Strongest Martial Master

Strongest Martial Master
chapter 66


__ADS_3

Suatu tempat di kekaisaran


Lala sedang di pojok kan oleh beberapa orang pria yang menggodanya. Lala menolak dengan kasar karena tidak suka dengan mereka. Namun, penolak kan Lala itu membuat para pria itu marah dan ingin menculik Lala.


"Hey, adik manis~, ayolah, bermainlah dengan kakak"


Para pria itu terus mengganggu Lala.


"Tidak! pergilah kalian! jangan mendekat!"


Lala berteriak dan terus menerus menolak mereka.


"Kau ini jahat sekali, ayo cepat katakan, kita harus membayar berapa untuk satu malam? 100 perak? 200 perak?"


Para pria itu ingin menyewa Lala dan berharap Lala akan mau di ajak karena uang.


"Tidak! aku tidak mau! lepaskan aku! jika kalian tidak mau melepaskan ku, kalian akan mati!"


Ancam Lala.


"Hah?! apa yang kau katakan sih? mau mengancam kami agar kau di lepaskan?! hahahaha.....jangan kira kami akan perca-"


Sebuah kelebatan bayangan menembus mereka. Ternyata, itu adalah Yang Zhou yang melesat dan menebas mereka semua dalam sekejap.


"Siapa yang mengganggu milikku, harus mati!"


Yang Zhou mengeluarkan tatapan mengerikan dan mengintimidasi.


"Tuan!"


Lala berlari dan memeluk Yang Zhou dengan air mata yang terus menetes.


"Lala, sudah tidak apa apa, aku ada di sini"


Mereka berpelukan beberapa saat.


"Baiklah, ayo kita kembali"


Ucap Yang Zhou.


"Baik, tuan"


Lala mengusap air matanya dan kembali tersenyum.


"Lala yang sekarang sudah begitu lemah, saking lemahnya ia bisa di samakan dengan para gadis gadis muda seusianya. Jadi, mulai sekarang, karena Lala tak mampu melindungi diri nya sendiri, aku! sebagai tuannya yang harus melindunginya!"


Di dalam hatinya, Yang Zhou bersumpah akan melindungi Lala mulai sekarang.


Tiba tiba Yang Zhou mengangkat Lala bak seorang putri.


"Eh!? T-tuan!"


Lala terkejut karena Yang Zhou yang tiba tiba melakukan itu.


"Diam dan menurut lah, lihat tubuh mu yang masih gemetaran itu. Aku takut kau tidak akan sanggup berjalan"


Ucap Yang Zhou.


"B-baiklah, t-terimakasih"


Pipi Lala memerah dan mulai merona.


"Kalau begitu, berpegangan lah!"


Ucap Yang Zhou.


"Memangnya, kecepatan mu seperti angin apa? kenapa aku harus berpegangan?"


Tanya Lala.


"Berpegangan lah, atau kau akan jatuh!"


Yang Zhou mengambil ancang ancang ingin melesat dengan perlahan.


"Baiklah, baiklah, terserah padamu tuan!"

__ADS_1


Lala kemudian meletakkan tangannya di pundak Yang Zhou.


"Baiklah! aku mulai!"


Yang Zhou melesat begitu cepat bagaikan petir yang menyambar dan sampai di kota Du dalam 2 detik.


"Eh? eh?! sudah sampai?!"


Lala terkejut dengan apa yang di rasakan nya.


"T-tuan, apakah barusan itu bukan mimpi? p-padahal jarak tempat itu dan kota Du tidak dekat kau tahu? aku sampai di tempat itu saja menghabiskan beberapa hari dan kau hanya 2 detik?!"


Lala masih terheran heran dengan kecepatan Yang Zhou.


"Ini masih belum kecepatan penuh ku lho"


Ucap Yang Zhou sembari menurunkan Lala.


"Tunggu sebentar, kau bilang, barusan masih belum kecepatan penuh mu?! lalu pada saat melawan ku, apa kau hanya bermain main?!"


Tanya Lala.


"Eh? tidak, aku serius kok, sungguh!"


Ucap Yang Zhou.


"Hmph! omong kosong! aku tahu jika aku sangat lemah di matamu, kau memang hebat tuan. Hmph!"


Lala memuji Yang Zhou dengan nada menyindir.


"Itu...."


Yang Zhou kehabisan kata kata.


"Kakak Yang!"


Teriak Qing Xie dan Yan Xie bersamaan dari kejauhan.


