Strongest Martial Master

Strongest Martial Master
chapter 49


__ADS_3

"Dia datang tanpa ku sadari dan bergerak tanpa suara sedikit pun, benar benar kekuatan yang tak bisa di remehkan, sebagai anak tertua sekaligus penerus ayah, aku tidak boleh sampai menarik tantangan duel ku hanya karena lawan ku menggertak, aku harus bersiap untuk duel besok hari" kata Ru Yuan.


Ru Yuan semakin berhati hati dengan Yang Zhou yang menurut pandangannya adalah orang yang tak bisa di singgung, tapi apa boleh buat, ia sudah mengajukan tantangan duel pada Yang Zhou, jika tantangan duel itu di tarik, maka harga diri Ru Yuan sebagai putra kaisar akan jatuh.


"Hm...ranah Bone compaction tahap puncak, boleh juga" kata Yang Zhou.


"Hehe, setelah beberapa hari tidak melakukan apapun, sekarang, bahan latihan ku datang dengan sendirinya satu persatu" kata Yang Zhou.


"Ru Yuan di takuti oleh banyak orang dan di kenal dengan ke tekunan nya, seperti nya itu memang benar, sifat dan kekuatannya tidak seperti ayah ataupun adiknya, benar benar berbeda" kata Yang Zhou.


"Huh, aku tidak sabar untuk duel besok!" kata Yang Zhou.


Yang Zhou kembali ke balai desa.


"Bagaimana nak?apa kau sudah meminta maaf dan memohon agar duelnya di batalkan?apakah mereka sudah membatalkannya?" tanya kepala desa.


"Belum" kata Yang Zhou.


"Apa?!nak, kau bercanda kan?" tanya kepala desa.


"Tidak, aku tidak sedang bercanda, lihat saja, aku akan mengalahkan Ru Yuan besok, lihat saja" kata Yang Zhou.


"Nak, aku ini mengkhawatirkan mu, kau tidak boleh berbuat sembrono!meskipun kau ini kuat, tapi menantang Ru Yuan adalah sesuatu yang tak bisa kau hadapi!bisa bisa, bukan hanya kau, tapi seluruh desa ini akan di musnahkan!aku akan menuju kekaisaran untuk memohon ampun!" kata kepala desa.


"Percuma, aku sudah menggertak ya, dia tadi terlihat sangat marah dan berteriak sangat kencang" kata Yang Zhou.


"A..a..apa!?bagaimana ini?!pasti Ru Yuan sangat marah, jika aku ke sana, aku takut malah akan kembali menjadi sebuah abu" kata kepala desa.


"Duh, mau bagaimana lagi, besok aku terpaksa harus membuli Ru Yuan di depan umum, bagaimana dong?" tanya Yang Zhou.


"Nak, aku sudah memperingatkan mu! jangan menyesal di kemudian hari!" kata kepala desa.


"Baik, akan ku ingat!" kata Yang Zhou.


Hari berganti, duel Yang Zhou dan Ru Yuan akan dimulai.


Arena duel kekaisaran spirit


"Para hadirin sekalian, tuan dan nyonya, putra dan putri, hari ini, 25 Gongyu, tahun 500 kekaisaran spirit, akan di laksanakan sebuah duel antara Ru Yuan dan Yang Zhou!" kata sang pembawa acara.


"Ru Yuan?bukankah itu putra pertama kaisar spirit?" para penonton berbisik.


"Kenapa putra kaisar spirit berduel dengan seseorang?bukankah ia terkenal karena ke tidak peduliannya dengan dunia luar selain kultivasi?" para penonton berbisik.


"Apakah putra sang kaisar memiliki dendam dengan orang yang di sebutkan tadi?" para penonton berbisik.

__ADS_1


Ru Yuan memasuki arena duel.


"Itu benar benar Ru Yuan!" para penonton berteriak.


"Lihat!dia sangat tampan bahkan dari jauh" kata para penonton.


"Siapa orang yang berani menantang putra kaisar?berani sekali dia" kata para penonton wanita.


Yang Zhou memasuki arena duel.


"Lihat!seorang bocah!" kata para penonton.


"Wah!umurnya pasti sama denganku!kira kira pasti 13 tahun!" kata para penonton.


"Apa anak itu orang yang menantang Ru Yuan berduel?sangat tidak tahu diri!" kata para penonton.


