
Yang Zhou memasuki kekaisaran dengan berjalan perlahan di ikuti oleh komandan spirit di belakangnya.
"Aku kira yang rumor yang beredar tentangnya adalah hal yang di lebih lebih kan, ternyata bahkan bertemu dengannya langsung, jauh lebih mencekam" pikir komandan pasukan spirit.
"Seorang anak berusia 13 tahun sudah mencapai tingkat setinggi ini, aku yang seorang komandan saja menatap matanya lebih dari 4 detik saja mungkin sudah mengancam nyawaku" pikir komandan pasukan spirit.
"Anak ini adalah anak yang membantai 10.000 pasukan yang di pimpin oleh kaisar spirit sendirian, aku tidak boleh sampai menyinggungnya" pikir komandan pasukan spirit.
"Oi" kata Yang Zhou.
Komandan pasukan spirit melamun dan tidak mendengar kata kata Yang Zhou.
"Oi!kau mendengarkan ku tidak?!" tanya Yang Zhou.
"Eh?....ah!maafkan aku!" kata komandan pasukan spirit dengan spontan karena terkejut.
"Terserah, tunjukan jalannya" kata komandan pasukan spirit.
"Sebelah sini" komandan pasukan spirit itu menunjukan arah menuju ruangan raja.
"Aku bahkan tidak bisa menolak perintahnya, sungguh memalukan, di perintah oleh anak anak di posisi ku sebagai komandan, aku sampai tidak bisa mengatakan apapun selain iya" pikir komandan pasukan spirit.
Yang Zhou berjalan dan tiba di depan ruangan raja spirit.
"Silahkan masuk tuan, saya akan menunggu di luar" kata komandan pasukan spirit.
Yang Zhou pun masuk.
Ia membuka pintu besar untuk memasuki ruangan raja spirit itu dan melihat seorang pria tua yang sedang duduk di kasur dengan keadaan lemah dan sekarat.
"Siapa pria ini?dimana sang raja?" pikir Yang Zhou.
"Eh?ada dua keberadaan di sini?satu sang raja, dan yang satu lagi, hmm.....seorang pria juga?" pikir Yang Zhou.
"Ayo bersikap baik terlebih dahulu, jika ia memulai masalah, maka aku akan bergerak" pikir Yang Zhou.
"Keadaan nya sungguh sangat buruk sekali, penyakit apa yang dapat membuat keadaan seseorang menjadi begitu parah seperti ini" kata Yang Zhou.
"Apa mungkin dia sang raja?" kata Yang Zhou.
"Benar, dia adalah sang raja spirit" kata kata itu keluar dari seorang pria tua yang berjalan perlahan ke arah Yang Zhou.
"Keluar juga" pikir Yang Zhou.
__ADS_1
"Sang raja spirit?lalu siapa kau?" tanya Yang Zhou.
"Aku adalah penasehat kepercayaan sang raja spirit" kata pria tua itu.
"Penasehat kepercayaan?lalu apa yang kau lakukan di sini?" tanya Yang Zhou.
"Saya di percaya untuk merawat sang raja dan menyampaikan pesan sang raja pada masyarakat luar" kata sang penasehat.
"Merawat?memangnya penyakit apa yang di derita oleh raja spirit?" tanya Yang Zhou.
"Aku ingin bertanya dahulu, siapa namamu nak?" tanya sang penasehat.
"Aku, Yang Zhou" kata Yang Zhou.
"Ah, ternyata kau, sebenarnya, sang raja sudah lama memanggilmu, tapi karena penyakit nya semakin parah dan membuat sang raja menjadi lumpuh, itu membuat seluruh kerajaan berguncang dan akhirnya pesan undangan untuk mu tertunda selama 3 Minggu lebih" kata sang penasehat.
"Lalu, penyakit apa yang di derita sang raja spirit?" tanya Yang Zhou.
"Penyakit ini adalah penyakit para bangsawan, dinamakan Darah yang mengamuk" kata sang penasehat.
"Darah yang mengamuk?" kata Yang Zhou.
"Benar, penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang para bangsawan dengan darah murni, bisa di sebut sebagai spirit murni" kata sang penasehat.
