
Yang Zhou keluar dari portal ruang dan tiba di dunia manusia, tepatnya di perguruan Yin Wu,i kerajaan YunXiang.
"Baiklah, aku sudah berada di perguruan Yin Wu, lebih baik aku menghampiri guru dan yang lainnya dulu"
Yang Zhou memasuki perguruan Yin Wu dan bertemu dengan Xiang Fei di pintu masuk perguruan. Xiang Fei terlihat sedang menyapu halaman perguruan seperti yang biasa ia lakukan di pagi hari.
"Xiang Fei!"
Sapa Yang Zhou dari kejauhan.
"Yang Zhou?! kau sudah kembali?"
Xiang Fei melihat Yang Zhou yang sudah semakin tinggi dan tampan.
"Lama tidak bertemu, Xiang Fei, apa kabar mu?"
Tanya Yang Zhou.
"B-baik, kau bertambah tinggi dan sepertinya juga bertambah kuat ya"
Ucap Xiang Fei dengan memandangi Yang Zhou.
"Ahaha, kau juga bertambah cantik, sepertinya kau juga akan menjadi murid inti"
Ucap Yang Zhou.
"C-cantik? terimakasih, k-kau juga bertambah ta-tampan"
Balas Xiang Fei memuji Yang Zhou.
"Terimakasih banyak. Ngomong ngomong, Xiang Fei, kulihat, hanya kau yang ada di sini, dimana yang lainnya?"
Tanya Yang Zhou sambil melihat lihat perguruan, mencari murid murid lainnya.
"Oh, mereka sedang ada di belakang perguruan, hari ini adalah hari panen apel pelangi, aku juga berencana menuju ke sana setelah selesai bersih bersih"
Ucap Xiang Fei sambil melanjutkan menyapu.
"Begitu kah, kalau begitu aku juga akan membantumu, lalu kita ke sana bersama sama"
Yang Zhou pergi mengambil sapu dan kemudian membantu Xiang Fei.
"Eh, tak apa, kau pergilah lebih dulu, biar aku saja yang menyapu"
Ucap Xiang Fei.
"Tak perlu, bersama lebih cepat, sudahlah biar kan aku membantu mu dan ini akan segera selesai"
Yang Zhou kemudian mulai menyapu.
"B-baiklah, terimakasih"
Xiang Fei pun juga mulai menyapu.
Mereka menyapu bersama selama kurang lebih 10 menit dan sebagian besarnya di sapu oleh Yang Zhou.
"Hah~, kau menyapu seperti angin, begitu cepat! aku saja yang sudah menyapu lebih dulu sepertinya hanya menyapu seperempat halaman nya saja"
Ucap Xiang Fei.
"Sudahlah sudahlah, itu tak apa, ayo kita ikut memanen!"
Yang Zhou memegang tangan Xiang Fei dan kemudian menggendong nya.
"Eh! kau ingin melakukan apa?"
Xiang Fei di gendong bagaikan putri oleh Yang Zhou dan mereka pun berangkat menuju bagian belakang perguruan untuk melihat panen apel pelangi.
__ADS_1
"Sampai!"
Ucap Yang Zhou.
"Cepat sekali, padahal jarak halaman dan kebun belakang perguruan cukup jauh, setidaknya 15 atau 16 menit berjalan kaki sudah sampai, tapi kau hanya 30 detik?! kau benar benar sudah bertambah kuat ya"
Xiang Fei pun di turunkan oleh Yang Zhou.
"Tidak sekuat itu kok, biasa saja, hahaha"
Ucap Yang Zhou.
"Sebenarnya saat itu aku masih menahan diri, jadi kelihatannya aku meningkat pesat"
Pikir Yang Zhou.
Mereka berjalan menuju kebun apel pelangi untuk ikut memanen dan Yang Zhou bertemu dengan beberapa temannya.
Setelah panen selesai, Yang Zhou kemudian bertemu dengan sekelompok murid murid inti yang tidak tahu bahwa Yang Zhou adalah junior mereka yang lulus lebih dulu.
Penjelasan :
Karena selama menjadi murid inti, Yang Zhou menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam asrama murid inti untuk berlatih, Yang Zhou juga keluar hanya untuk menjalan kan misi.
"Oi, aku belum pernah melihat mu sebelumnya, siapa kau? kenapa kau sok dekat dengan Xiang Fei?! pergi sana bocah!"
Seorang murid inti yang sombong dan angkuh mendorong Yang Zhou namun Yang Zhou tidak bergerak sama sekali, murid inti itu malah yang sebaliknya kesusahan.
"Berat sekali! padahal tubuhnya sama dengan ku, kenapa aku yang terdorong?!"
