
"Bagaimana? apa aku sudah bisa membuat kontrak tuan dan pelayan denganmu? hehehe~" kata gadis itu.
"B...baiklah, dengan wujud mu ini, mungkin akan ku pertimbangkan" kata Yang Zhou.
"Tidak bisa! aku harus segera membuat kontrak denganmu!" kata gadis itu.
"Hmm.....bagaimana ya" Yang Zhou bingung.
"Banyak keuntungan yang akan kau dapatkan! percayalah padaku! aku bisa memasak, mencuci, dan kau juga bisa memperkerjakan ku menjadi pelayan di rumah mu! atau bahkan kau juga boleh menikahi ku! apapun asal kau mau membuat kontrak tuan dan pelayan!" gadis itu terus merengek.
"Baiklah, tapi, kau akan selamanya menjadi pelayan ku, apa kau sanggup?" tanya Yang Zhou.
"Sanggup! apapun akan kulakukan!" kata gadis itu.
"Baiklah, kita akan membuat kontrak tuan dan pelayan" kata Yang Zhou.
"Sebenarnya aku merasa tidak enak melakukan kontrak tuan dan pelayan denganmu, tapi ya sudahlah" kata Yang Zhou.
"Terimakasih banyak tuan!" kata gadis itu.
Kontrak tuan dan pelayan pun mulai di bentuk.
"Hanya perlu setetes darah ku, lalu beberapa mantra yang aku masukan di jiwa mu dan selesai!" kata Yang Zhou.
"Jurus ini di namakan kontrak jiwa, sebuah jurus yang aku buat sendiri barusan, ini jauh lebih kuat dari pada jurus kontrak tuan dan pelayan pada umumnya, dan jika kau sampai berkhianat, rantai jiwa yang ada di dalam jiwa mu akan meremukkan jiwa hingga musnah" kata Yang Zhou.
"A...apa?! kenapa kau kejam sekali?! padahal ini hanya kontrak tuan dan pelayan, kenapa jika sampai aku berkhianat harus menghancurkan jiwa ku? kau sangat kejam!" kata gadis itu.
"Itu salahmu karena mau membuat kontrak tuan dan pelayan denganku, walaupun kau secantik Dewi cinta sekalipun, jika kau berkhianat, maka, matilah satu satunya jalan bagimu" kata Yang Zhou.
"B..baiklah, aku mengerti" kata gadis itu.
Gadis itu kemudian meminum satu tetes darah Yang Zhou.
Tubuhnya mulai menunjukan tanda tanda peningkatan.
"Darah apa ini!? hebat sekali! padahal aku baru saja naik tingkat seminggu yang lalu!" kata gadis itu.
"Sudah, jangan banyak bicara, cepat selesaikan" kata Yang Zhou.
Beberapa saat kemudian, kontrak tuan dan pelayan pun selesai di bentuk.
"Baiklah, aku harus memanggilmu apa?" tanya gadis itu.
"Panggil aku, tuan! tidak, apa kau mau yang lebih bagus lagi? panggil aku, master, hahahaha" Yang Zhou bergurau dengan gadis itu.
__ADS_1
Gadis itu terdiam dengan wajah datar, seolah olah itu tidak lucu baginya.
"Baiklah, panggil aku sesukamu, nama ku Yang Zhou, kau boleh manggil ku dengan namaku" Yang Zhou berbalik dan hendak kembali menuju para prajurit spirit.
"Baik, Yang Zhou!" kata gadis itu.
"Tunggu, siapa namamu?" Yang Zhou berhenti sejenak dan menanyakan nam gadis itu.
"Hmm....beri aku nama!" kata gadis itu.
"Apa kau memerintahkan ku untuk memberi mu nama? aku Yuan mu ingat? bagaimana cara yang baik untuk meminta sesuatu pada tuan mu?" tanya Yang Zhou.
"T...tuan, b...berikanlah aku nama, aku mohon" kata gadis itu dengan wajah merona.
"Bagus, bagus! pelayan ku, aku akan memberikan mu nama yang cocok, hmm....sebentar biar aku pikirkan" kata Yang Zhou.
Yang Zhou pun memikirkan nama untuk gadis itu.
"Hmm....bagaimana dengan Lala?" tanya Yang Zhou.
"Lala? itu nama yang tidak buruk, baiklah, aku setuju!" kata Lala.
"Ah, ada satu hal lagi, aku belum memperkenalkan mereka padamu ya?" tanya Yang Zhou.
