Strongest Martial Master

Strongest Martial Master
chapter 52


__ADS_3

Yan Xie masuk ke dalam kamar mandi yang sedang di gunakan oleh Yang Zhou untuk mandi.


"P..permisi" kata Yan Xie dengan memegangi handuk yang menutupi tubuhnya.


"Y..Yan Xie!kenapa kau ada di sini?!a...aku sedang mandi!" kata Yang Zhou sambil menutupi tubuhnya.


"A...aku akan membasuh punggungmu" kata Yan Xie dengan suara lirih.


"A ..a.....apa?!hey, kau sungguh sungguh?!" tanya Yang Zhou.


"Y..ya, a....aku akan membasuh punggungmu" kata Yan Xie.


"T...tapi Yan Xie, kita b.....belum sedekat itu" kata Yang Zhou.


"Tak apa, a.....aku sudah berjanji akan membasuh p....punggungmu, a....aku harus menepati janjiku" kata Yan Xie.


"B...baiklah jika kau b...begitu bersikeras" kata Yang Zhou dengan pipi mulai merona.


"Inilah awal perjalananan ku sebagai laki laki!" pikir Yang Zhou


"K...kalau begitu, aku mulai" Yan Xie mengambil sabun mandi dan mulai mengoleskannya ke tangannya.


Yan Xie mulai menaruh tangannya yang di balut sabun ke punggung Yang Zhou dan mulai membasuh.


"B....begini s...s....sudah benar belum?a....a....aku baru pertama kalinya m....membasuh punggung seorang l....laki laki, m...maafkan aku jika..... tidak b....begitu baik melakukannya" kata Yan Xie.


"Hm~, tak apa, k..kau membasuh dengan b...benar, jangan khawatir, t.....t....tanganmu sangat h.....halus" kata Yang Zhou dengan pipi merona.


"Oh, b...begitu ya, t....terimakasih" kata Yan Xie dengan pipi yang ikut merona.


"A...apa aku harus mengungkapkan perasaan ku padanya saat ini?i....ini saat yang tepat atau b...bukan?" pikir Yan Xie.


"Hey, Y...Yan Xie" kata Yang Zhou.


"Y...ya!a..ada apa?!" Yan Xie dengan spontan karena terkejut.


"Ah, aku hanya i...ingin mengatakan s... sesuatu" kata Yang Zhou.


"I...ini!a....apakah Y. Yang Zhou akan mengungkapkan c...cinta p....padaku?!" pikir Yan Xie.


"Y....ya k.... katakan saja" kata Yan Xie dengan penuh percaya diri dan pipi yang sudah sangat merah.


"I....itu, k....kau" Yang Zhou gugup.


"Y.. ya?a...aku k...kenapa denganku?" tanya Yan Xie.


"H....handuk mu" kata Yang Zhou.

__ADS_1


"Handuk?" pikir Yan Xie.


"H....h..... handuk mu l...lepas, t....tubuh mu t..terlihat" kata Yang Zhou.


"Oh, tubuh ku ter.....Li.......HAAATT!!!?a...a...a....a....aku...aku a....akan s...segera memakainya l...lagi" kata Yan Xie dengan cepat mengambil handuknya dan segera menutupi tubuhnya.


"K...kau!" kata Yan Xie dengan wajah sangat merah.


"Y...ya?" Yang Zhou gugup.


"Apa kau melihatnya?" tanya Yan Xie.


"T....tidak!a....aku tidak melihat sedikit pun!" kata Yang Zhou.


"Bohong!k....k...kau sudah m...melihat tubuh suci ku y....yang b...belum dilihat oleh siapapun!k.....k....kau harus m....menikahi ku untuk b...bertanggung jawab!" kata Y....Yan Xie.


"Eh!a....aku?m....menikah?" kata Yang Zhou.


"Y...ya, k....karena kau sudah melihat t..tubuh ku, m...maka kau harus b....bertanggung jawab!" kata Yan Xie dengan wajah tampak merajuk dan pipi merona.


"T...tapi" tiba tiba, ibu Yan Xie datang.


"Nak Yang?kenapa aku mendengar suara Yan Xie dari dalam kamar mandi?apa yang kalian lakukan di sana?" tanya ibu Yan Xie.


