.


"Sebaiknya bersihkan luka teman mu." ucap Zaid kepada supir Melani.


"Maaf mas, sebenarnya kami baru bertemu. tadi wanita ini meminta saya mengantarnya ke terminal. tapi saya tidak bisa mengantarnya sejauh itu, saya berencana mengantarnya sampai ke halte saja. kalau bisa tolong antar mbak ini mas."


"Baiklah, angkat dia ke mobil ku. aku akan antar dia ke terminal." jawab Zaid.


Supir itu memapah Melani dan setelah sampai di mobil, Supir itu membuka helm Melani.


"Tolong ya mas, antar dia ke terminal." ucap supir itu ramah.


"Ya." jawab Zaid tanpa memperhatikan wajah perempuan yang duduk disebelahnya.

__ADS_1


Zaid mengambil kotak obat dan menyuruh wanita itu mengobati lukanya. Zaid melanjutkan perjalanannya.


...----------------...


__ADS_2