Strongest Martial Master

Strongest Martial Master
chapter 95


__ADS_3

Halo guys, makasih udah ngerti. Hari ini adalah hari pertamaku ptmt di sekolah. Walaupun cuma 2 jam, tapi no problem. Sekarang, waktunya update!


Setelah perundingan yang cukup panjang, Yang Zhou pun pulang untuk mempersiapkan dirinya untuk pertandingan Tao Yun.


"Bersiaplah Yang Zhou, pertandingan ini bukanlah sekedar pertandingan biasa. Pertandingan ini tidak sesederhana itu, ini adalah hidup dan mati mu"


Ucap ketua akademi.


"Baik aku paham"


Ucap Yang Zhou.


Ketua akademi mengatakan hal itu di karenakan pertandingan Tao Yun ini adalah tempat dimana seluruh murid berbakat bertarung hingga menyerah atau mati. Ini bukanlah pertandingan biasa yang bisa di hentikan jika sang peserta mati. Di dalam pertandingan ini, kalah berarti mati.


Semua persiapan pun di lakukan. Hari ini, Yang Zhou berangkat menuju daerah netral, kota Zyuran.


"Baiklah, semua yang ku butuhkan, sudah selesai. Hari ini, waktunya aku berangkat"


Ucap Yang Zhou.


Yang Zhou pun akhirnya berangkat.


Asrama laki laki


Para murid laki laki mulai bersiap. Mereka mengira bahwa salah satu dari merekalah yang akan berangkat menuju ke pertandingan Tao Yun. Mereka tidak tahu, bahwa yang akan mengikuti pertandingan Tao Yun tahun ini adalah murid yang baru saja masuk. Yaitu Yang Zhou.


Setelah persiapan yang matang dan cukup melelahkan, para murid inti maupun dalam pun menyiapkan hati mereka. Mereka berjaga jaga dan menyiapkan jurus jurus yang baru di pelajari nya. Padahal bukanlah mereka yang terpilih.


"Hey kakak, bukan kah ini sudah siang hari? kenapa ketua akademi belum datang ke sini untuk menjemput mu?"


Ucap salah seorang murid.


"Hmm....mari tunggu sebentar lagi. Mungkin para tetua sedang menuju ke sini"


Ucap salah seorang murid.


"Em....baiklah. Kau benar. Mungkin sebaiknya kita tetap menunggu"


Ucap salah seorang murid.


Beberapa jam kemudian.


Kedua murid itu masih menunggu para tetua untuk menghampiri mereka. Padahal para tetua sudah berangkat sedari pagi tadi. Sambil menguap, salah satu murid itu menepuk pundak temannya yang tertidur.


"Hey"


Ucap salah seorang murid.


"Hmm? apa?"


Murid yang tertidur itu pun bangun. Sambil menguap, ia mulai menjawab pertanyaan temannya itu.

__ADS_1


"Bukan kah sudah terlalu lama? kapan para tetua akan kemari? apakah kita salah hari?"


Ucap salah seorang murid.


"Eh? eh?! para tetua belum kemari?"


Murid yang baru saja bangun itu terkejut.


"Benar, padahal hari sudah mulai gelap"


Ucap temannya.


"Sial! untuk apa kita menunggu! pasti sudah ada seorang murid yang terpilih!"


Ucap murid itu dengan kesal. Ia berdiri kemudian pergi sambil menghentak tanah.


"H-hey, tunggu"


Ucap temannya.


Ribuan meter dari akademi YunXiang


Yang Zhou dan kelompoknya tengah berkuda ke arah Zyuran. Sebuah kota netral yang tidak terikat dan terbelenggu oleh konflik ke empat kerajaan besar. Saat memasuki kota ini, seluruh penduduk dan manusia dari berbagai kerajaan harus berperilaku baik tanpa permusuhan.


Semua masalah yang ada di luar batas kota Zyuran, harus hilang dan tidak di bahas saat sampai di dalam kota. Intinya, kota Zyuran adalah kota netral yang sangat damai tanpa pertarungan ataupun konflik.


Kenapa begitu? kedamaian ini di sebabkan oleh seorang master beladiri tingkat tinggi yang menjaga kota Zyuran.


