
Pertandingan babak pertama di akhiri dengan kemenangan telak Yang Zhou. Ru Yuan yang selalu memborong kemenangan di kelas murid biasa pun akhirnya kalah. Dengan wajah kusam nan licik, Ru Yuan berlari keluar arena dengan tujuan untuk mengadu pada kakaknya.
"D-dengan ini, aku nyatakan bahwa babak pertama latih tanding akademi di menangkan oleh Yang Zhou dari kelas biasa D!"
Para penonton bersorak dan keadaan di dalam arena pun akhirnya kembali seperti biasa. Para tetua mulai mempertimbangkan Yang Zhou untuk menjadi murid dalam.
"Baiklah! kita akan langsung melanjutkan ke babak kedua! Gun Yu melawan Dao Ming!"
Babak kedua pun di mulai. Belum sempat naik ke arena, Gun Yu menyerah. Semua penonton tampak sudah tau akan terjadi seperti itu. Dao Ming bahkan tak heran dan malah memasang senyum sinis pada Gun Yu.
"Bagus! bagus sekali! Gun Yu, kau akan ku berikan hadiah karena sudah menjadi anjing yang patuh. Apa kau senang?"
Tanya Dao Ming.
"Y-ya, aku senang sekali. T-terimakasih banyak"
Ucap Gun Yu dengan raut wajah seperti terpaksa mengatakan itu.
"Hahaha, kau ini memang sangat cocok menjadi anjingku"
Dao Ming menepuk punggung Gun Yu dengan keras.
"Ada yang tidak beres di sini. Gun Yu menyerah begitu cepat dan Dao Ming mengatakan Gun Yu adalah anjing nya? lalu kenapa para penonton dan tetua tidak ada yang merasa aneh? ini sungguh janggal"
Pikir Yang Zhou sambil mengamati keadaan sekitar di arena latih tanding.
"B-baiklah! karena Gun Yu menyatakan bahwa ia menyerah, maka aku akan membuat keputusan bahwa Dao Ming adalah pemenang nya!"
Ucap moderator latih tanding akademi.
Para penonton bersorak dengan lirih seperti dipaksakan. Wajah para penonton terlihat jelas dan menyiratkan bahwa Dao Ming tidak dapat di tentang. Para tetua juga memasang wajah datar seolah olah itu sudah pasti akan terjadi.
"Langsung saja, kita akan langsung menuju babak final! Yang Zhou ! melawan Dao Ming!"
Yang Zhou pun melangkah memasuki arena. Namun terlihat Dao Ming yang masih santai di tempat duduknya. Seolah olah Dao Ming hanya tinggal menunggu kemenangan nya. Senyuman sombong terukir diwajahnya.
Beberapa saat berlalu namun Yang Zhou masih belum mengucapkan satu patah kata pun.
__ADS_1
"Hey. Jika kau berniat bertanding, maka naiklah ke arena. Atau aku yang akan menyeret mu ke dalam arena sekarang juga?"
Mendengar kata kata Yang Zhou itu, Dao Ming merasa heran.
"Apa? dia berani menantang ku? bukan kah seharusnya ia juga menyerah? ada yang tidak benar di sini. Seharusnya ia sudah mengetahui siapa aku kan?"
Pikir Dao Ming.
"Ehem! apa kau tidak mengetahui siapa aku? berani sekali kau mengatakan akan menyeret ku masuk ke dalam arena? sudah tidak sayang nyawa hah?"
Gertak Dao Ming. Berharap Yang Zhou akan mengingat sesuatu.
"Banyak omong! mati ya mati! siapa peduli kau siapa!"
Yang Zhou turun dari arena dan kemudian menyeret Dao Ming sembari menjambak rambutnya dengan keras. Para penonton terkejut. Para tetua juga mulai tergugah akan keberanian Yang Zhou.
"Lepaskan! lepaskan aku! akh! rambutku! jangan tarik terlalu keras! akh rambut ku!"
Dao Ming mencoba memberontak namun kekuatan genggaman Yang Zhou terlalu kuat. Berkali kali Dao Ming mencoba memukul tangan Yang Zhou namun yang ia rasakan malah seperti memukul besi.
