
"Kita benar benar mendatangkan sebuah masalah, raja spirit akan melakukan apa pada kita nanti, aku khawatir itu bukanlah sesuatu yang baik" kata kepala desa.
"Sudahlah ayah, ini sudah terjadi, tidak bisa di ulang lagi" kata Yan Xie.
"Kakak Yang jangan khawatir!aku pasti akan selalu mendukungmu!percayalah padaku!" kata Qing Xie.
"Tenanglah kalian semua, pembuat masalah ini adalah aku, aku yang akan bertanggung jawab atas Masalah yang aku buat" kata Yang Zhou.
"Kalian tidak perlu sampai melarikan diri keluar kota, itu tidak sebanding" kata Yang Zhou.
"Baiklah nak, tapi aku juga tidak akan melarikan diri tanpa mu, masalah ini bukanlah tanggung jawabmu saja, aku sebagai kepala desa, akan menanggung beban yang sama sepertimu" kata kepala desa.
"Dia benar nak Yang, jangan menanggung semuanya sendirian, biar kami ikut membantu mu" kata ibu Yan Xie.
"Baiklah baiklah, aku memgerti" kata Yang Zhou.
"Kakak Yang!kau tidak boleh begitu lagi ya!aku ada di sini untuk menjadi calon istri mu, masalah mu adalah masalah ku!" kata Qing Xie.
"A.....a.aku juga akan i....ikut menanggung m...masalah ini" kata Yan Xie dengan suara lirih malu malu.
"Hahaha, terimakasih kalian berdua, tapi jangan bercanda seperti itu Qing Xie" kata Yang Zhou.
"Aku tidak sedang bercanda!aku benar benar ingin menjadi istri mu!tidak, bahkan jika tidak bisa menjadi istri, aku rela menjadi selir!kau juga kan kakak?!" kata Qing Xie.
"A ......aku juga i.....ingin" kata Yan Xie dengan suara lirih.
"Hey, kalian berdua itu terlalu bagus untuk ku, aku tidak se serakah itu sampai akan menikahi kalian berdua dan banyak wanita lainnya seperti itu" kata Yang Zhou.
"Tidak apa!kau tahu?manusia pilihan Dewi spirit pada 700 tahun lalu memiliki berapa istri dan selir?" kata Qing Xie.
"Hm?" kata Yang Zhou.
"Manusia pilihan Dewi spirit sebelumnya memiliki 8 istri, 23 selir,dan lebih dari 30 anak!" kata Qing Xie.
"Wow, angka yang sangat banyak untuk seorang istri dan selir, aku tak bisa membayangkan seperti apa hari harinya" kata Yang Zhou.
"Oleh karena itu, jangan khawatir!kami hanya berdua, kau bisa memiliki istri tak terbatas karena kedudukanmu sebagai manusia pilihan Dewi spirit!sebenarnya memiliki lebih dari 2 istri di alam spirit ini adalah sebuah pelanggaran, hanya kalianlah yang tidak dibatasi, ya kan kakak Yan?" kata Qing Xie.
"Em" Yan Xie mengangguk.
"Itu benar nak Yang!kau juga boleh menikahi sepupu sepupu Yan Xie dan Qing Xie lho jika kau mau, tapi pertama tama, kau harus di akui raja spirit" kata ibu Yan Xie.
"Mendapat pengakuan dari raja spirit adalah hal yang mudah, itu sebelum kau membuat masalah di kekaisaran, sekarang semuanya menjadi sulit" kata kepala desa.
__ADS_1
"Aku di panggil ke tempat ini bukan untuk mencari istri kan?aku di panggil ke sini karena perintah Dewi spirit, untuk menyelamatkan para demi spirit, bukan untuk bersenang senang" kata Yang Zhou.
"Baiklah, aku mengerti nak" kata kepala desa.
"Hmm!ayo kita kembali dulu" kata Yang Zhou.
"Baiklah, mari kita pikirkan yang terbaik untuk kita" kata ibu Yan Xie.
"Kakak Yang!cepat buka pintu ruang hampa!cepat cepat!hehe" kata Qing Xie.
"Baik, baik, kau begitu menyukai ruang hampa hah?" tanya Yang Zhou.
"Hehe, terimakasih kakak Yang!aku jadi semakin menyukaimu!" kata Qing Xie.
Yang Zhou membuka pintu ruang hampa.
Keluarga Xie pun masuk ke dalam ruang hampa.
