
Yang Zhou menerima undangan sang raja spirit untuk datang menemuinya.
"Mari kita lihat, sambutan seperti apa yang akan di lakukan raja spirit untuk orang yang sudah membunuh kaisar spirit seperti ku" pikir Yang Zhou.
"Baiklah, kalau begitu aku berangkat" kata Yang Zhou.
"Hati hati kakak Yang!jangan membahayakan dirimu!" kata Qing Xie.
"Kau yakin ingin pergi?!ini mungkin saja sebuah jebakan!" kata Yan Xie.
"Tak apa, aku akan mengatasinya jika ini memang benar sebuah jebakan untuk menipuku" kata Yang Zhou.
Yang Zhou pun berangkat menuju kekaisaran spirit.
"Semoga saja raja spirit benar benar memiliki niat baik pada undangan ini" pikir kepala desa.
"Kakak Yang, hati hati" pikir Yan Xie.
Yang Zhou dengan kecepatan tinggi menuju kekaisaran.
Di tengah perjalanan
"Tuan, apa tak terlalu gegabah untukmu pergi ke kekaisaran spirit?bukankah beresiko?" tanya Huan Hu.
"Huan Hu benar, tuan, apa kau tidak curiga ini adalah jebakan?" tanya Thunderheart.
"Biar aku sendiri yang meruntuhkan kekaisaran spirit jika ini memang sebuah jebakan" kata Yang Zhou.
"Kalian tenanglah, apa kalian meremehkan tuan kalian ini?" tanya Yang Zhou.
"Maafkan kami, kami bersalah, tidak akan kami ulangi lagi" kata Huan Hu dan Thunderheart bersamaan.
"Baiklah, kembalilah ketempat kalian" kata Yang Zhou.
"Baik" Thunderheart dan Huan Hu kembali.
Tak perlu berlama lama, Yang Zhou akhirnya sampai di ibu kota, kekaisaran.
Ia berjalan menuju kekaisaran sambil melihat lihat ibu kota.
"Begitu ramai dan maju" itulah yang terlintas di benak Yang Zhou.
"Sangat berbeda dengan kota Du, bangunan bangunan di sini begitu bagus dan elegan, orang orang di sini tampak bahagia dan bersemangat, benar benar layak menjadi ibu kota" kata Yang Zhou.
"Sudah jelas kekaisaran tidak melirik kota kota kecil lainnya, ibu kota dan kota Du memiliki perbedaan yang sangat mencolok" kata Yang Zhou.
"Aku tidak yakin apakah raja spirit ini layak untuk menerima gelarnya dan mengatur negeri spirit ini" kata Yang Zhou.
Yang Zhou melihat para prajurit yang berjaga di setiap sudut ibu kota.
"Bahkan di setiap sudut nya memliki prajurit yang berpatroli, sangat disiplin dan aman" kata Yang Zhou.
"Aku tidak tahu ada berapa banyak kota kecil lain yang tidak di lirik oleh sang raja" kata Yang Zhou.
"Aku ingin lihat, orang seperti apa raja spirit ini" pikir Yang Zhou.
Yang Zhou melanjutkan perjalanannya ke kekaisaran.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian.
Pintu gerbang masuk kekaisaran
"Benar benar sebuah istana" kata Yang Zhou.
Yang menghampiri para penjaga.
"Hey, apa yang kau lakukan di sini?cepat pergi, ini bukan tempat bermain anak anak" kata sang penjaga.
"Benar, pergilah, dasar pengemis" kata sang penjaga.
Penjelasan :
Yang Zhou memakai baju sederhana yang di punya kepala desa, namun baju nya agak kebesaran.
Para penjaga itu mengira Yang Zhou adalah pengemis.
"Aku Yang Zhou, ingin menemui Raja spirit" kata Yang Zhou.
"Eh!?Y....Y...Yang Zhou?" para penjaga terkejut.
"Hey, apa benar anak ini adalah Yang Zhou yang terkenal itu?" sang penjaga berbisik.
"Aku tidak tahu, tapi rumornya mengatakan bahwa ia kira kira berusia 13 tahun" para penjaga berbisik.
"Apa benar begitu?tapi bagaimana jika ia hanya mengaku ngaku saja?banyak anak yang berusia 13 tahun di ibu kota ini" para penjaga berbisik.
"Kau benar juga, mungkin anak ini hanya membual" para penjaga berbisik.
"Benar, lihat saja pakaian nya yang kebesaran itu, ia pasti memungutnya" para penjaga berbisik.
Para penjaga itu melihat Yang Zhou sekali lagi.
"Apa?" kata Yang Zhou dengan wajah agak kesal.
"Hey nak, kau tidak akan bisa menipu kami, apa kata mu tadi?Yang Zhou?hah!jangan harap kami akan tertipu!" kata para penjaga.
"Benar, kau percaya diri untuk mengaku sebagai Yang Zhou sang anak darah" kata para penjaga.
"Yang Zhou sang anak darah?apa itu?sangat jelek sekali!"
