
Akhirnya Yang Zhou dapat keluar dari lilitan akar dan aura putih yang tak dikenalnya itu. Meskipun memerlukan usaha yang tak mudah, tetapi itu lebih baik dari pada kehilangan nyawa.
"Akh!.....sial, ginjal ku masih sakit. Sepertinya aku meremas ginjal ku berlebihan!"
Yang Zhou lalu mulai memasang kuda kuda kultivasi. Tetapi bukan untuk kultivasi, hal ini dilakukan Yang Zhou dikarenakan posisi itu sangat menguntungkan untuk mengalirkan energi ke seluruh tubuhnya secara cepat.
"Baiklah, sekarang energi iblis, Ki dan spirit milikku habis. Aku akan menggunakan energi suci ku"
Yang Zhou dengan perlahan mengalirkan dan memusatkan energi sucinya itu ke arah ginjalnya. Pada saat itu, Yang Zhou membuat sebuah jurus penyembuhnya sendiri.
"Aku membuat jurus baru!"
Jurus itu tanpa sadar terbuat dan terbentuk dengan sendirinya. Karena sebelumnya tak ada jurus yang dapat menyembuhkan organ dalam secara mandiri. Artinya, seseorang yang menderita luka dalam perlu seorang tabib untuk mengobatinya.
"Sedikit lagi"
Tak butuh waktu lama hingga ginjal Yang Zhou utuh sepenuhnya kembali.
"Bagus, begini lebih baik"
Ucap Yang Zhou sambil merentangkan kedua tangannya.
"Tunggu, sepertinya aku melupakan sesuatu yang penting. Hmm....."
Yang Zhou melupakan tujuan utamanya pergi ke hutan mati ini. Itu dikarenakan kejadian kejadian yang sedari awal sudah menimpanya.
"Apa yang aku lupakan? rasanya seperti ada yang mengganjal di pikiranku"
Yang Zhou terus berpikir.
"Ah! benar juga! aku hampir melupakan tujuan ku datang ke sini!"
Yang Zhou mulai mencari mawar putih suci. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Ke depan dan belakang. Namun ia sama sekali tak menemukan mawar putih suci itu. Seolah olah mawar putih suci itu menghilang bak di telan bumi.
"Kenapa? dimana mawar putih suci itu? kenapa tiba tiba menghilang?!"
Yang Zhou mulai panik.
"Setelah semua yang terjadi, mawar putih suci itu malah menghilang?! kenapa?!"
Yang Zhou mencari di sekitar lokasi tempat ia terlilit oleh akar putih itu. Waktu berlalu dengan cepat dan hari sudah mulai gelap.
"Tidak ada?! bagaimana bisa?!"
Yang Zhou semakin panik.
"Bunga itu hanya tumbuh sekitar 100 tahun sekali, sekarang ia menghilang, bagaimana caraku mendapatkan nya lagi?!"
Ucap Yang Zhou sembari terus mencari dengan menyebarkan auranya untuk melacak dan menganalisa seluruh daerah hutan mati.
"Tenanglah Yang Zhou, aku berada di sini"
Sebuah suara wanita yang sangat halus pun bergema di kepala Yang Zhou. Suara itu tiba tiba saja muncul dan terdengar di telinga nya.
"Dimana?! siapa?!"
Yang Zhou terkejut.
"Aku, mawar putih suci. Aku ada di dalam tubuhmu"
Ucap suara itu.
"Mawar putih suci?....bagaimana mungkin?! kau di dalam tubuhku?!"
Yang Zhou semakin terkejut.
"Ya, aku ada didalam tubuhmu. Tepatnya di dalam ruang jiwa mu. Sekarang, aku adalah penghuni dan penjaga ruang jiwa mu"
Ucap mawar putih suci.
__ADS_1
"..."
Yang Zhou terdiam.
"Tak perlu khawatir. Kau telah mengalahkan ku. Kau adalah tuan ku pada saat itu juga"
Ucap mawar putih suci.
"Tanaman obat tingkat raja memiliki jiwa dan kesadarannya sendiri?! bagaimana bisa?!"
Pikir Yang Zhou.
"Hmm...aku juga tidak mengetahuinya, tiba tiba saja aku memiliki kesadaran sendiri. Entah kapan itu terjadi"
Ucap mawar putih suci.
"Bagaimana bisa?! kau membaca pikiran ku?!"
Ucap Yang Zhou.
"Membaca pikiran mu? kau adalah tuan ku, aku tidak mungkin melakukan itu. Aku mengetahui apa yang kau pikirkan dikarenakan keberadaan ku yang berada dekat dengan jiwa mu. Artinya, hal ini terjadi secara alami"
Ucap mawar putih suci.
