Strongest Martial Master

Strongest Martial Master
chapter 65


__ADS_3

"Kaki kasurnya patah?"


Yang Zhou memeriksa bagian bawah kasurnya dan mendapati kaki kasur yang sudah patah.


"Sekarang aku mengerti kenapa anak anak di sekitar sini memasang nama itu untuk penginapan ini"


Yang Zhou kemudian bangun dan bersiap untuk berangkat menuju ke kerajaan Cheng Yi di selatan.


"Aku tidak tega melihat seorang pria tua mengurus penginapan ini seorang diri, mungkin aku akan memberinya beberapa koin emas"


Yang Zhou keluar dari kamarnya dan kemudian pergi untuk berangkat. Sebelum berangkat, Yanng Zhou menghampiri pria paruh baya itu.


"


"Terimakasih, ini uangnya"


Yang Zhou memberikan 200 koin emas pada pria tua itu.


"Tu-tuan, ini.....bukankah ini terlalu banyak?"


Pria tua itu terlihat kebingungan dengan apa yang ia terima.


"Tak apa, simpanlah uang itu untuk kehidupan anda, dan pekerjakan orang untuk memperbaiki penginapan ini"


Pria tua itu kemudian menangis karena bahagia.


"Terimakasih banyak tuan! kau begitu dermawan! orang orang terus mengejek dan menertawakan penginapan ku! aku pasti alan mengingat jasamu seumur hidupku!"


Pria tua itu kemudian bersujud tepat di depan kaki Yang Zhou.


"Eh? tuan, berdirilah kumohon"


Yang Zhou mencoba membangunkan pria tua itu dan kemudian pria tua itu pun bangun lalu mengusap air matanya yang terus keluar.


"Tuan kau sungguh sangat baik hati, aku berjanji, saat penginapan ku sukses nanti, bahkan saat ada seorang raja sekalipun yang mau menginap, aku pasti akan mendahulukan mu!"


Pria itu mengucapkan itu dengan lantang.


"Terimakasih, aku sangat menghargai itu, kalau begitu, aku pergi dulu, bangunlah sebuah penginapan yang bagus dan suatu hari nanti, aku akan berkunjung ke sini"


Pria itu tersenyum lebar dan terlihat begitu senangnya, yang Zhou pun pergi.


Saat di tengah perjalanan, Yang Zhou terpikir kan sesuatu.


"Rasanya, seperti aku melupakan sesuatu, hmmm...."


Yang Zhou berpikir dan terus mencoba mengingat apa yang ia lupakan. Lalu, ia teringat satu hal.


"Benar juga! Yan Xie dan Qing Xie! aku melupakan mereka karena terlalu fokus dengan paman ku, dan Lala! sial, aku juga lupa dengan Lala. Apa yang akan terjadi jika Lala di alam spirit tanpa aku?"


Yang Zhou kemudian kembali terpikirkan oleh sesuatu.


"Portal ruang! tapi, portal ruang pasti bisa membawaku ke alam spirit! selama aku masih mengingat tempatnya, pasti bisa!"


Yang Zhou pun membuka sebuah portal ruang dan masuk ke dalamnya. Ia sudah menargetkan bahwa portal ruang itu keluar tepat di balai desa kota Du.


Alam spirit, kota Du

__ADS_1


"Kenapa kakak Yang pergi begitu saja, padahal aku sudah bersiap siap ingin menyatakannya"


Pikir Yan Xie sembari menyapu halaman depan balai desa dengan wajah murung.


"Kakak Yang jahat sekali, setelah mengalahkan raja spirit beast dia pergi begitu saja, padahal aku ingin menjadi istrinya, apakah dia akan kembali?"


Pikir Qing Xie sambil duduk tepat di teras balai desa dengan wajah yang murung juga.


Mereka sedih dan menyayangkan kepergian Yang Zhou yang tanpa memberi mereka kabar.


Yang Zhou pun keluar dari portal dan berhasil muncul tepat di depan balai desa.


"Berhasil! aku kira ini akan menghabiskan beberapa kali percobaan, siapa sangka akan berhasil dalam sekali coba?"


Yang Zhou berjalan perlahan lalu melihat Yan Xie dan Qing Xie sedang berada di depan balai desa.


"Yan Xie! Qing Xie!"


Ucap Yang Zhou sambil mendekati mereka berdua.


