
Sesampainya di ruang obat, Liu Jia di baringkan di kasur lalu di hangatkan dengan kain. Gadis yang mengikuti di belakang Yang Zhou pun duduk di samping kasur adiknya itu lalu mengusap kepala Liu Jia dengan halus dan tampak penuh perasaan.
Dengan wajah sedih dan iba, gadis itu memegang tangan Liu Jia lalu menggosoknya untuk membuat suhu tangan Liu Jia meningkat.
"Baiklah, kalau begitu, aku permisi"
Yang Zhou hendak melangkah keluar.
"Tunggu! siapa namamu? aku belum pernah melihat murid seperti dirimu di sini selama 5 bulan ini. Kenapa kau menolong nya?"
Gadis yang menyebut Liu Jia sebagai adiknya itu menghentikan langkah Yang Zhou dan bertanya beberapa hal.
"Namaku, Yang Zhou. Aku baru saja masuk ke akademi YunXiang ini, apa untuk menolong orang lain itu membutuhkan sebuah alasan?"
Jawab Yang Zhou dan kemudian melanjutkan langkahnya untuk pergi dan kembali ke asramanya.
FYI : asrama Yang Zhou terletak di tepi danau. Bersebelahan dengan asrama laki laki yang di gabungkan menjadi beberapa tingkat bangunan yang menyatu. Asrama Yang Zhou di pisahkan karena guru akademi YunXiang yang begitu mengkhususkan Yang Zhou sebagai murid berbakat yang ia pandang sebagai sebuah harapan.
Saat sudah dekat dengan asrama Yang Zhou, ia merasakan adanya sebuah kelompok yang berkumpul di depan asrama nya.
Sekitar 5 atau 6 orang. Yang Zhou tidak mempedulikan nya dan tetap melanjutkan perjalanannya kembali ke asrama.
Di depan asrama Yang Zhou
Sekelompok remaja sedang berkumpul dan minum minum sembari menghisap rokok yang mereka racik sendiri. Tentunya mereka minum minum di tempat itu agar tidak ketahuan oleh guru dan tetua mereka.
"Hey, apa kau ingat ada bangunan sebagus ini di samping asrama kita?"
Ucap Yu Tian, seorang pemuda yang lebih tua 2 tahun dari Yang Zhou.
"Mana aku tahu, tapi sepertinya bangunan ini baru saja jadi....memang benar bangunan ini jauh lebih bagus dari pada asrama kita"
Ucap kelompoknya.
"Ingin masuk? ayo kita lihat siapa yang berani membuat bangunan nya di depan tempat kita berkumpul. Merusak pemandangan saja"
Kelompok itu mendekati asrama Yang Zhou dan mencoba masuk. Namun, Yang Zhou yang baru saja sampai dengan cepat langsung membuat lapisan pelindung untuk asrama nya agar tak tersentuh oleh siapapun.
__ADS_1
Yu Tian terpental karena reaksi dari lapisan pelindung itu. Yang Zhou sengaja tak membuat lapisan pelindung yang dapat membakar mereka, ia hanya akan membuat mereka terhempas.
"Akh!"
Teriak Yu Tian.
"Sialan! siapa yang menaruh lapisan pelindung di sini?! dasar bajingan! berani beraninya mempermalukan ku! keluar kau! jangan hanya berani menyerang sembunyi sembunyi!"
Yu Tian emosi dan memanggil Yang Zhou dengan kata kata yang kasar.
"Kau tidak apa apa?"
Tanya kelompok nya.
"Aku tidak apa apa?! aku hanya terhempas! bodoh! bantu aku! kenapa kau masih menanyakan hal yang sudah pasti?!"
Ucap Yu Tian dengan nada tinggi.
Yu Tian bangun dan kemudian berdiri lalu melihat sekitar. Yang Zhou datang dengan santai.
"Oi! apa kau yang baru saja menyerang ku?! kemari kau!"
"Ya, kenapa? kau ingin masuk ke rumah ku. Jadi aku harus memberimu teguran. Masih untung aku tidak membunuh mu"
Ucap Yang Zhou.
