
Kakak Liu Jia pun sampai di depan asrama Liu Jia. Ia melihat asrama adiknya itu sudah menjadi sangat berbeda dari biasanya. Asrama Liu Jia yang kotor dan tak berbentuk kini telah menjadi sebuah bangunan indah yang tampak seperti baru.
"Eh? apakah ini benar asrama Liu Jia? aku tidak salah jalan kan? tunggu..."
Liu Jia memeriksa kembali jalan yang ia lalui. Mencoba memastikan bahwa itu adalah benar benar jalan menuju asrama Liu Jia. Ia kebingungan karena jalan yang ia lalui terasa sama saja, tapi ia sampai ke asrama yang tidak ia kenali.
"Bukankah ini jalan menuju asrama Liu Jia? apa yang terjadi dengan asramanya?"
Kakak Liu Jia pun dengan perlahan mencoba mendekati asrama itu. Ia melihat tanda pemilik asrama itu yang bertuliskan "Liu Jia".
"Ini benar benar asrama Liu Jia?! tidak bisa di percaya! apakah ini ilusi?"
Liu Jia masih ragu untuk percaya. Ia kemudian memutuskan untuk masuk ke asrama itu.
"Bau ini sangat harum. Tapi apakah ini benar benar kamar adikku?"
Begitu masuk, bau harum yang memikat pun tercium. Liu Jia merasa berada di rumah orang kaya. Sebuah tempat yang indah dengan bau bunga yang sangat wangi. Ia kemudian mencoba memasuki kamar Liu Jia.
Kakak Liu Jia memasuki kamar adiknya. Ia terkejut melihat adiknya tengah tertidur dengan keadaan tersenyum di atas kasurnya yang tampak sangat indah.
"Liu Jia? jadi ini benar benar asramanya? apakah aku bermimpi?"
Liu Jia tidak langsung senang dengan apa yang di lihatnya. Ia tahu, bahwa barang barang yang ada di asrama adiknya itu baru. Dan tentu saja harganya tidak murah. Ia tidak tahu siapa yang mampu membeli semua barang mewah ini.
"Barang barang ini, semua ini terbuat dari kayu berkualitas tinggi! harganya tidak mungkin sedikit!"
Ia menengok ke kiri dan melihat sepucuk surat yang terlampir di atas meja kayu di samping kasur adiknya. Itu adalah surat yang di tulis oleh Yang Zhou.
"Maaf aku harus langsung pergi. Tidak akan bagus jika aku terlihat berada di asrama Liu Jia. Besok aku akan menemui kalian. Adikmu sudah aku tenangkan"
Tulis surat itu.
Begitu membaca surat itu, perasaan khawatir dan penasaran Liu Jia pun hilang. Ia menjadi tenang.
"Anak ini, kenapa dia sangat baik padaku dan adikku?"
Walaupun bingung, tapi Liu Jia tetap berterimakasih didalam hatinya.
Pada waktu yang sama, ruang tetua
Para tetua yang tengah melakukan rapat dikejutkan dengan kehadiran Yang Zhou yang tiba tiba.
"Salam tetua tetua sekalian"
Ucap Yang Zhou secara tiba tiba.
Seketika para tetua terkejut. Mereka bahkan tidak merasakan adanya kehadiran mahluk hidup selain mereka.
"Anak ini! sejak kapan dia berada di sana?!"
Pikir ketua akademi.
"Dia! aku bahkan tak merasakan hawa keberadaan nya!"
Pikir keempat tetua.
Para tetua terdiam karena shock akan kedatangan Yang Zhou.
"Guru? tetua?"
__ADS_1
Tanya Yang Zhou.
"Nak"
Ucap ketua akademi.
"Hm?"
Ucap Yang Zhou.
"Kau..."
Ucap ketua perguruan.
"Ada apa guru? bicaralah"
Ucap Yang Zhou dengan perlahan duduk di salah satu kursi.
"Apakah kau mau membunuh ku?! hampir saja jantungku keluar dari dadaku!"
Ucap ketua perguruan sambil mengatur nafas.
"Ketua akademi benar nak, tidak baik datang secara tiba tiba seperti itu. Kami bisa mati mendadak karena serangan jantung"
Ucap tetua pertama dengan di susul anggukan dari para tetua lainnya.
