Strongest Martial Master

Strongest Martial Master
chapter 31


__ADS_3

2 tahun terlewati di dunia nyata(4 tahun di alam spiritual).


Yang Zhou bangun dari kultivasi nya di alam spiritual.


Membuka matanya dan melihat asramanya yang sudah penuh berdebu.


Jaring laba laba tidak sedikit ia temui.


"Hah~, akhirnya aku sudah mencapai tubuh tingkat fana!" kata Yang Zhou.


"Dengan tubuh ini, aku sudah bisa meningkatkan tingkatan jiwa ku ke tahap yang lebih tinggi" kata Yang Zhou.


"Tubuh tingkat fana memiliki kemampuan khusus, yaitu menyerap energi alam di sekitar penggunanya untuk di ubah menjadi kekuatan atau bahkan menyembuhkan luka dengan kecepatan di atas rata rata" kata Yang Zhou.


"Bahkan pil obat tingkat suci saja efeknya kalah kuat dibandingkan dengan efek penyembuhan tubuh tingkat fana" kata Yang Zhou.


"Tubuh ini sangat sangat kuat" kata Yang Zhou.


"Tapi, kenapa teknik pelatihan tubuh dewa naga hanya melatih tubuh ku sampai ke tingkat fana?" pikir Yang Zhou.


"Ah, aku ingin meningkatkan tingkatan jiwa ku lagi" kata Yang Zhou.


Saat Yang Zhou ingin masuk ke alam spiritual nya, ada seseorang yang datang.


"Seseorang datang!" pikir Yang Zhou.


Orang itu sampai di depan pintu asrama Yang Zhou.


Ia mengunci asrama Yang Zhou.


Yang Zhou yang merasa aneh karena orang itu tiba tiba mengunci pintu asrama nya keluar dari asramanya.


"Tunggu" kata Yang Zhou.


Yang Zhou tiba tiba berada di hadapan orang itu.


"Ah!" orang itu terkejut.


"Hey, ada apa?apa kau terkejut aku ada didalam?" tanya Yang Zhou.


"Kau ingin mengerjai ku dengan kunci lemah seperti itu?jangan mimpi" kata Yang Zhou.


"Ti..tidak!aku hanya pelayan biasa!" kata orang itu.


"Pelayan?" kata Yang Zhou.


"Iya!benar aku pelayan murid inti, aku hanya di suruh oleh para tetua, ini hanya pekerjaan ku" kata pelayan itu.


"Disuruh?kenapa para tetua menyuruh orang untuk mengunci pintu ku?" kata Yang Zhou.


"Itu....sudah 2 tahun para tetua tidak melihat orang masuk atau pun keluar dari asrama ini" kata orang itu.


"Bagian luar asrama juga tampak berdebu dan mulai rusak" kata pelayan itu.


"Jadi para tetua bilang untuk mengunci asrama ini karena tidak berpenghuni" kata pelayan itu.


"2 tahun?!apa proses penempaan tubuh berlangsung selama 4 tahun di alam spiritual ku?!kenapa aku tidak menyadarinya!?" pikir Yang Zhou.


"Ah!benar juga, aku terus di siksa saat melalui pelatihan penempaan tubuh hingga aku melupakan waktu" pikir Yang Zhou.


"Saat aku membuka mataku, ruangan ku sudah penuh debu" kata Yang Zhou.


"Sungguh tidak terasa sudah 2 tahun" pikir Yang Zhou.

__ADS_1


"Ah itu, maafkan saya, saya tidak tahu jika saya pergi selama itu" kata Yang Zhou.


"Tolong maafkan saya" Yang Zhou memberi hormat.


"Ah, tidak apa apa, aku hanya terkejut saja" kata pelayan itu.


Pelayan itu pun pergi.


"Ah, sudah lah, lagi pula 2 tahun itu juga aku gunakan untuk berkultivasi dan meningkatkan kualitas jiwa tubuh ku" kata Yang Zhou.


"Selama 2 tahun, aku tidak merasakan lapar karena tubuhku sudah mulai menyerap energi alam dan mengubahnya menjadi nutrisi untuk tubuhku, jadi mulai hari ini, aku tidak perlu makan" kata Yang Zhou.


"Aku hampir lupa! Thunderheart, Huan Hu!keluar" kata Yang Zhou.


Thunderheart dan Huan Hu keluar.


"Maafkan aku, aku berkultivasi terlalu lama" sambil mengelus elus kepala Thunderheart dan Huan Hu.


Mereka tampak merindukan Yang Zhou.


"Tuan, aku ingin minum darahmu, apa boleh?" tanya Huan Hu.


