
Yang Zhou dengan cepat membekukan serangan dari orang dengan pakaian aneh itu.
"Apa?!serangan ku di bekukan!?" pikir orang dengan pakaian aneh.
"Hey, ada apa ini?kau cari mati hah?" tanya Yang Zhou.
Orang orang itu masih tidak berbicara.
"Kenapa diam saja?bisu ya?baiklah kalau begitu, sekalian saja mulut kalian ku bakar!" kata Yang Zhou.
Orang orang itu mulai menyerang lagi.
"Duh, kalian ini masih belum sadar juga?kalau aku bilang kalian mati ya mati!untuk apa serangan sia sia?!" Yang Zhou membakar mulut orang orang itu dan memotong kaki mereka secara bersamaan.
"Karena aku butuh informasi kalian, jadi aku akan sisa kan satu orang, siapa yang tidak mau ku bunuh?" tanya Yang Zhou.
Mereka terdiam dengan wajah panik menahan rasa terbakar yang terus ada di mulut mereka.
"Ku hitung sampai tiga, jika di antara kalian tidak ada yang mengaku, ku bunuh kalian semua dengan cara yang paling tidak manusiawi dan akan ku siksa jiwa kalian, lalu roh kalian akan ku bakar dengan api roh ku" kata Yang Zhou.
"1"
"2"
"3"
"A...aku akan katakan!akan ku katakan!" teriak mereka bertiga bersamaan.
"Bagus, anak baik" kata Yang Zhou.
"K...kami di suruh oleh kekaisaran!k...k...kami di minta untuk mencari tahu kekuatan mu yang sebenarnya!karena rumor yang beredar tentang mu, perdana menteri menyuruh kami untuk memeriksa kebenarannya!tolong ampuni kami!" kata orang orang itu.
"Jadi seperti itu, hmm.....begini saja, aku punya rencana" kata Yang Zhou.
Yang Zhou menggunakan jurus pengendali jiwa pada orang orang itu dan menyuruh mereka untuk kembali kekaisaran dan membunuh perdana menteri.
"Nah, sekarang, aku akan jelaskan apa yang harus kalian lakukan" kata Yang Zhou.
"Baik tuan, kami akan melakukan apapun" kata orang orang itu.
"Haha, bagus, bagus sekali" kata Yang Zhou.
"Sekarang, aku ingin kalian kembali kekaisaran lalu menghadap perdana menteri, lalu saat dia sendiri, bunuh dia!" kata Yang Zhou.
"Baik" kata orang orang itu.
"Baiklah, pergilah, kalian harus berhasil" kata Yang Zhou.
Orang orang itu kemudian pergi.
"Apa ada sesuatu yang aku lupakan?" pikir Yang Zhou.
"Hmm.......ah!adik Yan Xie!" kata Yang Zhou.
Yang Zhou kembali ke rumah Yan Xie.
"Yan Yan!apa adik dan ibu mu baik baik saja?" tanya Yang Zhou.
"Kakak Yang!adik ku tidak mau bangun!tangannya dingin sekali!bagaimana ini?!" Yan Xie menangis.
"Biar aku memeriksanya, tunggu sebentar" kata Yang Zhou.
__ADS_1
"Maaf, permisi" Yang Zhou membuka setengah baju Qing Yan untuk melihat titik lukanya.
"Kakak Yang!apa yang kau lakukan!" tanya Yan Xie.
"Aku hanya ingin menyembuhkan luka nya, jangan berpikir negatif" kata Yang Zhou.
"B...baiklah" kata Yan Xie dengan wajah merona.
"Ketemu!" Yang Zhou menemukan titik serangan orang orang itu yang berada di dada kiri Yan Xie.
Yang Zhou dengan cepat memberikan aliran api penyembuh di saraf saraf yang membeku akibat serangan tadi.
"Lukanya terlalu lama di biarkan" kata Yang Zhou.
"Tapi, bukan masalah buatku" kata Yang Zhou.
"Apa Qing Xie bisa di selamat kan?!" tanya Yan Xie.
"Bisa" kata Yang Zhou.
Tak berlama lama, Qing Xie akhirnya bangun.
"Ka...kakak" kata Qing Xie.
"Qing Xie!" Yan Xie langsung memeluk Qing Xie dengan cepat.
"Syukurlah!" kata Yan Xie.
"Ada apa kak?kenapa kau tiba tiba memeluk ku?" tanya Yan Xie.
"Kau lupa?apa kau hilang ingatan?tadi kau di serang oleh orang orang dengan pakaian aneh!untungnya kakak Yang langsung menyembuhkan mu!" kata Yan Xie.