"Eh? maafkan aku. Murid ini mengaku salah"
Ucap Yang Zhou.
"Sudahlah. Yang lebih penting, apakah kau sudah menyelesaikan persiapan mu untuk pertandingan ini?"
"Sudah, aku baru saja selesai menyelesaikannya hari ini dan langsung datang kemari"
Ucap Yang Zhou.
"Sepertinya itu benar. Aura dan tekanan di sini tiba tiba jadi meningkat saat kau tiba"
Ucap ketua perguruan.
"Energi mu juga sudah tak mampu kami lihat. Sudah berada di ranah apa kau sekarang?"
Tanya tetua pertama.
"Aku sudah berada di ranah Early immortality tahap menengah. Aku baru saja naik tingkat kemarin"
Ucap Yang Zhou.
"A-apa?! Early immortality tahap menengah?! apa kau serius?!"
Para tetua terkejut.
"Ada apa? apakah itu tidak normal?"
Yang Zhou bingung kenapa para tetua terkejut.
"Kau serius?! apa kau baru saja bertanya apakah itu normal atau tidak?!"
Ucap ketua kedua.
__ADS_1
"Apakah kau bercanda?! kau masih menanyakan itu?!"
Ucap tetua ketiga.
"Itu sangat tidak normal! perkembangan kekuatan mu sangat mengerikan! di usia semuda ini kau bahkan sudah mencapai ranah Early immortality! itu jelas tidak normal!"
Ucap ketua akademi.
"Eh?"
Yang Zhou semakin bingung.
"Lihatlah murid lain yang seusia dirimu! mereka bahkan belum mencapai ranah life extension! kau ingin membuat ku darah tinggi hah?!"
Ucap tetua keempat.
"Nak, itu bukanlah sesuatu yang normal. Tapi menjadi tidak normal itu tidak selalu buruk. Kau bahkan jauh lebih kuat dari murid murid lain, ini adalah sebuah berkah"
Ucap ketua akademi sambil menenangkan hatinya.
"Bahkan saat usia ku sama dengan mu dulu, aku hanya berada di ranah Bone compaction tahap puncak. Sial, anak ini sangat berbakat namun otaknya masih lah belum matang"
Ucap tetua kedua.
"Sudahlah. Lagi pula ini bukanlah sesuatu yang buruk untuk akademi YunXiang kita"
Ucap ketua akademi.
Para tetua mengangguk.
"Maafkan aku jika aku menyinggung kalian, ku pikir ini hal yang normal. Hehe"
Ucap Yang Zhou sambil mengusap kepala nya.
Catatan : bukan pikiran Yang Zhou yang belum dewasa. Tapi ia tidak pernah membandingkan kekuatan dan ranah siapapun dari usianya. Yang Zhou hanya tahu jika dirinya itu biasa saja. Ia tidak pernah berpikir bahwa orang orang yang berada di bawah ranah nya adalah orang yang lemah. Yang Zhou tidak pernah meremehkan musuhnya saat pertarungan.
"Kau tidak menyinggung kami, tidak apa. Itu bukanlah masalah"
Ucap ketua akademi.
"Baiklah"
Ucap Yang Zhou.
"Kembali ke topik awal pembicaraan. Kami ingin membicarakan sesuatu mengenai pertandingan Tao Yun dengan mu, Yang Zhou"
Ucap ketua akademi.
Yang Zhou mengangguk.
"Baiklah, kita mulai dengan seluruh persiapan mu"
Yang Zhou dan para tetua kemudian mendiskusikan segala sesuatu yang harus di persiapkan untuk pertandingan Tao Yun. Hal hal yang perlu di perhatikan, musuh musuh Yang Zhou yang akan di lawannya nanti, dan kemampuan kemampuan khusus yang mungkin membuat Yang Zhou kesulitan.
Mereka mendiskusikan itu hingga malam tiba. Waktu yang cukup lama untuk membahas pertandingan. Tepat tengah malam, perundingan pun selesai.
"Bersiaplah Yang Zhou. Pertandingan Tao Yun tahun ini akan di adakan di daerah netral Zyuran. Waktu tempuh nya adalah 2 Minggu. Kita akan berangkat esok hari"
Ucap ketua akademi.
__ADS_1