"Penyakit ini dapat kambuh di karena kan sang spirit murni itu memaksakan diri untuk mengeluarkan energi spirit dalam jumlah besar" kata sang penasehat.
"Kau tahu?sekitar 2 hari lagi, sang raja spirit beast akan bangkit dan mengamuk, ia dapat mengancam kehidupan para demi spirit di alam spirit, oleh karena itulah, sang raja bersikeras memasang sebuah array pelindung untuk melindungi kekaisaran spirit ini" kata sang penasehat.
"Lalu kenapa hanya sang raja sendirian yang membuat array pelindung?apa tidak ada yang mau membantu?" tanya Yang Zhou.
"Pembuatan array pelindung ini membutuhkan energi spirit dari spirit murni, tidak dapat di gantikan oleh orang lain selain keturunan spirit murni" kata sang penasehat.
"Lalu, apakah sang raja tidak memiliki seorang anak atau ayah dengan darah spirit murni?" tanya Yang Zhou.
"Ada, anak perempuannya" kata sang penasehat.
"Lalu kenapa dia tak membantu ayahnya?apa dia itu peduli keselamatan ayahnya?" tanya Yang Zhou.
"Putri nya itu masih berumur 5 tahun" kata sang penasehat.
"O...oh, maaf, ku kira sudah dewasa" kata Yang Zhou.
Lalu, seperti apa penyakit Darah yang mengamuk ini?" tanya Yang Zhou.
__ADS_1
"Penyakit Darah yang mengamuk karena saat penyakit ini kambuh, produksi darah spirit murni akan menjadi sangat cepat dan membuat sang spirit murni ini menjadi kelebihan darah lalu membuat pembuluh darah yang ada di tubuh nya akan meledak 1 per 1" kata sang penasehat.
"Saat itu terjadi, energi spirit mereka akan bocor dan membuat energi sang spirit murni itu terkuras habis dengan perlahan lahan, belum ada obat yang mampu mengobati penyakit ini hingga saat ini" kata sang penasehat.
"Begitu ya, baiklah, biar kucoba menyembuhkannya" kata Yang Zhou.
"A...apa?apa kau bisa menyembuhkannya?" tanya sang penasehat sambil terkejut.
"Tidak tahu, tapi kita coba dulu" kata Yang Zhou.
"Apa?!kau ingin bermain main dengan penyakit sang raja?!" sang penasehat itu marah.
"Tenanglah, ini tidak seperti aku ingin membunuhnya" kata Yang Zhou.
"Tapi bagaimana jika itu membahayakan sang raja?" tanya sang penasehat.
"Aku akan menyembuhkannya, bukan mencelakainya" kata Yang Zhou.
"T..tapi" sang penjaga panik.
"Seharusnya darah biru ku cukup untuk menyembuhkan seseorang yang sedang sekarat sekalipun, tapi aku tidak tahu apakah darah biru ku ini dapat menyembuhkan penyakit sang raja atau tidak, mari kita coba dulu, lagi pula darah biru ini tidak mungkin membunuhnya" pikir Yang Zhou.
Yang Zhou kemudian menyayat tangannya untuk membuat darahnya keluar.
"Hey, apa yang kau lakukan?!" tanya sang penasehat.
"Diamlah, kau ini berisik sekali" kata Yang Zhou.
Sang penasehat kemudian melihat darah yang keluar dari tangan Yang Zhou.
"Darah biru!!darah yang ada di buku legenda 9000 tahun lalu?!kenapa anak ini memiliki darah berwarna biru?" pikir sang penasehat.
"Darah biru bukankah itu adalah darah sang leluhur para spirit?apa anak ini jangan jangan adalah sang leluhur?" pikir sang penasehat.
Yang Zhou meneteskan darah nya ke mulut sang raja.
Tiba tiba, tubuh sang raja bersinar dan mulai membaik.
Luka luka dan lebam akibat pembuluh darah yang meledak pun hilang.
"Apakah penyakitnya sudah sembuh?!" tanya sang penasehat dengan wajah senang.
"Mungkin" kata Yang Zhou.
__ADS_1
Kemudian sang raja membuka matanya.
"Sang raja benar benar bangun!" kata sang penasehat.