"Tuan, siapa mereka?"


Tanya Lala.


Ucap Yang Zhou.


"Apa?! hmph! aku harus melindungi mu tuan!"


Lala memeluk Yang Zhou. Ia tidak ingin Qing Xie dan Yan Xie merebut Yang Zhou.


"Yang Zhou, siapa dia? kelihatannya dia begitu dekat dengan mu"


Ucap Qing Xie dengan wajah sedikit cemburu.


"Ah, dia adal-"


Lala memotong perkataan Yang Zhou.


"Aku adalah kekasih nya! kalian berdua siapa hah?!"


Ucap Lala dengan spontan dan semakin erat dan menempel pada Yang Zhou.


"Apa?! Yang Zhou! padahal aku kira kau adalah pria yang tidak akan selingkuh! kenapa kau memiliki kekasih di saat ada kedua gadis cantik yang ingin menjadi istrimu!?"


Qing Xie terlihat marah dan begitu cemburu.


"B-bukan begitu"


Ucap Yang Zhou untuk menghindari ke salah pahaman.


"Padahal ku kira kami hanyalah satu satunya"


Gumam Yan Xie dengan lirih.


"Heh! kalian siapa?! jangan coba coba merebut Yang Zhou ku ya!"


Lala semakin dan semakin erat memeluk Yang Zhou.

__ADS_1


"Huh! kau ini menjengkelkan sekali! terserah padamu ingin melakukan apa!"


Qing Xie berlari dan memeluk Yang Zhou dengan erat juga.


"Hmph! jangan harap hanya kau saja yang bisa memeluk nya!"


Ucap Qing Xie.


"Eh?"


Yan Xie terkejut melihat adiknya yang begitu berani. Namun, rasa sukanya pada Yang Zhou membuat Yan Xie juga begitu ingin memeluk Yang Zhou. Yan Xie berlari dan memeluk Yang Zhou juga dengan begitu erat.


"Hmph! rupanya kakak Yan juga orang yang berani"


Ucap Qing Xie.


"K-kalian bertiga, ayolah! jangan seperti ini"


Ucap Yang Zhou.


"Sudah ku duga! jantungku berdegup begitu kencang jika Yan Xie dan Qing Xie berada dekat dengan ku"


Pikir Yang Zhou.


"Hey kalian! lepaskan kekasih ku! ada hak apa memeluk Yang Zhou!"


Ucap Lala.


"Ada hak apa?! aku yang seharusnya berkata seperti itu padamu!


Ucap Yan Xie.


"Hah?! sudah jelas aku memliki hak! karena aku adalah kekasihnya!


Ucap Lala.


"Kalau begitu, aku juga memliki hak karena aku adalah calon istrinya di masa depan!"


Ucap Qing Xie.


"A-aku juga memliki hak, k-karena Yang Zhou juga adalah calon suami ku"


Ucap Yan Xie.


Mereka bertiga terus beradu mulut di tengah jalanan kota yang ramai. Orang orang yang Ada di jalan itu memandangi mereka dan mulai terjadilah kerumunan orang.


"Ada apa ini? apakah ini perselingkuhan? lihatlah ada 3 orang gadis cantik yang memeluknya"


Orang orang di sepanjang jalan itu melihat perseteruan antar kekasih.


"Lihatlah, itulah akibat dari selingkuh, ketiga kekasihnya sampai berebut satu pria, dan lagi, usia mereka masih sangat muda"


Orang orang mulai berkumpul dan mengelilingi Yang Zhou dan para gadisnya.


"Lihat, kita jadi tontonan banyak orang, sudahlah kalian bertiga, lepaskan aku"


Ucap Yang Zhou.


"Aku tidak akan melepaskan mu jika kedua orang asing ini tidak melepaskan mu duluan!"


Ucap Lala.


"Yan Xie, Qing Xie, lepaskan aku,berhentilah bersifat seperti anak kecil"


Ucap Yang Zhou.


"S-siapa yang bersifat seperti anak kecil? tidak kok, ba-baiklah, akan ku lepaskan"


Ucap Qing Xie.


Yan Xie yang melihat adiknya melepaskan Yang Zhou, dan kemudian juga ikut melepaskan pelukannya.


Lala kemudian juga melepaskan pelukannya.


"Baiklah, terimakasih atas pengertian nya, sekarang, ayo kembali"

__ADS_1


Mereka bertiga pun kembali ke balai desa dengan sedikit pertempuran kata kata.


__ADS_2