
"Biasanya aku hanya bisa masuk sampai lantai 4 dan mempelajari jurus tingkat 5,itu pun hanya bisa masuk selama 2 jam" kata Yang Zhou.
"Senang rasanya bisa bebas mengambil dan naik ke lantai manapun sesuka hati" kata Yang Zhou.
Yang Zhou pun naik ke lantai 7.
"Dilantai ke 7 ini aku hanya menemui 6 orang saja,sedikit sekali" pikir Yang Zhou.
"Aku akan mencari buku teknik tingkat 8 disini" pikir Yang Zhou.
Yang Zhou mulai memilah buku teknik yang menurutnya bagus dan cocok dengan elemen nya.
"Tameng aura ini sepertinya kurang cocok denganku" kata Yang Zhou.
"Hmm....ribuan hantaman keras ini juga kurang cocok" kata Yang Zhou.
Beberapa menit kemudian.
"Aku akan naik ke lantai selanjutnya saja,di lantai 8 ini tidak ada yang sesuai dengan ku" kata Yang Zhou.
"Semoga saja dilantai 8 nanti,aku bisa menemukan jurus yang cocok" pikir Yang Zhou.
Yang Zhou pun naik ke lantai 8.
Saat Yang Zhou tiba di lantai 8,yang Zhou melihat seorang kakek kakek tua yang sedang tidur dan terlihat seperti kelelahan.
Yang Zhou yang merasa kasihan datang ke tempat pak tua itu.
"Senior,apa kah senior tidak enak badan?"tanya Yang Zhou.
"Apa senior baik baik saja?" kata Yang Zhou.
"Ah....hahaha,aku baik baik saja" kata kakek tua itu.
"Kenapa senior tertawa?apa ada yang aneh?" kata Yang Zhou.
"Tidak apa apa,hanya saja sudah lama tidak ada orang yang naik ke lantai 8 ini" kata kakek tua itu.
"Oh jadi begitu,wajar saja,tekanan disini sangat kuat" kata Yang Zhou.
"Iya,tapi walaupun tekanan disini sangat kuat,mengapa wajahmu tidak menunjukan ekspresi tertekan?malahan kau seperti tidak berada di menara jurus ini" kata kakek tua.
"Oh itu karena aku sering melatihnya....haha" kata Yang Zhou.
"Begitu ya,bagus bagus" kata kakek tua.
"Kalau begitu,permisi senior" kata Yang Zhou.
"Anak ini memiliki potensi tak terukur!dia benar benar berbakat!"pikir kakek tua.
Yang Zhou pun mulai memilih buku teknik spesial yang ada di lantai 8.
"Buku teknik di lantai 8 ini sedikit sekali,bahkan tidak sampai 30 buku teknik!" kata Yang Zhou.
catatan :
buku teknik terdiri dari beberapa tingkatan.
1.buku teknik biasa.
contoh:
Tingkat 1,tingkat 2,tingkat 3,tingkat 4,tingkat 5,tingkat 6,tingkat 7,tingkat 8.
2.buku teknik spesial.
3.buku teknik bumi.
4.buku teknik langit.
5.buku teknik surga.
6.buku teknik spirit.
7.buku teknik dewa.
Yang Zhou terus mencari buku teknik yang cocok untuknya dan akhirnya Yang Zhou menemukan sebuah buku hitam yang dikunci menggunakan rantai dan gembok.
"Hah?buku apa ini?kenapa buku teknik ini dikunci?" pikir Yang Zhou.
__ADS_1
"Sungguh aneh" kata Yang Zhou.
Yang Zhou mencoba mengambil buku aneh itu.
Tangan Yang Zhou seperti menembus sesuatu saat menyentuh buku itu dan kemudian kunci/gembok buku itu pun hilang.
Sang kakek yang melihat kejadian itu pun terkejut.
"Kau....bagaimana mungkin!" kata kakek tua itu.
"Ada apa senior?" kata Yang Zhou.
"T..tidak apa apa" kata kakek tua.
"Bagus lah kalau buku itu akhirnya bisa di buka" kata kakek tua itu.
"Dulu aku juga mencoba mengambil buku teknik itu dan buku teknik itu menolak ku....haha" kata kakek tua.
"Oh,benarkah!?" kata Yang Zhou.
"Benar nak,sepertinya buku itu bisa memilih tuannya sendiri" kata kakek tua.
"Memilih tuannya sendiri?" tanya Yang Zhou.
"Ya,beberapa jurus tertentu di atas tingkat surga bisa memiliki jiwa nya sendiri dan memilih tuannya" kata kakek tua itu.
"Oh,jadi seperti itu" kata Yang Zhou.
"Tunggu,berarti buku ini adalah buku ditingkat spirit atau bahkan tingkat dewa!" kata Yang Zhou.
"Iya nak,kau benar benar beruntung!" kata kakek tua itu.
"Luar biasa,aku tidak menyangka bisa menemukan buku teknik di atas tingkat surga!" kata Yang Zhou.
"Buku itu sebenarnya tidak sengaja di temukan oleh salah satu tetua perguruan pada 300 tahun lalu" kata kakek tua.
"Hebat sekali keberuntungan tetua itu ya haha" kata kakek tua itu.
"Iya,kalau begitu.....saya ijin pamit" kata Yang Zhou.
"Baiklah nak,lain kali kemari lah lagi haha" kata kakek tua.
Yang Zhou pun pergi dari menara jurus.
Yang Zhou pergi menuju asramanya.
"3 hari lagi akan diadakan uji peringkat,aku penasaran aku akan dapat peringkat berapa" kata Yang Zhou.
