Suamiku Alergi WANITA

Suamiku Alergi WANITA
Mie Rasa Adukan Semen


__ADS_3

Happy reading......


Setelah mienya jadi, Emil menyerahkan makanan itu kepada Bintang. Bau harum tercium menguar memenuhi indra penciuman Bintang. Dia meneguk ludahnya dengan kasar saat melihat makanan yang begitu menggoda di hadapannya.


''Ini adalah mie spesial untuk istriku tersayang, dihabisin ya!'' ucap Emil sambil mencium kening Bintang.


''Terima kasih suami miloku,'' jawab Bintang sambil memeluk pinggang Emil yang sedang berdiri di sampingnya.


Pelayan melihat Bintang makan begitu lahap, dia seketika meneguk ludahnya dengan kasar. Tidak bisa di bayangkan bagaimana rasanya saat mie itu masuk ke dalam tenggorokan. Sebab pelayan tadi melihat bagaimana cara Emil memasaknya.


Ya ampun, apa Nona muda tidak merasa aneh dengan rasanya? Kalau aku jadi Nona muda, mungkin saja sudah mual. batin pelayan tersebut.


Di satu sisi, mama Ria baru saja bangun dari tidurnya. Dia merasa haus, kemudian berjalan ke arah dapur. Namun seketika matanya membulat saat melihat dapur yang begitu berantakan, ditambah di sana ada Emil dan Bintang yang sedang duduk di meja makan.


''Ya ampun! Ini kenapa dapurnya berantakan sekali?'' tanya Mama Ria dengan wajah bingung.


''Ini Mah, Mas Emil baru aja bikinin aku mie. Soalnya aku lapar banget,'' jawab Bintang sambil terus memakan mienya.


Mendengar jawaban menantunya, mama memasang wajah kaget, bahkan bibirnya menganga dengan wajah membulat ke arah dua orang yang sedang duduk di hadapannya.


''Apa! Masak mie?'' kaget Mama Ria, karena dia tahu selama ini Emil tidak pernah bisa masak.


Emil dan Bintang mengangguk bersamaan.


Namun tak lama kemudian mama Ria tertawa terbahak-bahak. Dia pikir, Bintang sedang melakukan lulucon, karena tidak mungkin orang seperti Emil mau ke dapur untuk memasak. Sebab dari kecil bahkan pria itu tidak pernah memegang kompor sedikitpun. Jadi sangat mustahil, jika Emil pintar dalam hal itu.

__ADS_1


''Mama kenapa, kok ketawa kayak gitu? Emangnya ada yang lucu ya?'' tanya Emil dengan tatapan heran mengarah kepada sang mama.


''Ya gimana mama nggak heran, nggak ketawa? Habisnya lucu, kamu 'kan nggak pernah megang kompor, panci apalagi wajan? Jadi mana mungkin kamu bisa masak, Emilio?'' kekeh mama Ria.


Mendengar itu, Emil menekuk wajahnya. ''Kalau Mama tidak percaya, tanya aja sama pelayan,'' ujar Emil sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


Kemudian mama Ria menatap ke arah pelayan tersebut dan menanyakan tentang putranya, dan ternyata benar, Emil baru saja selesai masak mie untuk Bintang. Bagi mama Ria itu adalah record yang berharga, sebab baru kali ini Emil masuk ke dalam dapur untuk memasak.


''Mama mau coba hasil masakannya Mas Emil? Enak loh, Ma,'' ucap Bintang sambil terus memakan mienya.


Mama Ria meneguk ludahnya beberapa kali saat melihat Bintang begitu lahap memakan mie tersebut, dan itu membuatnya begitu penasaran. Kemudian dia mengambil garpu yang ada di meja lalu menyendoknya dan memakan mie tersebut.


Namun seketika matanya membulat saat mie tersebut masuk ke dalam mulutny, lalu mama Ria segera berlari ke arah wastafel, kemudian memuntahkan makanan itu. Setelahnya dia meminum air putih satu gelas habis.


