Suamiku Alergi WANITA

Suamiku Alergi WANITA
Ajakan Leon


__ADS_3

Happy reading......


Selama sarapan, Leon tidak hentinya melirik ke arah Tiwi dari sudut ekor matanya, dan itu tertangkap jelas oleh Bintang dan juga Emil. Pasangan somplak tersebut hanya tersenyum saja saat melihat bagaimana Leon memperhatikan wanita yang ada di sampingnya.


Setelah sarapan selesai, mama Ria sudah bersiap untuk mengantar papa Ezra menuju Bandara. Karena sebentar lagi pria itu akan menuju Kota Batam untuk perjalanan bisnis beberapa hari.


Bintang mengajak Tiwi untuk duduk di salah satu ayunan yang ada di taman. Wanita itu ingin berbicara dari hati ke hati, apalagi saat melihat bagaimana tatapan Leon terhadap sahabatnya.


''Oh ya, Tiwi, aku mau nanya sesuatu deh sama kamu?'' tanya Bintang.


''Mau nanya apa, Markonah?''


''Kau itu sebenarnya ada perasaan gak sih sama Tuan Leon? Aku melihat, sepertinya kalian itu sangat cocok. Lagi pula, Tuan Leon itu jomblo, dan kau juga jomblo. Daripada kalian tidak ada pasangan, lebih baik jadian aja,'' jelas Bintang sambil menaik turunkan alisnya.


Mendengar ucapan sahabatnya, Tiwi malah terkekeh. Dia merasa lucu dengan apa yang Bintang katakan, sebab tidak mungkin jika dia jadian bersama dengan Leon. Yang ada, setiap hari mereka terus saja bertengkar, tidak ada romantis-romantisnya sama sekali.


Sedangkan impian Tiwi adalah mempunyai pria yang romantis, baik dan juga menyayanginya, tetapi saat melihat Leon, entah kenapa dia merasa tidak ada feel dengan pria itu. Sebab Leon benar-benar menyebalkan, selalu membuatnya kesal.


''Kau ini ada-ada aja, Markonah! Mana mungkin aku bersama dengan dia? Pria kaku kayak gitu. Lagi pula, kau tahu sendiri bukan, tipeku itu seperti apa? Sangat jauh Jika dengan dia,'' kekeh Tiwi.


Bintang yang mendengar itu seketika memegang tangan Tiwi, membuat tawa wanita yang berada di sampingnya terhenti dan menatap ke arahnya.

__ADS_1


''Kau tahu! Dulu waktu pertama aku menikah dengan Emil juga sama, dia bukanlah tipeku, bahkan jauh banget dari karakter yang selama ini aku impikan. Namun itulah jodoh, tidak ada yang tahu kita akan menikah dan berpasangan dengan siapa? Tentu saja kami saling melengkapi satu sama lain. Jika di awal kita merasa tidak cocok, itu karena kita belum mengenal, tapi jika kita sudah mengenal satu sama lain, maka aku rasa kau malah akan bucin sama Tuan Leon.'' Kali ini Bintang yang terkekeh.


Tiwi termenung mendengar penuturan Bintang. Dia membenarkan sebagian perkataan dari sahabatnya, memang jodoh tidak ada yang tahu akan seperti apa, dan bagaimana karakternya. Walaupun kita sudah menolak keras, tetapi jika dia jodoh yang Tuhan kirimkan, maka apa yang bisa kita lakukan.


Saat Tiwi akan menjawab ucapan Bintang, tiba-tiba saja ponselnya berdering dan ternyata itu dari mamanya, kemudian dia pun mengangkat telepon tersebut


''Kenapa?'' tanya Bintang saat Tiwi sudah selesai menelpon.


''Itu, mama menyuruhku untuk ke toko bakery. Ya sudah, aku ke sana dulu ya! Mungkin banyak pesanan,'' jelas Tiwi.


Wanita itu berjalan keluar dari kediaman Fernandez, kemudian berjalan keluar untuk memesan taksi. Namun baru saja akan melewati gerbang, tiba-tiba dikagetkan dengan suara klakson mobil yang ada di belakangnya, dan saat pintu kaca diturunkan ternyata itu adalah Leon.


Pria itu tadi melihat Tiwi keluar dari kediaman sahabatnya. Dia juga mendengar jika wanita itu harus ke toko bakery, dan seketika ide pun muncul di kepalanya.


Tiwi nampak terdiam, memikirkan qpakah dia harus ikut bersama pria itu atau tidak. Namun seketika Leon menyentil keningnya, membuat Tiwi tersentak kaget dan menatapnya dengan tajam.


''Apaan sih, lampion! Kebiasaan deh, sukanya jitakin jidat orang? Entar kalau benjol gimana?'' gerutu Tiwi dengan kesal.


''Nggak usah lebay, Jubaedah. Sudah masuk!'' titah Leon.


Akhirnya mau tidak mau Tiwi pun masuk ke dalam mobil tersebut, dan mulai meninggalkan kediaman mewah itu. Tidak ada pembicaraan diantara mereka, hanya ada keheningan saja. Karena Tiwi juga masih kesal dengan Leon. Pria itu sangat doyan menyentil jidatnya.

__ADS_1


Padahal kening Tiwi sudah jenong, kalau disentil setiap hari bisa-bisa maju 10 senti. Sedangkan Leon hanya tersenyum tipis saja melihat wanita yang sedang duduk di sampingnya sambil menekuk wajah. Dia tahu, jika Tiwi masih kesal kepadanya.


''Apakah nanti malam kamu ada acara?'' tanya Leon.


''Tidak ada! Memangnya kenapa?'' heran Tiwi.


''Tidak apa-apa, nanti malam aku jemput jam 07.00.''


''Mau ke mana?'' Tiwi menatap Leon dengan bingung, saat pria itu mengatakan akan menjemput dirinya.


''Nanti juga kamu akan tahu,'' jawab Leon penuh teka-teki.


Tak terasa mobil pun sudah sampai di toko bakery Tiwi. Padahal wanita itu belum mengatakan ke mana dia akan pergi, tetapi Leon sudah mengetahuinya. Kemudian dia menatap ke arah samping dengan bingung, dan menanyakan dari mana Leon tahu jika dia memang akan ke sana.


''Aku ini bisa membaca pikiranmu. Sudah turun! Aku harus ke kantor,'' usir Leon.


''Dasar cenayang! Nggak usah diusir juga gue mau turun!'' gerutu Tiwi. Kemudian dia turun dari mobil Leon dan membanting pintunya dengan kesal.


Sementara itu, Leon tersenyum sambil pergi meninggalkan toko bakery tersebut. Kemudian dia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada seseorang.


Kita lihat saja cewek berbulu, nanti malam akan ku buat kau bertekuk lutut. batin Leon.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2