Sopir Cantik Pemikat Hati Ceo

Sopir Cantik Pemikat Hati Ceo
Tekad Melani


__ADS_3

Satpam dan pihak personalia sangat geram dengan perbuatan Melani yang telah memfitnah dan menyerang istri Zaid.


"Siapa yang bisa mengantar Perempuan ini ke rumah sakit?" tanya kepala personalia.


Tujuh orang laki-laki yang berkumpul dekat Melani tidak ada yang menjawab pertanyaan Kepala personalia. mereka enggan mengurus Melani walaupun kondisi Melani masih tampak lemah.


"Bawa aku berobat." ucap Melani pelan berharap ada yang segera menolongnya. Melani sudah hampir dua jam berada di pos satpam tempat ia diamankan setelah berkelahi dengan Zia.


Tubuh Melani terasa sakit semua dan butuh pengobatan, Melani tidak menyangka Zia membalasnya dengan begitu brutal. Zia menendang dan memukul perut Melani berkali-kali. membuat Melani jatuh ke lantai. saat Melani jatuh terduduk, Zia menjambak rambut Melani tanpa ampun membuat rambutnya sangat kusut. Zia juga menampar wajah Melani berkali-kali membuat pipi Melani lebam.


Beruntung Zaid cepat datang dan menahan tubuh Zia yang masih ingin menghajar Melani.


Melani tidak menyangka tubuh Zia yang pendek memiliki kekuatan dan tangguh membalas perbuatannya.


Melihat anggota dan satpam tidak merespon ucapannya Kepala personalia bergerak. menunjuk satu anggotanya untuk menyetir mobil dan menyuruh yang lainnya memasukkan Melani ke mobil. Kepala personalia dan satu lagi anggotanya ikut masuk ke mobil dan duduk dibelakang menahan tubuh Melani agar tidak terjatuh. Mereka mengantar Melani ke rumah sakit.


Melani segera ditangi diruang UGD, Kepala bagian menjelaskan kejadian yang menimpa Melani dan perusahaan menanggung biaya pengobatan Melani sepenuhnya.


Kepala personalia dan dua orang anggotanya ikut mengantar Melani kekamar inap setelah mendapat penanganan di ruang UGD.


"Minum." ucap Melani


"Tunggu sebentar." jawab kepala personalia.


Kepala Personalia menyuruh satu anggotanya membelikan minum dan cemilan untuk Melani agar Melani bisa makan dan minum sendiri dikamar inapnya.


"Kami tidak akan menjaga mu, Surat pemecatan mu akan diterbitkan besok pagi. jika kau ingin nama baik dan kasus mu ditutup. aku harap kau membuat surat permohonan maaf yang ditujukan kepada pak Zaid dan istrinya karena kau telah memfitnah dan menyerang istrinya." ucap kepala personalia.


"Aku yang terluka parah." jawab Melani


"Semua karena ulah mu, kau pantas dan bahkan sangat pantas mendapatkannya." jawab kepala personalia.


"Kalian tidak memiliki hati yang tulus menolong ku." ucap Melani.


"Kau seharusnya sadar diri, untung kami tidak membiarkan mu berada di pos satpam sampai keluarga mu datang. kami dan perusahaan sudah berbaik hati membawa mu dan menanggung biaya pengobatan mu." jawab Anggota personalia.

__ADS_1


"Tolong hubungi Zaid dan minta dia datang menemui ku. aku akan minta maaf secara langsung kepadanya." ucap Melani.


"Kau tidak perlu bertemu pak Zaid, cukup buat surat permohonan maaf dan kirim ke perusahaan." jawab kepala Personalia.


"Aku ingin Zaid melihat kondisi ku. aku ingin dia tahu bagaimana istrinya memperlakukan ku." ucap Melani.


Kepala personalia dan anggotanya tidak merespon ucapan Melani. mereka menjauh dari kasur Melani.


"Pantas saja pak Zaid tidak mempedulikan wanita ini, dia sangat tidak tahu malu." ucap Anggota personalia yang dapat didengar atasannya.


Anggota personalia yang membelikan minum dan cemilan untuk Melani datang membawa bungkusan. meletakkan bungkusan itu di atas meja di samping tempat tidur Melani.


