
HAPPY READING
Orlando benar-benar kaget dengan sikap Tiwi yang begitu sangat tidak menyukai kehadirannya. Lalu dia teringat dengan ucapan Tiwi yang mengatakan akan kesalahan dia dengan Sasa kepada Bintang. Pria itu sadar, jika Tiwi memang mengetahui tentang perselingkuhan dia dengan Sasa.
''Kau ini kenapa? Bintang saja tidak masalah aku bersahabat dengan dia? Memangnya kalau kita mantan, tidak bisa berteman ya?'' bela Orlando pada diri sendiri.
Tiwi berdecih dengan kesal, kemudian dia menatap ke arah Orlando. ''Sebaiknya lo pergi aja dari sini! Jangan buat kesabaran gue habis!''
Bintang yang merasa pertanyaannya belum dijawab oleh Tiwi, seketika menatap ke arah sahabatnya.
''Lo belum jawab pertanyaan gue, Tiwi? Ada hubungan apa dengan Sasa? Kenapa lo tadi bawa-bawa nama Sasa? Memangnya, mereka melakukan kesalahan apa?'' tanya Bintang terus mendesak ke arah Tiwi.
''Itu ... anu ... Eumm ....'' Tiwi seakan ragu untuk menceritakan tentang dua penghianat itu. Walaupun Bintang dan juga Orlando sudah mantan. Akan tetapi, tetap saja Bintang pasti akan terluka saat mengetahui jika Sasa telah menghianati dirinya.
''Lo kenapa sih? Ada yang lo sembunyiin ya, dari gue?'' tanya Bintang dengan tatapan menyelidik ke arah Tiwi.
Wanita itu terdiam, tidak tahu apakah dia harus memberitahukannya kepada Bintang atau tidak. Semuanya masih di ambang kebingungan, tetapi satu suara membuat mereka menengok ke arah belakang, dan orang itu menjawab pertanyaan Bintang, mewakili Tiwi.
''Karena mantan pacar kamu dan juga sahabat kamu yang bernama Sasa, itu telah berkhianat,'' ucap Emil sambil berjalan mendekat ke arah Bintang. Kemudian dia merangkul pinggang Bintang dengan posesif di hadapan Orlando.
Melihat Bintang dipeluk oleh pria lain, Orlando tidak terima. Kemudian dia menarik tangan Emil.
''Hei, siapa kamu? Berani sekali kamu memegang Bintang. Lancang kamu, ya!'' tanya Orlando dengan nada marah kepada Emil.
''Memangnya kenapa, jika saya memeluk tubuh Istri saya sendiri? Salah ya?'' jawab Emil sambil tersenyum miring dan menatap ke arah Orlando dengan tatapan tidak suka.
Mendengar ucapan Emil, Orlando membulatkan matanya sambil menatap ke arah Bintang dengan tatapan memastikan. Dan Bintang tahu jika Orlando pasti meminta jawaban darinya, kemudian dia pun memperkenalkan Emil kepada mantan kekasihnya itu.
''Oh ya Orlando, kenalin ini Emil. Dia suami aku,'' ucap Bintang sambil tersenyum dan memeluk tubuh Emil.
__ADS_1
Ada rasa tidak suka dan tidak rela di hati Orlando, saat melihat Bintang dan Emil saling berpelukan satu sama lain. Karena sejujurnya Orlando masih menyimpan rasa kepada Bintang, akan tetapi dia dan juga wanita itu sudah putus.
Tatapannya mengarah kepada Emil, Orlando menatap dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dia melihat jika Emil pria yang dewasa dan juga sangat kaya, itu bisa Orlando lihat dari setelan jas-nya dan juga sepatu, serta jam tangan yang dipakai oleh Emil, semuanya sangat branded dan berkelas.
''Eh, lumpur lapindo. Apalagi yang lo tunggu? Pergi lo dari sini!'' usir Tiwi yang sejak tadi melihat hanya ada keheningan di antara mereka berlima.
''Tunggu dulu! Tadi kamu bilang apa, Sasa dan Orlando mengkhianati aku? Mereka berselingkuh?'' Bintag teringat dengan ucapan Emil, kemudian dia menatap ke arah Tiwi dan juga Orlando bergantian.
''Jawab, Sayang. Kenapa kamu diam aja? Maksud ucapan kamu itu, apa?'' tanya Bintang kepada Emil. Dia terus mendesak suaminya agar menjawab pertanyaannya.
Tiwi melirik ke arah Emil dengan tatapan tajam, karena pria itu sudah membongkar semuanya.
''Jubaedah, lo jawab pertanyaan gue! Maksud ucapan Emil itu apa? Apa bener, jika Sasa dan Orlando itu selingkuh? Jawab! Kenapa kalian semua diam saja?'' Bintang berkata dengan nada sedikit meninggi, sebab tidak ada yang menjawab pertanyaannya.
Orlando pun hanya diam saja, dia tidak bisa menjawab perkataan Bintang. Begitupun dengan Tiwi, tapi karena Bintang terus mendesak nya, akhirnya Tiwi pun berkata sejujurnya. Hingga membuat wanita itu benar-benar terkejut dengan sebuah kenyataan yang selama ini tidak pernah diketahui.
