
"Jika putra kaisar kerajaan sampai datang ke sini tanpa melihat Yan Xie, sudah dipastikan aku akan di turun kan dari jabatan ku dan akan berakhir di jalanan" kata kepala desa.
"Apa yang harus aku lakukan, apakah pangeran akan menerobos masuk?aku harus bilang apa jika ia menanyakan dimana putri ku?" Kepala desa bingung dan mulai panik.
"Ayah!kenapa kau lama sekali!cepat lah buka kan pintunya!kau mau membuat putri kesayangan mu ini menunggu berapa lama?" kata Yan Xie.
"Yan Xie!dia sudah kembali?syukurlah!" pikir kepala desa.
Kepala desa membuka kan pintu.
"Syukurlah kau kembali!ayo cepat bersiap siap!putra kaisar kerajaan akan datang untuk meminang mu!eh!" kepala desa terkejut melihat Yan Xie datang bersama seorang pria.
"Yan Xie!siapa anak ini?apakah dia kekasihmu?" tanya kepala desa.
"Eh?!b...b...bukan!dia bukan kekasih ku" kata Yan Xie.
"Lalu, kenapa dia datang ke sini?" kata kepala desa.
"Dia datang kesini untuk-" perkataan Yan Xie dipotong.
"Nak, ku peringatkan kau, jangan mendekati Yan Xie!putra kaisar sebentar lagi akan segera tiba di sini, pada saat itu, jika kau ingin mendapatkan Yan Xie, sudah dipastikan kau tidak akan hidup" kata kepala desa.
"Oh, begitu ya" kata Yang Zhou.
"500 meter dari sini, aku merasakan ada segerombolan orang menaiki kuda, sepertinya itu adalah putra kaisar yang ia bicarakan" pikir Yang Zhou.
"Lalu, apa yang akan terjadi jika aku bilang bahwa Yan Xie adalah kekasihku pada putra kaisar itu?" kata Yang Zhou.
"Apa!?apa kau benar benar kekasih Yan Xie!?apa benar begitu?" tanya kepala desa.
"Eh!?a..a....ak..aku, aku" wajah Yan Xie memerah.
"Hahaha, aku hanya bercanda" kata Yang Zhou.
"Putri mu terlalu cantik untukku, aku tidak pantas menjadi kekasihnya" kata Yang Zhou.
Mendengar ucapan Yang Zhou, wajah Yan Xie pun bertambah merah.
"Baguslah kau sadar nak, walaupun wajah mu tidak kalah dari seorang pangeran, tapi tetap saja kita rakyat biasa berbeda dunia dengan mereka" kata kepala desa.
"Yan Xie, masuklah untuk berdandan, jika putra kaisar kerajaan datang, kau akan terlihat tidak menghormatinya, cepat masuk dan ganti bajumu" kata kepala desa.
"Tapi ayah!aku tidak mau menjadi selir!dia sudah memiliki begitu banyak selir!aku tidak mau jadi salah satunya!" kata Yan Xie.
"Aku juga tidak ingin putri kesayangan ku menjadi selir, tapi, aku tidak bisa melakukan apapun jika kaisar sudah berkehendak" kata kepala desa.
"Datang" pikir Yang Zhou.
__ADS_1
"Oh!jadi kau tidak ingin aku jadikan selir?" putra kaisar kerajaan, Ming Yue datang dengan kereta berisikan para selir yang sedang melayaninya.
"M.....M.....Ming Yue!" kepala desa terkejut.
"Kenapa?kau tidak suka aku datang?" tanya Ming Yue.
"Datang sesuka hati dan sambil dilayani oleh para selir mu, kau mau mau melamar ku?!" kata Yan Xie kesal.
"Benar benar tak punya moral!" kata Yan Xie.
"Y...Yan Xie tenang lah" kata kepala desa.
"Heh!kalau tidak mau menjadi selir ku ya tidak usah menjadi selirku!sudah kuberi kedudukan menjadi selir masih tidak terima?wanita sepertimu itu seharusnya menjadi budak ku kau tahu!?dasar orang rendahan!" kata Ming Yue.
"Benar benar sampah" pikir Yang Zhou.
"Kau!" kata kepala desa.