"Eh?bagaimana aku harus menjawabnya?aku tidak tahu harus menjawab apa" kata Yang Zhou.


"O...oh, semoga berhasil nak" kata ibu Yan Xie.


"E...eh!?d...didukung?bukannya a..aku seharusnya dianggap m...menodai Y...Yan Xie?a...apa ini bukan pelecehan?" pikir Yang Zhou.


"K...kakak Yang, karena aku sudah bilang seperti itu pada ibu, k....kau harus benar benar m....menikahi ku ya!" kata Yan Xie.


"T...tapi kita masih 13 tahun!ini masih terlalu awal bagi kita untuk m....menikah" kata Yang Zhou.


"Bukan masalah, k...kita bisa bertunangan dahulu, lalu m...menikah saat sudah cukup u...umur" kata Yan Xie.


"B....baiklah, terserah padamu" kata Yang Zhou.


"Ngomong ngomong, sudah lebih dari setengah jam kau di sini bersama ku, apa tidak apa apa?" tanya Yang Zhou.


"Eh!" Yan Xie langsung keluar dari kamar mandi.


"Dasar, padahal seharusnya jiwa ku kuat terhadap hal hal seperti ini, kenapa jantungku berdegup kencang pada Yan Xie?" pikir Yang Zhou.


"A...apa aku benar benar menyukai Yan Xie?" pikir Yang Zhou.


"Jika aku menikahinya, apa aku boleh membawanya pergi bersama ku?karena pasti suatu saat nanti aku akan pergi, tujuan ku bertambah kuat adalah membalaskan dendam seluruh keluarga ku, aku tidak boleh sampai melenceng dari tujuan ku dan menetap di satu tempat" kata Yang Zhou.

__ADS_1


"Meski aku menikahinya, aku harus membawa Yan Xie bersama ku untuk membalas dendam?itu terlalu berbahaya untuk Yan Xie, hmm.....aku jadi bingung" kata Yang Zhou.


"Aku harus tetap fokus pada tujuan ku!kuatkan prinsip mu Yang Zhou!jangan goyah karena seorang wanita!" kata Yang Zhou.


"T...tapi, jika aku tidak menikahinya, aku akan menyesal, bagaimana aku harus bertindak kedepannya?" pikir Yang Zhou.


Tiba tiba suara langkah kaki datang mendekat.


"Nak Yang, apa kau baik baik saja?" tanya ibu Yan Xie.


"Eh, aku baik baik saja, ada apa bu?" tanya Yang Zhou.


"Eh?dia memanggilku Bu?apa jangan jangan dia sudah mengakui ku sebagai mertuanya?" pikir ibu Yan Xie.


"Tidak, hanya saja kau sudah berada di kamar mandi lebih dari setengah jam, aku hanya khawatir" kata ibu Yan Xie.


"Oh, baiklah, aku akan keluar" kata Yang Zhou.


Ibu Yan Xie pun pergi dan Yang Zhou keluar dari kamar mandi.


Hari berganti.


Ruang makan


Yang Zhou dan keluarga Xie sedang sarapan pagi.


"Nak Yang, ada pesan dari raja spirit untuk mu" kata kepala desa.


"Ya?pesan apa?apakah dia mengirimkan ancaman?" tanya Yang Zhou.


"Tidak, raja spirit mengirimkan undangan untuk mu sebagai tamu kerajaan" kata kepala desa.


"Apa?kau yakin itu bukan sebuah tipuan?" kata Ibu Yan Xie.


"Aku juga berpikir begitu, tapi jika kau tidak datang, aku khawatir raja spirit akan tersinggung dan marah" kata kepala desa.


"Kakak Yang jangan percaya pada undangan itu!aku yakin itu jebakan!" kata Qing Xie.


"K...kakak Yang jangan gegabah" kata Yan Xie.


"Aku akan datang" kata Yang Zhou.


"Eh!itu terlalu berbahaya!" kata keluarga Xie bersamaan.


"Tak apa, jika ini memang jebakan, maka aku akan membereskan mereka bahkan jika harus menghancurkan kekaisaran spirit!" kata Yang Zhou.


"Tapi jika ini memang sebuah undangan semata, maka aku tidak akan melakukan apapun" kata Yang Zhou.

__ADS_1


__ADS_2