Strongest Martial Master

Strongest Martial Master
chapter 64


__ADS_3

Halo guys, di sini bakal ada sedikit perubahan tentang gaya menulisnya, karena karya saya stuck di level tiga, 2 bulan ini. mungkin karena cara penulisan yang kurang bener, jadi mulai dari sini, mungkin bakal saya ubah.


Terimakasih ^_^


"Paman! bersiaplah untuk mati!"


Yang Zhou meneriakkan ancamannya itu dengan penuh semangat dan amarah.


"Tuan, apakah kau memilikki dendam dengan paman mu? padahal Dewi spirit sudah menawarkan banyak hal, tapi kau hanya memilih untuk mengetahui lokasi paman mu berada"


Lala bertanya kepa Yang Zhou karena ia merasa bahwa permintaan Yang Zhou terlalu sederhana.


"Ya, aku memilikki dendam pribadi dengannya, tapi, saat ini, di tempat ini! aku umumkan! bahwa aku akan menemukan mu dan membuat mu memohon untuk mati!"


Yang Zhou berteriak dengan senyuman lebar. Seolah olah bahwa ajal pamannya sudah ia genggam.


"Yang Zhou selalu menjadi sangat marah saat membahas pamannya, pasti dendam ini bukanlah dendam sederhana"


Pikir Lala.


"Baiklah, ayo kita kembali"


Yang Zhou berbalik dan melangkah maju dengan api dendam yang menyala nyala di dalam benaknya.


Kekaisaran spirit


"Apakah tuan Yang sudah berhasil mengalahkan raja spirit beast atau belum? apakah dia akan kembali atau tidak? bagaimana jika raja spirit beast itu membunuh tuan Yang dan mengamuk di kekaisaran? bagaimana ini?!"


Raja spirit berkali kali memikirkan hal itu dengan kekhawatiran akan kekaisarannya. Ia khawatir bahwa kekaisarannya akan di serang oleh pasukan beast yang ganas dan membuat kekaisaran spirit hancur.


"Semoga Dewi spirit memberkahi tuan Yang! tolong jangan biarkan raja spirit beast itu menghancurkan kekaisaran ku!"


Ia berputar putar berjalan dengan bayangan bahwa Yang Zhou akan kalah. Di dalam lubuk hatinya, raja spirit masih menganggap Yang Zhou adalah anak yang sama seperti anak berusia 14 tahun pada umumnya.


Tiba tiba, saat tengah khawatir, seorang pelayan mengetuk pintu.


"Tok, tok, tok"


Suara ketukan pintu di depan kamar sang raja.


"Masuklah"


Ucap sang raja spirit.


"Tuan, tuang Yang Zhou dan para pasukannya telah kembali, raja spirit beast telah di kalahkan"


Pelayan itu membawakan sebuah berita yang membuat sang raja sangat senang. Raja spirit dengan spontan langsung mengatakan.


"Syukurlah!"


Ia kemudian kembali duduk di kasurnya dengan hati yang sudah tenang. Rasa khawatirnya tentang raja spirit beast seketika menghilang dan di gantikan dengan rasa senang.


Sang pelayan kemudian pergi.


"Tuan Yang, kau benar benar adalah anak yang luar biasa"


Itulah yang terlintas di benak sang raja spirit saat membayangkan Yang Zhou mengalahkan raja spirit beast di usianya yang semuda itu.


Bahkan saat kebangkitan raja spirit beast 300 tahun lalu, lebih dari 12 ribu pasukan gugur dalam pertarungan. Manusia pilihan Dewi 300 tahun lalu juga terluka sangat parah hingga hampir meninggal.


Namun, abad ini, hanya terdapat 500 korban jiwa. Itu pun dari pasukan selain pasukan yang di pimpin Yang Zhou.


"Lebih baik aku membiarkannya beristirahat dahulu sebelum memanggilnya"


Ucap sang raja spirit.


Matahari pun terbenam.

__ADS_1


Ruang tahta kekaisaran ****spirit****


"Di ruang tahta ini, aku akan memberikan penghargaan kepada para prajurit dan pasukan yang sudah berjuang di kebangkitan raja spirit beast abad ini, mungkin memang ada beberapa prajurit yang gugur, tapi, keluarga mereka akan mendapat kompensasi atas gugurnya prajurit itu"


Raja spirit kemudian berjalan perlahan mengambil sebuah lencana emas yang sangat indah.


"Baiklah, penghargaan pertama ini, aku berikan pada tuan Yang Zhou yang sudah berkontribusi paling banyak di kebangkitan raja spirit beast ini"


Yang Zhou kemudian berjalan menghadap raja spirit beast dengan perlahan nan berwibawa.


"Dengan ini, aku serahkan lencana penghargaan tingkat Emas 5 bulu kepada tuan Yang!"


Raja spirit memakaikan lencana itu di pakaian Yang Zhou, tepatnya di bahu kanannya.


