Strongest Martial Master

Strongest Martial Master
chapter 85


__ADS_3

Yang Zhou menyayat pergelangan tangan nya dan meneteskan darahnya ke mulut kedua tetua itu. Seketika cahaya putih memancar dari tubuh kedua tetua itu.


Tak perlu waktu lama hingga tubuh kedua tetua itu sembuh sepenuhnya. Tak hanya itu saja, kedua tetua itu tampak menjadi lebih sehat dan kuat dari sebelumnya.


Kedua itu pun membuka mata mereka.


"Kakak!?"


Tetua ke pertama langsung terkejut karena merasakan tubuhnya kembali bugar dan prima. Ia mengingat bahwa tubuhnya telah hancur karena tertimpa puing puing bangunan.


"T-tubuh ku? luka luka ku tadi..."


Tetua ke empat juga membingungkan hal yang sama.


"Syukurlah!"


Tetua kedua dan ketiga menangis bahagia. Ketua akademi tersenyum tipis karenanya. Mereka berempat adalah saudara kembar yang saling menyayangi, oleh karena itu mereka berempat menangis.


"Baiklah, semua murid harap kembali ke tempatnya masing masing, Yang Zhou, kau ikutlah dengan ku"


Ucap ketua akademi.


Yang Zhou mengangguk.


Seluruh murid kemudian kembali ke asrama masing masing. Begitu juga dengan para tetua. Yang Zhou dan guru akademi YunXiang pergi ke aula diskusi.


Mereka duduk berhadapan dan mulai bicara dengan serius. Mata mereka terlihat begitu tenang. Dengan raut wajah yang sangat serius, guru akademi YunXiang mulai bertanya.


"Yang Zhou, aku akan menanyakan beberapa hal, dan kau harus menjawabnya dengan jujur"


Ucap guru akademi YunXiang dengan tegas namun tidak diliputi amarah.


"Ya, aku akan menjawabnya"


Ucap Yang Zhou.


"Baiklah, kalau begitu....kemana kau membawa kaisar kerajaan YunXiang?"


Tanya guru akademi YunXiang.


"Aku membawa nya kedalam ruang hampa milikku"


Jawab Yang Zhou.


"Lalu, apa dia masih berada di sana saat ini?"


Tanya guru akademi YunXiang.


"Tidak, dia sudah mati. Aku membunuhnya"


Jawab Yang Zhou.


"Apa?! kau membunuh kaisar kerajaan YunXiang?! bagaimana mungkin!"


Guru akademi YunXiang terkejut setengah mati.


"Apa itu aneh?"


Tanya Yang Zhou.


"Sangat luar biasa aneh! kau tahu? ada di ranah apa kaisar kerajaan YunXiang?!"


Tanya guru akademi YunXiang.


"Hmm.... early immortality?"


Tanya Yang Zhou.

__ADS_1


"Benar! kaisar kerajaan YunXiang berada di ranah early immortality. Dan kau bilang kau mengalahkannya?! apa kau memiliki bukti?"


Tanya guru akademi YunXiang.


"Ya, aku memilikinya. Jika kau bersedia, ikutlah dengan ku"


Ucap Yang Zhou.


Di dalam hati Yang Zhou, ia berpikir.


"Hah~, untung saja aku tidak membakar habis jasad kaisar kerajaan YunXiang. Aku terlalu terburu buru untuk sampai ke akademi YunXiang sehingga melupakan: jasadnya"


Yang Zhou membuka portal ruang nya. Mereka berdua pun masuk ke dalam portal ruang itu.


Ruang hampa Yang Zhou


Sesampainya di ruang hampa Yang Zhou, guru akademi YunXiang di arahkan menuju tempat dimana jasad kaisar kerajaan YunXiang berada.


"Lewat sini, guru"


Yang Zhou mengarahkan gurunya.


Setelah beberapa saat, Yang Zhou dan guru akademi YunXiang akhirnya sampai di tempat dimana jasad kaisar kerajaan YunXiang berada.


"I-ini! kaisar kerajaan YunXiang! caramu membunuh nya benar benar sangat sadis!"


Sang guru terkejut.


"Ada apa guru? apa aku membuat sebuah masalah untuk akademi YunXiang?"


Tanya Yang Zhou.


"Bukan itu, kau benar benar membunuh kaisar kerajaan YunXiang, ini adalah hal yang sangat sulit. Bahkan para tetua yang bekerja sama untuk mengalahkannya saja sudah cukup mengalami kesulitan"


Guru akademi YunXiang memegang bahu Yang Zhou.