Pikir murid itu sambil menatap mata Yang Zhou.
"Kau ini berisik sekali ya, mau ku bakar mulut mu hah?!"
Ucap Yang Zhou.
Ucap murid inti itu dengan sombong.
"Lalu kenapa? memangnya kenapa jika kalian murid inti? sampah!"
Ucap Yang Zhou.
"Xiang Fei, menjauh lah, kau bisa terluka, biar ku beri pelajaran pada bocah yang mengganggu mu ini!"
Ucap murid inti itu sambil maju menghadap Yang Zhou.
Yang Zhou mengedipkan mata nya ke pada Xiang Fei.
Xiang Fei mengangguk dan mundur perlahan.
"Lihat! Xiang Fei, aku pasti akan memberi pelajaran pada bocah yang mengganggu mu ini, hey bocah! jangan menangis pada ibumu jika kau lumpuh ya!"
Murid inti itu kemudian menyerang Yang Zhou dengan tangan kosong karena percaya dengan kekuatan fisiknya.
"Lihat lah ini, bahkan dengan kekuatan fisik ku saja aku pasti bisa membuatnya lumpuh!"
Tangan murid inti itu menghantam pundak Yang Zhou dan kemudian hancur seperti tomat yang menghantam batu.
"Ahhhhhhhh!!!!! tanganku! ta-tangan ku hancur! tolong! tangan ku hancur! aaaggghhh!
Murid inti itu menangis menjerit sangat kencang dan membuat murid murid serta para tetua berkumpul.
"Oh, maafkan aku, sepertinya tangan mu itu terlalu lemah, aku tidak tahu dari mana kau mendapatkan kepercayaan diri itu"
Ucap Yang Zhou dengan senyuman mengejek.
"Tidak ku sangka, Yang Zhou menjadi sekuat ini!"
__ADS_1
Pikir Xiang Fei.
Wakil ketua perguruan pun tiba di tempat Yang Zhou berada.
"Siapa itu?! Kelian membuat keributan lagi?!"
Teriak Wakil ketua perguruan dari kejauhan.
"Itu wakil ketua perguruan! pasti bocah itu akan tamat! murid asing memasuki perguruan kita dan membuat murid inti terluka, sudah pasti mati adalah satu satunya pilihan!"
Para murid yang berada di sana berbisik dan percaya, bahwa Yang Zhou akan tamat.
"Bukankah itu Yang Zhou? murid inti peringkat pertama yang sudah lulus menuju akademi YunXiang?!"
Ada beberapa murid yang juga mengetahui identitas Yang Zhou.
"Minggir! biar ku lihat siapa yang berbuat ulah!"
Ucap Wakil ketua perguruan.
Wakil ketua perguruan kemudian melihat murid inti yang sedang berguling guling di tanah sembari berteriak dan menjerit kesakitan. Lalu, wakil ketua perguruan melihat Yang Zhou yang sudah lama tidak ia lihat.
"Lama tidak bertemu, wakil ketua perguruan"
Ucap Yang Zhou.
"Yang Zhou!?"
Wakil ketua perguruan terkejut.
"Kenapa kau ada di sini? bukan kah seharusnya kau berada di akademi YunXiang?"
Tanya wakil ketua perguruan.
"Ceritanya akan sangat panjang jika aku ceritakan, itu akan membosankan hahaha"
Ucap Yang Zhou sambil menggaruk kepala.
"Baiklah, karena sudah lama tidak bertemu, pertama tama, ayo kita kembali terlebih dahulu, aku akan menyambut mu dengan benar"
Ucap wakil ketua perguruan.
"Baiklah"
Ucap Yang Zhou.
Yang Zhou dan wakil ketua perguruan pun pergi menuju ruang tetua untuk berbincang bincang. Mereka berbincang bincang begitu lama hingga pagi pun tiba.
"Ternyata begitu, jadi sekarang, kau ingin pergi dan membalaskan dendam keluarga mu?"
Tanya wakil ketua perguruan.
"Benar, maaf aku hanya bisa berkunjung sebentar, salam dari ku untuk ketua perguruan"
Ucap Yang Zhou.
"Baiklah, apa kau butuh beberapa tetua untuk membantu mu?"
Tanya wakil ketua perguruan.
"Tidak apa, aku ingin membalaskan dendam ku murni dengan kekuatan ku sendiri"
Ucap Yang Zhou.
"Baiklah, kalau begitu, semoga berhasil"
Ucap wakil ketua perguruan.
__ADS_1
Yang Zhou pun pergi menuju ke kerajaan Cheng Yi di Selatan.