
Yang Zhou kemudian melesat seperti Sambaran petir menuju kerajaan Cheng Yi di selatan. Perjalanan menuju kerajaan Cheng Yi pada umumnya adalah kurang lebih selama 7 bulan. Namun, dengan kecepatan Yang Zhou, ia hanya butuh 5 hari untuk sampai di kerajaan Cheng Yi.
ibu kota kerajaan Cheng Yi, Yuunzhu
Di sebuah bar yang terletak di sudut ibu kota Yuunzhu, sekelompok laki laki yang sedang minum minuman keras tengah mengganggu 2 orang gadis muda.
"Nona~, jangan begitu, sini kemari, ikutlah dengan paman~"
Sekelompok pemabuk itu merayu dan mencoba membuat gadis gadis itu mau ikut dengan mereka. Tentunya untuk tujuan yang tidak baik.
"Singkirkan tangan mu! menjijikan! mengepung 2 orang gadis dan memaksanya untuk ikut, sangat memuakkan!"
Gadis itu menampar tangan salah satu pria yang hendak memegang pundak nya.
"Hey, sepertinya kalian kembar ya? wah! bagus sekali! kita bertiga bisa mencoba gaya baru!"
Pria itu kemudian mencoba memegang tangan gadis itu.
"Singkirkan tangan kotor mu dari kulit ku! menjauh lah dasar kotoran!"
Kedua gadis itu menolak dengan sangat jelas bahwa mereka sangat tidak menyukai sekelompok pria itu.
Kerajaan Cheng Yi, kota Zufu
Yang Zhou tiba di kota Cheng Yi dan langsung menyebarkan auranya Hinga ratusan kilometer jauhnya.
"Paman, hari ini kau pasti akan mati!"
Yang Zhou mencari dan terus mencari selama beberapa saat dan kemudian malah menemukan sekelompok pemabuk yang tengah mengganggu 2 orang gadis di gang gang sempit tepat di depan sebuah bar.
"Sekelompok sampah lainnya? sungguh, kenapa di setiap kerajaan pasti ada sampah seperti mereka ini"
Yang Zhou kemudian melesat untuk menolong ke 2 gadis itu. Tak perlu waktu lama, Yang Zhou pun tiba di bar itu. Ke 2 gadis itu tengah terpojok dan di kepung oleh sekitar 7 orang laki laki yang tengah mabuk.
"Ayo, ikutlah saja dengan paman~, nanti akan ku beri kau kenikmatan yang membuat mu tidak menyesal ikut dengan kami~"
Bujuk para pemabuk itu sembari mendekat perlahan.
__ADS_1
"Tidak! menjijikan! pergi kalian dasar sampah!"
Ke 2 gadis itu semakin mundur dan mundur namun, ternyata ia sudah sangat terpojok.
"Nah~, jika kalian tidak bisa di bujuk, maka aku terpaksa harus me-"
Sebuah kelebatan hitam ke ungu ungu an melewati para pemabuk itu. Seketika, tubuh para pemabuk itu tersayat bagaikan kertas yang di gunting. Potongan tubuh mereka berceceran ke tanah.
Kedua gadis itu terkejut sekaligus ketakutan dengan apa yang mereka lihat. Namun, di sisi lain, mereka sangat amat begitu berterimakasih pada orang yang menyelamatkan mereka.
70 kilometer dari bar tersebut.
"Sepertinya menemukan keberadaan paman ku tidak semudah yang aku kira, namun, bahkan jika aku harus menyusuri seluruh daratan ini, maka itu setimpal jika untuk kematian paman ku!"
Selama beberapa jam, Yang Zhou menyusuri daerah daerah sekitar kerajaan Cheng Yi. Lalu, tiba tiba, ia teringat dengan satu hal terpenting yang ia lupakan.
"Benar juga! saat itu Dewi spirit mengatakan bahwa pakan ku ada di sebuah goa di kerajaan Cheng Yi, sial! aku melupakan hal terpentingnya!"
Ucap Yang Zhou dengan ekspresi kesal. Ia pun bertanya tanya tentang goa goa yang ada di kerajaan Cheng Yi tersebut. Setelah bertanya ke begitu banyak orang, Yang Zhou akhirnya menemukan satu goa yang ada di kerajaan Cheng Yi.
