
"Apa?ikut denganmu?kenapa aku harus ikut dengan mu?" tanya Yang Zhou.
"Maafkan aku sebelumnya, aku tidak tahu bahwa kau adalah orang pilihan Dewi spirit" kata wanita itu.
"Orang pilihan Dewi spirit?apa itu?" kata Yang Zhou.
"Orang orang pilihan Dewi spirit adalah orang yang menerima energi spirit dari Dewi spirit" kata wanita itu.
"Orang orang terpilih itu adalah seorang manusia yang ditakdirkan untuk menyelamatkan bangsa demi spirit pada ramalan" kata wanita itu.
"Menyelamatkan bangsa demi spirit?apa maksudmu?" kata Yang Zhou.
"Intinya adalah, orang yang telah terpilih dan diberikan energi spirit oleh Dewi spirit, akan menjadi penyelamat bangsa demi spirit kami melawan perang besar spirit beast master" kata wanita itu.
"Perang besar spirit beast master?apa lagi itu?" kata Yang Zhou.
"Sudahlah, ikut aku saja dulu, nanti ketua akan menjelaskan padamu" kata wanita itu.
"Apa yang ia katakan?memang benar aku memiliki energi spirit, tapi aku tidak tahu energi spirit ini ada hubungannya dengan alam spirit" pikir Yang Zhou.
"Akan kulihat nanti" pikir Yang Zhou.
Beberapa menit kemudian.
"Hey, tunggu" kata Yang Zhou.
"Ada apa tuan?" kata wanita itu.
"Berhentilah memanggilku tuan, umur kita sama jangan terlalu formal" kata Yang Zhou.
"Panggil saja aku Yang Zhou" kata Yang Zhou.
"B...baik Y...Yang Z...Zh... Zhou" wanita itu tampak gugup.
"Hey, kenapa kau gugup?biasa saja, itu hanya namaku" kata Yang Zhou.
"I...iya tuan, maafkan aku hanya saja.." wajah wanita itu memerah.
"Apa masih jauh?kita berjalan terlalu lambat" kata Yang Zhou.
"I...iya, kurang lebih masih 20 kilo meter lagi dari sini" kata wanita itu.
"Siapa namamu?" kata Yang Zhou.
"Y...Yan Xie" kata wanita itu dengan malu malu.
"Baiklah, Yan Xie, ayo berjalan lebih cepat" kata Yang Zhou.
"Y...Yan Xie?!" wajah Yan Xie tampak memerah lagi.
"Ada apa?kenapa wajahmu memerah?" tanya Yang Zhou.
"T..tidak apa apa, aku akan berjalan lebih cepat" kata Yan Xie.
"Jika begini terus, kita akan sampai malam hari, ayo ikuti cara ku" kata Yang Zhou.
"B. baik" kata Yan Xie.
__ADS_1
Yang Zhou kemudian mendekat ke Yan Xie.
"A...apa yang mau ia lakukan?" pikir Yan Xie.
Yang Zhou kemudian menggendong Yan Xie(menggendong Bridal style).
#Cari di google kalo gak tau.
"Eh!apa yang kau coba lakukan?" Yan Xie itu.
"Tenanglah, aku akan membawamu lebih cepat" kata Yang Zhou.
"B..baiklah" kata Yan Xie.
"Apa kau siap?aku akan menggunakan seperempat kekuatan penuh ku" kata Yang Zhou.
"A...aku siap" kata wanita itu.
"Kenapa ia menyuruh ku bersiap?apakah kecepatannya begitu cepat seperti petir menyambar?" pikir Yan Xie.
"Baiklah!aku mulai!" kata Yang Zhou.
Yang Zhou kemudian melesat dengan seperempat kecepatan penuhnya dan sampai hanya dalam beberapa detik.
Selama beberapa detik itu, Yang Zhou sudah keluar dari hutan itu.
Yan Xie yang shock terdiam sesaat.
"Benar benar melesat seperti petir" pikir Yan Xie.
"Baiklah, kita sudah keluar dari hutan" kata Yang Zhou.
Yan Xie memastikan bahwa ia benar benar keluar dari hutan.
"Aku benar benar keluar dari hutan!apa Yang Zhou adalah monster?!bahkan orang tercepat di kota spirit saja tidak mungkin melewati 100 meter hanya dalam beberapa detik" pikir Yan Xie.
