Strongest Martial Master

Strongest Martial Master
chapter 46


__ADS_3

Pertempuran itu memakan lebih dari 9000 jiwa prajurit kekaisaran spirit.


Bahkan sang kaisar spirit sendiri di bunuh tanpa mendaratkan satu pun goresan pada tubuh Yang Zhou.


1 Minggu berlalu.


Berita tentang ke kalahkan dan bekas pembantaian sepihak oleh satu orang anak anak dari sebuah kota kecil itu pun menyebar seperti air yang mengalir.


Nama Yang Zhou langsung melejit seperti roket dan di dengar hampir ke seluruh kekeisaran.


Berita ini pun sampai ke telinga sang raja spirit dan membuat ia tertarik.


Kekaisaran spirit, kediaman raja spirit, Afalon


"Apa sudah kau temukan informasi tentang bocah itu?" kata raja spirit.


"Maafkan saya yang mulia, bocah itu sangat misterius, saya hanya mendapatkan beberapa informasi kecil saja" kata sang bawahan.


"Tak apa, sekecil apapun informasi yang kau berikan, informasi tetaplah informasi" kata raja spirit.


"Terimakasih yang mulia, bocah itu adalah orang bernama Yang Zhou, dia sepertinya berasal dari kota Du, beberapa orang di kota Du juga mengatakan bahwa dia juga keluar masuk balai desa bersama anak dari kepala desa" kata sang bawahan.


"Begitu ya, hmm.....apakah ada yang lainnya?" tanya raja spirit.


"Tidak ada lagi yang saya temukan, maafkan saya" kata sang bawahan.


"Baiklah, pergilah gali informasi lebih dalam lagi tentang bocah itu, cari tahu apakah dia musuh atau teman, jika dia sampai menjadi musuh kita, mungkin akan terjadi peperangan besar di kekaisaran ini" kata raja spirit.


"Baik yang mulia" kata sang bawahan.


Kota Du, balai desa, kamar Yang Zhou


"Sudah lebih dari 1 bulan aku di alam spirit ini, aku masih belum menemukan jalan keluar dari tempat ini" kata Yang Zhou.


"Hah~, padahal aku sudah membunuh kaisar spirit, tapi kenapa tidak ada pasukan yang menyerbu kota Du?sayang sekali, padahal aku sudah sangat bosan" kata Yang Zhou.


"Berkultivasi di alam spirit membuat kultivasi ku meningkat 2 kali lebih cepat, sekarang aku sudah berada di ranah life extension tahap menengah" kata Yang Zhou.


"Yang Zhou!apa kau sudah bangun?" tanya Yan Xie dari balik pintu.


"Yan Xie?untuk apa dia datang pagi pagi sekali untuk membangunkan ku?apa jangan jangan?!hehe" pikir Yang Zhou.


"Ya!aku sudah bangun!" Yang Zhou membuka pintu.


"Ada apa? kenapa kau datang pagi pagi sekali?" kata Yang Zhou.


"I...itu, b....bisakah kau temani aku ke pasar?a.....aku ingin menunjukan sesuatu p....padamu" kata Yan Xie.


"Oh, baiklah" kata Yang Zhou dengan wajah kecewa.


"Ada apa?apa kau tidak mau menemani aku ke pasar?" tanya Yan Xie.


"T..tidak, aku tentu saja mau menemani mu kok, hehe" kata Yang Zhou.

__ADS_1


"Baiklah!kalau begitu, ayo berangkat!" kata Yan Xie.


"Baik baik, aku akan mandi dan bersiap dulu" kata Yang Zhou.


Beberapa saat kemudian, mereka pun berangkat menuju pasar.


Di perjalanan.


"K... kakak Yang, jangan terlalu jauh, n...nanti kau tersesat" kata Yan Xie sambil menarik baju Yang Zhou.


"Tenang saja Yan Yan, aku tidak akan tersesat" kata Yang Zhou sambil mengelus kepala Yan Xie.


"B...baiklah, t...tapi kau lebih mendekatkan lagi" kata Yan Xie.


"Baik, baik" kata Yang Zhou sambil mendekat ke Yan Xie.


"K....kau terlalu d...dekat!" bahu Yang Zhou menempel dengan bahu Yan Xie dan tangan mereka bersentuhan.


