Strongest Martial Master

Strongest Martial Master
chapter 63


__ADS_3

"Kalian sedang apa? kenapa semuanya menangis?" tanya Yang Zhou.


"K-kami kira, kau sudah mati di bunuh oleh raja spirit beast itu demi melindungi kami, huhuhu" para prajurit mengusap air matanya.


"Oh, tenang saja, lihat, aku baik baik saja" kata Yang Zhou.


"Ya, tapi kau hebat sekali ya, dapat kabur dari raja spirit beast" kata prajurit spirit.


"Oh, aku tidak kabur, raja spirit beast sudah ku kalahkan" kata Yang Zhou.


"A-apa?! sungguh?! syukurlah! kau benar benar luar biasa Yang Zhou!" kata prajurit spirit.


"Itu biasa saja, tidak ada yang spesial, hahaha" kata Yang Zhou.


"Lalu, apakah tubuh raja spirit beast itu sudah kau ambil?" tanya prajurit spirit.


"Hmm? untuk apa mengambil tubuh raja spirit beast?" tanya Yang Zhou.


"Kau tidak tahu?! tubuh raja spirit beast adalah material yang sangat langka dan kuat! jika kau menjualnya pada kekaisaran, kau pasti akan langsung menjadi orang terkaya setelah raja!" kata prajurit.


"Ah begitu rupanya" kata Yang Zhou.


Saat asyik mengobrol dengan Yang Zhou, prajurit itu melihat seorang wanita yang sangat cantik dengan tanduk dan ekor di belakang Yang Zhou, Lala.


Prajurit itu melamun memandangi Lala.


"Oi! apa yang kau lihat? mau mati hah?!" kata Lala.


"Eh? tidak, Yang Zhou, siapa wanita cantik di belakang mu ini?" kata prajurit spirit.


"Oh, dia? aku juga tidak tahu siapa dia" kata Yang Zhou.


"A-apa?! tuan! kumohon jangan jahat padaku! aku akan melakukan apapun!" kata Lala sambil bersujud.


"Baiklah, baiklah, berhentilah bersujud, berdirilah" kata Yang Zhou.


"Baik!" Lala pun berdiri.


"Dia aku temukan tersesat di daerah milik raja spirit beast, karena kasihan, aku pun memungutnya, selesai" kata Yang Zhou.


"B-begitu ya, oh, kau bukan hanya hebat, tapi juga baik" kata prajurit spirit.


"Y-ya begitulah" kata Yang Zhou dengan senyum tipis.


"Kalau begitu, ayo kita kembali dahulu, Yang Zhou" kata prajurit spirit.


"Ya, kalian duluan saja, aku akan menyusul" kata Yang Zhou.


prajurit itu pun pergi.


"Tuan! kenapa kau mengunci mulut ku!?" kata Lala dengan ekspresi kesal.


"Karena kau akan mengatakan sesuatu yang merepotkan" kata Yang Zhou.

__ADS_1


"A-apa?! aku hanya ingin mengatakan bahwa aku adalah pelayan mu, kenapa tidak boleh?" tanya Lala.


"Kenapa tidak boleh? cobalah berpikir lurus dan masuk akal! apakah wajar bocah berusia 14 tahun sepertiku menjadikan wanita secantik dirimu yang berumur 19 tahun sebagai pelayan?!" tanya Yang Zhou.


"Eh? apakah tidak wajar?" tanya Lala.


"Sudah jelas tidak wajar, bodoh!" kata Yang Zhou.


"T-tapi tinggi badan kita sama! tidak kah aku terlihat seperti anak 14 tahun?" tanya Lala.


"Itu jauh lebih buruk! apa yang akan di katakan kekaisaran jika mendengar bahwa aku menjadikan seorang gadis berumur 14 tahun sebagai pelayan ku?! kau ingin aku di benci hah?!" tanya Yang Zhou.


"Ma-maafkan aku, aku salah" kata Lala.


"Sudah lah, ayo kita kembali terlebih dahulu" kata Yang Zhou.


"Baik, hiks hiks" Lala menangis karena di marahi oleh Yang Zhou (terpengaruh intimidasi dari kontrak tuan dan pelayan, seharusnya Lala tidak akan menangis semudah ini, sifatnya kepada Yang Zhou juga mulai terbuka dan penurut).


Mereka bergegas kembali kekaisaran.


Ditengah perjalanan


Sebuah hawa keberadaan yang begitu kuat pun mendekat.


Dari jarak 2000 meter, Yang Zhou merasakan hawa keberadaan yang sangat besar nan begitu kuat, namun memiliki kesan bersih dan suci.


"Apakah mungkin, di alam spirit ini ada seseorang dengan kultivasi sekuat ini?!" pikir Yang Zhou.


