
"Baiklah, hari sudah mulai gelap, sekarang, waktunya kita kembali" kata Yang Zhou.
"Kau benar" kata Yan Xie.
"Baiklah, ayo kita kembali" kata ibu Yan Xie.
"Kalau begitu, Yan Yan, Qing Xie, ibu Yan Xie, kalian masuk lah ke dalam ruang hampa ku" kata Yang Zhou.
"Ruang apa?" tanya ibu Yan Xie.
"Ruang hampa, ruang hampa adalah sebuah dimensi kosong tanpa ada satu pun kehidupan di sana, tanpa udara ataupun bahkan oksigen" kata Yang Zhou.
"Lalu, bagaimana bisa kau menyuruh kami masuk ke dalam sana?" tanya ibu Yan Xie.
"Ibu benar kakak Yang, bagaimana jika di dalam ruang hampa mu bahkan tidak ada udara dan oksigen?kita bertiga bisa mati di dalam sana" kata Qing Xie.
"Baiklah!aku percaya padamu!" kata Yan Xie.
"Eh?" kata ibu Yan Xie dan Qing Xie bersamaan.
"Tenang saja, aku tahu apa yang aku lakukan" kata Yang Zhou.
Yang Zhou mulai membuka pintu ruang hampa nya.
"Aku harus melapisi tubuh mereka dengan petir hitam yang terbakar agar dapat bernafas di dalam ruang hampa" kata Yang Zhou.
Qing Xie, Yan Xie, dan ibu mereka kemudian masuk ke dalam ruang hampa itu.
"Baiklah, kalau begitu kita berangkat!" kata Yang Zhou.
Catatan :
Rumah Yan Xie dan balai desa berjarak agak jauh, yaitu 4 kilo meter karena rumah Yan Xie berada di pinggiran kota.
Di dalam ruang hampa
"Whoa!luas sekali!" kata Qing Xie.
"Kau benar!di dalam sini benar benar tak ada apapun!" kata Yan Xie.
"Eh!lihat ada api berwarna hitam di dari tubuh mu!" kata Qing Xie.
"Wah!kau juga!" kata Yan Xie.
"Ibu!ibu juga di lapisi api hitam!keren sekali" kata mereka berdua bersamaan.
"Ruang hampa ini menakutkan, bagaimana jika kita tidak bisa keluar?" tanya ibu Yan Xie.
"Tenang lah Bu, aku percaya pada kakak Yang!" kata Yan Xie.
Yang Zhou dengan kecepatan tinggi melesat menuju balai desa.
Dalam waktu kurang dari 2 detik, Yang Zhou sudah sampai di depan balai desa.
__ADS_1
Ia kemudian membuka pintu ruang hampa.
"Kalian, keluarlah" kata Yang Zhou.
Mereka bertiga pun keluar dari ruang hampa.
"Kakak Yang!ruang hampa mu benar benar luas!apa kita bisa membuat rumah di dalam sana?!" tanya Qing Xie.
"Ya!apa kita bisa membuat dunia kita sendiri di dalam sana?!" tanya Yan Xie.
"Ah, itu....hmm.....aku tidak tahu" kata Yang Zhou.
"Sudah lah, Yan Xie, Qing Xie, kalian masuklah dulu, pasti nak Yang sudah lelah karena menggunakan jurus Lang luar biasa itu" kata ibu Yan Xie.
"Tapi...." kata Qing Xie dan Yan Xie.
"Sudahlah, ayo masuk dulu" kata ibu Yan Xie.
"Terimakasih, ibu Yan Xie, aku berhasil terhindar dari 2 wanita haus pertanyaan" pikir Yang Zhou.
Mereka berempat masuk ke dalam balai desa.
"Nak Yang!akhirnya kau kembali!ada kabar buruk!" kata kepala desa.
"Ada apa?apa kabar buruk itu?" tanya Yang Zhou.
"Putra pertama sang kaisar, Ru Yuan, menantang mu duel besok!" kata kepala desa.
"Kukira kabar buruk seperti apa" pikir Yang Zhou.
"Apa?!apa kau tidak terkejut?putra Ru Yuan adalah salah satu kandidat kaisar dan raja spirit berikutnya, kekuatannya sekarang bahkan sudah melampaui ayahnya, kau tidak boleh meremehkannya!" kata kepala desa dengan wajah panik.
