
Kepala desa pun menceritakan apa yang ia tahu.
"Jadi intinya aku adalah manusia yang di pilih Dewi spirit dan di takdirkan untuk menjadi penyelamat kalian bangsa spirit dari kebangkitan raja monster yang terjadi setiap 500 tahun begitu?" kata Yang Zhou.
"Benar sekali tuan" kata kepala desa.
"Hmm.....ini agak membingungkan, aku tidak ingat pernah mendapat berkah Dewi apa pun" kata Yang Zhou.
"Kau mungkin salah orang barangkali" kata Yang Zhou.
"Tidak tidak, itu tidak mungkin, energi spirit mu jelas jelas mengandung energi yang sama persis dengan energi yang di pancarkan Dewi spirit, aku tidak mungkin salah" kata kepala desa.
"Ayah benar!sudah terlihat jelas bahwa kau adalah sang pilihan Dewi spirit!kau tidak bisa mengelak!" kata Yan Xie.
"Hah~, terserah apa kata kalian" kata Yang Zhou.
"Tapi, yang membuat ini rumit adalah bagaimana kami membawa mu ke kerajaan sebelum para penjaga Ming Yue sampai di kerajaan" kata kepala desa.
"Benar, jika kau memiliki hubungan yang buruk dengan kaisar, maka akan sulit untuk mereka percaya bahwa kau adalah manusia pilihan Dewi spirit" kata Yan Xie.
"Baiklah, itu salah ku" kata Yang Zhou.
"Apa yang harus kita lakukan" kata kepala desa.
"Ah!bagaimana dengan membunuh para penjaga Ming Yue sebelum mereka sampai di kerajaan?!dengan begitu, tidak akan ada yang tahu bahwa kitalah yang membunuh nya, wah!aku sangat jenius!hahaha" kata Yan Xie dengan bangga.
"Hal semacam membunuh penjaga Ming Yue seperti itu tidak akan menyelesaikan masalah, percuma saja, jika kau sudah menyulut api, maka akan sulit untuk memadamkannya jika hanya menyiram bagian atasnya, cara yang paling mudah adalah memadamkan api yang paling dasar sebagai sumber keluarnya api itu sendiri" kata Yang Zhou.
"Yang Yu benar, itu tidak akan menyelesaikan masalah" kata kepala desa.
- Yang Yu adalah sebutan Yang Zhou di alam spirit.
"Lalu apa yang harus kita lakukan" kata Yan Xie.
"Aku juga tidak tahu" kata kepala desa.
"Yang harus kalian lakukan adalah urusan kalian, dan yang akan aku lakukan adalah urusanku, tenang saja" kata Yang Zhou.
"Ah y...ya" kata kepala desa dan Yan Xie.
"Aku akan keluar untuk pemanasan" kata Yang Zhou.
"Pemanasan?" pikir kepala desa dan Yan Xie.
Yang Zhou pun keluar untuk melihat daerah sekitar.
__ADS_1
Ia mengamati sepanjang jalan mencari keanehan.
Para penduduk spirit di desa itu menjauhi Yang Zhou dan mencoba tidak menatap mata Yang Zhou.
"Kenapa orang orang di sini terlihat murung dan ketakutan melihatku?apa karena aku membunuh Ming Yue.
Tiba tiba ada sekelompok orang orang dengan tubuh yang besar menghampiri Yang Zhou.
"Hey!bocah!serahkan seluruh hartamu!cepat!" kata salah seorang dengan tubuh besar itu.
"Hehe, tubuh mu kecil dan pakaian mu terlihat asing, dari kerajaan mana kau berasal?" kata salah seorang dengan tubuh besar itu.
"Maaf ya bocah, disini adalah daerah kekuasaan kami, jadi kau harus memberikan semua hartamu karena telah memasuki daerah kami, hehe" kata salah seorang dengan tubuh besar itu.
"Heh!aku berbicara padamu!apa kau tuli hah!?" kata salah seorang dengan tubuh besar itu.
"Berisiknya, mendengarkan sekelompok sampah sedang membual benar benar membuatku ingin muntah" kata Yang Zhou.
Yang Zhou membakar mereka semua menjadi abu dalam sekejap.