"Tidak tidak, itu tidak penting. Ada sesuatu yang jauh lebih penting dari pada kau membaca pikiran ku"
Ucap Yang Zhou.
"Hm?"
Mawar putih suci bertanya.
"Kau, kau bilang tadi bahwa kau adalah mawar putih suci kan?"
Tanya Yang Zhou.
Ucap mawar putih suci.
"Baiklah, jika kau memang benar mawar putih suci, apakah kau memiliki kemampuan penyembuhan jiwa juga?"
Tanya Yang Zhou.
"Ya, aku memilikinya. Ada apa tuan?"
Tanya mawar putih suci.
"Bagus! syukurlah!"
Yang Zhou akhirnya dapat menarik nafas lega. Tanpa basa basi lagi, Yang Zhou langsung pergi melesat menuju penginapan para tetua.
Penginapan para tetua
"Hari sudah mulai gelap. Tetapi Yang Zhou masih belum kembali juga"
Tetua pertama khawatir dengan apa yang akan terjadi pada Yang Zhou.
"Tenanglah kak. Masih tersisa tiga hari lagi hingga pertandingan dimulai"
Ucap tetua kedua dengan wajah sedih.
"Kakak kedua benar kak, bersabarlah sedikit lagi"
Ucap tetua ketiga.
"Bukan itu masalahnya. Kalian juga menyadarinya kan? hawa keberadaan ketua sudah mulai melemah. Aku khawatir besok ketua sudah tak dapat bangun selama lamanya"
Ucap tetua pertama.
"..."
__ADS_1
Seluruh tetua pun terdiam. Mereka jadi semakin panik dan khawatir tentang apa yang akan terjadi pada ketua akademi.
"Yang dapat kita lakukan saat ini hanyalah menunggu dan berdoa akan keselamatan dan keberhasilan Yang Zhou dalam membawa mawar putih suci itu kemari"
Ucap tetua pertama.
"Kau benar kak. Mari kita berdoa semoga Yang Zhou berhasil dan kembali dengan selamat"
Para tetua pun memanjatkan doa. Mereka berdoa agar Yang Zhou dapat kembali dnegan selamat bersama dengan obat pemulihan jiwa untuk ketua akademi.
Saat tengah berdoa, tiba tiba saja muncul sebuah portal ruang di sebelah tetua pertama. Dengan cepat, Yang Zhou pun keluar dari portal ruang itu.
"Hah! hah! hah!"
Nafas Yang Zhou tergesa gesa. Ia kelelahan karena terlalu banyak menggunakan energi.
"Yang Zhou! syukurlah!"
Para tetua langsung menghampiri Yang Zhou dengan wajah khawatir.
"Bagaimana? apakah kau sudah mendapatkan mawar putih suci itu?"
Tanya para tetua.
"Aku masih belum yakin. Tetapi aku akan mencoba sesuatu hal"
Ucap Yang Zhou sambil dengan perlahan mendekati ketua akademi yang tengah terbaring tak sadarkan diri.
"Mawar putih suci. Apakah kau bisa mendengar ku?"
Yang Zhou menggunakan pikirannya untuk berbicara dnegan mawar putih suci.
"Ya, tuan. Aku mendengar mu"
Ucap mawar putih suci.
"Bagus. Apakah kau bisa menggunakan kemampuan penyembuhan jiwa mu itu sekarang?"
Tanya Yang Zhou.
"Hm? apa maksudmu tuan? jiwa mu terlihat baik baik saja. Sama sekali tak ada kerusakan apapun"
Ucap mawar putih suci.
"Bukan itu yang ku maksud. Aku ingin kau menyembuhkan jiwa guruku. Apakah kau bisa melakukannya?"
Tanya Yang Zhou.
"Aku tidak tahu. Aku belum pernah melakukannya. Tapi mungkin aku bisa melakukannya?"
Ucap mawar putih suci.
"..."
Yang Zhou terdiam.
"Baiklah. Aku akan mencoba menyembuhkan jiwa guru ku. Semoga saja kemampuan bisa digunakan"
Ucap Yang Zhou dengan pikirannya.
"Baik tuan. Aku akan melakukan apa yang kau ingin untuk aku lakukan"
Ucap mawar putih suci.
Yang Zhou pun mulai menggunakan teknik penyembuhan jiwa mawar putih suci.
________________________________________________
2 chapter selanjutnya nanti malam lagi. Sekitar jam 9 atau jam 10.
__ADS_1