
Halo semua, maaf g up lama. Kemaren jadwalku padat banget. Sama di tambah masalah wifi ku agak eror. Jadi g sempet buat up ch terbaru. Sebenernya pas sekolah PJJ aku banyak ngelewatin tugas, jadi langsung di tagih deh pas PTMT. Sekarang udah bisa up ch lagi kok. Hehe, makasih udah nunggu.
"Kau adalah orang yang baik. Pergilah ke istana, raja akan memberikan hadiah padamu"
Ucap wanita itu dengan senyum lebar sambil menggandeng anaknya.
"Hadiah? apa maksudnya itu?"
Tanya Yang Zhou.
"Kau ingat? tadi orang tua itu mengatakan bahwa kau disuruh untuk datang ke istana jika perlu bantuan kan?"
Tanya wanita itu.
"Hmm....kurasa itu benar. Lalu?"
Tanya Yang Zhou.
"Orang tua itu adalah Xiao Yuan, orang nomor satu di kerajaan HuanZhu ini. Kau tahu apa artinya itu?"
Tanya wanita itu.
"Um....apakah dia orang terkuat di kerajaan HuanZhu ini?"
Tanya Yang Zhou.
"Huh~, dia adalah sang raja. Orang nomor satu di kerajaan HuanZhu ini, yang mulia Xiao Yun"
Ucap wanita itu.
"Yang mulia? raja? jadi, orang yang barusan itu......raja?!"
Yang Zhou terkejut.
"Benar sekali. Dia adalah sang raja"
Ucap wanita itu.
"Memang benar dari gaya berpakaian maupun cara bicaranya, ia terlihat berpendidikan dengan tata bahasa yang sangat sopan dan terlihat begitu rendah hati. Ia tadi bahkan memberikan senyum tipis padaku"
Ucap Yang Zhou.
"Baiklah, kalau begitu, tugasku sudah selesai, aku pergi dulu"
Ucap wanita itu.
"Tugas? hey, apa tadi itu hanya sebuah lelucon?! apa kalian semua sengaja membuatku menolong kalian?!"
Tanya Yang Zhou.
"Ah, itu tadi bukan lelucon. Itu hanya pengujian"
Ucap wanita itu.
"Pengujian?! kau membuang buang waktuku hanya untuk lelucon yang di sebut pengujian?!"
Yang Zhou mulai marah. Ia kesal karena waktu yang ia habiskan untuk lelucon kecil itu sangatlah berarti untuk mencari mawar putih suci. Yang Zhou emosi. Ia merasa bahwa ia sudah dipermainkan. Namun, sebelum amarahnya memuncak, Yang Zhou menanyakan satu hal pada wanita yang hendak pergi itu.
"H-hey, tunggu dulu. Jangan terlalu marah. Pengujian ini memiliki tujuan. Kami mencari orang orang baik seperti mu yang bersedia menolong orang lain. Pengujian ini bukanlah lelucon"
__ADS_1
Ucap wanita itu dengan sedikit gugup karena mulai merasakan tekanan disekitar nya meningkat drastis.
"Lalu?!"
Ucap Yang Zhou.
"K-kau lulus ujian ini! sang raja telah menemukan orang baik seperti mu, k-kau bisa datang ke istana dan mengambil hadiah mu. Kau dapat meminta apapun!"
Wanita itu panik dan mengatakan bahwa Yang Zhou dapat meminta apapun.
"Apapun? apakah aku bisa mendapatkan mawar putih suci sebagai hadiahku?"
Ucap Yang Zhou dengan serius.
"Sial, orang orang ini membuang waktuku. Untuk apa aku menolongnya jika ini hanyalah sebuah pengujian? apa yang aku lakukan hanyalah membuang buang waktu. Lagi pula jika aku dapat meminta apapun, apa mereka tahu apa itu mawar putih suci?"
Pikir Yang Zhou.
"E-eh? mawar putih.....suci? em......a-ada! mawar putih suci pasti ada! pergilah ke istana!"
Wanita itu mencoba melarikan diri dari Yang Zhou dengan cepat. Ia sudah tak kuat menahan tekanan yang Yang Zhou keluarkan.
"...."
Yang Zhou tak mengatakan apapun. Ia berpikir bahwa melanjutkan pembicaraan dengan wanita ini sudah sangat menguras waktunya.
"Lupakan. Pergilah sebelum aku mengeluarkan isi perutmu"
Ucap Yang Zhou sambil mengepalkan tangan dengan kuat.
"B-baik!"
Wanita itu berlari dengan cepat.