Yang Zhou lalu pergi menuju tempat yang di beri tahu oleh orang yang ia temui, ia memasuki sebuah hutan dengan pohon pohon yang luar biasa besar. Tingginya bahkan sama dengan sebuah bangunan lantai 8 (20 meter).
"Pohon pohon di sini begitu besar! aku juga merasakan adanya energi yang mirip dengan energi lain di tubuh ku, tapi energi apakah itu?"
Yang Zhou berjalan dengan perlahan dan penuh hati hati dengan pohon pohon yang memancarkan energi yang mirip dengan energinya, lalu dengan auranya mencari goa yang ada di hutan itu.
"Sebenarnya seberapa besar hutan ini? aku sudah berjalan 2 jam dan masih belum menemukan ujung dari hutan ini, sungguh begitu besar!"
Beberapa saat kemudian, Yang Zhou merasakan adanya kehidupan manusia di dalam hutan itu. Yang Zhou dengan sangat hati hati, ia menyembunyikan keberadaannya bagaikan menyatu dengan hutan dan pepohonan lalu mendekati orang itu.
"Seorang anak kecil? kenapa ada seorang anak kecil di tengah hutan sebesar ini?"
Yang Zhou mengamati anak kecil itu begitu lama sampai seorang wanita pun menghampiri anak itu dan kemudian menggendongnya. Anak itu di bawa menuju ke sebuah tempat yang berbentuk seperti goa.
"Apakah ada sebuah keluarga di tengah hutan seperti ini? tapi kenapa aku merasakan sebuah energi yang familiar dengan ku?"
Dari goa itu, tiba tiba terdengar sebuah suara yang terdengar seperti sebuah jeritan anak kecil penuh kesakitan.
__ADS_1
"Aaaaaaaaaaaaaaarrrggghhhhhhhh!!!"
Jeritan itu berlangsung beberapa detik saja dan kemudian suara itu lenyap.
"Ada yang tidak beres! aku harus menyelidikinya!"
Yang Zhou kemudian mendekati goa itu dan kemudian di kejutkan dengan keluarnya seorang pria dengan kulit pucat yang sangat amat terasa familiar bagi Yang Zhou.
"A-ayah? kau masih hidup?!"
Yang Zhou terkejut dengan apa yang di lihatnya. Ia terdiam melihat orang yang begitu ia sayangi, yang mendidiknya sejak kecil, berjalan di depannya bahkan tanpa meliriknya.
Tiba tiba, seorang pria tua yang tidak lain adalah paman Yang Zhou keluar dari goa itu. Di ikuti dengan beberapa orang orang dengan kulit pucat bagaikan mayat.
Yang Zhou terdiam sesaat dan kemudian menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Ia melepaskan auranya yang ia tekan sedari awal. Melangkah perlahan ke tempat pamannya itu berdiri.
"Paman"
Ucap Yang Zhou dengan tegas namun tenang.
Paman Yang Zhou melihat Yang Zhou dan menatap matanya. Saat menatap matanya, paman Yang Zhou langsung menyadari, bahwa terdapat dendam yang begitu dalam dan membara di dalam diri Yang Zhou.
"Y-Yang Zhou?
Ucap paman Yang Zhou dengan terkejut. Ia terdiam sesaat lalu mengatakan sepatah kalimat yang membuat Yang Zhou begitu marah dan sangat amat marah.
"Yo, bagaimana kabar ayah dan ibu mu? haha"
Mendengar itu, amarah Yang Zhou langsung memuncak dan membuat Yang Zhou tidak dapat mengendalikan emosinya dengan stabil.
"Bajingan! akan ku bunuh kau! akan ku hancurkan jiwa mu! dan akan ku rantai roh mu di neraka! matilah!"
Yang Zhou mengambil langkah gegabah dan menyerang secara langsung dengan emosi yang tak stabil. Sebuah manusia yang terlihat begitu pucat pun menghadang serangan Yang Zhou dengan cepat.
"Kenapa? apa kau marah? aku hanya menanyakan kabar ayah mu lho~"
Paman Yang Zhou itu terus menggoda Yang Zhou dengan kata kata yang sudah pasti membuat marah Yang Zhou bertambah dan terus menjadi jadi.
__ADS_1