
Yang Zhou berlari ke kamar ketua akademi. Begitu membuka pintu, ia di kejutkan dengan keadaan ketua akademi yang tengah tak sadarkan diri.
"Guru!"
Yang Zhou memegang tangan gurunya. lalu memberikan aliran energi suci yang membuat tubuhnya kembali pulih. Namun, ketua akademi tetap saja tidak sadarkan diri.
"Y-Yang Zhou? kau sudah datang? syukurlah!"
Tetua kedua, ketiga, dan keempat tengah berkumpul di kamar ketua akademi. Mereka juga terluka, tapi tidak separah ketua akademi.
"Tenanglah para tetua. Aku sudah di sini"
Ucap Yang Zhou.
"Y-Yang Zhou! cepat berikan darah mu! tolonglah ketua!"
Ucap tetua ke dua.
Para tetua lainnya pun mengangguk. Menandakan mereka juga ingin Yang Zhou memberikan darahnya agar ketua akademi terbangun dan sadar.
"Maafkan aku, tapi cara itu tidak mungkin dilakukan. Serangan fisik yang di terima guru memang fatal. Tapi serangan di jiwanya jauh lebih buruk. Saat ini, jiwanya berada di ambang kehancuran"
Yang Zhou menggelengkan kepalanya dengan tatapan kebawah.
"A-apa?! l-lalu, apakah tak ada yang bisa kita lakukan untuk jiwa ketua?!"
Para tetua pun panik.
"Apa yang harus aku lakukan? apakah ada cara agar jiwa guru dapat di selamatkan dari kondisi nya yang di ambang kehancuran?"
Pikir Yang Zhou.
"Bagaimana ini? Yang Zhou, apakah kau memiliki cara agar ketua dapat selamat?!"
Para tetua bertanya pada Yang Zhou.
"Tunggu sebentar. Biar aku coba cari kan caranya"
Yang Zhou bimbang. Ia putus asa. Pada saat itu, sebuah ide terlintas di pikirannya.
"Ingatan ini! Mawar putih suci! ini ingatan naga hitam! aku membutuhkan mawar putih suci!"
Itu adalah ingatan dan pengetahuan naga hitam yang ada di pikiran Yang Zhou.
Yang Zhou yang terlihat bingung pun tiba tiba merubah raut wajahnya. Ia tersenyum lebar.
Melihat hal itu, para tetua sontak bingung dengan apa yang di lakukan Yang Zhou. Mereka heran karena Yang Zhou malah tersenyum di saat mereka tengah bimbang.
"Yang Zhou? kenapa kau tersenyum tiba tiba?"
Tanya para tetua.
"Tetua! bagaimana aku bisa mendapatkan mawar putih suci?!"
Tanya Yang Zhou tiba tiba.
"Eh? mawar putih suci?"
__ADS_1
Ucap tetua pertama.
"Iya! mawar putih suci! itulah satu satunya tanaman obat yang dapat menyembuhkan jiwa guru! bagaimana aku bisa mendapatkan mawar putih suci?!"
Ucap Yang Zhou dengan penuh semangat.
Para tetua saling menatap.
"Ada apa tetua?"
Ucap Yang Zhou.
"Begini Yang Zhou, mawar putih suci adalah salah satu tanaman obat terlangka yang ada di kerajaan YunXiang. Jika kau membutuhkan tanaman ini, maka kau harus pergi ke kerajaan HuanZhu di Utara. Tapi sangat di sayangkan, kerajaan YunXiang dan kerajaan HuanZhu telah bermusuhan berabad abad lamanya. Sekarang saja, kedua belah pihak kerajaan tengah melakukan perang dingin. Seperti nya mencari mawar putih suci adalah hal yang sangat sulit untuk di lakukan"
Ucap tetua kedua sambil menunduk dengan wajah sedih dan di susul dengan anggukan tetua lainnya yang mengartikan bahwa apa yang di katakan tetua kedua adalah benar.
"...."
Yang Zhou terdiam sesaat.
"Tetua, kapan pertandingan Tao Yun akan di mulai?"
Tanya Yang Zhou.
"Lima hari lagi tepatnya. Ada apa Yang Zhou?"
Tanya tetua pertama.
"Lima hari ya, baiklah. Sudah ku putuskan"
"Jangan bilang, kau akan pergi ke kerajaan HuanZhu?!"
Ucap tetua pertama.
"Tunggu Yang Zhou! apa kau yakin dengan itu?! tak bisa kah kau pikir lagi konsekuensi dari apa yang akan kau lakukan nanti?!"
Tetua pertama berusaha menghentikan niat Yang Zhou.
