Suamiku Alergi WANITA

Suamiku Alergi WANITA
Mending Goda Suami Sendiri


__ADS_3

Happy reading......


Bintang mengerjapkan matanya yang mulai lima wat, dengan mulut yang beberapa kali menguap. Dia benar-benar mengantuk. Akhirnya Bintang pun tertidur dengan posisi duduk.


Emil yang sedang memainkan ponselnya seketika menatap ke arah Bintang. Kemudian dia menaruh ponselnya di atas nakas, lalu mengambil remote tv yang ada di tangan Bintang dan mematikan televisi itu.


Dia melihat ke arah Bintang, menelusuri setiap jengkal wajah cantik itu. Saat tatapan Emil mengarah ke belahan dada milik Bintang. Pria itu menelan ludahnya dengan kasar.


Dua bongkahan yang menyembul itu, terlihat begitu menggoda di mata Emil. Seketika ingatan Emil mengarah pada saat Bintang keluar dari kamar mandi tanpa baju.


Dengan tangan sedikit gemetar, Emil menarik selimut dan menutupi tubuh Bintang. Apalagi saat ini Emil merasakan tubuhnya yang mulai panas. Dia menatap wajah cantik Bintang, lalu satu tangan nya ter-ulur untuk memegang wajah Bintang.


Dengan pelan, Emil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik Bintang. Dia tersenyum saat melihat wajah damai itu. ''Kamu sangat cantik jika tertidur begini. Jika kamu bangun, maka maka wajahmu akan terlihat jelek,'' kekeh Emil dengan suara yang lirih.


Dia menarik tangannya di wajah Bintang dan hendak tertidur. Akan tetapi, Emil kaget saat Bintang menarik tangannya kembali dan membawanya dalam pelukan.


Emil tentu saja sangat kaget, dan dia mencoba untuk melepaskan tangan nya di dekapan Bintang. Namun, Bintang memeluk tangannya begitu erat. Apalagi Emil merasakan benda kenyal di lengan nya, dan itu mampu membuat sesuatu di dalam diri Emil semakin meronta.


''Astaga wanita ini. Emang dia pikir, lenganku ini guling apa?'' gumam Emil dengan kesal.


Dengan susah payah Emil tertidur, karena konsentrasi nya harus terpecah akibat Bintang yang memeluk tangannya. Emil tidak bisa berkutik, dan jika dia bergerak sedikit saja, maka benda kenyal itu akan begitu terasa, dan semakin membuat Emil merasakan panas di tubuhnya.


Pagi hari Nintang mengerjapkan matanya, dia merasakan sesuatu yang hangat dalam pelukannya. Udara yang dingin membuat Bintang semakin mengeratkan pelukan di benda hangat nan empuk itu.

__ADS_1


Bintang tidak sadar jika yang sedang dia peluk saat ini adalah Emil. Dan begitupun dengan Emil, pria itu masih tertidur dengan nyenyak.


Perlahan tangan Bintang mulai menelusuri benda apa yang saat ini tengah dia peluk, dan saat tangan Bintang memegang sesuatu yang keras dan kenyal, membuatnya mengerutkan dahi dengan mata terpejam.


Bintang seperti pernah merasakan benda itu, tapi dia lupa di mana dan kapan pernah memegang benda yang berada dalam genggamannya.


Perlahan matanya terbuka, dan saat Bintang sudah sepenuhnya sadar. Dia kaget saat melihat Emil berada dihadapannya. Bahkan jarak mereka sangat dekat, apalagi saat ini Bintang tengah memeluk lengan Emil, dan satu tangan Emil memeluk pinggang nya.


''Aaaaaa .... Es kobokan piring ngapain kamu peluk-peluk aku!?'' teriak Bintang sambil menatap pria yang masih tertidur di hadapannya, dan menampar wajah Emil.


PLAK!


Emil yang sedang tidur dan menyelami alam mimpi, seketika ter-kaget saat dia merasakan sebuah tamparan nan nikmat di pipinya. Apalagi saat dia mendengar teriakan Bintang.


''Aaaaa .... heh kembaran kaleng sawah. Kamu ngapain ada di sini? Kamu ngapain nampar aku, hah!'' geram Emil sambil berteriak dan menatap Bintang dengan tajam.


