
Para tetua terlihat begitu serius. Mereka memasang wajah yang belum pernah mereka tampakkan pada Yang Zhou.
"Ada apa tetua? kenapa kalian memanggilku?"
Tanya Yang Zhou.
"Yang Zhou, perguruan Yin Wu....rata dengan tanah"
Mendengar itu, Yang Zhou terdiam. Mencoba mengontrol emosinya agar tak dikendalikan amarahnya seperti terakhir kali.
"Aku akan segera kembali"
Yang Zhou melangkah dan seketika menghilang. Itu adalah sebuah kecepatan yang menggunakan elemen petir hitam yang terbakar disertai dengan kekuatan iblis.
Dalam sepersekian detik, Yang Zhou sampai di perguruan Yin Wu. Perguruan Yin Wu sudah tak berbentuk sebuah bangunan, melainkan sebuah reruntuhan.
Melihat itu, hati Yang Zhou memanas. Sebuah bara api yang sudah padam kembali bergejolak. Itu adalah bentuk amarah Yang Zhou. Dengan pemikiran cepat, Yang Zhou mencoba menenangkan hatinya.
"Tidak boleh. Aku tidak boleh sampai terbawa suasana lagi. Tidak akan"
Ucap Yang Zhou dengan ekspresi datar. Ia mengepalkan tangannya hingga membuat tulang telapak tangannya retak karena tekanan nya.
Darah mengucur dari tangan Yang Zhou. Itu adalah luka dalam yang di sebabkan oleh tulang tulang telapak tangan yang remuk karena menahan amarah.
"Hah~"
Yang Zhou mengatur nafasnya dan mulai mencari para tetua dan murid perguruan Yin Wu. Yang Zhou menyebarkan aura nya hingga ribuan meter jauhnya.
Ia terus mencari cari tetua dan murid perguruan, berharap masih ada yang selamat. Dengan waktu singkat, ada puluhan orang murid yang di temukan. Tapi, mereka sudah tak bernyawa.
"Xiang Fei, dimana kau! sialan!"
Yang Zhou memperluas pencariannya.
"Lagi!"
Diperluas lagi hingga puluhan kilometer.
"Masih kurang! lebih luas!"
Yang Zhou memperluas jangkauan pencariannya hingga ratusan kilometer.
__ADS_1
Saat jangkauan auranya sudah di sebarkan sejauh ratusan kilometer, yang Zhou menemukan sebuah sisa sisa gesekan energi dan elemen yang merupakan jejak pertarungan.
Tak lama, Yang Zhou memutuskan untuk mengambil wujud raja dewa naga agar pencariannya dapat di perluas hingga ribuan kilometer.
Yang Zhou pun berubah. Sekali lagi ia memperluas jangkauan pencarian nya. Aura Yang Zhou kembali di sebarkan. 20.000 kilo meter dari tempat Yang Zhou berdiri, ternyata ada sebuah lapisan ilusi.
"Ketemu!"
Lapisan ilusi itu adalah jurus tingkat 7, sebuah jurus yang cukup mudah dikuasai. Namun, tingkat kekuatan dan seberapa kuat ilusi yang di buat oleh lapisan ilusi itu bergantung pada si pengguna jurus.
Lapisan ilusi ini dapat membuat Yang Zhou terkecoh, artinya, lapisan ilusi ini cukup kuat untuk sebuah lapisan ilusi.
Yang Zhou langsung melesat kearah lapisan ilusi itu.
Ia menempuh jarak 20.000 kilo meter hanya dalam 5 detik. Itu pun juga karena menggunakan wujud raja dewa naga.
"Anak anak ini, mereka tidak bersama para tetua?"
Yang Zhou menghampiri para murid murid itu. Yang Zhou berusaha mencari tahu keberadaan para tetua dan tentunya, Xiang Fei. Yang Zhou membuka lapisan ilusi itu lalu bertanya pada para murid.
"Yang Zhou!"
Xiang Fei langsung berlari ke arah Yang Zhou dan memeluknya. Begitu memeluk Yang Zhou, Xiang Fei menangis tersedu sedu. Ia memeluk Yang Zhou begitu erat.
Ucap Yang Zhou dengan tegas.
