Suamiku Alergi WANITA

Suamiku Alergi WANITA
Perusuh Lagi


__ADS_3

Happy reading ......


Setelah olahraga di pagi hari, Bintang dan juga Emil berangkat ke kantor. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 08.30 pagi, dan mereka baru saja berangkat.


''Loh, Bintang. Kamu mau ke mana?'' tanya Mama Ria saat melihat Bintang sudah rapi dengan setelan kantornya.


''Ini Mah, aku mau ke kantor. Lagi pula, di rumah terus rasanya suntuk,'' jawab Bintang sambil terkekeh kecil.


''Ya sudah, tapi ingat jangan melakukan hal yang berat ya! Kamu 'kan lagi hamil. Emil jaga istri kamu!'' ucap Mama Ria sambil melirik ke arah Emil.


''Iya, Mama tenang aja! Emil akan jaga Bintang kok,'' jawab Emil. Kemudian mereka pun berangkat ke kantor.


Selama dalam perjalanan, Bintang terus saja bersender di bahu suaminya. Entah kenapa, dia tidak ingin jauh-jauh dari Emil. Karena wangi tubuh suaminya membuat Bintang merasa nyaman. Padahal selama ini dia tidak pernah merasakan itu.


Sesampainya di kantor, Emil langsung mengulurkan tangannya untuk digandeng oleh Bintang. Dia tidak ingin istrinya itu kenapa-napa, jadi dengan sigap Emil menjadi suami siaga, yang selalu ada di sisi Bintang dan menjaganya.


Semua mata karyawan memandang ke arah Emil dengan kagum, dia tidak menyangka jika Emil begitu sangat menyayangi. Bintang bahkan tidak membiarkan wanita itu berjalan sendiri, dan semua orang tentu saja sudah tahu tentang kehamilan Bintang.


Jam makan siang telah tiba, saat ini Bintang dan juga Emil tengah makan di ruangan mereka, sebab Emil tidak mau jika Bintang keluar dari kantor. Terlepas dari itu, satu jam lagi mereka akan ada meeting. Jadi tidak sempat untuk keluar kantor, hanya untuk makan siang.


Saat mereka tengah menghabiskan makanan, tiba-tiba saja Leon mengetuk pintu dan masuk ke, dalam ruangan Emil. Pria itu nampak begitu cemas dia menatap ke arah Emil dengan kode sebelah matanya.

__ADS_1


''Ada apa? Tidak usah pakai kode-kode. Aku masih normal, dan gak doyan terong,'' ujar Emil sambil menyuap makanan dari tangan Bintang.


Dasar Bos ed4n! Dia pikir aku lagi godain dia, apa? Aku juga masih normal, masih doyan kue cucur basah. gerutu Leon dalam hati.


Leon menghela nafasnya dengan kasar, kemudian dia menatap ke arah Emil dan Bintang. ''Di luar ada Azkia, wanita ular yang sedang mengamuk,'' jelas Leon.


Bintang yang sedang menyuap makanan seketika terhenti saat mendengar ucapan Leon. ''Kak Azkia? Buat apa dia, ke sini?'' tanya Bintang sambil menghentikan makannya.


''Dia ngamuk-ngamuk, meminta Tuan Emil untuk mengembalikan harta orang tuanya. Dia juga memaksa untuk masuk ke dalam kantor, walaupun sudah dicegat oleh security di bawah,'' jelas Leon.


Bintang dan Emil saling melirik satu sama lain, kemudian mereka berjalan keluar dari ruangan. Akan tetapi, Emil melarang Bintang untuk ikut. Namun wanita itu tetap ngotot, dia ingin tahu apa maksud Azkia datang ke kantor suaminya.


''Bintang! Emil, keluar kalian! Dasar orang-orang pengecut. Keluar, kebalikan harta orang tuaku!'' teriak Azkia yang tidak tahu malu, bahkan semua karyawan sudah melihat ke arahnya.


Bintangi melihat jika Azkia sedang ngamuk dan marah-marah, kemudian bintang melangkah mendekat ke arah wanita itu.


''Azkia, ngapain kamu ke sini pakai marah-marah segala? Apakah kamu, nggak malu diliatin semua orang?'' tanya Bintang sambil mengedarkan pandangannya.


Azkia menatap tajam ke arah Bintang. ''Cewek sialan! Sebaiknya lo beritahu tuh suami lo, buat kembalikan perusahaannya ayah. Lo itu, bener-bener nggak tahu di untung ya! Udah diurusin dari bayi, tapi apa balasan lo terhadap keluarga kami, hah!?'' bentak Azkia dengan nada tinggi.


Emil mengepalkan tangannya saat melihat istrinya dibentak, dia tentu saja tidak terima. Kemudian dia maju satu langkah ke arah Azkia dan menatap wanita itu dengan tatapan yang datar dan juga dingin.

__ADS_1


''Harusnya, saya bikin kalian menjadi gelandangan! Jika bukan karena Bintang yang meminta, kalian tentu saja sudah tinggal di kolong jembatan. Lagi pula, harta yang kalian miliki sekarang itu adalah milik orang tuanya Bintang. Siapa di sini yang tidak tahu malu, hah!'' bentak Emil dengan suara yang tinggi, hingga beberapa karyawan tersentak kaget.


Semua orang tidak menyangka jika Emil bisa mengeluarkan amarahnya. Padahal selama ini Emil terkesan orang yang cuek, walaupun dia sangat tegas, tapi baru kali ini mereka melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana marahnya seorang suami yang membela istrinya saat dihina.


''Sebaiknya kau pergi dari sini! Sebelum ku patahkan semua tulangmu! Jangan pernah berharap untuk harta yang bukan hak kalian!'' gertak Emil dengan sorot mata yang begitu tajam.


Saat ia akan membalik badannya, tiba-tiba tatapannya mengarah kepada seorang pria yang tengah berdiri tak jauh di luar kantor, dan pria itu memberikan kode lewat matanya kepada Emil.


Seketika Emil tersenyum miring, dia tahu apa yang di kode oleh pria tersebut. Kemudian dia mengajak Bintang untuk masuk dan meninggalkan Azkia, tapi sebelum itu dia berbisik kepada Leon saat melewatinya.


''Sepertinya Jasper akan memulai perannya,'' bisik Emil sambil melewati asisten pribadinya itu.


Leon mengangkat satu alisnya, dia tidak paham dengan ucapan Emil. Namun seketika tatapannya mengarah ke luar, dan dia melihat Jasper di sana. Kemudian Leon pun tahu apa yang dimaksud oleh bosnya.


Azkia diusir oleh satpam dari kantor Emil, kemudian dia menghentakkan kakinya dengan kesal. ''Tidak usah, pegang-pegang! Saya bisa keluar sendiri,'' ucap Azkia dengan sarkas pada dua security yang memegang lengannya.


Dia benar-benar kesal karena gagal untuk menggertak Bintang. Sebab sekarang usaha keluarganya tengah bangkrut, dan Azkia tidak bisa jalan-jalan dan berbelanja sesuka hatinya.


''Kamu tidak apa-apa?'' tanya seorang pria yaitu Jasper, saat sudah sampai di samping Azkia.


BEFSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2