Suamiku Alergi WANITA

Suamiku Alergi WANITA
Masuk Perangkap


__ADS_3

Happy reading.......


Azkia menengok ke arah samping, dan ternyata sudah ada pria yang berdiri di sebelahnya dan pria itu adalah seseorang yang dikagumi oleh Azkia selama ini.


''Kamu nggak papa, 'kan?'' tanya Jasper sambil memegang tangan Azkia.


Wanita itu terlihat salah tingkah saat Jasper memegang tangannya, kemudian dia menggeleng. ''Aku tidak papa, cuma mereka kasar sekali,'' jawab Azkia sambil menampilkan wajah sedih di hadapan Jasper.


Dia berharap, pria itu akan kasihan kepadanya. Padahal di dalam hati Azkia bersorak gembira, karena dia bertemu kembali dengan Jasper tanpa harus ke kantornya. Sebab Azkia ingin menjalankan rencananya untuk menjerat Jasper.


Dasar wanita ular. batin Jasper saat melihat wajah sedih Azkia.


''Kamu mau kemana? Biar aku anta,'' tanya Jasper.


Azkia nampak begitu senang, tapi dia sok-sokan bersikap jaim. ''Aku mau pulang, tapi sebelum itu aku mau ke cafe dulu, soalnya ini sudah siang,'' jawab Azkia.


''Baiklah, kalau begitu biar aku antar sekalian kita makan siang bareng, bagaimana?'' tanya Jasper pada Azkia. Dan wanita itu angsung mengangguk dengan cepat, dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut.


Kemudian mereka pun masuk ke dalam mobil mewah milik pria itu. Azkia pikir, dia sudah berhasil menjerat Jasper. Namun ternyata dia salah, di sini yang terjerat bahkan dirinya, karena masuk ke dalam permainan yang Jasper buat.


Sesampainya mereka di cafe, Azkia langsung memesan makanan..Sementara itu Jasper membalas chat dari Emil yang menanyakan tentang keberadaannya sekarang.


Emil: Lo dimana, Jas?


Jasper: Tenang aja! Gue lagi menjalankan rencana. Kalau bukan karena lo sahabat gue, males kali harus berurusan dengan ular betina😎

__ADS_1


Leon: Nikmatilah kawan. Semoga sukses.


Setelah membalas pesan dari sahabatnya di grup, Jasper kembali menatap kearah Azkia. Dia berpikir harus secepatnya menjalankan rencana, karena Jasper sangat malas bermain-main, karena hanya membuang-buang waktu saja.


Saat makanan tiba mereka pun makan. Tidak ada pembicaraan yang penting diantara mereka, hanya basa-basi saja. Ditambah Azkia yang begitu jaim untuk menarik perhatian Jasper. Bahkan dia sengaja makan dengan sedikit berantakan di bibirnya, agar pria itu mengelap nya.


Benar saja, pria itu seakan peka dengan permainan Azkia. Dia lalu mengusap bibir Azkia yang kotor oleh saus, padahal di dalam hati Jasper menggerutu, karena dia merasa tangannya bagaikan terkena kotoran yang begitu menjijikkan.


''Terima kasih,'' ucap Azkia dengan wajah malu-malu.


Jasper tidak menjawab, dia hanya tersenyum saja. Karena saat ini selera makannya pun hilang, bahkan makanan kesukaannya yang saat ini sedang dia makan, rasanya tidak enak sama sekali.


Selesai mereka makan siang, Jasper menggenggam tangan Azkia, membuat wanita itu tersentak kaget dan menatap Jasper dengan bingung, tetapi di dalam hatinya dia begitu bahagia.


''Entah darimana aku harus memulainya, tapi pertama kali aku bertemu denganmu, rasanya hati dan pikiran ku sudah bertaut pada dirimu. Aku tidak pandai dalam merangkai kata, tapi aku rasa, kamu sudah membuatku jatuh cinta Azkia,'' ucap Jasper sambil tersenyum manis ke arah wanita yang berada dihadapannya.


Hati wanita itu tengah berbunga-bunga, saat Jasper mengatakan hal tersebut. Dia tidak menyangka, tanpa harus menjerat Jasper terlebih dahulu, pria itu sudah jatuh cinta kepadanya. Dan tentu saja itu memudahkan Azkia untuk masuk ke dalam kehidupan Jasper yang mewah.


''Tuan, kita 'kan baru bertemu satu kali? Apakah secepat itu?'' tanya Azkia yang pura-pura sok jual mahal.


''Memangnya cinta butuh waktu? Mungkin itulah yang dinamakan cinta pada pandangan pertama. Apakah kamu mau menjadi kekasihku?'' tanya Jasper dengan tatapan yang serius.


Padahal di dalam hati Jasper tertawa jahat. Dia yakin, wanita yang berada dihadapannya itu tidak akan pernah bisa menolak dirinya. Apalagi menolak pesona sekarang Jasper yang tampan rupawan.


Azkia terdiam sejenak, dia pura-pura untuk berpikir dulu. Kemudian wanita itu mengangguk. ''Iya Tuan, saya mau..Lagipula saya juga sudah jatuh cinta kepada Tuan, pada pandangan pertama,'' jawaban Azkia dengan wajah malu-malu.

__ADS_1


''Benarkah, kamu menerima cintaku?'' tanya Jasper seakan tidak percaya, dan Azkia hanya mengangguk saja dengan wajah menunduk malu.


Hahaha ... dasar ular betina! Masuk kau pada permainanku. Kau pikir, kau itu hebat? Nyatanya kau sangat bodoh! batin Jasper.


Setelah menyatakan perasaannya, mereka pun resmi menjadi sepasang kekasih. Lalu Jasper mengantarkan Azkia pulang ke rumah, setelah itu dia kembali ke kantornya. Karena masih ada beberapa kerjaan yang harus diselesaikan.


Pria itu tersenyum sinis sambil duduk di kursi kebesarannya. Dia benar-benar puas dengan hasil yang baru saja didapatkan. Memang jika bukan karena Emil sahabatnya, Jasper tidak akan membuang waktunya untuk bermain-main dengan buaya betina yang baru saja menetas.


Karena dari segi permainan manapun, Jasper lebih jago dan unggul. Sebab dia seorang detektif, jadi sudah pasti Jasper mengetahui semuanya tentang keluarga Azkia.


TING!


Sebuah pesan masuk, dan ternyata itu dari Emil dan juga Leon. Mereka menanyakan bagaimana rencananya, apakah sudah berjalan dengan lancar atau belum.


Jasper: Kalian berdua tenang saja! Dia sudah masuk dalam permainanku😎


Emil: Good, Boy👍🏻Ingat Jas! Jangan sampai kau terjebak oleh permainanmu sendiri. Dan ingat satu hal! Jangan terlalu kejam🤣


Leon: Kau sudah ada pasangan. Aku kapan?😥


Jasper: Tenang saja! Aku hanya kasar sedikit😎


Jasper-Emil: Makanya tembak si buah berbulumu itu🤣


Leon: Dasar kalian, sahabat lucknut😏

__ADS_1


BERSAMBUNG


Kasian Leon, jadi bulan-bulanan Emil dan Jasper🤣🤣Makanya cepat tembak Tiwi, alias cewek berbulu itu😂Jangan betah menjmblo mulu😛


__ADS_2