Thunderheart tampak juga ingin meminum darah Yang Zhou.


"Baik, baiklah, tapi hanya setetes ya, karena akan berbahaya bagi tubuh kalian jika menerima lebih" kata Yang Zhou.


Mereka mengangguk.


Yang Zhou kemudian memberikan darahnya pada mereka.


Thunderheart dan Huan Hu tampak jadi lebih kuat dan bertenaga.


"Hah~, walaupun hanya setetes, darah tuan memang benar benar luar biasa" kata Huan Hu.


"Aku juga tidak tahu darah apa yang mengalir di pembuluh darah ku ini, tapi memang benar darah aneh ini luar biasa" kata Yang Zhou.


"Baiklah, kalian berdua , kembalilah" kata Yang Zhou.


Thunderheart dan Huan Hu pun kembali.


"Sekarang, aku harus membersihkan asrama ini, huh, 2 tahun yang sebentar" kata Yang Zhou.


"Benar benar diselimuti debu!" kata Yang Zhou.


"Untungnya asrama ini tidak terlalu besar" kata Yang Zhou.


"Baiklah, ayo mulai membersihkan!" kata Yang Zhou.


Yang Zhou mulai membersihkan setiap sudut asrama dengan teliti.


Dalam waktu kurang dari 2 menit, asrama Yang Zhou bersih tanpa ada 1 butir debu sedikit pun, namun sesuatu terjadi.


"Krak" suara retakan.


"Eh?" Yang Zhou terkejut.


"Brak!" asrama Yang Zhou rubuh.


"Apaa!?asrama ku....ah, benar juga, aku sudah 2 tahun membiarkan rumah ini terbengkalai dan mulai di kikis oleh rayap hijau, aku benar benar menghancurkan rumah ku sendiri" kata Yang Zhou.


Beberapa hari kemudian, asrama Yang Zhou di perbaiki.


"Maaf merepotkan mu, tetua ke 4, hehe" kata Yang Zhou.

__ADS_1


"Tak apa, aku memang bertugas untuk mengurus asrama para murid" kata tetua ke 4.


"Terimakasih, hehe" kata Yang Zhou.


"Sama sama, aku ingin bertanya satu hal" kata tetua ke 4.


"Kemana saja kau selama 2 tahun ini?kenapa asrama mu sampai rapuh seperti itu?" tanya tetua ke 4.


"Itu...." Yang Zhou bingung.


"Aku mengambil misi!ya!aku mengambil misi yang sangat sulit dan butuh waktu yang lama untuk menyelesaikannya, haha" kata Yang Zhou sambil mencari alasan.


"Aku tidak bisa bilang jika aku berlatih di alam spiritual ku, karena alam spiritual hanya di miliki oleh kultivator tahap spiritual energy formation" pikir Yang Zhou.


"Begitu ya, tapi misi apa yang tingkat kesulitan nya setinggi itu hingga membutuhkan waktu selama 2 tahun?" tanya tetua ke 4.


"Itu ...ah!tempat aku melaksanakan misi itu sangat jauh!benar, sangat jauh, jauh sekali hingga membutuhkan waktu yang sangat lama haha" kata Yang Zhou.


"Oh, begitu ya, baiklah" kata tetua ke 4.


"Sikap nya agak aneh" pikir tetua ke 4.


"Syukurlah tetua ke 4 percaya" pikir Yang Zhou.


Saat tetua ke 4 ingin kembali, ia berhenti dan berbalik.


"Sebentar" kata tetua ke 4.


"Apa?apa aku ketahuan?" pikir Yang Zhou.


Yang Zhou panik.


"Kau...." kata tetua ke 4.


"Kau di panggil oleh wakil ketua perguruan" kata tetua ke 4.


"Apa?" pikir Yang Zhou.


"Hah~, syukurlah" pikir Yang Zhou sambil menarik nafas lega.


"Oh, baiklah" kata Yang Zhou.


"Kalau begitu sampai jumpa" kata tetua ke 4.


"Ya" kata Yang Zhou.


Yang Zhou pun pergi menuju tempat wakil ketua perguruan.


Diperjalanan


"Kenapa wakil ketua perguruan memanggilku?" pikir Yang Zhou.


"Semoga saja hal baik" pikir Yang Zhou.


Yang Zhou akhirnya sampai di tempat wakil ketua perguruan.


"Aku izin masuk" kata Yang Zhou.


"Kau sudah sampai?" kata Yang Zhou.


"Iya, ada perihal apa wakil ketua perguruan memanggilku" kata Yang Zhou.


"Aku punya misi khusus untuk mu" kata wakil ketua perguruan.

__ADS_1


__ADS_2