"Lihatlah perbedaan mereka!di lihat saja sudah di pastikan bahwa Ru Yuan akan menang, sudah sudah, menyerah saja! jangan buang buang tiket kami!" kata para penonton.


"Hah, pasti bocah itu sudah sinting" kata para penonton.


"Walaupun parasnya tidak kalah dari Ru Yuan, tapi apa kau bisa menang hanya dengan wajah yang bagus?" kata para penonton.


"Kakak Yang!berjuanglah!kau pasti bisa!" teriak Qing Xie dari kursi penonton.


"Hey hey!kalian jangan berbuat ulah! diam.....sttt!" kata kepala desa.


"Sayang, ayo bilang pada mereka untuk diam" kata kepala desa ke ibu Yan Xie..


"Ayo semangat nak Yang!jika kau menang, kau boleh membawa dua putri ku!" teriak ibu Yan Xie.


"Ayo kakak Yang!jika kau menang, aku akan mencium mu!" teriak Qing Xie.


"A....a.....a...apa..apa yang kau...k...katakan?m....m...mencium k...k..kakak Yang?" tanya Yan Xie.


"Hee?kenapa?apa kau tidak akan memberikan hadiah pada kakak Yang?" tanya Qing Xie.


"Akuu......aku" Yan Xie terlihat tersipu malu.


"Jika kau seperti ini terus, bagaimana mau menjadi istri kakak Yang?kau yang malu malu dan kurang berani seperti ini sepertinya paling baik menjadi selirnya, atau yang terburuk menjadi simpanannya" kata Qing Xie.


"Eh!?aku....a....a....aku akan.......aku akan membasuh punggung mu jika kau menang!" teriak Yan Xie.


"Wow, kak, kau berani sekali~" kata Qing Xie.


"Mereka ini sangat baik, ahaha, lucu sekali melihat ekspresi Yan Xie" pikir Yang Zhou.

__ADS_1


"Akan ku tunggu hadiah ku!" teriak Yang Zhou.


"Eh?!serius?" pikir Yan Xie.


"Baiklah, apakah duel sudah bisa di mulai?" tanya sang pembawa acara.


"Baik, silahkan" kata Yang Zhou dan Ru Yuan.


"Kalau begitu, saya akan mengatakan peraturan dalam duel ini terlebih dahulu" kata sang pembawa acara.


"Peraturannya adalah, kematian atau luka parah para peserta duel tidak akan menjadi tanggung jawab pihak penyelenggara, peserta duel dilarang menggunakan jurus yang berpotensi merusak atau menghancurkan arena duel, peserta duel harus menggunakan maksimal 2 senjata saat duel, saat duel berlangsung, peserta duel harus bertarung hingga salah satu dari kalian mati" kata pembawa acara.


"Apakah ada yang ingin di tanyakan lagi?" tanya sang pembawa acara.


"Baiklah, kalau begitu, duel dimulai!" kata sang pembawa acara.


Duel pun dimulai.


Kedua peserta sama sama tidak menyerang dan tetap diam menunggu serangan.


"Ada apa?kenapa mereka diam saja?apakah mereka sama sama takut untuk menyerang duluan?" kata para penonton.


"Padahal putra kaisar adalah orang yang kuat, kenapa dia tidak menyerang duluan?" kata para penonton.


"Bocah itu bahkan terlihat lebih tenang dari pada Ru Yuan sendiri" kata para penonton.


"Ini aneh" kata para penonton.


"Kenapa?kenapa kau tidak menyerang duluan?apa kau takut?" tanya Yang Zhou.


"K...kau juga tidak menyerang, apa kau takut?" tanya Ru Yuan.


"Oh, aku sudah menyerang mu tadi" kata Yang Zhou.


"Menyerang?jangan bohong!jelas jelas kau tidak berpindah dari tempat mu berdiri" kata Yang Zhou.


"Oh, benarkah?mari kita tunggu sebentar lagi" kata Yang Zhou.


"Hah!kau kira aku akan terti-" darah mengucur dari hidung dan mulut Ru Yuan.


"Ugh!j....jantungku!j...jantungku!s...sakit!sakit!" Ru Yuan terjatuh berguling guling kesakitan.


"K...k...kau!a..apa....apa yang kau lakukan!?j...jantungku!" Ru Yuan terlihat tidak dapat bernafas.


"Kenapa?sakit hah?hahaha, sudah kubilang, aku sudah menyerang mu tadi" kata Yang Zhou.

__ADS_1


__ADS_2