"Ha?! jadi kau! kau cari mati hah?! lihatlah! berapa banyak kami! aku yakin kau sudah ketakutan di dalam hati mu! jika kau tak ingin mati, maka kemari lah! terima beberapa serangan dari kami dan kau boleh pergi!"
Ucap Yu Tian.
"Kenapa aku harus membuang buang waktu ku untuk meladeni kalian? jika ingin menyerang ku, ya serang saja. Tidak perlu banyak omong, lagi pula serangan kalian tidak akan menimbulkan efek apapun"
Yang Zhou dengan santai masuk ke dalam asrama nya.
Kelompok itu mulai menyerang asrama Yang Zhou dengan kekuatan penuh, tetapi dampak serangan mereka itu malah memantul ke bangunan di sebelah asrama Yang Zhou.
"Sial! serangan kita dipantulkan ke asrama kita? sialan! lihat saja kau bocah! akan ku buat kau merasakan apa itu mati!"
__ADS_1
Sebuah rasa mulai muncul di hati Yu Tian. Perasaan itu adalah, rasa dendam dan kebencian.
Yang Zhou masuk ke dalam asramanya dan memutuskan untuk berkultivasi. Seperti biasa, Yang Zhou memilih untuk berkultivasi di alam spiritual nya.
Waktu begitu cepat berlalu dan matahari pun terbenam. Yang Zhou merasakan ada nya tanda tanda akan naik tingkat. Ia keluar dari alam spiritual nya dan mulai menstabilkan energinya.
Sebuah cahaya terang muncul dan Yang Zhou pun naik tingkat.
"Early immortality tahap awal! akhirnya sampai pada ranah ini! semakin tinggi tingkatannya, ternyata semakin sulit untuk naik ke tingkat selanjutnya"
Yang Zhou pun melanjutkan latihannya dengan pelatihan penempaan tubuh dan jiwa. Namun, hingga matahari hampir terbit, jiwa dan tubuh Yang Zhou masih belum menunjukan tanda tanda naik tingkat.
"Seperti yang aku duga. Tidak akan mudah menaikan tingkatan tubuh dan jiwa ku. Butuh lebih banyak usaha untuk membuat mereka naik tingkat"
Ucap Yang Zhou. Setelah selesai berlatih, Yang Zhou pun memutuskan untuk tidur.
Pagi hari datang begitu cepat. Yang Zhou hanya tidur selama 2 jam. Sungguh waktu tidur yang begitu singkat.
Yang Zhou bersiap untuk memulai kelas. Di dalam perguruan, pelatihan akan di lakukan di lapangan dan di dalam ruangan kelas. Namun, di dalam akademi, pelatihan hanya di lakukan di luar ruangan. Karena teknik teknik dasar dari pelatihan kultivasi sudah di pelajari di dalam perguruan.
Yang Zhou bangun dari tempat tidurnya dan bersiap untuk pergi mengikuti pelajaran. Setelah bersiap, Yang Zhou pun pergi menuju tempat yang telah di tentukan.
Terlihat sudah ada beberapa murid yang berkumpul. Salah satunya adalah wanita yang menyebut Liu Jia sebagai adiknya. Akan tetapi, Yang Zhou mengabaikannya karena merasa bahwa itu tak penting.
Yang Zhou pun duduk di sana dan mulai berlatih di alam spiritual nya sembari menunggu yang lainnya.
Alam spiritual Yang Zhou
"Aku rasa, serangan sayatan ruang ku masih sangat kurang untuk sebuah serangan cepat jarak jauh. Akurasi dan ketepatannya masih begitu kurang untuk lawan yang cepat dan jauh. Aku butuh, sebuah serangan yang cepat dan tepat. Seolah olah serangan itu sudah memutuskan siapa targetnya!"
Ucap Yang Zhou.
"Kalau begitu, aku akan mencoba memodifikasi sayatan ruang ku menjadi cepat dan akurat!"
Yang Zhou mencoba membentuk beberapa serangan kuat dari sayatan ruangnya. Beberapa kali percobaan ia lakukan untuk sebuah serangan yang ia harapkan.
Setelah hampir 1 jam.
__ADS_1
"Berhasil! serangan cepat dan akurat! Panah dimensi!"
Ucap Yang Zhou.