Strongest Martial Master

Strongest Martial Master
chapter 89


__ADS_3

Yang Zhou mengajak Chu Dan You kembali ke perguruan untuk berbaikan dengan saudara tirinya, Wu Dao.


Beberapa saat kemudian, Yang Zhou dan Chu Dan You akhirnya sampai di tempat para tetua.


"Itu Yang Zhou! dia telah kembali!"


Ucap para tetua.


"Yang Zhou? apakah dia sudah membunuh Chu Dan You?"


Ketua perguruan terlihat khawatir saudara tirinya di bunuh. Walaupun Chu Dan You berusaha menghancurkan perguruan miliknya, tapi Chu Dan You masih merupakan anggota keluarga.


Tiba tiba, dari belakang Yang Zhou terlihat Chu Dan You dengan wajah nya yang menyesal. Baju nya robek terkoyak akibat pertarungan tadi.


Para prajurit berkuda milik Chu Dan You terkejut dan tak mampu berbuat apapun. Mereka khawatir jika mereka menyerang, maka akan mengenai Chu Dan You.


"Chu Dan You?! dia ada di belakang Yang Zhou?!"


Para tetua terkejut.


"Chu Dan You?! dia masih hidup? syukurlah"


Ucap ketua perguruan.


Para tetua tampak panik. Namun ketua perguruan malah terlihat lega.


Yang Zhou membuka lapisan pelindung itu.


"Yang Zhou! dibelakang mu!"


Sontak para tetua berusaha memperingatkan Yang Zhou karena mengira bahwa Chu Dan You ingin menyerang Yang Zhou diam diam.


"Hm? tenanglah, dia bukanlah musuh kita lagi"


Ucap Yang Zhou.


"Apa?!"


Para tetua terkejut.


"Kalian tidak tahu? Chu Dan You adalah saudara tiri ketua perguruan"


Ucap Yang Zhou.


"Apa?! apa itu benar?"


Para tetua terheran heran dan melihat ke arah ketua perguruan.


"I-itu benar, dia adalah saudara tiri ku"


Ucap ketua perguruan.


Terlihat Chu Dan You menunduk tak berani menatap mata saudaranya.


"Apa?! dia adalah saudara tiri ketua?!"


Para tetua semakin terkejut.


"Benar, kami adalah saudara tiri. Chu Dan You adalah adik tiri ku"


Ucap ketua perguruan.


"A-apa? la-lalu kenapa kalian saling bermusuhan?"


Tanya tetua pertama.


"Ceritanya panjang. Jadi seperti ini, pertama tama..."

__ADS_1


Ketua perguruan menceritakan awal mula masalah yang terjadi diantara dirinya dan saudara tirinya itu. Beberapa saat berlalu, Chu Dan You dan ketua perguruan di ajak Yang Zhou untuk pergi ke ruang hampa nya.


Itu bertujuan agar ketua perguruan dan Chu Dan You bisa memiliki waktu berdua dan saling memaafkan. Yang Zhou ingin agar konflik antar persaudaraan yang ada pada keluarga ketua perguruan berakhir.


Beberapa saat kemudian.


Ketua perguruan dan Chu Dan You keluar dari ruang hampa Yang Zhou.


"Bagaimana? apa kalian sudah selesai berbaikan?"


Tanya Yang Zhou.


"Sudah, maafkan kami"


Ucap kedua saudara itu.


"Hah? ternyata kalian benar benar saudara? hah~, kalian tahu? karena pertengkaran kalian berdua, para murid perguruan hampir saja jadi korban! huh! untung saja kami para tetua juga tidak perlu mati!"


Terlihat tetua kedua marah dan kesal.


"Tetua kedua benar, untung saja masalah ini tidak menyebabkan korban jiwa. Kami para tetua hampir kehilangan nyawa kami karena ini"


Ketua ke empat juga sedikit marah.


"Ma-maafkan kami"


Ucap kedua saudara tiri itu dengan lirih.


"Sudah tua begini masih saja marah karena seorang wanita di masa lalu, kalian ini harusnya sadar berapa usia kalian"


Ucap tetua ke tiga.


"Sudahlah, pertama tama, ayo kita jemput para murid perguruan. Chu Dan You, suruh para prajurit mu kembali"


Ucap Yang Zhou.


Yang Zhou dan para tetua termasuk Chu Dan You kembali ke perguruan bersama para murid lainnya, pasukan Chu Dan You kembali ke tempatnya.


Perguruan Yin Wu


Para murid yang terluka segera di obati. Dua Minggu berlalu dari saat itu. Kini perguruan sudah kembali seperti sedia kala.


