
Happy reading
Hari ini sesuai dengan permintaannya Mama Ria, Tiwi dan juga Bintang, jika mereka akan pergi ke Bali. Dan benar saja, Emil menuruti keinginan ketiga wanita itu. Karena dia juga akan ikut ke sana, akan tetapi, nanti setelah pekerjaannya selesai dia dan Leon akan menyusul.
''Sayang, kamu ke Balinya nggak nunggu aku aja?'' tanya Emil kepada Bintang, saat sudah berada di Bandara.
Mama Ria yang mendengar itu segera merangkul pundak Bintang, lalu menjauhkannya dari Emil. Wanita paruh baya itu sengaja melakukannya, dia ingin melihat Emil cemburu. Sebab Mama Ria yakin, jika Emil pasti tidak suka dengan apa yang dilakukannya.
''Bintang 'kan, perginya sama Mama. Lagipula, kamu kerja terus sih, nggak ada waktu buat istri,'' cebik Mama Ria kepada Emil dan pria itu hanya merengut kesal.
''Mah, biarin aku meluk Bintang sebentar saja sih! 'Kan aku nggak berangkat bareng kalian?'' ucap Emil dengan nada yang merajuk.
Mama Ria, Tiwi dan juga Bintang yang melihat itu malah terkekeh kecil, karena wajah Emil saat merajuk sangatlah lucu. Pria sedingin dan sedatar itu bisa juga ternyata merasa kesal dan juga ngambek macam anak kecil yang diambil permennya.
''Heh, es kobokan piring. Anda itu tidak cocok kalau ngambek. Wajah sekaku Anda itu, sangat tidak pantas jika ditekuk seperti itu!'' ledek Tiwi sambil menggelengkan kepalanya.
Emil menatap ke arah Tiwi dengan tatapan tajam, tapi gadis itu tidak perduli. Dia mengedipkan bahunya saja sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Dia tidak takut dengan tetapan tajam milik Emil.
''Diam kamu! Memangnya kamu mau, kalau saya batalin tiket liburan kamu ke Bali?'' ancam Emil sambil menatap dingin ke arah Tiwi. Namun wanita itu langsung melengos dan memutar bola matanya dengan malas.
''Kalau aku sih fine-fine aja, tapi nggak tahu tuh sama Mama dan juga istri kamu. Kalau sampai mereka ngamuk, terus kamu nggak dikasih jatah sama Bintang, memangnya mau?'' goda Tiwi sambil menaik turunkan alisnya.
Kali ini bukan hanya Mama Ria dan juga Bintang saja yang menahan tawax tetapi Leon juga. Dia sampai membuang wajahnya ke arah lain, karena Leon rasanya ingin tertawa terbahak saat melihat Emil di skakmat oleh Tiwi.
__ADS_1
Selama ini, tidak pernah ada yang bisa melawan atau menjawab pertanyaan Emil dengan nada yang ketus, bahkan terkesan tidak peduli, tapi Tiwi begitu berani dan itu membuat Leon semakin takjub pada wanita itu. Padahal Tiwi tahu siapa Emil sebenarnya, tapi wanita itu seakan bersikap tidak peduli dengan jabatan dan juga kedudukan Emil.
Setelah acara perpisahan yang penuh drama antara Emil dan Bintang, mereka bertiga pun masuk ke dalamJet pribadi milik ke keluarga Ferdinand untuk menuju ke Bali.
''Udah, lo jangan cemberut terus dari tadi. Bener kata Tiwi, lo itu nggak cocok kalau wajahnya ditekuk?'' ledek Leon saat berada di dalam mobil, karena melihat Emil terus aja menekuk wajahnya.
''Lo nggak tahu, berada di posisi gue itu kayak apa? Berpisah sama istri yang paling gue cinta,'' jawab Emil sambil menyandarkan tubuhnya di kursi mobil.
Leon tidak menjawab ucapan Emil, dia terus aja fokus menyetir sampai mobil terparkir di area perkantoran. Kemudian pria itu pun turun dan membukakan pintu untuk bosnya, lalu mereka masuk ke dalam gedung yang lumayan megah.
Emil merasa tidak ada semangat untuk bekerja, akan tetapi pria itu tidak boleh mengutamakan egonya, karena pekerjaan sudah menjadi rutinitasnya setiap hari. Setelah menandatangani setiap berkas yang dikasih Leon kepadanya, tiba-tiba seorang wanita masuk ke dalam ruangan Emil.
Mata Emil membulat saat melihat wanita cantik yang berada di hadapannya. Sedangkan wanita itu yang dibalut dengan dress ketat berwarna maroon, tersenyum menggoda ke arah Emil. Kemudian dia duduk di sofa dan menyilangkan kakinya hingga memperlihatkan belahan pahanya.