Pada saat itu, Yang Zhou bersumpah. Ia melakukan hal itu karena ia merasa bahwa hukuman itu pantas ia dapatkan karena membunuh gurunya sendiri (jika gurunya mati).
"Sekarang, mari kita lihat, apakah di istana kerajaan HuanZhu memang ada mawar putih suci"
Pikir Yang Zhou.
Tanpa pikir panjang, Yang Zhou pergi ke istana kerajaan HuanZhu.
Gerbang masuk kerajaan
Yang Zhou sudah berdiri tepat di depan pintu masuk ke istana. Terlihat ada seorang pelayan yang tengah berdiri tepat di depan gerbang masuk ke istana juga.
"Jadi ini kah istana kerajaan HuanZhu? aku tidak yakin mereka memiliki mawar putih suci"
Ucap Yang Zhou.
Sesaat sebelum Yang Zhou memasuki istana, dua orang penjaga pun menghadang Yang Zhou.
"Tunggu! siapa kau ingin memasuki gerbang istana?!"
Ucap kedua penjaga itu dengan menodongkan pedang kepada Yang Zhou.
"Ak-"
Ucapan Yang Zhou di potong.
__ADS_1
"Tuan Yang Zhou? apa benar itu nama anda?"
Ucap pelayan itu.
"Benar"
Ucap Yang Zhou.
"Baiklah, sesuai pesan dari yang mulia, anda di izinkan masuk"
Ucap pelayan itu sambil memberikan jalan pada Yang Zhou.
Yang Zhou berjalan masuk sembari dituntun oleh si pelayan. Yang Zhou berjalan perlahan di lorong istana.
Beberapa menit kemudian, Yang Zhou sampai di depan pintu masuk ruangan raja.
"Silahkan masuk tuan, raja sudah menunggumu"
Ucap Yang Zhou.
Yang Zhou pun masuk.
Ruang raja
Yang Zhou membuka pintu ruangan sang raja. Begitu pintu itu terbuka, terlihat puluhan anggota keluarga dengan beberapa Mentri dan pelayan sang raja yang tengah melihat kedatangan Yang Zhou.
"Di sini cukup ramai"
Pikir Yang Zhou dengan wajah tenang.
Mereka (anggota keluarga kerajaan) terkejut. Melihat sosok Yang Zhou yang masuk dengan membawa aura aura yang masih tersisa karena amarah Yang Zhou sebelumnya.
Para anggota keluarga pun mulai berbisik.
"Hey, coba lihat pakaiannya, bukankah ia terlihat seperti anak seorang bangsawan? dari keluarga besar mana anak ini berasal? aura yang ia keluarkan memang masih lemah, tapi sudah cukup hebat. Dia pasti dibesarkan dengan menjalani banyak latihan dari keluarganya"
Seluruh anggota keluarga kerajaan berpikir bahwa Yang Zhou adalah anak dari seorang bangsawan besar. Dengan kulit putih bersih dan pakaian yang terlihat mahal, Yang Zhou berjalan mendekat kearah raja.
Mata Yang Zhou yang berwarna kuning menyala dengan rambut yang berkilau membuat anak perempuan sang raja mulai tertarik pada Yang Zhou.
Bukan itu saja, tubuh Yang Zhou yang terlihat begitu terlatih membuat Yang Zhou semakin terlihat sebagai seorang laki laki sejati di mata keluarga kerajaan.
"Wow, itu otot otot muda yang begitu terlatih"
Ucap istri sang raja (ratu).
Anak sang raja (putri pertama, putri kedua, putri ketiga) memandangi Yang Zhou dengan tatapan tertarik. Mereka bertiga langsung terpesona saat melihat Yang Zhou pada pandangan pertama.
Sang raja melihat itu. Ia tersenyum lalu mengatakan satu hal.
"Halo nak, kita bertemu lagi"
Ucap sang raja.
"Tak perlu banyak basa basi. Langsung saja, aku membutuhkan mawar putih suci"
Ucap Yang Zhou tanpa ekspresi sembari menatap mata sang raja.
Mendengar perkataan Yang Zhou yang terkesan kasar dan tak sopan itu, seluruh anggota keluarga kerajaan kehilangan kesan baik terhadap Yang Zhou. Sekarang, seluruh pesona Yang Zhou itu tertutupi oleh kata kata yang baru saja Yang Zhou lontarkan.
__ADS_1
________________________________________________
Maaf guys, jangan marah ya. Aku g up lama soalnya ada masalah sendiri, mohon di maklumi.