Hari ini, tepat pada perayaan 120 tahun berdirinya perguruan Yin Wu. Bersama dengan kembalinya persaudaraan kedua saudara tiri itu, perayaan pun di adakan.


Perguruan Yin Wu mengadakan acara makan makan yang di selenggarakan pada malam hari. Seluruh teman lama ketua perguruan, datang ke acara itu.


Makanan dan minuman memenuhi sepanjang jalan di depan gerbang perguruan. Tamu tamu yang hadir lebih dari 1000 orang termasuk perguruan Zhu Ye.


Malam itu sangat menyenangkan. Yang Zhou duduk bersama Xiang Fei yang menggunakan baju adat China.


"Hey, apa kau tidak ingin makan sesuatu?"


Tanya Xiang Fei.


"Hm? tidak, aku tidak sedang lapar. Terimakasih"


Ucap Yang Zhou.


"Oh, lalu, apakah kau tidak ingin bermain main dengan teman temanmu?"


Tanya Xiang Fei.


"Apa kau mengejek ku? aku tidak memiliki teman di sini selain kau"


Ucap Yang Zhou.


"Eh? maafkan aku, aku kira kau mempunyai teman lainnya"

__ADS_1


Ucap Xiang Fei.


"Tak apa, ngomong ngomong, kau terlihat cantik malam ini"


Ucap Yang Zhou untuk menggoda Xiang Fei.


"Eh? t-terimakasih, k-kau juga terlihat t-tampan"


Pipi Xiang Fei merona.


"Baju Qipao milikmu juga sangat cocok untuk mu"


Catatan : Qipao adalah pakaian adat China.


Goda Yang Zhou lagi.


"T-terimakasih, a-aku membelinya untuk hari ini"


Ucap Xiang Fei dengan wajah yang sudah memerah.


"Kalau begitu, ayo kita ke lapangan latihan. Sepertinya acaranya sudah akan dimulai"


Ucap Yang Zhou kemudian menggandeng tangan Xiang Fei.


"A-ah, b-baiklah"


Xiang Fei terpana dengan wajah Yang Zhou pada malam itu. Ia merasa bahwa Yang Zhou jadi dua kali lebih tampan saat merayunya.


Dengan begitu, Yang Zhou membawa Xiang Fei ke lapangan latihan yang di jadikan sebagai tempat acara utama.


"Wah, di sini sangat ramai. Para tetua juga sedang berkumpul di sini"


Yang Zhou dan Xiang Fei menghampiri tetua.


"Salam, tetua"


Ucap Yang Zhou sambil memberi hormat disusul dengan Xiang Fei.


"Wah wah, lihat siapa ini. Yang Zhou, kau ini sangat hebat ya, kami saja yang sudah setua ini belum mempunyai seorang wanita pun sampai saat ini, kau sudah mendahului kami"


Para tetua tertawa.


Yang Zhou ikut tertawa. Namun berbeda dengan Xiang Fei, ia malah terlihat malu malu dengan wajah yang semakin memerah.


"Hahaha, para tetua, kalian bisa saja"


Ucap Yang Zhou.


Lalu ketua perguruan pun datang bersama dengan saudara tirinya, Chu Dan You. Mereka terlihat sangat akrab dan penuh tawa. Sambil membawa sebotol minuman di tangan mereka masing masing, dengan perlahan mereka mendekati Yang Zhou dan Xiang Fei.


"Yang Zhou"


Panggil ketua perguruan kepada Yang Zhou.


"Ah, ketua, Chu Dan You, kalian sudah berbaikan?"


Ucap Yang Zhou.


"Hahahaha! sudah, ini semua berkat mu. Adik ku ini memang sangat nakal sejak kecil. Tapi ini juga bukan sepenuhnya kesalahan adikku, ini juga merupakan salah ku karena tidak dewasa. Hahaha!"


Ketua perguruan tertawa dengan keadaan mabuk.


"Maafkan kakak ku yang seperti ini. Dia memang bukanlah orang yang kuat minum, tapi dia benar. Aku sangat berterimakasih padamu Yang Zhou"


Ucap Chu Dan You sambil menopang tubuh ketua perguruan yang sempoyongan karena mabuk.


"Ah, tak apa. Kalian sudah berbaikan itu bagus"

__ADS_1


Ucap Yang Zhou.


Catatan : Ketua perguruan selama ini sangat jarang sekali ada di perguruan di karenakan berduel dengan saudara tirinya. Hampir setiap bulan mereka berduel, dan hampir setiap bulan juga ketua perguruan kembali ke perguruan untuk di obati.


__ADS_2