"Sudah berapa bulan aku di alam spirit ini?apa tidak da cara kembali ke alam manusia?pikir Yang Zhou.
"Mungkin saja jika aku menyelesaikan tugas dari Dewi spirit ini, aku bisa kembali ke alam manusia?biar aku coba dulu" kata Yang Zhou.
"Baik, kalau begitu, aku berangkat!" Yang Zhou berlari dengan cepat dan melewati 200 meter tidak sampai 1 detik.
"Ruang hampa benar benar hebat!rasanya seperti kau sedang di ombang ambing!" kata Qing Xie.
Keluarga Xie satu persatu keluar dan masuk ke rumah mereka.
Mereka berkumpul di ruang tamu dan mulai berdiskusi.
"Kalau begitu, ayo kita bicarakan tentang masalah terkait raja spirit dahulu" kata kepala desa.
Mereka berdiskusi tentang masalah raja spirit selama berjam jam.
Hari mulai petang.
"Kalau begitu aku akan kembali ke kamar ku dulu" kata Yang Zhou.
"Baiklah nak, selamat beristirahat, kau pasti lelah" kata kepala desa.
Tiba tiba ibu Yan Xie datang dari dapur.
"Nak Yang!mandilah dulu, aku sudah menyiapkan kamar mandinya!badanmu pasti penuh keringat saat duel tadi" kata ibu Yan Xie.
__ADS_1
"Baiklah, terimakasih" kata Yang Zhou.
"Sebenarnya aku tidak berkeringat sama sekali, di duel tadi aku bahkan tidak bergerak, bagaimana bisa aku berkeringat?tapi, aku tidak bisa bilang tidak, karena ibu Yan Xie sudah menyiapkan kamar mandinya untuk aku membersihkan diri, akan tak sopan jika aku menolaknya" kata Yang Zhou.
Yang Zhou pun masuk ke kamar mandi.
Sesaat setelah Yang Zhou pergi, Yan Xie juga hendak pergi ke kamarnya.
"Tunggu sebentar!kakak Yan~, sepertinya kau melupakan sesuatu" kata Qing Xie.
"Ada apa Qing Xie?apa yang aku lupakan?" tanya Yan Xie.
"Coba tebak, apa yang kau katakan di arena duel tadi saat kakak Yang bertanding?" tanya Qing Xie.
"Hmm....saat kakak Yang bertanding?hmm.....ah!" wajah Yan Xie seketika langsung memerah.
"Hm?kau sudah ingat?kalau begitu kau harus menepati janji mu" kata Qing Xie.
"T...t....tapi itu hanyalah kata kata p.....penyemangat, aku tidak b....bermaksud untuk benar b...benar melakukannya" kata Yan Xie.
"Begitukah?pasti kakak Yang sedang menunggu kau datang ke kamar mandinya saat ia sedang mandi untuk membasuh punggungnya" kata Qing Xie.
"Dia pasti akan sangat kecewa padamu jika kau benar benar tidak datang ke sana untuk membasuh punggung kakak Yang, dia juga pasti akan menandai mu sebagai wanita yang tidak pantas menjadi istrinya, kau akan kehilangan kesempatan besar itu karena sebuah janji yang di langgar, kasihan sekali" kata Qing Xie.
"B...bukan begitu maksudku" kata Yan Xie.
"Yasudah jika kakak Yan tidak mau, untuk menutupi rasa kecewa kakak Yang, aku akan menggantikan mu, hehe" kata Qing Xie.
"Tidak!biar aku saja!" dengan spontan Yan Xie berteriak.
"Ooh, apa kau marah?" tanya Qing Xie.
"T..tidak, m....maafkan aku, itu keluar begitu saja" kata Yan Xie.
"Baiklah, aku mengerti, kalau begitu, cepat sana, jangan buat kakak Yang kecewa!" kata Qing Xie.
"B...baik" kata Yan Xie.
Yan Xie kemudian membuka pakaiannya dan memakai handuk mandi di tubuhnya, lalu ia mengetuk pintu kamar mandi Yang Zhou dan membuka pintu nya.
"P....permisi" kata Yan Xie.
"Y.....Yan Xie!kenapa kau ada disini?" Yang Zhou yang terkejut langsung menutupi tubuhnya.
__ADS_1
"A....aku akan m...m...membasuh......punggung mu" kata Yan Xie dengan pipi merona.