"Heh!jika si Yang Zhou sang anak darah itu benar benar ada di sini, jika ia mendengar mu menjelekkan namanya, pasti kau akan mati hari itu juga!sang anak darah itu adalah julukan para penduduk untuk nya karena dia membunuh lebih dari 9000 pasukan hanya dalam 1 hari tanpa luka" kata sang penjaga.
"Jadi nak, sebaiknya kau tidak membual tentang menjadi sang anak darah itu" kata sang penjaga.
"Kalian ini benar benar menganggap ku pembohong ya?" tanya Yang Zhou.
"Kami menganggap mu pembohong karena kau berbohong, ada yang salah dengan itu?hah" sang penjaga menahan tawanya.
"Sampah,kalian ini terlalu meremehkan ku" kata Yang Zhou.
"Ha?mana?coba kau serang aku!hahahaha, kultivasi mu saja tidak terlihat, kau pasti tidak memliki kekuatan spirit!hahaha" kata para penjaga.
"Hahaha!kau ini lucu sekali!" kata sang penjaga.
"Buang buang waktu!" Yang Zhou memotong kedua lengan dan kaki masing masing penjaga itu dan merusak kultivasi mereka dalam 1 gerakan.
__ADS_1
"A....apa?!t...t...tangan ku!ka....kaki ku!aaarrgghhhh!sakit!sakit!sakit sekali!aahhh!!!!" para penjaga itu berteriak teriak kesakitan karena kehilangan begitu banyak darah.
Tak lama, komandan pasukan spirit datang.
"Ada apa ini!?kenapa ribut sekali!?" komandan spirit datang dengan cepat.
Ia melihat Yang Zhou berdiri di depan gerbang tak melakukan apapun dan para penjaga berguling guling di tanah dengan darah yang terus mengucur.
"Kalian!kalian kenapa?siapa yang melakukan ini?!" tanya sang komandan.
"Dia!dia!anak ini yang melakukan nya!" teriak para penjaga itu.
"Kau!kenapa kau melakukan ini?!cari mati hah?!" kata sang komandan spirit.
"Hah?aku datang ke sini karena undangan sang raja, dan mereka malah menyebutku pembohong, yasudah, aku memotong tangan mereka, masih untung tidak ku bunuh" kata Yang Zhou.
"Di undang?tidak mungkin!siapa kau sampai diundang sang raja spirit?!" tanya sang komandan.
"Aku?nama ku adalah Yang Zhou" kata Yang Zhou.
"Yang Zhou?!" komandan pasukan spirit itu seketika langsung berkeringat.
"Memang benar dikatakan bahwa sang anak darah bernama Yang Zhou, usianya sekitar 13 tahun, dan ia memiliki mata ungu gelap" pikir sang komandan.
"M...maafkan aku, tapi apa aku boleh menguji kekuatan mu?untuk melihat apakah kau adalah Yang Zhou sang anak darah itu?" tanya sang komandan spirit.
"Baiklah, bukan masalah, tapi berhentilah memanggilku sang anak darah apa lah itu" kata Yang Zhou.
"Baiklah, terimakasih, kau bisa mulai menyerang dan aku akan menahannya" kata sang komandan.
"Seharusnya seseorang yang mampu mengalahkan kaisar spirit bisa membuat pertahanan ku goyah" pikir sang komandan pasukan spirit.
"Baik, aku mulai ya" Yang Zhou mulai menyelimuti udara di sekitarnya dengan aura nya.
Membuat tekanan yang sangat kuat dan mencekam.
"Ya!" sang komandan pasukan spirit itu membuat lapisan pelindung terkuat yang ia miliki dan di perkuat lagi dengan kekuatan tenaga luarnya.
Aura Yang Zhou dengan cepat menembus dan menghancurkan pertahanan sang komandan spirit.
"Eh?sudah hancur?kapan?" pikir komandan pasukan spirit.
"Anak ini benar benar seorang jenius!" pikir komandan pasukan spirit.
"Sudah cukup?apa aku harus mengeluarkan seluruh kemampuan ku?" tanya Yang Zhou.
"B...belum seluruh kemampuannya?!" pikir komandan pasukan spirit.
"T..tidak, kau boleh masuk!maafkan saya!" kata komandan pasukan spirit.
Yang Zhou pun masuk ke dalam kekaisaran.
"Benar benar kekuatan yang mengerikan!" kata komandan pasukan spirit.
"Ugh!" tiba tiba komandan pasukan spirit itu merasakan tubuhnya seperti di aduk oleh ribuan pedang dan di tusuk ribuan kali, darah keluar dari hidung dan mulutnya.
"Uhuk!apa ini?luka dalam?hanya dengan mengeluarkan aura, anak itu bisa membuat luka dalam separah ini untuk ku sang komandan pasukan spirit yang dikenal akan ketahanan tubuh ku?" kata komandan pasukan spirit.
__ADS_1
"Aku tarik kata kata ku!anak itu bukanlah anak jenius!anak itu, dia adalah seorang monster!" kata komandan pasukan spirit.