"Oh!maaf" kata Yang Zhou sambil mencoba agak jauh.


"T...tunggu!te...tetaplah seperti tadi, tak apa" kata Yan Xie dengan wajah memerah.


"O..oke" kata Yang Zhou.


"P...pundak kakak Yang menempel di pundak ku!bahkan tangannya bersentuhan dengan tangan ku!a...ap..apakah kita terlihat seperti kekasih!?" pikir Yan Xie.


"Yan Xie, Yan Xie, Yan Xie!" kata Yang Zhou.


"Eh?Y..ya!" Yan Xie terkejut.


"Eh!bukan apa apa!hehe" kata Yan Xie dengan pipi merona.


"Baiklah" kata Yang Zhou.


Yan Xie dan Yang Zhou pun membeli beberapa bahan makanan sampai siang hari.


"Kakak Yang, terimakasih sudah menemani ku berbelanja hari ini hehe" kata Yan Xie.


"Tak apa, aku juga senang bisa berkeliling kota Du" kata Yang Zhou.


"Oh iya, aku ingin menunjukan sesuatu padamu, ayo ikut aku" kata Yan Xie.


"Baiklah" Yang Zhou pun mengikuti Yan Xie sampai ke suatu tempat.


Mereka pun sampai di sebuah pohon besar yang tinggi sekali.


Yan Xie menuntun Yang Zhou masuk melewati lubang kecil yang ada di bagian belakang pohon besar itu.


"Tempat apa ini?" tanya Yang Zhou.


"Ini adalah tempat persembunyian ku saat aku sedang kesal pada ayahku atau saat di paksa menyambut putra kaisar sampah itu" kata Yan Xie.


"Begitu ya, jadi ini adalah tempat saat kau melarikan diri?" kata Yang Zhou.

__ADS_1


"Eh?b...benar" kata Yan Xie.


"Pemandangan dari atas sini lumayan bagus juga" kata Yang Zhou.


"Ya kan!aku juga selalu berpikir begitu!benar benar indah melihat kota Du dari atas sini" kata Yan Xie.


"Apa boleh, jika aku bosan, aku kesini juga?" tanya Yang Zhou.


"Tentu saja!" kata Yan Xie.


Mereka pun terus mengobrol dan bercanda di atas pohon besar itu hingga hampir sore.


"Eh!Yan Yan!apa kau tidak menaruh belanjaan mu di rumah dulu?" tanya Yang Zhou.


"Ah!aku lupa!bagaimana ini!pasti ibu akan memarahi ku!" kata Yan Xie.


"Pertama tama ayo kita turun dulu dan ke rumah mu" kata Yang Zhou.


"Baik" kata Yan Xie.


Setelah turun, Yang Zhou dan Yan Xie bergegas menuju rumah Yan Xie dengan buru buru.


Rumah Yan Xie


"Bagaimana ini?kenapa Yan Xie belum datang juga?apa terjadi sesuatu dengannya?!bagaimana ini?!" kata ibu Yan Xie.


"Tenanglah ibu, aku akan mencari kakak" kata adik Yan Xie, Qing Xie.


"Terimakasih Qing Xie, hati hati" kata ibu Yan Xie.


"Baiklah Bu, aku pergi dulu" kata Qing Xie.


Saat Qing Xie ingin pergi mencari Yan Xie, tiba tiba Qing Xie di hadang oleh beberapa orang dengan pakaian aneh.


"Siapa kalian?aku hanya ingin lewat, minggir" kata Qing Xie.


Orang orang dengan pakaian aneh itu tidak mengatakan apapun dan langsung menyerang Qing Xie.


Qing Xie terhempas dan membuat pintu rumah nya jebol.


"Akh!" kata Qing Xie.


"Ada apa ini!?Qing Xie!kau kenapa?" ibu Yan Xie terkejut.


"I...ibu, lari!" kata Qing Xie.


Orang orang itu menyerang lagi.


"Ibu!awas!" kata Yan Xie.


Serangan dari orang dengan pakaian aneh itu di bekukan.


"A...apa!?" orang orang itu terkejut.

__ADS_1


"Berani berani nya menyerang ibu Yan Xie?!cari mati hah?!kebetulan sekali aku sedang bosan!" kata Yang Zhou.


__ADS_2