"Maafkan aku tetua. Saat itu, mahluk itu dan pria tua itu mencoba menyerang ku. Karena itu, guru jadi terluka hingga seperti ini. Aku pasti akan menanggung apa yang aku sebabkan"
Ucap Yang Zhou dengan tegas.
"Tunggu dulu Yang Zhou. Mahluk itu mungkin tidak mengincar mu! mungkin dia menargetkan target lain. Ini bukan salah mu. Tidak perlu sampai bertindak senekat ini!"
Ucap tetua kedua.
"Tak apa, aku sudah memutuskan ini. Tolong biarkan aku"
Ucap Yang Zhou.
Para tetua tak mampu mengatakan apapun lagi. Mereka pasrah.
"Aku pasti akan mendapatkan mawar putih suci itu, pasti"
Yang Zhou membulatkan tekadnya dan memantapkan hati ingin mendapatkan mawar putih suci.
"Y-Yang Zhou! jangan sembrono, kerajaan HuanZhu tidaklah lemah. batas kerajaan HuanZhu bahkan dijaga ketat oleh pemerintah di sana. Pintu masuknya di lengkapi ratusan hingga ribuan prajurit di tingkat life extension! bahkan untuk masuk kesana saja sudah mustahil!"
__ADS_1
Ucap tetua pertama.
"Sudahlah kak. Biarkan anak ini melakukan apa yang ia ingin kan. Siapa yang mampu menghentikannya. Kita hanya bisa berdoa agar ia tidak dalam bahaya"
Ucap tetua kedua sambil mencoba menghalangi tetua pertama.
"Baiklah, tapi ingat kata kata ku ini. Jika kau merasa sudah tidak dapat melanjutkan pencarian mu, kembalilah. Ketua juga tidak akan senang jika salah satu muridnya tidak ada saat ia bangun nanti"
Ucap tetua pertama.
"Terimakasih banyak tetua. Aku pasti akan kembali dengan mawar putih suci di tangan ku"
Ucap Yang Zhou lalu berangkat.
Yang Zhou menggunakan seluruh kecepatannya. Ini adakah kecepatan tertinggi yang pernah Yang Zhou keluarkan dalam wujud manusianya. Kecepatan yang sama dengan kecepatan normal Yang Zhou dalam wujud raja dewa naga.
"Aku harus bergegas. Waktu ku hanya 5 hari. Aku tidak tahu apakah itu cukup atau tidak untuk aku mendapatkan mawar putih suci"
Pikir Yang Zhou.
Dalam waktu 4 jam, Yang Zhou sudah menempuh jarak lebih dari 7000 mil jauhnya. Sudah setengah jalan untuk sampai ke kerajaan HuanZhu.
Saat di tengah perjalanan, Yang Zhou menemukan sebuah rumah yang sangat sepi dan kecil. Rumah bersebelahan dengan sawah. Sawah itu terlihat begitu subur dan asri. Ada sepasang suami istri yang terlihat sudah begitu tua. Mereka tengah menyirami tanaman mereka dengan air yang di keluarkan dari energi Ki mereka.
"Sebuah rumah? di tengah tengah tempat antah berantah seperti ini? yang benar saja? aku akan mencoba bertanya pada mereka"
Pikir Yang Zhou lalu menghampiri sepasang suami istri itu.
"Permisi"
Ucap Yang Zhou dengan sopan.
"Oh, ada anak muda yang tersesat di sini. Ada yang bisa kami bantu?"
Ucap sang suami.
"Ah, aku sedang mencari jalan menuju ke kerajaan HuanZhu. Jika boleh tahu, dimanakah tepatnya arah kerajaan HuanZhu?"
Tanya Yang Zhou.
Mendengar hal itu, ekspresi mereka berdua pun seketika berubah sesaat. Namun tiba tiba mereka kembali seperti biasa lagi.
"Ohh! kerajaan HuanZhu ya, kau bisa pergi ke arah sana"
Yang Zhou menyadari ekspresi aneh sepasang suami istri itu. Tapi ia tidak mempedulikan nya.
"Baiklah, kalau begitu, terimakasih banyak!"
Yang Zhou langsung bergegas tanpa pikir panjang karena terburu buru.
Rumah kecil tempat sepasang suami istri itu tinggal
Sang suami tengah mencoba membuat sebuah jurus untuk telepati menggunakan pikirannya.
"Halo, benar ini saya. Ada seorang kelinci yang masuk ke perangkap. Bersiap untuk menangkapnya. Di lihat dari pakaiannya, sepertinya kelinci yang satu ini adalah kelinci yang gemuk. Kelinci ini pasti punya banyak uang"
Ucap sang suami menggunakan telepati dengan seseorang yang ia kenal.
__ADS_1