Strongest Martial Master

Strongest Martial Master
chapter 93


__ADS_3

Pada akhirnya, Yang Zhou menyelesaikan pelatihan tertutupnya kurang dari 4 bulan. Tepatnya 3 bulan 1 Minggu.


"Hah~, kekuatan ku sudah stabil. Rasanya nyaman, tidak seperti sebelumnya"


Setelah benar benar sudah menguasai bentuk pangeran iblis nya, Yang Zhou memutuskan untuk keluar dari alam spiritual nya.


Asrama Yang Zhou


Yang Zhou membuka matanya dan lalu menyelesaikan kultivasi nya.


"Perasaan ini! energi alam di sekitar ku seperti terserap kedalam tubuh ku! rasanya aku bisa melihat semuanya di akademi ini!"


Yang Zhou menyadari perubahan signifikan yang terjadi pada tubuhnya.


"Indra ku menjadi jauh lebih tajam!"


Ucap Yang Zhou.


"I-ini! aliran energi!"


Yang Zhou jadi dapat melihat aliran energi alam di sekitarnya terserap kedalam tubuhnya. Hal hal kecil yang terjadi di akademi YunXiang pun dapat di lihatnya.


Tiba tiba, Yang Zhou melihat Liu Jia dan gadis yang mengaku kakaknya itu tengah di buli oleh para murid lain.


Tempat Liu Jia berada


Liu Jia tampak tengah meringkuk kesakitan dengan pakaian yang penuh lumpur dan air kotor. Gadis yang mengaku kakaknya itu tengah melindungi Liu Jia dari murid lainnya.


"Berhenti! kenapa kalian semua jahat pada Liu Jia?! jangan lakukan ini! kumohon!"


Dengan rambut dan pakaian yang berantakan. Kakak Liu Jia itu menerima semua sampah sampah yang dilemparkan oleh para murid lain kepada Liu Jia.


"Hah?! apa urusan mu melindungi anak haram ini? minggir atau kau akan ikut kami buli!"


Ucap seorang anak laki laki yang tampak begitu tengil dan sombong. Anak laki laki itu duduk dengan kaki di atas kaki ya yang lain.



Seperti itu kurang lebih gaya duduknya*


"Tch! berisik! jika ingin di buli, ya buli saja! tidak perlu menyuruhnya minggir! kita lihat saja, sebentar lagi ia akan trauma dan keluar dari akademi ini! hahahaha!"


Ucap seorang anak laki laki lainnya di belakangnya.


Mereka smeua kemudian kembali melempar sampah sampah kotor ke arah Liu Jia dan kakaknya itu. Semuanya awalnya hanya bulian biasa, namun tiba tiba, anak laki laki tengil dan sombong tadi mengambil sebongkah batu seukuran kepalan tangan orang dewasa.


Ia mengambil batu itu.


"H-hey, Song Yu, b-bukan kah itu berlebihan? b-batu itu bisa melukai mereka bukan?"


Ucap teman Song Yu.


"Apa maksudmu? siapa yang peduli jika mereka terluka? lagi pula ini juga tidak akan merugikan kita"


Song Yu menyeringai sembari bersiap melempar batu itu ke arah Liu Jia dan kakaknya.


Tiba tiba, sebuah sekelebatan bayangan pun melewati Song Yu. Tanpa sadar, jari jari tangan Song Yu sudah hilang dengan darah yang mengucur deras.


"Eh?"

__ADS_1


Song Yu dan teman teman nya terkejut.


"Aduh aduh, hoby kalian ini buruk sekali sih. Apakah tak ada hal lain yang bisa kalian lakukan selain membuli orang yang lebih lemah?"


Yang Zhou tiba tiba muncul di hadapan para murid nakal itu.


"J-jariku!! jariku putus!! ayah!! ayah!! jariku putus!! aarghhh!"


Song Yu berteriak histeris dengan air mata yang mengalir. Tangannya perlahan lahan mengeluarkan darah sangat banyak.


"S-Song Yu! kau tidak apa apa?! c-cepat panggil tabib! cepat!"


Teman teman Song Yu bergegas memanggil tabib akademi. Mereka pun pergi.


"Y-Yang Zhou?!"


Kakak Liu Jia terkejut.


"Yo, lama tak jumpa"


Ucap Yang Zhou.


Yang Zhou mendekati Liu Jia dan kakaknya dengan perlahan. Liu Jia masih meringkuk ketakutan dengan air mata yang mengalir. Tubuhnya menggigil kedinginan karena air lumpur yang di lemparkan anak anak itu.


