
Happy reading....
Setelah mengetahui tentang kehamilan Bintang malam itu di acara ulang tahunnya, Emil sama sekali tidak membiarkan istrinya untuk mengerjakan hal-hal berat. Bahkan dia sangat-sangat overprotektif terhadap Bintang.
Seperti halnya pagi ini, Bintang ingin berangkat ke kantor tetapi Emil melarang dengan keras, karena dia tidak ingin istrinya itu kecapean dan terjadi apa-apa dengan bayi yang ada di dalam kandungannya.
''Ayolah sayang, aku 'kan juga mau bekerja. Lagi pula, di rumah terus itu tidak enak,'' pinta Bintang dengan wajah memelas.
''Tidak! Sekali aku bilang tidak, ya tidak. Nanti kalau kamu kenapa-napa gimana? Kalau kamu kecapeanx terus kamu pingsan, gimana?'' Emil menolak keras permintaan Bintang.
Bumil itu menekuk wajahnya sambil melipat kedua tangan di depan dada dan duduk di atas ranjang. Dia menatap Emil yang sedang memakai kemeja kerjanya, seketika senyum jahil terbit di wajah Bintang. Dia seperti mendapatkan wangsit untuk merayu suaminya.
Kemudian wanita itu berjalan ke arah Emil, lalu menghentikan tangan pria tampan itu yang sedang mengancingkan baju, kemudian melingkarkan nya ke pinggang Bintang. Sedangkan kedua tangannya langsung dia kalungkan ke leher suaminya.
Tanpa aba-aba Bintang langsung mencium bibir Emil, sedangkan tangan satunya membuka kancing kemeja pria itu. Dengan perlahan Bintang langsung menarik Emil dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang hingga pria itu terlentang.
Dengan secepat kilat Bintang naik ke atas tubuh Emil dan duduk diantara kedua paha pria itu. Emil yang melihat itu pun tentu saja meneguk ludahnya dengan kasar, dia tidak pernah melihat Bintang senakal itu.
''Sayang, kamu ngapain?'' tanya Emil dengan dada yang sudah berdebar kencang.
Bukannya menjawab, Bintang malah kembali mencium bibir suaminya dengan gerakan yang hot. Emil yang tadinya tidak membalas lama-lama terpancing juga, dia pun membalas permainan istrinya hingga mereka saling bertukar saliva satu sama lain
Persetan dengan malu! Aku malas jika di rumah terus. Rasain kamu es milo, aku akan membuat kamu tidak bisa menolaku kali ini.
__ADS_1
Perlahan tangan Bintang mulai membuka kemeja Emil, hingga dada bidangnya terekspos dengan begitu indah. Wanita itu pun menurunkan ciumannya dan menyusuri dada bidang milik suaminya, kemudian Bintang mulai bermain di sana, membuat Emil seketika menahan napas saat merasakan sesuatu terbakar di dalam dirinya.
''Sayang, hentikan! Apa yang kamu, lakukan? Aku harus bekerja,'' ucap Emil dengan suara serak dan tertahan.
Bahkan sesuatu di bawah sana mulai terbangun, dan Bintang bisa merasakan itu, karena saat ini dia tengah berada di atas tubuh Emil. Dengan secepat kilat serta sentuhan yang begitu erotis, Bintang mulai turun ke bawah hingga sampailah dia di depan pusaka Jaka Tingkir milik Emil.
pria itu memejamkan matanya Dia pikir bintang akan bermain di sana seperti biasanya akan tetapi ternyata dia salah bintang malah langsung turun dari pangkuan Emil di saat gelora di dalam tubuhnya sudah memuncak sampai ke ubun-ubun.
aku rasanya Gerah pengen mandi dulu ucap bintang dengan enteng kemudian dia berjalan ke arah kamar mandi
Emil yang mendengar itu seketika langsung membuka matanya dengan kaget kemudian dia melihat istrinya berjalan dengan begitu santai masuk ke dalam kamar mandi Sayang Apa yang kamu lakukan ini udah bangun loh kamu nggak mau nidurin dulu ke lubang belutnya minta Emil dengan frustasi.