Emil dan Bintang saling melirik satu sama lain saat melihat reaksi mama Ria, sedangkan pelayan tersebut begitu kasihan kepada Nyonyanya. Sebab dia tahu bagaimana rasa mie tersebut pastilah sangat tidak enak.


''Astaga! Itu mie atau adukan semen? Ya ampun, rasanya benar-benar kacau balau. Bintang, apa kamu tidak salah lidahnya? Rasanya benar-benar tidak karuan, tapi kamu begitu menikmatinya?'' heran mama Ria sambil menatap Bintang dengan bingung.


''Nggak karuan gimana, Mah? Orang enak kayak gini kok,'' jawab Bintang sambil terus memakan mie tersebut.


Emang lidah Bumil mah beda ya🤣


Mama Ria kemudian pamit ke dalam kamar, dia tidak mau merasakan mie yang entah dimasaknya dengan bumbu apa dan bagaimana. Sebab rasanya tidak bisa dijelaskan, begitu sangat buruk bahkan lebih enak dari kue yang basi.


Pelayan itu yang sudah selesai membereskan dapur, kemudian pamit ke kamarnya kembali. Dia bergidik ngeri saat mengingat bagaimana Emil memasak mie tersebut. Di mana seharusnya pria itu memasukkan bumbu penyedap, tetapi malah memasukkan lada, garam, bubuk jahe dan juga cengkeh.

__ADS_1


.


.


Pagi hari telah tiba, saat ini Bintang sedang berada di meja makan untuk meminum susu hamilnya. Sedangkan mama Ria sedang membantu pelayan untuk menyiapkan sarapan pagi dan membuatkan kopi untuk suaminya.


Walaupun mereka berasal dari keluarga kaya raya, tetapi mama Ria selalu melayani suaminya sendirian. Sebab dia tidak ingin pelayan yang melakukan itu, karena istrinya adalah dia, bukan Pelayan. Jadi sebagai seorang istri, dia tidak ingin hanya pintar di atas ranjang saja, tapi pintar dalam mengurus suaminya pula.


''Good morning," ucap seorang wanita yang tiba-tiba saja datang ke meja makan.


''Waalaikumsalam, Jubaedah, Jubaedah ... Datang-datang bukannya ngucap salam, malah cium kening,'' celetuk Bintang saat susunya setelah habis.


''Hehehe ... iya gue lupa. Lagian siapanyang cium kening? Oke, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,'' ucap Tiwi sambil mencium tangan mama Ria.


''Waalaikumsalam,'' jawab Bintang dan mama Ria serempak.


Kemudian Tiwi menaruh bingkisan di atas meja makan. ''Itu apa, Jubaedah? Lo nggak mau cium tangan gue, juga?'' tanya Bintang sambil.mengulurkan tangannya.


''Ini Markonah, mama baru aja bikin resep baru buat di toko. Jadi gue bawa ke sini deh. Dan lagi, ogah nyium tangan lo, yang ada entar bibir sexy gue dower,'' jawab Tiwi sambil duduk di samping Bintang.dengan nada somplaknya.


Mama Ria hanya menggelengkan kepalanya saja saat melihat dan mendengar bagaimana panggilan kesayangan ala dua sahabat tersebut. Sedangkan para pelayan terkekeh, karena mereka merasa lucu nama yang bagus diganti dengan nama yang begitu jelek.


Kemudian mama Ria meminta pelayan untuk menyiapkan cake tersebut dan menghidangkannya di atas meja. Dia juga meminta Tiwi untuk ikut makan bersama di sana, dan tidak lama Emil bersama dengan papa Erza datang ke meja makan untuk sarapan.


Namun saat mereka akan memulai sarapan pagi, tiba-tiba seseorang datang. ''Selamat pagi,'' ucap seorang pria saat sampai di meja makan.

__ADS_1


Tiwi yang sedang meminum teh buatan mama Ria seketika tersedakx saat melihat pria itu datang dan duduk di sampingnya. Astaga! Kenapa dunia sempit sekali? Kenapa juga nih lampu lampion datang? batin Tiwi.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2