''Iya Bintang, Orlando dan juga Sasa selingkuh di belakang kamu, sebelum kalian putus. Itu kenapa, setiap kamu menyebutkan nama Sasa, aku tidak menyukainya. Karena setiap mengingat wajah mereka, aku benar-benar muak!'' Tiwi berkata dengan intonasi penekanan sambil menatap kearah Orlando dengan tajam.
Bintang menggelengkan kepalanya dengan lemah, satu tangannya menutup mulut saat mendengar kenyataan yang tidak pernah dia bayangkan sama sekali. Sahabatnya tega mengkhianati dirinya dengan mantan kekasihnya sendiri.
Namun sejurus kemudian, Bintang sadar. Jika itu adalah sebuah masa lalu, walaupun pada akhirnya hati Bintang terluka, sebab sahabat yang selama ini dianggap baik dan sebagai saudara ternyata sudah menusuk nya dari belakang.
''Jika itu memang benar, maka aku sudah memaafkanmu, Orlando. Lagipula, itu 'kan masa lalu. Aku sama kamu juga sudah tidak ada hubungan apa apa lagi, dan sekarang aku sudah berumah tangga dan memiliki Emil dalam hidupku. Jadi, tidak ada lagi namamu di hatiku. Untuk apa aku marah? Sebaiknya kamu pergi dari sini, sebelum jus yang ada di tangan Tiwi melayang ke wajah kamu,'' ujar Bintang sambil terus memegang lengan Emil.
''Bintang, aku bisa jelaskan semuanya. Itu semua tidak seperti yang kamu pikirkan.'' Orlando masih mencoba untuk membuat Bintang percaya, jika semua yang dibilang Tiwi itu hanyalah salah paham.
Namun bintang segera menggelengkan kepalanya dengan tegas. ''Tidak Orlando! Kita sudah berakhir. Lagipula sekarang aku sudah ber-suami, pergilah!''
Emil tersenyum mendengar ucapan Bintang, lalu dia mencium kening Bintang di hadapan Orlando.. Sejuju dia ingin sekali memberikan satu bogeman, tapi di sana ada Bintang, jadi dia urungkan.
__ADS_1
''Lo dengarkan, pergi atau beneran jus ini melayang ke wajah lo!'' ancam Tiwi yang sudah mengangkat jus itu di hadapan wajah Orlando.
Pria itu mendengkus dengan kasar, kemudian dia pergi dari sana, tapi sebelum itu dia melirik ke arah Emil lalu bergantian ke arah Bintang. ''Semoga kalian bahagia,'' ucap Orlando sebelum dia melangkahkan kakinya meninggalkan tempat orang itu.
Tiwi bernafas dengan lega, kemudian dia mendudukan tubuhnya kembali di kursi. Satu tangannya memijit kening yang terasa begitu pusing, sedangkan Bintang duduk di samping Emil dan Leon duduk di samping Tiwi.
''Kenapa lo rahasia-in ini semua dari gue? Jawab JUbaedah?'' tanya Bintang dengan tatapan menyipit ke arah Tiwi.
''Maafkan gue, Markonah. Bukannya mau merahasiakan ini dari lo, tapi gue tau, kalau lo pasti akan terluka saat mengetahui jika Sasa dan juga Orlando berselingkuh. Gue hanya nggak mau melihat lo sakit hati karena pengkhiqnatan dari sahabat lo sendiri,'' jawab Tiwi dengan nada bersalah.
Bintang mengangguk-kan kepalanya, dia paham dengan maksud Tiwi. Karena walau bagaimanapun, Bintang sudah mengenal Tiwi sejak lama. Dan dia yakin, jika wanita itu pasti menjaga perasaannya. Akan tetapi, tidak Bintang pungkiri. Jika hatinya merasa sakit karena mendengar jika Sasa telah mengkhianati nya selama ini.
''Aku aneh deh, sama kalian. Kenapa harus memanggil Markonah dan Jubaedah? Sedangkan nama kalian saja bagus-bagus? Apa tidak ada panggilan kesayangan yang lebih enak didengar?''tanya Emil yang merasa heran dengan panggilan mereka berdua.
Bintang dan Tiwi saling menatap satu sama lain, kemudian mereka tertawa. Sedangkan Emil dan Leon merasa heran, karena mereka merasa pertanyaan Emil tidak ada yang salah.
''Kamu kenapa tertawa? Memangnya pertanyaanku ada yang salah, apa?'' tanya Emil dengan bingung.
''Pertanyaan kamu tidak salah! Hanya saja, memang itu panggilan kesayangan aku kepada Tiwi, begitupun Tiwi kepada aku. Masih mending aku nyebut dia Jubaedah. Daripada aku nyebut ya ulet bulu,'' kekeh Bintang sambil menatap kearah sahabatnya.
''Heh, nama gue itu Tiwi. Bukan ulet bulu. Enak aja!'' ketus Tiwi sambil meminum jus nya.
''Ya 'kan nggak beda jauh, buah kiwi 'kan berbulu. Ya beda dikit doang sih,'' jawab Bintang sambil menyenderkan kepalanya di bahu Emil.
UUHHUUK!
''Kayaknya gue keselek deh, melihat minyak sama air itu udah mulai bersatu?'' ledek Tiwi saat melihat Bintang menyenderkan kepalanya di bahu Emil.
''Daripada lu cemburu, dan rasa dikacangin duduk disini. Mending lo sama Pak Leon pindah ke meja yang lain. Kalian juga pacaranx gimana?'' timpal Bintang sambil tersenyum pada Tiwi dan mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG