Strongest Martial Master

Strongest Martial Master
chapter 78


__ADS_3

Setelah menghabiskan ratusan kali percobaan, Yang Zhou akhirnya berhasil membentuk sebuah serangan yang cepat dan akurat.


"Akhirnya! sebuah serangan cepat dan akurat! panah dimensi!"


Panah dimensi adalah sebuah serangan cepat yang akan mengikuti target yang telah Yang Zhou tetapkan. Batas jarak yang dapat serangan ini tempuh adalah 3 kilometer.


Begitu terkena serangan ini, benda apapun itu, meski memiliki ketahan fisik yang luar biasa, benda itu akan lenyap. Bukan hancur dan menghilang, mereka hanya lenyap dari dunia ini. Bukan mati, melainkan di pindah kan ke sebuah ruang hampa yang kosong dan gelap.


Jika itu benda, maka akan hancur. Tapi jika itu mahluk hidup, maka jiwa mereka akan tersiksa terus menerus sampai akhirnya menjadi gila.


Yang Zhou pun merasakan adanya beberapa orang yang datang. Ia segera kembali ke dunia nyata untuk mengikuti pelajaran.


"Baiklah! kemarin, saya mendengar bahwa ada seorang murid baru yang datang tiba tiba karena tidak hadir saat upacara penerimaan. Jika boleh, bisakah kamu maju untuk memperkenalkan diri?"


Ucap dekan akademi.


"Tidak hadir di upacara penerimaan? alasan yang bagus guru!"


Pikir Yang Zhou.


Yang Zhou berdiri dan maju ke depan untuk memperkenalkan diri. Semua orang terkejut. Karena paras tampan Yang Zhou dengan aura kejantanan yang ia pancarkan membuatnya terlihat begitu gagah.


Perkenalan singkat nan dingin membuat Yang Zhou semakin keren di mata para wanita. Matanya yang berwarna kuning emas dengan cahaya di pupil nya membuat para wanita yang melihatnya pasti akan terpesona.


Perkenalan singkat itu berlalu dan membuat para gadis di kelas Yang Zhou menjadi tertarik dengannya.


Yang Zhou pun kembali ke tempatnya semula.


"Baiklah. Itu dia perkenalan singkat dari murid baru akademi YunXiang ini. Kita akan melanjutkan pelajaran lagi. 4 hari lagi, kita akan mengadakan latih tanding dengan kelas lain seperti biasanya di setiap bulan"


Ucap dekan.


"Saya yakin, kalian semua pasti akan berhasil memenangkan latih tanding antar kelas bulan ini. Kemampuan kalian seharusnya sudah cukup untuk memenangkan nya"


Ucap dekan agar para murid menjadi bersemangat.


"Ya! kami akan berusaha!"


Jawab para murid.


"Kalau begitu, mari kita mulai memilih perwakilan kelas kita dengan cara seperti biasa. Pemilihan wakil kelas kita akan di tentukan melalui duel antar murid. Bagi yang ingin mengikuti pemilihan, harap mengajukan namannya kepada saya"

__ADS_1


Ucap dekan.


Beberapa orang murid pun mengajukan namannya. Hampir semua laki laki yang ada di kelas Yang Zhou mengajukan namanya. Hanya Yang Yang tidak mengajukan namanya. Yang Zhou sama sekali tidak tertarik pada pertarungan yang menurutnya membosankan itu.


"Yang Zhou, apa kau tidak mau mengajukan nama mu?"


Tanya dekan.


"ah, tidak. Aku tidak tertarik"


Ucapan Yang Zhou yang begitu dingin dengan ekspresi datar itu membuat para gadis semakin terpukau.


"Tidak tertarik? sombong sekali. Hanya kebetulan saja ketua akademi dekat dengan mu. Jika tidak, aku pasti sudah menghajar mu! yang begini saja kau bilang tidak tertarik!"


Pikir dekan.


"Oh, tapi, apakah kau tidak mau mencobanya dulu? ini bisa menambah nilai mu di kelas. Banyak dari nilai mu yang tertinggal selama 6 bulan yang terlewati itu lho"


Bujuk dekan agar Yang Zhou bersedia mengikuti latih tanding. Tentunya sang dekan ingin melihat Yang Zhou di hajar oleh murid kebanggaannya.


"Hmm....aku sungguh tidak mau mengikuti latih tanding ini. Aku hanya tidak tertarik, itu saja"


Ucap Yang Zhou.


Ejek sang dekan untuk Yang Zhou.


"Hehe, apa kau akan marah? begitu sombong nya. Aku tahu bahwa kau sebenarnya takut untuk mengikuti latih tanding ini"


Gumam dekan di dalam hatinya.


"Orang ini. Apa dia mengira aku lemah? sungguh orang yang berpikiran pendek"


Pikir Yang Zhou.


"Baiklah. Aku akan mengikuti latih tanding nya. Akan aku menangkan latih tanding ini. Lihat dan perhatikanlah"


Ucap Yang Zhou.


"Oh! bagus bagus! mimpi mu boleh juga"


Ucap dekan.

__ADS_1


"Memenangkan latih tanding ini? pfffttt! apa dia begitu terbawa emosi hingga mengatakan akan memenangkan latih tanding tanpa berpikir? hahaha! begitu mudah terpancing!"


Pikir sang dekan di dalam hatinya.


"Sombong sekali kau! kau bilang ingin memenangkan latih tanding ini? jangan bercanda! aku saja yang berada di peringkat pertama kelas ini selalu kalah di babak ke dua! dan dengan mudahnya kau mengatakan akan memenangkan latih tanding ini?! jangan mimpi! sebelum kau dapat mengalahkan ku, kau itu hanya mengatakan bualan semata!"


Ucap Wu Dao, murid peringkat pertama di kelas Yang Zhou.


"Terserah apa katamu. Aku tidak peduli"


Balas Yang Zhou.


"Apa kau bilang?! kau kira latih tanding ini hanya sebuah lelucon hah?! jangan kira aku tidak berani menghajar mu! akan ku perlihatkan padamu bahwa kau itu masih sangat lemah!"


Wu Dao mendekat ke arah Yang Zhou. Ia memegang kerah baju Yang Zhou lalu mencoba mengangkat nya. Seluruh kekuatan Wu Dao di kerahkan. Namun Yang Zhou sama sekali tak terangkat.


FYI : cincin penyimpanan yang Yang Zhou temukan di reruntuhan kerajaan TIAN LANG adalah penyebab Yang Zhou begitu berat. Cincin itu memiliki berat mencapai 1 ton. Pada awalnya, cincin itu memiliki berat yang hanya 200 kilogram. Namun, karena telah di isi beberapa banyak benda, berat dari cincin penyimpanan itu terus bertambah. Cincin itu di jadikan sebagai alat latihan Yang Zhou juga untuk melatih kecepatannya.


"Oh, kenapa? sepertinya kekuatan mu masih belum cukup untuk mengangkat ku. Apa aku terlalu berat? maafkan aku sepertinya aku lupa melepaskan cincin ku"


Yang Zhou melepaskan cincin penyimpanannya dan menjatuhkannya di kaki Wu Dao.


"Brakk!"


Suara tulang kaki yang patah dan cincin seberat 1 ton yang menghantam tanah membuat sebuah suara yang besar.


"Aaaarrrrgghhh!"


Teriak Wu Dao.


"Kaki ku! kaki ku berlubang! tolong! argh! sakit sekali!"


Wu Dao kemudian menjerit seperti seolah olah ingin mati.


Cincin itu menembus kaki Wu Dao karena beratnya yang luar biasa. Dekan kelas Yang Zhou yang melihat itu langsung panik dan menarik kata katanya yang mengatakan Yang Zhou takut.


Para tetua dan dekan pun berkumpul karena suara hantaman yang keras itu.


"Hoo, apakah cincin ku terlalu berat untuk di letakan di atas kaki mu? maafkan aku, sepertinya cincin ku itu tergelincir dari tangan ku dan mengenai kaki mu yang rapuh"


Yang Zhou mengambil kembali cincin nya itu. Ia membersihkan cincinnya itu dari darah bekas kaki Wu Dao lalu memakainya kembali.

__ADS_1


satu ch tersisa, nanti sore ya guys. Tangan ku mau sengklek


__ADS_2