Strongest Martial Master

Strongest Martial Master
chapter 55


__ADS_3

Sang raja spirit membuka matanya perlahan lahan.


"R....r...raja spirit benar benar bangun!ia membuka matanya!s... sungguh keajaiban!" teriak bahagia si penasehat.


"I...ini sungguh berita baik!terimakasih tuan Yang!" perlahan lahan si penasehat mulai meneteskan air mata kebahagiaan.


"Bukan masalah" kata Yang Zhou.


Komandan pasukan spirit yang sedang menunggu di luar pun segera masuk mendengar suara si penasehat.


"Ada apa ini!?" ia masuk dengan cepat dan bersiap untuk bertarung.


"Apa yang kau lakukan dengan yang mu-" Komandan pasukan spirit terkejut melihat si penasehat menangis.


"Chu Gong!yang mulia telah bangun!ia telah sembuh dari penyakitnya!" kata si penasehat.


Komandan pasukan spirit terdiam sejenak karena terkejut.


"A....aku akan memanggil ratu!" kata komandan pasukan spirit.


Dengan buru buru, komandan pasukan spirit berlari menuju kamar sang ratu.


Kamar ratu spirit


"Sayang, kapan kau akan sembuh?sudah 1 bulan kau terbaring di kamar mu, aku akan hancur jika terus seperti ini, putri mu masih kecil, aku tak tahu harus berbuat apa...huhuhuhu" sang ratu bergumam sendirian di kamarnya sambil memeluk anaknya yang tertidur.


Rambutnya rontok dan kantong mata nya terbentuk.


Karena tertekan akibat suaminya yang lumpuh, sang ratu mengalami stress berat yang membuatnya semakin kurus dan gila setiap harinya.


Satu satunya hal yang membuatnya tetap waras hanyalah putri kecilnya yang sangat ia sayangi.


Saat sedang menangis bergumam sendirian di kamarnya, tiba tiba ada suara ketukan pintu.


"Ratu!ada berita baik!raja spirit sudah sadar!ia sembuh dari penyakitnya!" teriak komandan pasukan spirit dari balik pintu.


"Kumohon keluarlah!yang mulia sudah bangkit dari kelumpuhannya!" teriak komandan pasukan spirit sekali lagi.


Mendengar itu, sang ratu langsung menggendong putri nya itu dan membuka pintu kamarnya.


"Apa kau sungguh sungguh?!" tanya sang ratu.


"Ya!yang mulia sudah sadar!" kata sang komandan pasukan spirit.


Sang ratu langsung berlari dengan buru buru sambil meneteskan air matanya.


"Sayang!" ia berteriak di sepanjang lorong kekaisaran.


Sampai di depan kamar raja spirit, sang ratu membuka pintu dan mendapati suaminya yang sedang terduduk dengan keadaan sehat.

__ADS_1


"Yu Long!" teriak sang ratu.


"Mei Bai!" teriak sang raja.


Mereka berpelukan dengan tangis yang membanjiri pipi mereka sembari melepas rasa rindu satu sama lain.


Sang putri pun terbangun dan kebingungan.


Ibu, kenapa kau menangis?ayah juga" kata putri kecil itu.


"Tidak apa apa nak, ibu hanya bahagia" kata sang ratu.


Yang Zhou yang melihat kejadian itu pun kembali mengingat kejadian 5 tahun lalu, saat seluruh keluarga nya di musnahkan oleh pamannya.


"Aku keluar dulu" kata Yang Zhou.


Yang Zhou keluar dengan raut wajah datar tanpa ekspresi.


Jiwanya yang sudah terlatih, tidak membiarkannya untuk meneteskan air mata walaupun mengingat kejadian yang sangat menyayat hati itu.


Setelah beberapa jam melepas rindu, sang ratu pun keluar.


Yang Zhou yang berdiri di luar melihat sang ratu kembali tersenyum.


Namun tiba tiba, sang ratu bersujud di hadapan Yang Zhou.


"Terimakasih!terimakasih!terimakasih! terimakasih!terimakasih!" sang ratu mengucapkan terimakasih berulang ulang dengan air mata mengalir.


"Kau adalah orang yang menyelamatkan suamiku, kekaisaran berhutang padamu!aku hanya mampu melakukan ini sebagai tanda hormatku, terimakasih banyak tuan Yang!" kata sang ratu.