''Kalista, kamu ngapain di sini?'' tanya Emil saat melihat wanita itu duduk dan menatap dirinya.
''Ckckc, kamu ini. Orang temannya kalau datang itu disambut, bukannya ditanya dengan nada nggak suka,'' rajuk Kalista sambil menekuk wajahnya.
Kalista adalah seorang model sekaligus teman kuliah Emil. Mereka berteman cukup lama, akan tetapi Emil tetap saja bersikap dingin pada setiap wanita, tapi itu yang menjadi daya tarik Kalista selama ini kepada pria itu. Apalagi Emil yang tidak bisa di sentuh oleh wanita manapun, membuat Kalista tertantang.
Akan tetapi, Kalista mendapatkan job di negara Korea, sehingga dia harus berpisah dengan Emil. Namun Kalista tidak perduli, setelah pekerjaannya selesai dia kembali ke indonesia untuk mengejar cintanya Emil, tapi Kalista tidak tahu jika Emil sudah menikah dengan Bintang.
''Nggak usah basa-basi deh, kamu mau ngapain kesini? Aku sedang banyak urusan, tidak bisa diganggu!'' tegas Emil sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap Kalista dengan dingin.
__ADS_1
''Kamu ini, dari dulu nggak pernah berubah ya. Selalu dingin dan datar, tapi itu yang menjadikan aku suka kepadamu. Tentu saja aku pulang ke Indonesia untuk mengejar cinta aku,'' jawab Kalista dengan percaya diri sambil membusungkan dadanya untuk menggoda Emil.
Memang body Kalista terbilang bagus, karena dia seorang model. Akan tetapi, di mata Emil, Kalista tidak ada apa-apanya dibandingkan Bintang. Karena saat ini di hatinya dan juga jiwanya sudah terukir nama Bintangx dan tidak akan pernah bisa terhapus dan tergantikan.
Bagi Emil, Bintang lebih dari segalanya. Bahkan jika wanita ber-body bak gitar spanyol pun, Emil tidak perduli. Karena menurut dia Bintang jauh lebih dari mereka, bahkan body istrinya pun sangat menggoda.
''Maaf Kalista, aku tidak punya banyak waktu. Sebaiknya kamu pergi sekarang! Lagi pula, aku tidaknya ingin seseorang salah paham'' ucap Emil sambil menunjuk pintu ruangannya.
Kalista mencoba mendekat ke arah Emil, tapi pria itu bangkit dari duduknya. Akan tetapi, Kalista segera mencekal tangan Emil, hingga membuat pria itu kaget dan mulai merasakan sesak. Dengan sekuat tenaga Emil pun melepaskan tangan Kalista dengan kasar, hingga membuat wanita itu syok akan sikap kasar Emil kepadanya.
''Sudah berapa kali aku bilang, jangan pernah menyentuh ku! Sebaiknya kamu pergi sekarang! Aku tidak ingin jika nanti istriku salah paham,'' ucap Emil dengan nada yang tegas dan sorot mata yang begitu tajam mengarah kepada Kalista.
Wanita itu terkejut saat mendengar ucapan Emil.
''Apa! Istri?'' Namun seketika dia tertawa terbahak-bahak. Kalista pikir, Emil sedang bercanda hanya untuk mengusir dirinya. ''Emil, Emil ... kalau kamu mau mengusir aku, jangan bilang kamu sudah menikah. Apa kamu pikir, aku akan percaya?'' ledek Kalista.
Emil segera merogoh ponsel-nya, kemudian dia menunjukkan foto pernikahannya dengan Bintang. ''Lihat! Aku sudah menikah, jadi sebaiknya kamu pergi sekarang! Atau aku minta security untuk menyeretmu dari sini!'' ancam Emil dengan nada yang dingin.
Kalista terkejut saat melihat foto pernikahan Bintang dan juga Emil. Kepalanya menggeleng tidak percaya dengan mulut sedikit menganga. Kemudian dia menatap kearah pria yang ada di hadapannya dengan air mata yang mengembun di ke-2 netra indah miliknya.
''Nggak! Kamu pasti bohong, 'kan? Ini pasti hasil editan. Kamu nggak mungkin menikah, Emil?'' bantah Kalista yang tidak percaya dengan foto itu.
''Terserah kamu, mau percaya atau tidak, tapi faktanya aku aku sudah menikah 2 bulan yang lalu. Sebaiknya kamu pergi dari sini!''
__ADS_1
...BERSAMBUNG...