''Heh, es kobokan piring. Yang ada kamu, ngapain peluk-peluk aku? Oh, enak ya kamu mencari kesempatan dalam kesempitan? Dasar pria setengah yupi,'' kesal Bintang dengan wajah yang sudah merah padam.


Dia benar-benar malu karena ketahuan sudah memeluk Emil. Apalagi tadi Bintang sempat memegang sesuatu yang berharga pada tubuh Emil. Untung saja tadi Emil belum terbangun, jika pria itu sudah bangun sudah pasti dia akan meledek Bintang habis-habisan.


''Apa kamu bilang? Mencari kesempatan dalam kesempitan? Heh, Markonah. Harusnya yang mencari kesempatan dalam kesempitan itu siapa? Dari semalam yang meluk aku tuh siapa? 'Kan kamu. Udah ngelakuin tapi tidak mau ngaku lagi,'' ujar Emil tidak mau kalah.


''Sudahlah, males lama-lama debat sama kamu.'' Setelah mengatakan itu, Emil turun dari ranjang dan berjalan ke arah balkon sambil menatap pantai yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Sebenarnya dia meninggalkan Bintang karena Emil tidak kuat jika harus berlama-lama di dekat wanita itu. Sebab jantungnya selalu berdebar ketika menatap kedua mata indah milik Bintang.


Sejujurnya dia heran, kenapa sedari semalam dia tidak merasakan sesak sama sekali saat Bintang memeluk lengannya, bahkan sampai Emil tidak sadar telah tertidur dalam pelukan Bintang. Dan dia juga memeluk tubuh wanita itu, tetapi Emil tidak merasakan sesak sama sekali.


Sedangkan di dalam kamar, Bintang sedang memukul kepalanya dengan pelan. ''Bodoh kamu Bintang! Ya ampun ... sumpah gue malu banget. Semalam 'kan gue yang minta dia buat jauh-jauh. Kenapa tiba-tiba gue sendiri yang mendekati?'' Bintang merutuki kebodohannya sendiri, kemudian dia berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


**********


Jam menunjukkan pukul 10.00 pagi, Bintang merasa jenuh terus berada di dalam villa. Kemudian dia berjalan ke arah luar, di mana langsung tembus ke pantai. Dengan langkah perlahan, Bintang menyusuri pesisir pantai sambil menikmati sepoi-sepoi angin yang menerpa tubuhnya.


Karena Bintang tidak memakai pakaian yang tebal, dan dia hanya menggunakan lingerie, membuat angin yang menerpa nya terasa begitu dingin. Namun untuk kembali ke dalam villa, Bintang sangat malas. Karena dia masih malu dengan kejadian tadi pagi.


Saat Bintang tengah duduk di pinggir pantai, di sebuah batu. Tiba-tiba saja ada sebuah kemeja yang melingkar di pundak Bintang. Dan saat dia menengok, ternyata itu Emil. Pria itu pun langsung duduk di samping Bintang.


''Jika keluar, jangan berpakaian seperti ini. Kalau ada yang melihat bagaimana?'' ucap Emil sambil menatap lurus ke arah depan.


Bintang membuang nafasnya dengan kasar. ''Bagaimana mungkin aku akan berganti baju? Pakaian yang Mama Ria siapkan saja seperti ini semua. Dua hari saja aku di sini, sudah dipastikan masuk angin,'' ujar Bintang dengan nada yang kesal.


''Iya aku tahu, makanya kamu tuh harusnya di dalam villa aja, nggak usah keluar. Kecuali memang kamu sengaja ingin memperlihatkan tubuhmu pada pria lain,'' jelas Emil sambil melipat kedua tangannya di depan dada, dengan tatapan lurus di balik kacamata hitam nya.


Bintang yang merasa kesal pun kemudian berdiri dan duduk di pangkuan Emil, lalu mengalungkan tangannya ke leher Pria itu.


''Daripada aku menggoda pria lain, lebih baik aku menggoda suamiku sendiri. Lagipula, aku jenuh di dalam terus. Dan di sini juga tidak ada orang selain kita bukan? Villa ini jauh ke mana-mana, sangat terpencil. Hanya kita saja disini berdua,'' jawab Bintang sambil mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


Emil diam saja dengan dada berdebar keras. Namun, dia sama sekali tak merasakan sesak.


BERSAMBUNG


__ADS_2