
Yang Zhou pergi menuju arah yang di tunjukan oleh sang suami itu. Ia pergi tanpa pikir panjang karena terlalu terburu buru.
"Tuan, seekor kelinci gemuk telah masuk ke perangkap. Dia bergerak ke arahmu"
penjelasan : Yang Zhou di sebut sebagai kelinci gemuk karena ia tampak seperti orang kaya. Kulit putih bersih dengan pakaian yang terlihat tidak murah, dan cara bicara yang sopan dan tata Krama bak seorang anak dari keluarga jelas atas yang memiliki status tinggi.
Ucap sang suami.
"Hahaha! mangsa ke 3 kita akhirnya tiba. Mari kita lihat berapa banyak emas yang ia bawa!"
Ucap Bos nya.
900 meter dari rumah kecil tempat pasangan suami-istri itu tinggal
Yang Zhou sudah memasuki kawasan hutan dengan pohon pohon besar yang berada di seberang rumah pasangan suami-istri itu.
Yang Zhou menggunakan 100% kecepatannya dalam wujud manusia. Ia melesat hampir bagaikan petir yang menyambar. Jalur yang ia lewati seketika di penuhi oleh sisa sisa energi Ki milik Yang Zhou.
Dengan gelombang energi yang keluar dari tubuh Yang Zhou, terbentuklah hantaman hantaman ringan yang berakibat fatal jika terkena kulit manusia biasa.
"Aku harus cepat! waktuku hanya sedikit!"
Kata kata itu terus berputar putar berulang kali di otak Yang Zhou saat di perjalanan. Tanpa sadar, Yang Zhou sedikit demi sedikit merusak pohon pohon besar di sekeliling jalur ia berlari.
Pohon pohon itu terkena gelombang kejut dari elemen Yang Zhou dan seketika langsung mati. Menyisakan bekas gosong pada tapak kaki Yang Zhou.
"Ada beberapa orang dengan senjata di depan ku? bandit?"
Yang Zhou merasakan adanya hawa kehidupan.
"Ah sudahlah. Tak perlu mengurusi para sampah ini. Yang harus aku lakukan hanyalah mencari mawar putih suci"
Ucap Yang Zhou.
Penjelasan : mereka adalah bandit hutan.
Tempat para bandit itu bersembunyi
"Kalian semua bersiaplah! kelinci ketiga kita menuju ke sini!"
Sang Bos berteriak untuk menyuruh para bawahan nya bersiap.
"Baik!"
Jawab para bawahan.
Diwaktu yang sama, Yang Zhou melesat begitu cepat ke arah para bandit itu. Dalam kecepatan itu, tak buruh waktu lama untuk Yang Zhou dengan cepat melewati tempat para bandit itu.
Tak sempat menghadang Yang Zhou dan merampoknya, para bandit itu malah terdiam karena terkejut akan kecepatan Yang Zhou yang seharusnya menjadi target buruan mereka.
__ADS_1
"A-apa.....apa apaan itu!?"
Boss bandit itu terkejut.
"A-apa dia manusia?"
Seluruh tubuh bos bandit itu gemetar. Ia terkena gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh gesekan energi dari elemen petir hitam yang terbakar.
Seketika, para bawahannya pun terduduk lemas dengan kaki yang menjadi lumpuh dalam sekejap. Saraf saraf kaki bawahan bos bandit itu pecah karena nya. Hanya bos bandit itu yang masih berdiri walaupun dengan badan yang tak bisa di gerakan.
Di sisi lain, Yang Zhou masih terus melesat seperti petir. Ia keluar dari hutan itu dan sampai di sebuah kota kecil yang tampak sangat ramai.
"Akhirnya aku menemukan sebuah kota. Mungkin orang orang di dalam kota kecil ini mengetahui sesuatu yang berhubungan dengan mawar putih suci"
Yang Zhou berhenti sejenak dan menyadari sesuatu.
"Tunggu dulu, apakah ini kota transit? kalau memang begitu, bagus!"
Ucap Yang Zhou. Ia lalu berjalan normal layaknya orang biasa lagi. Hal itu dikarenakan adanya penjaga di gerbang masuk kota itu.
Yang Zhou di periksa. Namun dengan kekuatan pengendali jiwa miliknya, Yang Zhou dapat dengan mudah pergi keluar masuk kota manapun dengan mudah. Namun tidak dapat di pungkiri bahwa Yang Zhou tidak dapat mengendalikan jiwa orang yang lebih kuat darinya.
Kota Rembrant
Yang Zhou berjalan melewati gerbang masuk. Ia memasuki kawasan kota Rembrant dengan perlahan sembari bertanya tanya tentang mawar putih suci.