"Para tetua, mereka di serang saat tengah melakukan rapat. Pada saat itu, ketua perguruan kebetulan sedang berkunjung ke perguruan ini. Namun tanpa di duga, sebuah gempa yang cukup besar pun muncul. Kami sempat hampir tertimpa reruntuhan bangunan, namun para tetua dengan cekatan langsung membuat lapisan pelindung dan menempatkan kami di dalamnya. Lalu tiba tiba, ledakan lainnya pun datang. Tapi kali ini, perguruan Yin Wu benar benar di buat hancur berantakan oleh mereka. Kami semua terhempas hingga ke sini. Saat itu, datang puluhan ribu pasukan berkuda yang mana adalah pasukan milik orang orang yang menyerang perguruan Yin Wu. Mereka berlari mengejar para tetua. Dengan membuat lapisan ilusi ini, para tetua mengorbankan diri mereka agar kami semua selamat. Para tetua bahkan mengatakan agar kami tidak boleh keluar dari sini selama beberapa hari"
Xiang Fei menceritakan seluruh informasi yang ia ketahui.
"Kalau begitu, kemana para tetua di kejar?"
Yang Zhou ingin segera menyusul para tetua.
"Mereka pergi ke arah Timur dari sini, apa kau ingin menyusul mereka?"
Tanya Xiang Fei.
"Ya, aku harus menyusul mereka. Karena ini adalah perguruan ku, sudah menjadi tugas ku untuk ikut melindunginya"
Yang Zhou memasang sebuah lapisan ilusi yang sangat aman dan jauh lebih kuat dari pada sebelumnya. Ia juga memberikan beberapa makanan pada para murid agar tidak kelaparan.
__ADS_1
Yang Zhou dengan cepat bisa langsung mempelajari jurus lapisan ilusi karena komponen energi dan tekniknya hanya sedikit berbeda dari lapisan pelindung.
"Kalau sudah begini, seharusnya akan aman. Tetua, tunggu aku"
Sesaat setelah memasang lapisan pelindung, Yang Zhou langsung melesat ke arah Timur dengan kecepatan penuh. Yang Zhou terbang sembari melepaskan auranya agar menyebar.
Tak perlu waktu lama sampai Yang Zhou akhirnya menemukan para tetua.
Tempat para tetua bertarung, 10 menit yang lalu
Para tetua tengah di kepung oleh pasukan berkuda yang masing masing prajuritnya berada di ranah life extension tahap awal - akhir. Para tetua kehabisan energi dan sudah di penuhi luka, sementara para pasukan musuh masih berjumlah ribuan.
"Sial, apakah kita akan berakhir di sini?"
Pikir tetua pertama sambil terus bertarung.
"Kenapa malah jadi seperti ini, sepertinya waktu ku sudah tiba"
Pikir tetua kedua sambil terus bertarung.
"Jika memang ini takdir, maka aku sudah pasrah"
Pikir tetua kelima sambil terus bertarung.
"Sepertinya tidak ada pilihan lain selain mati ya?"
Pikir tetua ke empat sambil terus bertarung.
"Hah~, apakah aku akan tumbang di sini?"
Pikir tetua ketiga sambil terus bertarung.
Para tetua sudah pasrah akan nyawanya masing masing. Mereka sudah siap untuk mati di pertarungan ini. Walaupun sedikit, hanya ketua perguruan lah yang masih memiliki semangat bertarung.
"Sepertinya aku akan segera kehabisan energi. Jika waktuku memang sudah habis, maka aku sudah siap. Tapi jika tuhan berkehendak lain, pasti akan ada sebuah keajaiban yang terjadi. Yang Zhou, terimakasih sudah menjadi murid pertama ku"
Ketua perguruan pun kehabisan energi. Sebuah pedang melayang ke arah leher nya. Ketua perguruan sudah pasrah dan memutuskan untuk menerima serangan itu.
Ia pikir, mati saat pertarungan bukan hal yang buruk.
Namun tiba tiba, hawa keberadaan Yang Zhou pun muncul.
__ADS_1
"Yang Zhou?!"
Para tetua terkejut. Bukan hanya karena Yang Zhou datang ke tempat mereka bertarung, tapi juga karena hawa keberadaan Yang Zhou yang sudah menjadi begitu kuat.