Huan Hu dan Thunderheart pun keluar.
Thunderheart dengan wajah yang sangar dan di penuhi kekuatan terlihat seperti bisa membunuh Lala kapan saja dengan keadaannya saat ini.
Huan Hu yang terlihat menawan nan imut terlihat begitu cantik namun masih memberikan kesan kuat pada Lala.
"Mereka adalah teman mu mulai sekarang" kata Yang Zhou.
"Wow, mereka tampak tak biasa" kata Lala.
"Thunderheart adalah roh spirit tingkat 14 dan Huan Hu adalah beast spesial yang langka tingkat 13, walaupun tingkat mereka masih di bawah mu, tapi jika kau berhadapan dengan mereka sebagai musuh, kau sudah pasti akan kesulitan" kata Yang Zhou.
"Begitu kah? mereka luar biasa, salam kenal!" kata Lala dengan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Salam kenal juga!" Huan Hu dengan senang hati juga mengulurkan tangannya.
"Salam kenal" kata Thunderheart dengan ekspresi datar.
Baiklah, kalian belum meminum darah ku bulan ini kan?" tanya Yang Zhou.
"Belum!" Thunderheart dan Huan Hu menjawab bersamaan.
__ADS_1
"Sepertinya mereka sangat menyukai darah mu ya, tuan, memang benar sih, darah mu itu sangat enak, bukan hanya enak, tapi kekuatan yang di hasilkan juga luar biasa" kata Lala.
"Jika mereka menyukainya, maka tak apa, aku juga ikut senang" kata Yang Zhou.
"Tuan, bolehkah aku juga meminta satu tetes lagi?" kata Lala.
Begitu Lala mengatakan itu, Thunderheart dan Huan Hu langsung mengeluarkan aura membunuh yang tertuju pada Lala.
"B..baiklah, aku rasa satu tetes sudah cukup hari ini" kata Lala dengan sedikit tertawa tipis.
"Kau tahu, jika kau meminum lebih dari 1 tetes setiap bulannya, maka semakin lama maka tubuhmu akan semakin rusak" kata Yang Zhou.
"Oh benarkah? aku tidak tahu itu" kata Lala.
"Benar, tidak dapat di pungkiri, meminum satu tetes darah ku dapat membuat seseorang naik tingkat begitu cepat, tapi akan berbeda jika meminum 2 tetes, itu akan memicu efek yang mematikan pada tubuh mu karena nutrisi yang berlebihan" kata Yang Zhou.
"Aku mengerti" kata Lala.
"Baiklah, Thunderheart, Huan Hu, kalian kembalilah" kata Yang Zhou.
Thunderheart dan Huan Hu pun kembali.
"Mereka sangat hebat ya, Thunderheart menyatu dengan aura mu, dan Huan Hu masuk ke dalam bayang mu, sungguh persembunyian yang mengesankan!" kata Lala.
"Tentu saja, mereka bukan sekedar roh spirit atau beast biasa, karena itulah aku menjadikan mereka sebagai bawahan ku, karena kau tidak bisa menyembunyikan diri seperti mereka, maka dari itu aku menyuruh mu merubah bentuk mu" kata Yang Zhou.
"Aku tahu, oleh karena itu, di dunia luar aku akan menjadi adik mu, atau kakak mu, atau lebih bagus lagi, menjadi kekasih mu? hehehe" kata Lala.
"Terserah apa katamu" kata Yang Zhou.
"Baiklah, ayo kita kembali" kata Yang Zhou.
Tempat para prajurit spirit menyelamatkan diri
"Sudah 2 jam, dan Yang Zhou belum juga datang, sepertinya dia memang sudah gugur melawan raja spirit beast, sungguh menyedihkan, anak semuda itu, berada di garis depan melindungi kami, sungguh malang!" para prajurit menangisi kepergian Yang Zhou.
"Kau benar, saat sampai di kekaisaran nanti, kita harus membangun patung penghormatan untuknya agar arwah nya tenang, hiks hiks" kata para prajurit dengan sedih.
"Yang Zhou! jasamu akan selalu kami ingat!" teriak para prajurit.
"Oh, terimakasih" kata Yang Zhou.
"Eh? kau belum mati? syukurlah!" para prajurit langsung berlarian memeluk Yang Zhou.
"Eh, kenapa kalian ini?" tanya Yang Zhou.
__ADS_1