Strongest Martial Master

Strongest Martial Master
chapter 76


__ADS_3

Yang Zhou pergi ke asramanya untuk merapikan barang barangnya sembari berkeliling tempat barunya itu. Ia berjalan dan mengingat apa apa aja yang ada di akademi YunXiang.


"Luar biasa. Tempat ini bahkan lebih luas dari yang aku bayangkan. Benar benar layak menyandang nama akademi YunXiang"


Yang Zhou terhenti di sebuah taman yang cantik dan di penuhi bunga anggrek bulan. Ia memandangi tempat itu dengan senyuman tipis yang nyaris tak terlihat seperti senyuman.


Saat tengah santai, Yang Zhou tetap selalu menjaga tingkat kewaspadaan nya. Dalam jarak jangkauan pikiran Yang Zhou, ia merasakan adanya seorang gadis yang tengah duduk di tepi kolam yang berjarak 500 meter dari tempat Yang Zhou berada.


"Seorang gadis? kenapa ia duduk sendirian di sini?"


Pikir Yang Zhou. Tiba tiba, gadis itu berdiri dan kemudian melompat ke kolam. Yang Zhou terkejut.


"Ia melompat? apakah ia bunuh diri? hawa keberadaan nya masih ada, dia masih hidup. Apa aku harus menolongnya? hmm.....bagaimana jika ia tidak benar benar bunuh diri? apakah aku harus bertindak?"


Yang Zhou bingung, apakah ia harus menolong gadis itu atau membiarkannya.


"Ah sudahlah! itu bukan urusan ku! hawa keberadaan nya juga tidak melemah atau pun menghilang"


Yang Zhou mencoba untuk mengabaikan gadis itu dan tetap pada tempatnya dengan santai. Namun tiba tiba, hawa keberadaan gadis itu lenyap bak ditelan bumi.


"Hilang?! gadis itu mati?! sial!"


Dengan cepat, Yang Zhou pergi untuk menyelamatkan gadis itu dan sampai dalam waktu tidak lebih dari 1 detik. Yang Zhou lalu melompat ke dalam kolam dan membuat lapisan udara yang terbuat dari energi spirit nya.


"Sial! gadis itu sangat bodoh! hanya di kolam seperti ini saja dia bisa mati! tak kusangka hawa keberadaannya benar benar hilang!"


Yang Zhou menyelam hingga dasar danau dan akhirnya melihat seorang gadis cantik dengan rambut seputih perak yang di tengah tak sadarkan diri dan tenggelam di dasar kolam.


"Gadis ini mati?! ah! kenapa murid selemah ini ada di akademi YunXiang?!"


Yang Zhou berenang menuju tempat gadis itu terbaring dan mengangkatnya ke permukaan. Sesampainya di permukaan, gadis itu tak kunjung bangun.


"Hey! bangunlah! oi! apa kau mendengarkan ku?!"


Yang Zhou mencoba membangun kan gadis itu dengan perlahan dan kemudian menekan dada gadis itu untuk mengeluarkan air di dalam tubuhnya. Namun, gadis itu tetap tidak bangun.


"Sialan! tidak ada cara lain! maafkan aku!"


Yang Zhou mendekatkan wajah nya dengan wajah gadis itu dan memberi nafas buatan yang mana adalah ciuman pertama Yang Zhou kepada gadis itu. Setelah beberapa saat, gadis itu pun mengeluarkan air di dalam mulutnya dan kemudian membuka matanya.

__ADS_1


Ia melihat wajah Yang Zhou yang sudah berada di atas wajahnya. Saling bertatapan sesaat, Yang Zhou terpesona dengan kecantikan gadis itu. Wajah yang mulus dengan mata biru dengan warna seindah langit.


"Y-yo"


Sapa Yang Zhou pada gadis itu. Gadis itu menatap mata Yang Zhou sesaat dan kemudian terkejut karena baru saja menyadari sesuatu.


"Kau"


Ucap gadis itu dengan lirih.


"Ya, a-ada apa?"


Yang Zhou tiba tiba merasa canggung. Begitu menatap wajahnya, Yang Zhou terdiam karena merasa ada sesuatu yang membuat hatinya begitu tertarik.


"Kau, apakah kau melakukan hal aneh dengan ku saat aku tak sadar?"