"Aku harus segera menghangatkan nya"


Ucap Yang Zhou smabil membuat sebuah api kecil yang lembut dmegan aura positif.


"Api penyembuhan"


Yang Zhou melapisi tubuh Liu Jia dengan api penyembuhan.


Kakak Liu Jia panik melihat api menyelimuti tubuh Liu Jia.


"Tenanglah, aku tidakencoba membunuhnya. Tunggu dan lihatkah sebentar"


Ucap Yang Zhou.


Perlahan lahan, luka lebam dan kotoran di tubuh Liu Jia pun sembuh. Ia sudah tidak menggigil dan perlahan bangun.


"Kau sudah sadar? syukurlah kau baik baik saja!"


Kakak Liu Jia memeluk Liu Jia dengan erat.


"Aaaaaaaaaaaaaaarrrggghhhhhhhh!! jangan sentuh aku! tidak! jangan pukuli aku lagi!! tidakk!!"


Tiba tiba, Liu Jia berteriak sangat kencang lalu langsung pingsan.


"A-apa yang terjadi padanya?"


Ucap Yang Zhou.


Terlihat kakak Liu Jia yang terdiam sesaat setelah melihat apa yang barusan dilakukan adiknya itu.


"Sudah kuduga. Penyakitnya ini tidak akan bisa disembuhkan! hiks! hiks!"


Tiba tiba kakak Liu Jia mulai menangis. Dengan air mata yang perlahan lahan mengalir dari matanya.


"Eh? ada apa ini? aku harus melakukan apa??"

__ADS_1


Pikir Yang Zhou karena bingung harus melakukan apa. Di sisi lain, seorang gadis yang baru di kenalnya tengah pingsan. Di sisi lainnya, satu lagi gadis yang baru dikenalnya tengah menangis. Ia bingung.


Setelah beberapa menit menangis, kakak Liu Jia mulai mengatakan sesuatu.


"Yang Zhou, bisakah kau bawa adikku ke asramanya?"


Tanya Liu Jia.


"Eh? aku? ke asrama wanita? apa kau yakin?"


Tanya Yang Zhou.


"Ya, tak apa jika hanya mengantarnya. Itu tidak akan mengakibatkan masalah apapun. Aku hanya tidak kuat membawa Liu Jia sendirian"


Ucap kakak Liu Jia dengan wajah yang masih meneteskan air mata.


"Baiklah, kalau begitu, permisi"


Yang Zhou mulai mengangkat tubuh Liu Jia dengan perlahan lalu menggendongnya.


"Asrama Liu Jia berada di sebelah taman dekat dengan asrama laki laki, tolong antar dia ke sana"


Ucap kakak Liu Jia.


"Ah, terimakasih"


Ucap Yang Zhou lalu kemudian pergi.


Kakak Liu Jia lalu mengusap air matanya dan berusaha berdiri dengan hatinya yang masih bersedih.


"Aku lah yang harusnya berterimakasih pada mu, Yang Zhou"


Pikir kakak Liu Jia.


Asrama Liu Jia


Yang Zhou sampai dengan cepat.


"Apakah di sini tempatnya? rupanya ia juga tinggal terpisah sepertiku"


Pikir Yang Zhou lalu perlahan membuka pintu asrama Liu Jia dan masuk ke dalamnya.


"Ini..."


Yang Zhou melihat isi bagian dalam asrama Liu Jia yang begitu berantakan. Seperti baru saja ada yang mengacak acak nya. Pakaian dan semua perabotan asramanya berserakan kemana mana. dengan tulisan tulisan di tembok asramanya yang bertulis "dasar anak haram! pergilah ke tempat sampah!"


Melihat itu semua, Yang Zhou langsung merasakan perasaan iba kepada Liu Jia. Ia tidak menyangka bahwa masalah Liu Jia seburuk ini.


"Mereka benar benar snagat keterlaluan. Wajar saja Liu Jia sampai ingin bunuh diri. Bahkan di tembok tembok asramanya juga banyak tulisan tulisan tak sedap seperti ini"


Pikir Yang Zhou.


Yang Zhou lalu membaringkan Liu Jia di kasurnya dan mulai membersihkan asrama Liu Jia. Seluruh pakaian dan tembok tembok asrama yang kotor pun menjadi bersih seketika karena elemen es Yang Zhou yang suci.


Setelah beberapa menit, kakak Liu Jia kembali.


"Apakah ini benar benar asrama Liu Jia? apakah aku salah asrama?"


Terlihat dari kejauhan, asrama Liu Jia yang kotor dan tak terawat telah berubah menjadi sebuah asrama yang terlihat seperti baru sja di bangun.

__ADS_1


__ADS_2