3 hari kemudian.
Arena tanding di bukit roh
"Hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu oleh para murid inti!hari dimana peringkat para murid akan di tentukan!" kata tetua ke 2.
"Mari bersama sama melihat perkembangan murid murid inti dalam 6 bulan yang penuh perjuangan ini" kata tetua ke 2.
"Tahun lalu Zhuo Feng sudah menempati peringkat 1 di antara murid inti,apakah tahun ini dia dia juga akan berada di peringkat 1?" kata tetua ke 2
"Kalau begitu,mari mulai uji peringkat pertama tahun ini!" kata tetua ke 2.
Catatan :
Uji peringkat diadakan 6 bulan sekali dan akan menentukan peringkat murid inti.
Aturan uji peringkat ini adalah murid inti peringkat 1 maju ke arena dan akan ditantang oleh murid inti yang lain yang merasa sudah bisa mengalahkan sang peringkat 1.
Siapa yang bisa mengalahkan sang peringkat 1,dia akan menggantikan posisi murid tersebut dan menjadi peringkat 1.
Uji peringkat di mulai.
"Siapa penantang pertama?"
"Aku!" kata salah satu murid inti.
"Baiklah,silahkan masuk ke arena tanding" kata tetua ke 2.
Semua murid inti dikalahkan oleh sang peringkat 1.
Selang beberapa pertandingan,Yang Zhou pun maju ke arena tanding.
__ADS_1
Pada saat itu tidak ada orang lagi yang berani menantang.
"Penantang selanjutnya?"
"Apakah tidak ada yang mau maju lagi?jika tidak ada,peringkat 1 murid inti akan di pegang oleh Zhuo Feng lagi tahun ini" kata tetua ke 2.
"Tidak ada?"kata tetua ke 2.
"Aku ingin menantang!" kata Yang Zhou.
"Baiklah silahkan memasuki arena" kata tetua ke 2.
Yang Zhou memasuki arena.
:
"Aku Yang Zhou,menantang Zhuo Feng" kata Yang Zhou.
"Baiklah,silahkan serang aku duluan" kata Zhuo Feng dengan sombongnya.
"Dasar sombong,akan kuberi dia pelajaran" pikir Yang Zhou.
"Terimakasih banyak,kalau begitu permisi"kata Yang Zhou.
Yang Zhou langsung melesat dan menghempaskan Zhuo Feng keluar arena.
"Y..Yang Zhou menang!" kata tetua ke 2.
"Apa yang barusan terjadi?" kata penonton.
"Aku sama sekali tidak melihatnya bergerak!" kata penonton.
"Apakah ada penantang lagi?" tanya tetua ke 2.
Penonton terdiam dan tidak berani menantang lagi.
"Baiklah,karena tidak ada yang menantang lagi,Yang Zhou akan menjadi sang peringkat 1 murid inti tahun ini" kata tetua ke 2.
"Apa ada keluhan?" tanya tetua ke 2.
"Baiklah sudah diputuskan" kata tetua ke 2
Acara selesai dan Yang Zhou kembali ke asramanya.
"Membosankan sekali,lebih baik aku mempelajari jurus yang aku ambil di menara jurus tadi" kata Yang Zhou.
"Jadi nama jurus ini adalah bola lubang hitam" kata Yang Zhou.
"Nama yang menarik" kata Yang Zhou.
"Jurus tingkat spirit ya,bagus sekali!"
"Disini tertulis bahwa semua elemen bisa mempelajari jurus ini,tapi tingkat dan pengendalian elemen itu sudah harus tinggi" kata Yang Zhou.
"Untungnya sekali lagi berkat naga hitam yang memberikan ku kekuatan utuh dari elemen petir hitam yang terbakar,tingkat pengendalian elemen ku sudah meningkat ke tingkat yang luar biasa" kata Yang Zhou.
"Dikatakan jika sang pengguna jurus ini harus memiliki wawasan dan jiwa yang kuat!karena jika tidak,mungkin tubuh dan jiwa sang pengguna bisa terhisap ke lubang hitam ini" kata Yang Zhou.
"Ada 2 bab di buku teknik ini" kata Yang Zhou.
"Bab 1 dapat membuat/memunculkan lubang hitam/ruang hampa dan membuatnya menjadi serangan yang memiliki daya rusak luar biasa serta membuat apapun yang terhisap kedalamnya dipastikan akan lenyap" kata Yang Zhou.
"Bab 1 nya saja sudah sekuat ini,benar benar jurus tingkat spirit!"kata Yang Zhou.
"Lubang hitam itu adalah lubang yang dapat menelan apapun dan tidak dapat di hancurkan" kata Yang Zhou.
"Wawasan naga hitam benar benar luas!" kata Yang Zhou.
"Bab 2 dapat membuat sebuah ruang di alam spiritual yang dapat menyimpan/melenyapkan apapun" kata Yang Zhou.
"Membuat ruang penyimpanan di ruang spiritual ya,hmm.....luar biasa"kata Yang Zhou.
"Kapasitasnya tidak terbatas!" kata Yang Zhou.
"Pada tingkat 2(bab2) ini,sang pengguna juga dapat memodifikasi jurus ini untuk menciptakan sebuah tameng atau bahkan senjata!
"Jurus ini tentu tidak akan mudah untuk di pelajari" kata Yang Zhou.
"Baiklah!aku akan mempelajari jurus ini di alam spiritual ku" kata Yang Zhou.
__ADS_1
Yang Zhou mulai berkultivasi sembari mempelajari teknik barunya itu.