Yang Zhou kembali berjalan untuk melihat beberapa toko.
Markas orang orang dengan tubuh besar itu
"Ha?oh, begitu ya" kata pemimpin mereka.
"T...tuan!yang menghabisi mereka adalah 1 orang!dan lagi anak kecil!" kata salah seorang anggota.
"Ha?!kau pikir mengarang cerita seperti itu lucu?" kata pemimpin mereka.
"Tidak!aku tidak berbohong!mata mata kita yang mengatakannya!mereka dihabisi dalam sekejap mata!" kata salah seorang anggota.
"Dalam sekejap?kau yakin itu bukan bualan?" kata pemimpin mereka.
"Tidak tuan, aku mana mungkin berani membual di depan tuan, anak kecil itu menghabisi kelompok 4 dengan sebuah api yang tidak biasa, membakar mereka dalam sekejap tanpa menyisakan jasad" kata salah seorang anggota.
"Hmm....jika yang kau katakan benar, maka ini benar benar menarik!" kata pemimpin mereka.
kota dimana Yang Zhou berada
"Jika tebakan ku benar, seharusnya para penduduk disini bukan takut karena aku, mereka takut aku membuat masalah dengan kaisar apa lah itu" kata Yang Zhou.
"Baiklah, karena aku sudah membuat masalah untuk kalian, aku akan bertanggung jawab juga" pikir Yang Zhou.
Ia pun kembali ke balai desa.
__ADS_1
"Yang Zhou!eh, m....ma...maksudku Y...Yang Yu, kau sudah......kembali?" wajah Yan Xie merona.
"Tak usah malu, panggil saja aku Yang Yu, anggap saja aku kakak mu" kata Yang Zhou.
"Eh!b...benarkah?" kata Yan Xie.
"Ya" kata Yang Zhou.
"K....kalau begitu, k....kakak Yang" kata Yan Xie.
"Ah, baiklah, bukan masalah kau mau memanggilku apapun" kata Yang Zhou.
"Terimakasih!kakak Yang!" kata Yan Xie.
Kepala desa datang dengan wajah cemas.
"Nak Yang Yu, bagaimana ini?kaisar telah menerima kabar bahwa anaknya mati di desa ini dan di bunuh oleh mu!" kata kepala desa.
"Oh, begitu" kata Yang Zhou.
"Bukan oh begitu!ayo cepat kita bereskan barang barang kita, kita harus menyelamatkan diri" kata kepala desa.
"Menyelamatkan diri?kenapa kita harus menyelamatkan diri dari kedatangan kaisar?" tanya Yang Zhou.
"Jika ia adakah seorang kaisar dan ayah yang bertanggung jawab akan cara hidup anaknya, seharusnya dia bisa melihat siapa yang salah pada masalah ini, anaknya Ming Yue telah memaksa Yan Xie untuk menikahinya, bukan menjadi istri, melainkan selir, jika kaisar ini tetap membela anaknya, maka aku tidak akan segan segan memenggal kepalanya" kata Yang Zhou.
"Yang Yu, walaupun kau adalah manusia pilihan Dewi spirit, tapi kekuatan kaisar kerajaan tidak bisa di remehkan!dia menjadi kaisar bukan besar namanya saja, kau tidak akan bisa menghadapinya" kata kepala desa.
"Ayah benar Kakak Yang, kita harus menyelamatkan diri" kata Yan Xie.
"Kalian pergilah, aku akan menjaga desa ini" kata Yang Zhou.
"Tapi Yang Yu..." kata kepala desa.
"Jika ingin pergi, pergilah, aku akan bertanggung jawab akan masalah yang aku buat" kata Yang Zhou.
Kepala desa tampak bimbang dan takut.
"Kakak Yang, jika kakak Yang ingin tinggal dan bertanggung jawab disini, maka aku juga akan tinggal" kata Yan Xie.
"Ya, terserah padamu, aku tidak memaksa" kata Yang Zhou.
Dari jarak 4 kilo meter, Yang Zhou merasakan adanya pergerakan sebuah pasukan dengan lebih dari 10.000 prajurit.
"Mereka sudah datang" kata Yang Zhou.
__ADS_1