"Bohong kan? ini pasti mimpi! aku, Dao Ming! anak dari kaisar YunXiang! tidak mungkin di permalukan seperti ini! ini pasti mimpi!"
"A-aku, Dao Ming. T-tidak mungkin di permalukan seperti ini. A-ayah!"
Ucap Dao Ming dengan lirih.
"Ini aneh, kekuatannya bahkan tidak sehebat yang aku bayangkan. Jika bukan kekuatannya, hmm....pasti orang yang ada di belakangnya. Itu pasti, Dao Ming pasti memiliki dukungan yang kuat hingga memiliki kesombongan sebesar ini"
Pikir Yang Zhou.
"Yang Zhou! tolong hentikan!"
Ucap para tetua.
"Hm? kenapa anda sekalian menghentikan ku? tenang saja, aku tidak akan sampai membunuhnya. Aku hanya memberikan teguran pada anak sombong ini"
Yang Zhou mulai memukuli Dao Ming lagi. Beberapa saat setelah pukulan pertama mendarat di wajah Dao Ming, para tetua langsung sigap melindungi Dao Ming.
__ADS_1
Yang Zhou langsung terdorong mundur karena kedatangan ke empat tetua itu. Mereka tampak begitu waspada dengan apa yang terjadi pada Dao Ming.
"Oh~, jadi seperti ini kah yang di nama kan latih tanding? bukan kah ini melanggar aturan? Dao Ming bahkan belum menyerah ataupun kalah, dan kalian seenaknya saja masuk ke arena?hmph. Jangan membuat ku tertawa"
Yang Zhou mengusap luka yang di sebabkan kedatangan para tetua itu dan kemudian kembali berdiri.
"Maafkan kami, tapi latih tanding akademi bulan ini cukup sampai disini. Yang Zhou, kau membawa kemenangan mu bulan ini. Semuanya, bubar!"
Ucap tetua pertama.
Dalam sekejap, Dao Ming dibawa pergi oleh para tetua itu dan para penonton mulai pergi.
"Sungguh aneh sekali. Para tetua sampai melakukan itu untuk Dao Ming. Orang yang berdiri di belakangnya pastilah bukan orang sembarangan. Aku harus mencari tahu lebih lanjut tentang hal ini"
Pikir Yang Zhou dan kemudian kembali ke asramanya.
Asrama Yang Zhou
"Apa aku telah membuat masalah untuk akademi YunXiang? sepertinya begitu, hingga membuat para tetua membubarkan latih tanding, sepertinya orang yang aku singgung memiliki pengaruh yang begitu besar. Ah sudahlah. Lagi pula ini sudah terjadi"
Pikir Yang Zhou.
"Sudah waktunya untuk aku berlatih. Hari ini aku akan mencoba melatih Ki dan energi spirit ku"
Yang Zhou pun memulai latihan nya di alam spiritual nya hingga larut malam. Ia mendapatkan sedikit peningkatan dan kemudian tidur karena sudah larut malam.
Pagi pagi sekali. Di dalam tidurnya, Yang Zhou merasakan adanya hawa membunuh yang begitu kuat di akademi YunXiang. Yang Zhou terbangun karenanya.
"Hawa membunuh? dan lagi, hawa membunuh ini terlalu kuat untuk di keluarkan oleh para murid atau pun tetua di sini. Hawa membunuh yang begitu kuat ini, Bukan hawa membunuh biasa! akademi dalam bahaya!"
Yang Zhou bergegas menuju sumber keluarnya hawa membunuh yang begitu kuat dari arah ruangan para tetua.
Sebuah ledakan yang besar pun muncul. Ledakan itu membuat puing puing ruangan tetua terhempas ke mana mana. Yang Zhou menambah kecepatannya dan akhirnya sampai di ruangan para tetua.
Terlihat ruangan tetua sudah hancur dengan seorang laki laki yang memakai baju zirah yang begitu besar. Laki laki bertubuh besar itu mengeluarkan aura yang begitu mendominasi.
"Berani beraninya kalian melukai putra ku!"
__ADS_1
Ucap laki laki itu.