"T..tidak apa apa, aku tulus melakukannya!tidak mengharapkan imbalan apapun!apalagi sampai membuat anda bersujud!aku sungguh merasa tak enak!" kata Yang Zhou sambil perlahan membangunkan ratu spirit yang sedang bersujud.


"Kau sungguh pemuda yang baik!kekaisaran akan selalu mengingat jasa tuan Yang!bahkan jika harus memberikan putri ku padamu, aku rela!" kata sang ratu.


"Eh?tidak tidak, aku tak apa, sungguh tak apa" kata Yang Zhou.


"Sekali lagi terimakasih!aku sungguh tak mampu membalasmu!" kata sang ratu.


Ratu spirit pun pergi kembali ke kamarnya dengan wajah penuh kebahagiaan.


"Tak ku sangka ratu spirit sampai seperti itu" pikir Yang Zhou.


Si penasehat keluar dari kamar sang raja.


"Tuan Yang, raja spirit memanggilmu untuk berterimakasih!" kata si penasehat.


"Oh, baiklah" kata Yang Zhou.


Yang Zhou memasuki kamar raja.

__ADS_1


"Tuan Yang!aku sungguh berterimakasih!apapun yang kau minta, aku pasti akan memberikannya!selama aku mampu, aku akan mengabulkan semua kebutuhanmu!bahkan, jika kau tak keberatan, aku siap menikahkan putriku padamu!" kata sang raja.


"Ha?putri lagi?kenapa mereka menawarkan putrinya untuk menikah denganku?padahal putrinya masih berumur 5 tahun, apa itu tak terlalu cepat?" pikir Yang Zhou.


"Tak apa, tak apa!aku melakukan itu bukan untuk mendapat imbalan, aku sungguh melakukannya dengan tulus" kata Yang Zhou.


"Terimakasih banyak tuan Yang!kekaisaran pasti akan selalu menyambut mu!" kata sang raja.


"Hahaha, terimakasih" kata Yang Zhou dengan tak enak hati.


"Padahal, aku hanya menggunakan 1 tetes darahku, dan itu sungguh tak merugikan ku" pikir Yang Zhou.


"Aku ingin bertanya satu hal, boleh?" tanya Yang Zhou.


"Tanyakanlah apapun!aku akan menjawabnya sebisaku!" kata sang raja.


"Itu....kenapa anda dan ratu spirit sama sama menawarkan putri kalian untuk menikah dengan ku?bukankah itu terlalu cepat?" tanya Yang Zhou.


"Ah itu, kami para demi spirit dan spirit murni akan menawarkan sesuatu yang sangat berharga dalam hidup kami pada orang yang telah memberikan bantuan tak ternilai hingga kami tak mampu membalas kebaikan itu, karena putri ku adalah hal yang paling berharga dalam hidup ku, jadi aku menawarkan putriku untuk menikah dengan tuan Yang" kata sang raja.


"Jika menurut anda terlalu cepat, saya bisa menunggu hingga putri ku tumbuh dewasa" kata sang raja.


"Begitu ya" kata Yang Zhou.


"Oh!apa tuan berniat menerima putri ku dan menunggunya dewasa?" tanya sang raja spirit.


"Bukan itu maksudku, hanya saja, bantuan ku tak sebesar itu hingga harus memberikan putri mu padaku" kata Yang Zhou.


"Begitu kah, baiklah aku mengerti" kata sang raja.


"Tuan Yang!katakanlah apa yang kau mau!aku akan mengabulkannya selama aku mampu!" kata sang raja spirit.


"Eh?tak apa, aku akan meminta bantuan saat aku membutuhkannya saja" kata Yang Zhou.


"Baik!kapanpun dan apapun, saat kau memintanya, aku akan memberikannya!" kata sang raja.


Si penasehat kemudian membisikkan sesuatu pada sang raja.


Setelah bisikan itu, sang raja terkejut.


"T...tuan Yang, apa benar, darah mu berwarna biru?" tanya sang raja spirit.


"Ah, itu.....benar, darahku berwarna biru" kata Yang Zhou.


"Bolehkah saya melihat nya?" tanya sang raja spirit.


"Tentu" kata Yang Zhou.


Yang Zhou kemudian menyayat tangannya lagi dan meneteskan darah nya di tangan sang raja.

__ADS_1


"I...ini benar benar darah leluhur!" sang raja terkejut.


__ADS_2