Ucap gadis itu sekali lagi dengan suara lirih. Ia tampak pasrah dengan apa yang ia alami. Dengan tubuh basah kuyup dan wajah tanpa ekspresi, gadis itu menanyakan hal hal itu dengan biasa saja.


"T-tidak! itu.....tadi k-kau tenggelam dan aku memberimu na-nafas bu-buatan"


Ucap Yang Zhou dengan ekspresi malu dan pipi yang mulai memerah. Padahal, seharusnya jiwa Yang Zhou yang sudah terlatih tidak mudah gugup ataupun merasa canggung.


Pikir Yang Zhou sembari menatap wajah gadis cantik itu.


"Kau......kenapa kau menyelamatkan ku? kenapa kau menyelamatkan ku?! jawab aku! kenapa kau menyelamatkan ku?!"


Gadis itu mulai menitihkan air mata. Ia menangis begitu kencang sembari berteriak kepada Yang Zhou. Gadis itu tampak tak senang karena telah di selamatkan oleh Yang Zhou.


Yang Zhou terkejut karena bukannya senang karena telah di selamatkan, gadis cantik ini malah menangis dengan ekspresi yang benar benar seperti seorang gadis yang sudah hancur.


"Padahal.....padahal aku sebentar lagi akan mati! kenapa kau menggangguku?! aku hanya ingin mati! apa keinginanku itu bahkan tak dapat di turuti?!"


Air mata mengalir deras dari matanya. Gadis itu menangis dan terus menangis. Yang Zhou terlihat bingung dengan apa yang ia lihat. Seorang gadis yang di selamatkan nya malah menangis saat telah ia selamatkan.


"Kenapa?! kenapa aku begitu sial! semua ini begitu tidak adil! padahal aku hanya ingin mati, apakah keinginan ku ini bahkan tak bisa aku dapatkan? kenapa....kenapa? huhuhu"


Gadis itu terus menangis tanpa henti sampai akhirnya suaranya mengecil dan mulai tak terdengar lagi. Gadis itu kemudian pingsan karena kedinginan dan stress yang begitu tinggi.


"Aku tidak mengerti; ada apa dengan gadis ini? apa aku seharusnya tidak menyelamatkan nya tadi? sekarang dia malah pingsan, sangat merepotkan"

__ADS_1


Yang Zhou mengangkat hadis itu dan membawanya ke ruang obat akademi YunXiang. Saat di perjalanan menuju ruang obat, Yang Zhou di tatap ratusan murid akademi YunXiang. Bukan karena Yang Zhou murid baru, tapi karena gadis yang ia gendong.


"Semua orang menatapi gadis ini dengan tatapan sinis dan merendahkan, mungkin ada sesuatu masalah yang membuat gadis ini di benci atau hal lain?"


Pikir Yang Zhou sambil terus berjalan.


"Tunggu! berhenti! Liu Jia! hey!"


Seorang gadis yang tampak lebih tua dari Yang Zhou berlari dari kejauhan dengan wajah khawatir ke arah Yang Zhou. Tatapannya sangat berbeda dengan tatapan para murid lainnya.


Yang Zhou berhenti dan berbalik menghadap gadis yang tengah berlari ke arahnya itu.


"Ingin kau bawa kemana adikku?! kenapa pakaian nya basah kuyup?! apa yang kau lakukan pada adikku?! turunkan adikku!"


Ucap gadis itu.


"Jadi nama gadis ini Liu Jia"


Pikir Yang Zhou.


"Siapa kau? aku hanya ingin membawanya ke ruang obat. Aku tidak memiliki maksud lain, adik mu ini melompat ke kolam lalu tenggelam. Aku hanya kebetulan menyelamatkan nya"


Ucap Yang Zhou.


"Apa?! dia melompat ke kolam lagi? maafkan aku, aku telah salah paham"


Ucap gadis itu sambil membungkukkan tubuhnya.


"Tak apa, aku hanya akan membawanya ke ruang obat lalu pergi"


Ucap Yang Zhou.


"B-baiklah, terimakasih banyak!"


Yang Zhou menggendong Liu Jia dengan di ikuti gadis yang memanggil Liu Jia sebagai adiknya itu dari belakang menuju ruang obat.


FYI : Besok, saya usahakan crazy up. Sabar ya guys. Tugas saya buanyak buanget. Mungkin besok sudah agak luang.


__ADS_1


__ADS_2