"Kau apa?mau protes?memang benar kan, kau itu hanya kepala desa di desa kecil!kau harusnya sudah bersyukur putri mu menjadi budak ku, apa lagi selir ku!" kata Ming Yue.
"Hey!katakan, kau mau mati dengan cara apa?mati terbakar, atau mati terpotong? atau mati membeku?" kata Yang Zhou.
"Ha?!siapa kau?kau ingin membunuhku?hahaha, jangan bercanda, apa kau mampu?!" kata Ming Yue.
"Oh, kau mau menjadi bahan latihanku?" kata Yang Zhou.
"Silahkan, silahkan, toh kau akan menjadi bahan uji coba baju zirah baru ku,hahaha" Ming Yue meremehkan Yang Zhou.
Yang Zhou melempar sebuah bola kecil berukuran seperti kelereng.
"Pfftt!serangan sekecil itu mau menggores zirahku juga tidak akan bisa!hahaha" kata Ming Yue.
"Yang Zhou, kau tidak akan bisa menembus zirah nya!zirah itu terbuat dari bahan logam nomor 5 terbaik di kerajaan, kau tidak mungkin bisa me-" Yan Xie terkejut.
Bola itu melaju dengan lambat sehingga Ming Yue meremehkannya.
Bola itu menyentuh zirah Ming Yue dan masuk ke dalam tubuh Ming Yue.
"Hahaha!bahkan bola ini tidak menggores zirah ku!apa apaan itu!" Ming Yue menertawakan serangan Yang Zhou.
"Oh~" kata Yang Zhou.
"Hah!serangan sampah mu ini hanya akan mempe-" bola itu meledakkan tubuh Ming Yue menjadi berkeping keping seperti balon yang meledak.
"A...a..apa yang terjadi?" kata kepala desa.
"Ming Yue......baru saja meledak, apa itu karena serangan Yang Zhou?" pikir Yan Xie.
__ADS_1
Para selir Ming Yue terkejut dan histeris.
"Pangeran!" kata para pengawalnya.
"Kau!kau membunuh pangeran!kau pasti akan mati!" kata para pengawalnya.
"Wah, aku takut sekali" kata Yang Zhou.
"Kau!berani beraninya meremehkan kaisar!" kata para pengawalnya.
"Apa?kalian mau mati juga? kalau tidak mau, cepat pergi dari sini, merusak pemandangan saja" kata Yang Zhou.
"K..kami" pengawal itu ragu untuk mengancam Yang Zhou.
Para pengawal itu pun pergi.
"Yang Zhou, kau terlalu sembrono" kata Yan Xie.
"Nak, siapa kau sebenarnya, Ming Yue itu ada di ranah spiritual energy formation dan kau menghabisinya hanya dengan jurus kecil seperti itu" kata kepala desa.
kepala desa itu mengamati Yang Zhou lebih dekat.
"Kau!kau seorang manusia?!" tanya kepala desa.
"Ya" kata Yang Zhou.
"B...bagaimana mungkin seorang manusia bisa datang ke alam spirit?!" kata kepala desa.
"A...apa mungkin!" kepala desa menggunakan mata spiritnya.
"Kau!kau adalah manusia pilihan Dewi spirit!" kata kepala desa.
"Hm!itulah kenapa, aku membawa Yang Zhou kemari" kata Yan Xie.
"Jika tahu kau adalah manusia pilihan Dewi spirit, aku rela Yan Xie menjadi istrimu" kata kepala desa.
"A...apa.....apa yang kau bicarakan!" wajah Yan Xie memerah.
"Ah, kepala desa terlalu baik, aku juga tidak tahu apa itu manusia pilihan Dewi dan sebagainya, aku tidak yakin dengan itu" kata Yang Zhou.
"Sudah dipastikan!kau adalah manusia pilihan Dewi spirit, tapi kau telah membuat masalah di kekaisaran, mungkin ini akan sulit" kata kepala desa.
"Ah, itu bukan masalah besar, aku akan bertanggung jawab atas Masalah yang ku buat" kata Yang Zhou.
"Jadi, bisakah kau memberi tahu ku tentang apa itu Dewi spirit dan lain sebagainya" kata Yang Zhou.
"Oh tentu" kata kepala desa.
__ADS_1
Kepala desa pun menceritakan semua yang ia ketahui.
"Jadi begitu" kata Yang Zhou