"Oh, baik, akan ku ingat" kata Yang Zhou.
"Apa?apa cuma itu respon mu?walaupun kau manusia pilihan Dewi spirit, tapi pasti kau akan kalah suatu hari nanti, aku takut kau akan di bunuh oleh Ru Yuan untuk balas dendam, kau harus hati hati" kata kepala desa.
"Ru Yuan berbeda dengan adiknya Ru Feng yang kau bunuh bulan lalu!Ru Yuan adalah orang yang sangat rajin dan disiplin!sangat jauh berbeda dengan adiknya Ru Feng!" kata kepala desa.
"Ayah benar!kakak Yang, jangan memaksakan diri" kata Qing Xie dan Yan Xie bersamaan.
"Benar nak, kau jangan terlalu meremehkan Ru Yuan, itu tidak bagus" kata ibu Yan Xie.
"Baiklah, baiklah, aku mengerti, terimakasih sudah mengkhawatirkan aku" kata Yang Zhou.
"Kalau begitu, aku akan meminta maaf pada Ru Yuan agar ia membatalkan tantangan duelnya" kata kepala desa.
"Sayang, hati hati" kata ibu Yan Xie.
"Apa?meminta maaf?tidak tidak, aku tidak ingin kepala desa sampai meminta maaf pada mahluk mahluk tak tahu aturan seperti mereka, biar aku saja yang datang langsung meminta maaf" kata Yang Zhou.
"Akhirnya kau mengerti juga nak, tapi aku tak keberatan jika harus meminta maaf pada Ru Yuan" kata kepala desa.
"Tak apa, biar aku saja" kata Yang Zhou.
__ADS_1
"B..baiklah kalau begitu" kata kepala desa.
"Kalau begitu, aku pergi dulu" kata Yang Zhou.
"Hehehe, memang benar aku akan pergi menuju kekaisaran untuk menemui Ru Yuan, tapi bukan untuk meminta maaf, melainkan memperkenalkan diri ku pada anak dari sampah itu" pikir Yang Zhou.
Yang Zhou melesat menuju kekaisaran.
Lapangan latihan kekaisaran
Ru Yuan sedang melatih jurus jurusnya sendirian di malam itu.
Berlatih hingga kelelahan.
"Ayah, besok aku akan membalaskan dendam mu, akan ku buat bajingan kecil itu merasakan kematian!" kata Ru Yuan.
"Aku pasti akan membuatnya memohon di bawah kaki ku!pasti!" kata Ru Yuan.
"Oh, begitu ya?khayalan mu bagus juga" kata Yang Zhou dari atas atap.
"Siapa!?" kata Ru Yuan terkejut.
"Yo, putra kaisar, Ru Yuan bukan?" tanya Yang Zhou.
"Aku sama sekali tidak merasakan hawa keberadaan nya, siapa orang ini?" pikir Ru Yuan.
"Jika iya kenapa memangnya?" tanya Ru Yuan.
"Tidak apa apa, hanya ingin menyapa saja" kata Yang Zhou.
"Apa maksudmu?" tanya Ru Yuan.
"Bukan apa apa, hanya ingin menyapa saja, aku Yang Zhou, orang yang telah membunuh ayah mu" kata Yang Zhou.
"Kau!Yang Zhou!akan ku bunuh kau!" Ru Yuan menyerang Yang Zhou.
Serangan itu tepat terkena Yang Zhou dan membuat sebuah lubang di atap, tapi Yang Zhou tak ada di sana.
"Hilang?!" pikir Ru Yuan.
"Apa kau sedang mencari ku?" kata Yang Zhou dari belakang Ru Yuan.
"Sejak kapan!" Ru Yuan panik dan mulai berkeringat.
"Ada apa?apa kau bercanda?kau dengan kekuatan seperti ini ingin menantang ku?hahaha, lucu sekali" kata Yang Zhou.
"Kau!aku pasti akan membuatmu menyesal!" kata Ru Yuan.
"Oh, aku takut sekali~, dah, sampai ketemu besok di atas lapangan tanding" kata Yang Zhou.
Yang Zhou kemudian menghilang seperti terbawa angin.
"Benar benar lawan yang tangguh!aku tidak tahu apa aku bisa mengalahkannya atau tidak" kata Ru Yuan.
__ADS_1