"Tunggu, kak, dimana ibu?!" tanya Qing Xie.
"Kau benar!dimana ibu!?" teriak Yan Xie.
"Biar aku mencarinya" kata Yang Zhou.
Yang Zhou kemudian menyebarkan auranya dan menemukan ibu Yan Xie yang sedang pingsan, ibu Yan Xie pingsan akibat terbentur tembok.
"Ketemu!" kata Yang Zhou.
Yang Zhou langsung membawa ibu Yan Xie dan mengamankannya di dekat Yan Xie.
"Ibu!" kata Yan Xie.
"Syukurlah!" kata Qing Xie.
Yang Zhou lalu menggunakan api penyembuh untuk membuat ibu Yan Xie siuman.
Ibu Yan Xie membuka matanya.
"Yan Xie?Qing Xie?kenapa kalian melihatku begitu?" tanya ibu Yan Xie.
"Ibu!" kata mereka bersamaan sambil memeluk ibunya.
"Aduh, pelan pelan sedikit" kata ibu Yan Xie.
"Baiklah, kalau begitu, ayo kembali dulu" kata Yang Zhou.
"Baiklah" kata Yan Xie.
__ADS_1
"Nak, siapa pemuda tampan ini?" tanya ibu Yan Xie.
"Ah!dia adalah kakak Yang!" kata Yan Xie.
"Kakak Yang?apa?!kakak memanggil seorang laki laki kakak?apa aku sedang bermimpi?" kata Qing Xie.
"Jarang sekali kau memanggil seorang kakak, laki laki terlebih lagi" kata ibu Yan Xie.
"Apa jangan jangan!" kata ibu Yan Xie dan Qing Xie bersamaan.
"Jangan jangan?" Yan Xie tampak bingung.
"Dia adalah kekasih mu!" kata ibu Yan Xie dan Qing Xie.
"K...k...kekasih ku?" Yan Xie memerah.
"B...bukan bukan!d...dia adalah manusia pilihan Dewi spirit!M...ma...mana pantas aku menjadi kekasihnya" kata Yan Xie.
"M....manusia pilihan Dewi spirit!apakah kau benar benar manusia pilihan Dewi spirit!?" tanya Qing Xie dengan penuh penasaran.
"Aku juga belum sepenuhnya mengerti" kata Yang Zhou.
"K...kakak Yang adalah orang yang menyelamatkan nyawaku dan orang yang melindungi kota Du ini dari kaisar spirit yang menyerang bulan lalu" kata Yan Xie.
"Ah!jadi kau adalah manusia pilihan Dewi spirit!kau memang terlalu bagus untuk kakak" kata Qing Xie.
Mendengar kata kata adik nya itu, Yan Xie tampak kecewa.
"Jangan bilang begitu Qing Xie, kita tidak tahu siapa jodoh kita di masa depan nanti" kata ibu Yan Xie.
Mendengar ibunya mengatakan itu, Yan Xie tampak memiliki harapan lagi.
"Ahaha, kalian terlalu berlebihan memuji ku, aku tidak sehebat itu kok" kata Yang Zhou.
"Tidak tidak, kakak Yang adalah manusia pilihan Dewi spirit, memang benar benar orang yang luar biasa" kata Qing Xie.
"Baiklah, sekarang aku ingin menanyakan satu hal" kata ibu Yan Xie.
"Hm?" kata mereka bertiga bersamaan.
"Apakah nak Yang menyukai Yan Xie putri ku?" tanya ibu Yan Xie.
"I...ibu!a...a....a....apa yang k...kau katakan!?" tanya Yan Xie.
"Eh, bagaimana ya, kami baru saj bertemu, dan kami belum sedekat itu, hehe" kata Yang Zhou.
"Oh, begitu ya, baiklah jika itu yang kau katakan, tapi, jika kau ingin meminang salah satu putri ku sebagai istri, akan aku izinkan" kata ibu Yan Xie.
"A...a....apa yang ibu bicarakan!?" Yan Xie tampak malu.
"Aku juga tidak keberatan jika harus menjadi selir kakak Yang setelah kakak menjadi istri mu" kata Qing Xie.
"Eh, hahaha" kata Yang Zhou dengan wajah heran.
"Kau, apa yang kau katakan, a....aku mana mungkin menjadi istrinya, m....mungkin menjadi selirnya saja sudah cukup sulit" kata Yan Xie.
"Kalian benar, berjuanglah" kata ibu Yan Xie.
"Hahaha, maaf mengganggu pembicaraan kalian, tapi hari sudah hampir malam, ayo kembali dahulu" kata Yang Zhou.
"Oh, kau benar" kata mereka bertiga bersamaan.
__ADS_1