"Kakak Yang? sungguh memalukan sekali, aku sampai berhalusinasi karena merindukan kakak Yang"


Pikir mereka berdua saat mendengar panggilan Yang Zhou.


"Yan Xie! Qing Xie!"


Yang Zhou memanggil Yan Xie dan Qing Xie sekali lagi dan mulai mendekat lebih dekat lagi.


"Berhentilah mengkhayal Yan Xie! kakak Yang sudah pergi, tidak mungkin ia akan kembali kecuali 300 tahun lagi saat kebangkitan raja spirit beast!"


"Yan Xie, ada apa? kenapa kau bicara seperti itu?"


Yan Xie berbalik dan melihat Yang Zhou tepat di depan matanya. Ia terkejut dan terdiam sesaat. Setelah itu, ia berjalan perlahan ke arah Yang Zhou.


"Yang Zhou? kau, kenapa kau ada di sini?"


Ucap Yan Xie sembari berjalan perlahan dengan wajah yang begitu senang.


"Aku kembali untuk bertemu dengan mu, Yan Xie"


Ucap Yang Zhou.


"A-aku? be-begitu ya?"


Yan Xie merona karena mulai malu namun, ia masih terus mendekati Yang Zhou.


Tiba-tiba, sekelebat bayangan pun melewati Yan Xie.


"Kakak Yang! aku mencintai mu!"


Qing Xie melesat dengan kecepatan cahaya menuju ke pelukan Yang Zhou. Ia berlari ke arah Yang Zhou dengan hati yang berbunga bunga.


"Bruk!"


Suara tubuh Qing Xie bertabrakan dengan tubuh Yang Zhou.


"Eh?"

__ADS_1


Yan Xie terkejut kenapa Qing Xie adiknya tiba tiba menjadi sangat cepat saat bertemu dengan Yang Zhou.


"Yang Zhou! kakak Yang! kenapa kau pergi begitu saja? aku jadi khawatir, bagaimana jika aku akan sendiri seumur hidup? aku tidak akan menikah jika tidak denganmu!"


Qing Xie memeluk Yang Zhou dengan begitu erat. Tentu saja itu karena Yang Zhou adalah manusia pilihan Dewi spirit.


"Hey, Qing Xie, kenapa kau begitu serakah? kakak Yang baru saja sampai, jangan membuatnya kerepotan!"


Ucap Yan Xie dengan wajah kesal dan penuh ke irian karena tidak bisa memeluk Yang Zhou.


"Serakah? kau kira aku peduli? hmph! aku tahu kakak Yan juga ingin memeluk kakak Yang, bilang saja kau iri!"


Qing Xie semakin erat memeluk Yang Zhou.


"S-siapa yang iri padamu, aku biasa saja!"


Ucap Yan Xie dengan wajah memerah.


"Qing Xie, sudahlah jangan berbicara seperti itu pada kakak mu"


Yang Zhou mencoba melepaskan pelukan Qing Xie dengan perlahan namun malah semakin erat.


"Kakak Yang, jika kau mencoba melepaskan ku dari pelukan mu, maka aku akan semakin erat lho!"


Ucap Qing Xie.


"Baiklah, baiklah, lakukan sesuka mu"


Yang Zhou pun pasrah.


Yan Xie yang melihat adik nya itu semakin erat dengan Yang Zhou pun tak terima. Ia kemudian berjalan mendekat ke arah Yang Zhou.


"Jika kau ingin melepaskan ku, maka menyerah lah, itu mustahil!"


Yan Xie memegang tangan Yang Zhou lalu memeluknya juga.


"Hmph!"


Kedua gadis itu pun sama sama memeluk Yang Zhou dengan begitu erat.


"Kalian berdua, sudahlah, jangan bertengkar, tolong lepaskan aku"


Yang Zhou tidak tahu harus berbuat apa.


"Saat ingin ke sini tadi, pikiran ku tentang mereka berdua biasa saja, tapi saat bertemu mereka, kenapa saat bertemu mereka rasanya aku menjadi lembek seperti ini?"


Pikir Yang Zhou.


Saat tengah kerepotan, tiba tiba Yang Zhou merasakan ada sesuatu yang terjadi pada Lala.


Suatu tempat di kekaisaran


Lala tengah di kepung oleh para pria yang menjebaknya.


"Tuan, ku mohon tolong aku!"


Pikirnya.

__ADS_1


__ADS_2