"Benar benar manusia pilihan Dewi spirit!" pikir Yan Xie.
"Yan Xie, dimana tempatmu tinggal?" kata Yang Zhou.
"Ah, di kota Du, tidak jauh dari sini, kita bisa naik kereta kuda ke sana" kata Yan Xie.
"Baiklah" kata Yang Zhou.
Mereka pun menyewa beberapa kereta kuda.
Beberapa menit kemudian.
Kota Du
"Akhirnya sampai" kata Yan Xie.
"Hey, Yan Xie, aku ingin bertanya" kata Yang Zhou.
"I..iya?" kata Yan Xie.
"Kenapa mereka melihatku biasa saja?aku kan manusia, tadi kau melihatku seperti melihat cacing" kata Yang Zhou.
__ADS_1
"Eh?itu.....karena kau memiliki energi spirit yang sama seperti kami, hehe, jadi mereka tidak mengetahui bahwa kamu seorang manusia, kecuali mereka menggunakan mata spirit untuk melihatmu" kata Yan Xie.
"Oh, begitu ya" kata Yang Zhou.
"Benar" kata Yan Xie.
"Ada satu hal lagi yang membuatku penasaran" kata Yang Zhou.
"Apa itu?" kata Yan Xie.
"Setiap kali aku memanggil namamu, Kenapa wajahmu selalu memerah dan kau kelihatan gugup?" tanya Yang Zhou.
"I...itu karena......di alam spirit, jika kau memanggil lawan jenis mu dengan nama lengkapnya, itu berarti kau sedang m....me...melamarnya untuk dijadikan p...pa...pasangan hidup" kata Yan Xie dengan malu malu.
"Biasanya sebutan menggunakan nama lengkap seseorang hanya digunakan untuk keluarga dan sahabat bagi sesama jenis" kata Yan Xie.
"O..oh!begitu! maafkan aku, aku tidak tahu" kata Yang Zhou.
"T....tak apa, aku t....tidak keberatan" kata Yan Xie.
"Apa?" kata Yang Zhou.
"B...bukan apa apa!" kata Yan Xie.
"Oh, baiklah, kalau begitu, kalian bangsa demi spirit memanggil teman kalian apa?" kata Yang Zhou.
"Kami memanggil teman kami dengan panggilan yang kami buat sendiri" kata Yan Xie.
"Maksudmu?" tanya Yang Zhou.
"Seperti julukan kurang lebih" kata Yan Xie.
"Oh!seperti julukan ya?hmm.....bagaimana jika aku memanggil mu.......Yan Yan saja?" kata Yang Zhou.
"B...baiklah" kata Yan Xie dengan wajah kecewa.
"Kenapa wajahmu terlihat begitu kecewa?" tanya Yang Zhou.
"T...tidak apa apa" kata Yan Xie.
"Baiklah" kata Yang Zhou.
"Yasudah, sekarang ayo kita menuju Balai kota untuk menemui ketua" kata Yan Xie.
"Baiklah" kata Yang Zhou.
Mereka pergi menuju balai kota.
Balai kota
"Duh, anak itu pergi kemana sih, aku hanya mengatakan bahwa dia tidak cocok menjadi petualang tapi malah pergi entah kemana, padahal putra kaisar kerajaan akan datang meminangnya hari ini, bagaimana ini?" kata kepala desa (ayah Yan Xie).
"Aku khawatir Yan Xie tidak akan kembali hingga malam, dan putra kaisar kerajaan akan segera tiba, aku tidak tahu harus berbuat apa" kata kepala desa.
Tiba tiba Yan Xie mengetuk pintu balai desa.
"Apa itu putra kaisar?ia datang lebih cepat dari yang aku kira, apa yang harus aku katakan padanya?" pikir kepala desa.
__ADS_1
"Jika aku menolak lamarannya, mungkin aku akan di turunkan dari jabatan, tapi yang lebih penting adalah apa yang akan terjadi pada Yan Xie jika aku sudah turun jabatan?banyak pria yang ia tolak dan menyimpan dendam pada keluarga ku karena itu" kata kepala desa.
"Apa aku harus membuka pintu dan memberi alasan tidak masuk akal bahwa Yan Xie kabur?" kepala desa bingung.