
"Halo nak, kita bertemu lagi"
Ucap sang raja dengan senyum tipis ke arah Yang Zhou.
"Tidak perlu banyak basa basi. Langsung saja, aku membutuhkan mawar putih suci secepatnya"
Ucap Yang Zhou tanpa ekspresi.
Mendengar perkataan Yang Zhou yang terkesan tidak sopan itu, seluruh anggota keluarga kerajaan pun terkejut. Pesona Yang Zhou pun rontok bersamaan dengan berubahnya pandangan mereka terhadap Yang Zhou.
Namun, apa yang dikatakan Yang Zhou adalah hasil dari kekesalannya terhadap pengujian pengujian tadi yang Yang Zhou rasa sudah membuang banyak waktunya.
Memang benar, keluarga kerajaan terkejut dengan gaya bicara Yang Zhou, tetapi sang raja terkejut karena Yang Zhou menyebutkan sebuah bunga obat yang sangat langka.
"Nak, apakah tadi kau mengatakan bahwa kau membutuhkan mawar putih suci?"
Tanya sang raja untuk memastikan bahwa telinganya tidak salah dengar.
"Ya, aku membutuhkan bunga itu segera"
Ucap Yang Zhou.
"Jadi apakah kau meminta mawar putih suci untuk menjadi hadiah mu?"
Ucap sang raja.
"Benar, apakah kerajaan mu ini memiliki nya?"
Ucap Yang Zhou dengan sebuah langkah kecil mendekati sang raja.
"Jika dia mengatakan tidak ada, maka minimal aku harus memotong telinganya. Orang ini sudah sangat menguras waktuku untuk pengujian tak jelas tadi"
Pikir Yang Zhou sambil bersiap mengeluarkan pedangnya.
Di sini Yang Zhou berpikir bahwa memotong telinga sang raja adalah hal terbaik. Itu karena Yang Zhou sadar, bahwa jika Yang Zhou membunuh sang raja, maka seluruh kerajaan akan menjadi musuhnya. Yang Zhou berpikir bahwa hal itu akan sangat merugikan dirinya dan juga kerajaan YunXiang yang merupakan musuh bebuyutan kerajaan HuanZhu.
"Kami memiliki mawar putih suci"
Ucap sang raja.
"Benarkah?!"
__ADS_1
Yang Zhou terkejut dan mulai bersemangat.
"Namun, bukan di kerajaan ini. Melainkan di hutan mati di sebelah selatan kerajaan ini"
Ucap sang raja.
Yang Zhou tak mengatakan apapun dan langsung menghilang dalam sekejap. Tanpa suara, Yang Zhou melesat meninggalkan sisa sisa kilatan kilatan hitam di jalurnya berlari.
Namun, setelah beberapa detik, jalur yang Yang Zhou lewati pun memunculkan bekas telapak kaki Yang Zhou yang di lapisi oleh alas kakinya. Membentuk sebuah jalan setapak di lantai istana.
Seluruh anggota keluarga kerajaan pun dibalut terkejut lagi. Kali ini bukan sekali, tetapi dua kali.
"Hey ayah! bukan kah di hutan itu ada sebuah beast kuno yang sudah hidup selama ratusan ribu tahun dan menjaga hutan itu?! apakah tak apa membuat dia pergi ke sana seorang diri?"
Anak bungsu sang raja khawatir.
"Ru Lan benar ayah! anak itu memang kuat, tapi di hutan itu juga di selimuti aura iblis yang sangat pekat bukan?! bagaimana jika anak itu malah mati?!"
Ucap si anak kedua.
"Ru Yan dan Ru Lan benar! bukan kah jika anak itu mati, kita sama saja orang yang membunuhnya?! ayah, apa kau tidak punya hati?"
Anak pertama pun ikut menunjukan rasa khawatirnya.
Ucap sang raja.
Hutan mati di sebelah selatan kerajaan HuanZhu
Sesampainya di hutan mati, tanpa pikir panjang, Yang Zhou langsung menerobos masuk ke dalam hutan itu. Mengabaikan seluruh energi iblis dan tekanan aura yang ada di sana.
Masuk dengan cepat tanpa memedulikan apapun yang di lalui nya. Bermodalkan pikiran bahwa ia akan segera menemukan mawar putih suci untuk menyelamatkan jiwa gurunya, Yang Zhou menghantam lapisan energi yang terbuat dari energi iblis saat memasuki bagian dalam hutan mati itu.