"Apa?! itu bukan kah lencana tingkat tertinggi di kekaisaran?"


para prajurit mulai berbisik karena terkejut sang raja memberikan lencana yang bahkan jendral besar kekaisaran belum pernah mendapatkannya. Padahal jendral besar kekaisaran sendiri sudah 20 tahun mengabdi pada kekaisaran.


"Apakah ada yang keberatan dengan keputusan ku?"


Sang raja spirit menanyakan pendapat para prajurit lainya.


"Permisi, aku ingin bertanya, apakah tidak terlalu tinggi untuk memberikan tuan Yang lencana yang sebagus itu di hari pertamanya?"


Prajurit itu bertanya seperti itu di karenakan keberatan jika Yang Zhou mendapatkan lencana yang sangat di impikan oleh para pria di kekaisaran.


"Ini bukan lah sesuatu yang terlalu tinggi, memang sudah sepantasnya tuan Yang mendapat penghargaan setinggi ini, jasanya di hari pertamanya sudah sangat cukup untuk meraih lencana ini"


Raja spirit menjelaskan dengan perlahan dan tenang.


Mendengar kata kata sang raja, prajurit itu pun menundukkan kepalanya karena merasa malu.


"Baiklah, mari kita lanjutkan"


Penghargaan kepada seluruh prajurit pun di lanjutkan hingga larut malam.


"Aku sudah mengulur waktu terlalu banyak, aku harus berangkat malam ini juga!"


Yang Zhou kemudian keluar dari kamarnya dan menemui sang raja untuk pamit dan menanyakan jalan kembali.


"Permisi, ini aku, Yang Zhou"


Yang Zhou mengetuk kamar sang raja.


"Oh, tuan Yang, silahkan masuk"


Sang raja membukakan pintu dan Yang Zhou pun masuk.


"Jadi, ada apa tuan Yang datang tengah malam seperti ini?"


Sembari bertanya, sang raja kemudian duduk.


"Aku ingin tahu jalan kembali ke dunia manusia"


Ucap Yang Zhou.


"Eh? tuan Yang sudah ingin kembali?"


Tanya sang raja.


"Ya, aku memiliki urusan penting yang harus di urus di dunia manusia"


Ucap Yang Zhou.


Sang raja kemudian memberi tahukan jalan kembali yang menuju ke dunia manusia pada malam itu.


Dan pada saat itu juga, Yang Zhou mengikuti cara yang raja spirit katakan dan kemudian kembali ke dunia manusia.

__ADS_1


Dunia manusia


"Ternyata begitu, jalan menuju ke dunia manusia akan di segel sebelum raja spirit beast di kalahkan, pasti Dewi spirit sudah mempertimbangkan kekuatan dari manusia yang di pilihnya"


Yang Zhou kemudian berjalan untuk mencari desa terdekat.


"Aku tidak tahu di mana aku muncul, tapi ini terlihat asing"


Yang Zhou pun memasuki desa yang ia temui.


Ia berkeliling untuk mencari penginapan yang bisa ia sewa.


"Untungnya aku masih menyimpan uang yang begitu banyaknya di ruang hampa ku"


Yang Zhou kemudian menemukan sebuah penginapan sederhana. Di bagian depan penginapan itu tertulis "Penginapan terburuk"


"Penginapan terburuk? nama yang tidak biasa, menarik!"


Yang Zhou kemudian masuk ke dalam penginapan itu.


"Aku memesan satu kamar"


Seorang pria paruh baya yang sudah sangat tua tampak sedang tertidur di kursi penerimaan tamu.


Yang Zhou kemudian dengan perlahan membangunkan pria itu.


"Permisi, aku ingin memesan kamar"


Ucap Yang Zhou dengan perlahan.


Pria itu terbangun dan terlihat begitu mengantuk.


"I-iya, ini kuncinya"


Pria tua itu memberikan kunci kamar Yang Zhou dengan nada bicara yang sangat memprihatinkan.


"Tuan, aku ingin bertanya, kenapa nama penginapan ini adalah penginapan terburuk?"


Tanya Yang Zhou.


"A-anak anak di daerah sini yang memasangnya"


Ucapnya dengan lirih.


"Sungguh kasihan"


Yang Zhou pun masuk ke kamarnya dan kemudian berbaring.


"Sungguh kasihan sekali melihat orang tua sepertinya masih bekerja di usianya yang sudah tua"


"Besok, aku akan berangkat pagi pagi sekali ke kota Cheng Yi di kerajaan selatan!"


Yang Zhou kemudian tertidur.


Pagi pagi sekali


"Brukk!"


Suara sesuatu yang jatuh.


"Eh ada apa ini?!"


Yang Zhou terbangun karena terkejut. Ia melihat ke bawah dan ternyata.


"Kaki kasurnya patah?"


Ucap Yang Zhou.

__ADS_1


__ADS_2