"Tidak mungkin kan?! apa jangan jangan!" Yang Zhou terkejut.


"Aku, Melisa, Dewi spirit, selamat kepadamu, manusia yang terpilih, telah berhasil menundukkan raja spirit beast di abad ini" kata Dewi spirit.


"Dewi spirit?!" Yang Zhou tercengang dengan apa yang dilihatnya.


"Dia tidak akan menghancurkan jiwa ku kan?!" pikir Lala dengan penuh khawatir.


"Apakah nama mu Yang Zhou?" tanya Dewi spirit.


"Nama yang begitu persis dengan nama anak dari atasan ku" pikir Dewi spirit.


"Benar, aku Yang Zhou!" kata Yang Zhou dengan lantang.


"Rasa percaya diri dan keberanian mu patut di puji, seharusnya, di depan Dewi spirit seperti ku, tidak akan ada orang yang berani bicara se lantang itu" kata Dewi spirit.


"Terimakasih!" kata Yang Zhou.


"Baiklah, atas kontribusi mu untuk menundukkan raja spirit beast, aku akan memberi hadiah" kata Dewi spirit.


"Terimakasih banyak!" kata Yang Zhou.


"Hadiah apa yang kau inginkan? senjata? uang? wanita? atau kekuatan?" kau bisa meminta apapun asalkan masih pada batas wajar" kata Dewi spirit.


"Meminta apapun?" tanya Yang Zhou.

__ADS_1


"Paman! akan ku temukan kau! aku akan membalaskan dendam keluarga ku!" pikir Yang Zhou.


"Ya, meminta apapun, asalkan masih pada batas wajar" kata Dewi spirit.


"Kalau begitu......paman! aku ingin mengetahui keberadaan paman ku!" kata Yang Zhou dengan lantang dan penuh amarah.


"Oh, hanya itu? tidakkah itu kurang?" tanya Dewi spirit.


"Aku merasakan hawa membunuh yang sangat kuat dan dalam dari nya, apa kah dia memiliki dendam pada pamannya? tapi, di sisi lain aku juga merasakan energi suci milik seniorku darinya, siapa sebenarnya anak ini?" pikir Dewi spirit.


"Tidak! itu sudah cukup bagiku" kata Yang Zhou.


"Kau yakin? kau hanya di izinkan meminta satu permintaan, kesempatan ini tidak akan datang dua kali" kata Dewi spirit.


"Bukan masalah! aku yakin!" kata Yang Zhou.


Lala yang memperhatikan pembicaraan mereka pun terkejut dengan ekspresi Yang Zhou yang terkesan seperti seolah olah akan membunuh siapapun yang di temui nya.


"Aku tidak menyangka tuan juga bisa mengeluarkan ekspresi seperti ini, sungguh mengerikan" pikir Lala.


"Baiklah, akan ku kabulkan, paman mu ada di kota Wan Hu, kerajaan Cheng Yi di selatan, ia sedang berada di sebuah goa di kota itu" kata Dewi spirit.


"Terimakasih! terimakasih banyak!" kata Yang Zhou.


"Tunggu, aku akan memeriksa mu dulu" kata Dewi spirit.


"Eh? apakah aku melakukan kesalahan?" tanya Yang Zhou.


"Tidak, aku hanya ingin memeriksa mu saja" kata Dewi spirit.


"Baiklah" kata Yang Zhou.


Dewi spirit kemudian mendekat ke arah Yang Zhou lalu menempelkan tangannya ke dada Yang Zhou.


Dewi spirit lalu mulai memeriksa.


"Tidak ada yang aneh di sini, sebentar, aku merasakan energi suci seniorku di sini!" Dewi spirit menemukan sebuah liontin yang berada di jiwa Yang Zhou.


Dari liontin itu terpancar energi suci yang sangat kuat, bahkan lebih kuat dari energi suci Dewi spirit itu sendiri.


Saat melihat energi suci itu, jiwa Yang Zhou tertutup paksa dan membuat Dewi spirit terkena sebuah serangan jiwa.


"Akh!" kata Dewi spirit.


"Eh, apakah anda baik baik saja?!" Yang Zhou mencoba menolong Dewi spirit.


"Hah, tidak apa apa, aku terlalu ceroboh" kata Dewi spirit.


"Sebuah energi suci yang begitu kuat! mampu membuat jiwa ku sampai seperti ini, anak ini pasti bukan anak biasa" pikir Dewi spirit.


"Urusan ku di sini sudah selesai, kalau begitu, aku akan pergi" kata Dewi spirit.


Dewi spirit pun pergi.

__ADS_1


"Baiklah! paman! bersiaplah untuk mati!" kata Yang Zhou.


__ADS_2