Walaupun begitu, Yang Zhou mendapatkan dua informasi yang cukup berguna. Ia di beritahu, bahwa kota yang ia datangi adalah benar benar kota transit. Dan kota ini adalah kota yang merupakan bagian dari kerajaan HuanZhu.
Dengan bermodalkan kedua informasi itu, Yang Zhou pun memutuskan untuk pergi menuju kerajaan HuanZhu. Dengan cara yang sama, Yang Zhou berhasil melewati gerbang masuk kerajaan HuanZhu.
"Jadi seperti inikah kota di kerajaan HuanZhu? kukira ini sangat sama dengan keadaan kota di kerajaan YunXiang?"
Pikir Yang Zhou.
Yang Zhou sadar, bahwa waktunya hanya sedikit. Ia pun kembali bertanya tanya kepada para penduduk desa. Hampir seluruh penduduk dari kota Rembrant mengatakan tidak mengetahui apapun tentang mawar putih suci.
Hal itu membuat Yang Zhou hampir putus asa. Yang Zhou bingung, ia merasa bahwa tanggung jawabnya akan keselamatan ketua akademi begitu besar.
"Jika aku tidak dapat menyelamatkan jiwa guru, maka itu sama saja aku membunuh nya"
Ucap Yang Zhou dengan wajah khawatir.
Disaat Yang Zhou tengah merenungkan hal hal itu, tiba tiba terasa sebuah percikan energi yang saling bergesekan. Hal itu menunjukan bahwa ada seseorang yang tengah bertarung.
Yang Zhou sempat terpancing untuk menuju ke sana, namun niatnya gugur karena rasa kecewanya terhadap dirinya sendiri.
"Nina!! tidak!! anakku!!"
Suara seorang ibu yang menjerit.
__ADS_1
Hal itu membangkitkan niat Yang Zhou untuk menggerakkan tubuhnya dan bangkit untuk segera pergi mendatangi sumber jeritan itu keluar.
"Sial!"
Yang Zhou menyebarkan auranya hingga akhirnya menemukan satu orang wanita dan satu orang gadis yang tengah di kepung oleh ratusan beast anjing hitam berbulu yang merupakan beast pada tingkat 10 di tengah kota Rembrant.
"Beast? di tengah kota? bagaimana mungkin?"
Pikir Yang Zhou.
"Tetua mengatakan bahwa kerajaan HuanZhu dijaga ketat oleh ribuan prajurit, tapi kenapa bisa ada beast di dalam kota? dan lagi, jumlah mereka termasuk cukup banyak"
Yang Zhou langsung melesat. Dalam waktu yang sangat singkat, Yang Zhou membuat para beast itu tunduk di bawah tekanan yang ia buat. Dengan tanpa membuat kedua orang wanita dan gadis itu terluka, Yang Zhou membunuh semua beast itu tanpa menyentuh mereka sedikit pun.
"Kau, bocah yang di sana"
Ucap seorang pria tua dengan puluhan prajurit dengan pakaian dan senjata lengkap di belakangnya.
Yang Zhou menoleh ke arah pria tua itu. Ia mengamati apa yang akan di lakukan oleh pria tua itu.
"Kenapa kau menolong wanita itu dan anaknya?"
Tanya pria tua itu.
"Kenapa? apakah aku membutuhkan alasan untuk menolong orang yang sedang dalam kesulitan?"
Tanya Yang Zhou.
"Kau benar. Tapi, apakah tidak rugi bagimu jika kau terluka parah karena menolong mereka tadi?"
Tanya pria tua itu.
"Tak apa terluka untuk menyelamatkan orang lain, lia itu bisa sembuh dalam beberapa hari. Lagi pula aku juga tidak terluka. Seperti yang anda lihat, tubuhku masih utuh dan baik baik saja"
Ucap Yang Zhou.
"Begitu kah? jawaban yang mengagumkan. Aku terkesan. Kalau begitu, aku pergi dulu. Jika kau butuh bantuan ku, maka datanglah ke istana"
Ucap pria itu sambil melambaikan tangan ke Yang Zhou dengan para prajurit nya yang mengikuti dari belakang.
"Ha? apa maksudnya itu? istana?"
Yang Zhou masih belum menyadari sesuatu.
Tiba tiba, keadaan sekitar menjadi tenang. Wanita itu dan anaknya pun berdiri dan memberi Yang Zhou sebuah senyuman sambil berkata sesuatu.
"Kau orang yang baik, pergilah ke istana, yang mulia akan memberikan mu sesuatu"
Ucap wanita itu.
__ADS_1