Akan tetapi, Bintang hanya acuh. Dia mengangkat kedua bahunya sambil masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu tersebut. Sesampainya dia di dalam, wanita itu terkekeh sambil membekap mulutnya karena takut terdengar oleh Emil.
Emil mengusap wajahnya dengan kasar. ''Keterlaluan! Terus bagaimana dengan pusakaku? Dia bahkan sudah siap bertempur, tapi lubangnya malah seketika ditelan oleh dasarnya lubang kehidupan nenek lampir,'' gumam Emil dengan suara yang lirih sambil mengacak rambutnya.
Dia melihat pusakanya yang sudah tegak dan tidak tertuntaskan, kemudian pria itu berjalan ke arah kamar mandi dan mengetuk pintunya. ''Sayang, please lah, ini ditidurin dulu. Masa kamu nanggung begitu sih?'' pinta Emil dengan suara memohon.
''Aku sakit perut, sayang,'' jawab Bintang sambil menahan tawanya di dalam kamar mandi.
''Terus ini, gimana?'' tanya Emil kembali.
''Kamu ke kamar sebelah aja! Lagian sabun banyak 'kan? Kamu solo karir dulu oke!'' sahut Bintang sambil berteriak.
__ADS_1
''What! Are you serious?''' Emil menatap kaget ke arah pintu kamar mandi saat mendengar ucapan Bintang.
Dia tidak tahu apa yang dipikirkan oleh istrinya itu bisa-bisanya Bintang menyuruh dirinya untuk bersolo karir, sedangkan lubang belut saja dia mempunyainya. Jadi untuk apa susah-susah bermain sendiri, bahkan sebelum mengenal Bintang Emil sama sekali tidak pernah bersolo karir.
Pria itu tetap memohon kepada Bintang, akan tetapi jawaban istrinya tetap sama. Akhirnya mau tidak mau Emil pun berjalan ke arah kamar sebelah dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin, tapi tetap saja pusakanya tidak mau untuk tertidur kembali, dan itu membuatnya sangat frustasi.
''Bintang benar-benar keterlaluan! Masa udah bangunin singa, nggak mau nidurin lagi!'' gerutu Emil sambil mengambil handuknya lalu keluar dari kamar mandi. Dia benar-benar harus menuntaskan gelora yang ada di dalam tubuhnya, karena Bintang sudah membangunkan sebuah pusaka legendaris.
Sedangkan Bintang baru saja keluar dari kamar mandi sambil terkekeh. Dia tidak bisa membayangkan wajah pria itu yang tersiksa menahan sesuatu di dalam tubuhnya, tapi Bintang sangat yakin, Emil sebentar lagi pasti akan kembali kepadanya untuk menuntaskan hasraat yang belum tersalurkan.
Benar saja, tidak lama pintu kamar terbuka dan Emil masuk dengan wajah yang sudah memerah menahan sesuatu di dalam tubuhnya. Kemudian tanpa aba-aba dia langsung menyerang Bintang. Akan tetapi, saat pusaka itu akan menyelam ke dasar lautan tiba-tiba Bintang menghentikannya.
''Aku tidak akan membiarkan pusaka Jaka tingkirmu itu masuk ke dasar laut, jika kamu tidak mengizinkanku untuk masuk ke kantor. Please lah sayang, aku suntuk di rumah terus menerus. Jadi biarkan aku bekerja! Aku tidak akan capek-capek, aku akan duduk saja,'' bujuk Bintang sambil mengedipkan sebelah matanya.
Emil yang sudah tidak tahan pun akhirnya menganggukkan kepala, ''Baiklah, hanya duduk saja oke,'' jawab Emil.
Bintang yang mendengar itu tentu saja sangat senang, kemudian mereka pun melakukan olahraga di pagi hari. Padahal pelayan sudah mengetuk pintu kamar mereka untuk sarapan, tetapi Bintang dan juga Emil tidak perduli, karena saat ini mereka tengah menyelami surga dunia.
Aku 'kan sudah bilang sayang, kamu akan tunduk padaku! Hehehe ... kekeh Bintang di dalam hati penuh rasa puas.
BERSAMBUNG......
Maaf telat up ya🙏🏻Othor jarinya lagi sakit, jdi jarang up🙏🏻😘Tapi othor akan usahakan up demi kalian
__ADS_1