"Tugas kami selesai." ucap anggota itu kepada Melani.


Mereka meninggalkan Melani di kamar inap sendirian. Melani meraba sakunya dan mengambil Hp yang masih tersimpan di saku baju yang ia pakai.


Melani mengambil foto bagian wajah dan tangan yang di infus. Mengirim foto itu ke nomor Zaid.


"Datanglah, temui aku. aku sendirian." pesan Melani terkirim jam sembilan malam. pesan itu tidak dibaca Zaid.


"Kau tega Zaid, aku yakin kau akan menyesal menikah dengan perempuan kasar itu." kembali Melani mengirim pesan sepuluh menit setelahnya.


Tidak mendapat respon dan balasan dari Zaid, Melani menelpon Zaid menggunakan video call.


Zaid yang sudah selesai memijit seluruh tubuh Zia dan mengoles krim anti pegal ditubuh Zia keluar dari kamar. meninggalkan Hp nya di kasur. Zia Melihat panggilan dari Melani dan mengangkatnya.


"Masih mau aku hajar?" ucap Zia


Melani terkejut melihat Zia yang mengangkat telpon darinya.


"Dimana Zaid?" tanya Melani.


"Dia sedang mandi, kau tidak lihat aku ditempat tidur dan belum sempat memakai baju. kami baru saja selesai olahraga." jawab Zia memancing kemarahan Melani.


"Kau membuatku kesakitan dan kau masih bisa pamer kemesraan kepada ku. dasar wanita tidak punya hati." ucap Melani.

__ADS_1


"Kau yang menyerang ku, aku sarankan kau membeli sisir dan membereskan rambut mu yang terlihat kusut itu." ucap Zia semakin memanaskan hati Melani.


"Aku pasti bisa membalas mu, lihat saja." ucap Melani.


"Aku juga belum puas menghajar mu." ucap Zia.


Melani mematikan panggilan Video call nya, Melani sangat kesal karena telponnya di angkat Zia.


"Aku tidak menyangka Zaid begitu tunduk kepada wanita pendek ini, bahkan Zaid tidak mempedulikan Hp nya." ucap Melani seorang diri.


Tubuh Zia sudah merasa enakan, Zia mengambil baju tidur dan memakainya, Zia kembali ke kasur melihat Ponsel Zaid, Zaid tidak mempedulikan Hp nya yang berbunyi selama memijit Zia.


Zia membuka pesan masuk dari Melani, melihat foto yang dikirim Melani dan membaca pesan dari Melani. Zia tidak membalas pesan Melani karena selama ini Zaid juga tidak pernah membalas pesan dari melani.


Zia nekat memblokir nomor Melani. Zia tidak ingin Melani menghubungi Zaid lagi dan tidak mengganggu mereka lagi.


Zia membuka pintu kamarnya dan melihat Zaid duduk bersama keluarga Keke dan tamu yang tidak dikenal Zia karena wajah mereka tidak kelihatan. Zia enggan keluar kamar karena harus berpakaian tertutup dan pasti akan duduk lama bersama mereka.


Zia kembali ke kasur dan memilih untuk tidur duluan.


Melani tidak lagi mempedulikan Hp nya setelah berbicara bersama Zia.


Melani sengaja tidak mengabari keluarganya tentang kondisinya saat ini. Melani tidak ingin keluarganya tahu tentang usahanya untuk mendapatkan Zaid. Melani hanya perlu memberitahu kabar bahagia dari dirinya dan perkembangan hubungannya bersama Zaid.


Melani duduk dan merapikan rambutnya. rambut Melani benar-benar kusut dan membuat kepala Melani sakit.


"Aku butuh sisir dan gunting." ucap Melani.


"Perempuan brengsek itu membuat rambutku kusut dan aku harus memotongnya." ucap Melani.


Melani sudah merasa bertenaga dan rasa sakitnya mulai berkurang.


"Setelah keluar dari rumah sakit, aku harus melamar pekerjaan. aku tidak ingin jadi pengangguran di kota ini." ucap Melani.


Melani juga bertekad akan merubah penampilannya, tetap bertahan di kota ini dan mempertahankan hatinya untuk Zaid. Melani yakin usahanya belum maksimal karena itu Zaid masih tidak mempedulikannya dan belum membuka hati untuknya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2