"Hutan ini memang pantas disebut hutan mati. Tak ada satupun pohon yang tak layu di sini. Aku sangat yakin, hutan ini memiliki suatu mahluk yang sudah hidup sangat lama di hutan ini hingga membuat hutan ini di penuhi energi iblis"
Ucap Yang Zhou.
"Mahluk itu kemungkinan besar adalah iblis ataupun binatang iblis. Hanya dua hal itu yang mampu aku perkirakan ada di sini. Mahluk mahluk biasa yang tidak memiliki energi iblis di tubuhnya tidak akan mampu bertahan bahkan jika hanya 1 menit"
Ucap Yang Zhou.
"Hutan mati ini cukup besar. Mungkin lebih baik aku mencari mawar putih suci itu dengan menyebarkan aura ku"
__ADS_1
Ucap Yang Zhou.
"Karena aku sudah mengetahui bentuk dari mawar putih suci ini dari ingatan naga hitam, maka semuanya akan jadi lebih mudah"
Ucap Yang Zhou.
Dengan harapan untuk menemukan mawar putih suci, Yang Zhou menyebarkan auranya.
Beberapa menit berlalu. Yang Zhou sudah hampir mencapai seluruh tempat di hutan mati. Namun hasilnya nihil. Yang Zhou sama sekali tidak menemukan tanaman yang hidup di huta mati itu.
"Sial! apakah orang itu menipuku?! di tempat ini bahkan tidak ada tanaman hidup!"
Yang Zhou kesal. Namun tiba tiba, sebuah suara beast yang sangat keras pun terdengar. Hal itu membuat sebuah hembusan angin yang menghantam tubuh Yang Zhou.
"Beast? dimana? aku sudah menggunakan aura ku untuk melacak mahluk hidup, tapi tak ada satupun mahluk hidup di sini. Bagaimana bisa?"
Pikir Yang Zhou.
Tiba tiba, ada suara gemuruh yang datang dari dalam tanah tempat Yang Zhou berdiri. Yang Zhou menyadari itu dan bersiap menghindar.
"Dibawah?!"
Yang Zhou bergerak ke belakang dengan langkah cepat. Mengambil sebuah langkah aman untuk menghindari sesuatu yang ada di dalam tanah pada tempatnya berdiri sebelumnya.
"Graaaaaaaa!!!"
Seekor cacing raksasa dengan kulit pucat yang terlihat bak cacing mati pun keluar dari dalam tanah. Tubuhnya di penuhi organ dan tulang yang terlihat seperti membusuk. Di selimuti aura iblis yang melapisi nya, cacing itu memiliki panjang lebih dari 50 meter.
"Ukuran yang sangat gila untuk sebuah cacing! bagaimana mungkin ia bisa tumbuh hingga sebesar ini?! sialan! ternyata memang benar, keluarga kerajaan itu sudah bermain main dengan ku! mereka bilang di hutan ini ada mawar putih suci, namun kenyataannya mereka berpikir untuk mencoba membunuh ku?! aku sudah terlalu banyak membuang waktu ku!"
Ucap Yang Zhou dengan penuh emosi.
Amarahnya memuncak. Membuat Yang Zhou naik pitam. Ia merubah wujudnya menjadi wujud raja dewa naga. Dengan penuh emosi, Yang Zhou memenggal kepala cacing itu dalam sekejap.
Pada saat itu, sambil mengendalikan emosi dan kekuatannya, Yang Zhou memutuskan untuk tidak membuang lebih banyak waktu. Keputusan itu ia ambil lantaran ingin segera pergi ke istana dan membunuh sang raja.
"Sudah kuduga, seharusnya aku tidak boleh percaya pada omong kosong orang orang itu!"
Ucap Yang Zhou dengan penuh kecewa.
Pada saat itu, Yang memutuskan untuk segera pergi ke istana. Namun tiba tiba, sebuah cahaya kecil berwarna warni pun muncul dari dalam tengkorak cacing itu. Menerangi Yang Zhou yang berdiri tepat di samping kepala cacing itu.
__ADS_1
"I-ini adalah!..."
Yang Zhou dikejutkan dengan sesuatu.