"Nak, kau benar benar memiliki sebuah kemampuan! aku yakin, di pertandingan Tao Yun, akademi kita pasti memiliki harapan!"


"Guru, apa itu pertandingan Tao Yun?"


Tanya Yang Zhou.


"Ah, benar juga. Aku lupa memberitahu mu. Pertandingan Tao Yun adalah pertandingan antar akademi dari masing masing kerajaan besar yang ada di dunia ini"


Ucap guru akademi YunXiang.


"Sebuah pertandingan 20 tahun sekali yang menentukan peringkat akademi. Sekarang, akademi YunXiang berada di peringkat 4 dari 4 akademi. Sangat payah bukan? selama 1 abad ini, kami selalu kalah dalam persaingan dan tetap menjadi akademi peringkat 4"


Ucap guru akademi YunXiang.


"Jadi, dengan adanya dirimu di akademi YunXiang, dan bakat yang seperti ini, aku yakin; Akademi YunXiang pasti memiliki sebuah harapan kali ini"


Ucap guru akademi YunXiang.


"Ternyata begitu, tapi....apa tidak apa jika aku membunuh kaisar kerajaan YunXiang? bukankah ini akan menyebabkan ketidak seimbangan kekuatan di kerajaan YunXiang?"


"Tanya Yang Zhou.


"Sebenernya kematian kaisar kerajaan YunXiang adalah sebuah kerugian besar untuk kerajaan YunXiang, tapi bukan lah salah mu karena membunuhnya. Lagi pula kaisar kerajaan YunXiang sendirilah yang terbawa emosi dan menyerang akademi"


Ucap guru akademi YunXiang.


"Oh, jadi begitu...baiklah"


Ucap Yang Zhou.


"Baiklah, waktunya kita kembali. Aku akan membawa jasad kaisar kerajaan YunXiang untuk di serahkan kepada keluarganya"

__ADS_1


Mereka berdua pun kembali ke akademi YunXiang.


Akademi YunXiang


Yang Zhou dan seluruh murid akademi YunXiang bekerja sama untuk membersihkan puing puing bekas ledakan. Sebulan penuh di habiskan untuk membuat akademi YunXiang kembali seperti sedia kala.


Sesuatu hari saat Yang Zhou mengikuti kelas seperti biasanya.


Seorang pelayan datang menghampiri Yang Zhou.


"Tuan Yang, para tetua memanggilmu untuk pertemuan"


Ucap pelayan itu.


Para murid kelas Yang Zhou langsung terkejut.


"Pertemuan?! pertemuan para tetua?! apa kau serius?! kenapa para tetua memanggil Yang Zhou?!"


Ucap para murid. Mereka sangat mengagumi para tetua karena para tetua begitu kuat. Mereka bahkan sangat antusias saat mendengar kata pertemuan para tetua.


"Kalau begitu, kami juga ikut!"


Ucap para murid.


"Maafkan aku tuan dan nona sekalian. Tapi hanya tuan Yang Zhou lah yang di panggil untuk pertemuan"


Sang pelayan membungkukkan tubuhnya sebagai hormat.


"Hah?! tidak mungkin! pasti para tetua mema-"


Ucapan murid itu di potong.


"Maafkan aku tuan dan nona sekalian. Tapi hanya tuan Yang Zhou lah yang di panggil untuk pertemuan"


Pelayan itu mengulangi perkataannya dengan nada yang lebih tegas dan tanpa membungkuk.


"B-baiklah"


Para murid kembali tenang.


"Terimakasih atas pengertiannya. Kalau begitu, mari tuan Yang"


Ucap pelayan itu.


"Ya"


Yang Zhou dan pelayan itu pergi menuju ruang pertemuan para tetua. Sesampainya di depan pintu ruang pertemuan, pelayan itu pun pergi.


Yang Zhou membuka pintu ruang pertemuan dan masuk kedalamnya.


Para tetua sudah duduk di masing masing kursi nya. Mereka tampak santai dan tersenyum lebar.


"Selamat datang, Yang Zhou"


Para tetua menyambut Yang Zhou.


"Ah, ya"


Yang Zhou merasa aneh dengan sifat ramah mereka.


"Yang Zhou, hari ini, kami ingin membicarakan sesuatu padamu"


Ucap guru akademi YunXiang.


"Ya, bicarakan saja"


Balas Yang Zhou.

__ADS_1


"Begini, Perguruan Yin Wu....telah rata dengan tanah"


Ucap guru akademi YunXiang dengan ragu ragu.


__ADS_2