Pria paruh baya ini sering di sebut dengan sebutan Meng Hao. Ia memiliki 4 bawahan berupa hewan hewan kontrak yang kesemuanya berada di atas tingkat 20. Bukan sekedar hewan kontrak biasa, mereka adalah 4 ekor hewan legenda, Ma Wei.


Keempat hewan legenda itu masing masing memiliki ratusan hingga ribuan bawahan beast biasa yang berada di atas tingkat 14. Di antara keempat hewan kontrak Meng Hao, ada satu beast yang begitu kuat. Ia berada di tingkat 27.


Beast ini di namakan B.


Mulai dari yang terlemah hingga terkuat, urutan nama para hewan kontrak itu adalah Z, R, D dan B.


Mereka semua adalah penjaga pintu gerbang masuk kota Zyuran selama beratus ratus tahun lamanya. Meng Hao sendiri adalah anak dari pemilik para hewan kontrak ini. Ayahnya adalah seorang petapa yang sangat kuat. Ia mewariskan para hewan kontraknya itu kepada anaknya.


Dengan bantuan keempat hewan kontrak itu, Meng Hao berhasil menjaga keamanan kota netral Zyuran selama lebih dari 200 tahun.


2 Minggu kemudian


Yang Zhou sampai di gerbang kota netral, Zyuran.


"Nak, kita sudah sampai"


Ucap ketua akademi.


"Ini kah, kota netral Zyuran?"


Yang Zhou merasakan adanya hawa keberadaan yang begitu mengintimidasi. Sebuah aura mematikan yang mengawasi dari kejauhan. Yang Zhou meningkatkan kewaspadaan nya.

__ADS_1


"Tempat ini, dihuni oleh monster monster kuat yang di luar batas akal manusia"


Pikir Yang Zhou.


Yang Zhou turun dari kudanya.


"Drgg!"


Sesaat sebelum kaki Yang Zhou menyentuh tanah, ada 2 beast yang luar biasa besar menghantam kan kakinya ke tanah. Hantaman nya itu membuat gempa kecil yang mengakibatkan Yang Zhou terkejut.


"I-ini!"


Sebuah ayunan kapak raksasa pun melayang ke arah Yang Zhou dengan sangat cepat. Menimbulkan sebuah gesekan energi di udara pun merangsang Indra perasa Yang Zhou. Di saat yang sangat sedikit itu, Yang Zhou menghindar sesaat sebelum kapak raksasa itu mengenainya.


"Brak!"


Kapak itu berhenti sebelum mengenai tembok gerbang batasan kota. Namun tetap saja, ayunan kapak itu membuat hantaman angin kuat yang menghancurkan lapisan luar lapisan pelindung kota netral.


"Sungguh energi dan kecepatan yang sangat gila! hampir saja kepala ku terpenggal!"


Ucap Yang Zhou.


"Kecepatan mu boleh juga, bocah iblis!"


Ucap salah satu Ma Wei, Z.


Yang Zhou menoleh kebelakang dan fi kejutkan dengan sosok mahluk mahluk besar yang berukuran lebih dari 20 meter tingginya. Dengan aura membunuh yang cukup untuk membuat Yang Zhou gemetar.


"Siapa mereka? kenapa mereka menyerang ku?"


Pikir Yang Zhou sambil bersiap di kuda kuda bertarung.


"Apa kah itu tadi kebetulan karena kau beruntung, atau itu murni kecepatan mu? mari kita coba lagi"


Ucap Z.


"A-apa?!"


Kapak itu sekali lagi melayang ke arah Yang Zhou.


Para tetua hanya mampu melihat. Mereka bukannya tak mau menolong, tapi tubuh dan jiwa mereka menolak untuk maju. Di dalam pikiran para tetua, menolong berarti bunuh diri.


Para tetua diam terpaku melihat Yang Zhou berkali kali di serang dengan kapak raksasa. Tubuh mereka diam membeku karena aura yang begitu kuat dan menekan. Roh para tetua bahkan hampir keluar dari tubuh mereka karena tekanan itu.


Yang Zhou beruntung karena jiwanya kuat. Jika tidak, maka Yang Zhou sudah mati hanya karena tekanan aura.


Beberapa serangan di lancarkan, Yang Zhou terus menghindar. Beberapa saat berlalu dan Yang Zhou mulai terpojok.


"Sepertinya mereka tidak bisa di ajak berbicara"


Pikir Yang Zhou.

__ADS_1


__ADS_2